Mitos dan Fakta Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Perlu Ibu Tahu

Melihat bayi yang sering gumoh rasanya membuat khawatir ya, Bu? Apalagi ada banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang penyebab bay...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
21 Apr 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK


Melihat bayi yang sering gumoh rasanya membuat khawatir ya, Bu? Apalagi ada banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang penyebab bayi sering gumoh, mulai dari tanda masuk angin atau muntah karena sakit. Nah, artikel ini akan mengupas mitos dan fakta penyebab gumoh agar Ibu bisa mengantisipasinya dengan baik. Yuk, disimak!

Apa Penyebab Gumoh pada Bayi?

Gumoh adalah keluarnya ASI, cairan, atau makanan yang baru saja ditelan bayi. Gumoh pada bayi disebut juga dengan istilah refluks. Kondisi ini umum terjadi pada bayi karena sistem pencernaannya yang masih belum berkembang dan kapasitas isi lambungnya masih kecil. 

Saat si Kecil menyusu, cairan ASI akan turun ke lambung melewati kerongkongan. Ketika merasa lambungnya sudah terlalu penuh, bayi bisa mengeluarkan isi perutnya kembali ke kerongkongan. 

Hal ini dapat terjadi karena otot cincin yang berada di ujung kerongkongan bayi yang masih berusia di bawah 5 bulan belum bisa menutup dengan sempurna.

Otot cincin sendiri berfungsi sebagai pintu masuknya cairan atau makanan ke lambung. Ketika otot cincin tidak dapat menutup dengan baik, air susu akan mengalir balik ke kerongkongan. Inilah yang menjadi penyebab bayi gumoh.

Umumnya, gumoh terjadi saat bayi minum susu terlalu banyak atau menelan udara yang terlalu banyak ketika menyusu terlalu cepat atau menangis. Gumoh juga bisa terjadi saat bayi bersendawa.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, 5 Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

Mitos dan Fakta Penyebab Bayi Sering Gumoh

Yuk, cek fakta seputar penyebab bayi sering gumoh untuk mematahkan mitos yang kerap beredar mengenai kondisi ini. 

1. Kebiasaan Gumoh Akan Hilang Seiring Bayi Makin Besar - FAKTA 

Gumoh sering terjadi pada bayi dalam 3 bulan pertama usia bayi. Tapi, Ibu tidak perlu khawatir karena faktanya kebiasaan gumoh akan berangsur hilang sebelum bayi mencapai usia 1 tahun.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan, gumoh akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18-24 bulan. Di rentang usia ini, ukuran lambungnya sudah lebih besar dan katup lambungnya sudah bisa menutup lebih kuat.

Bila usia si Kecil sudah menginjak 2 tahun tetapi tetap mengalami gumoh dalam jumlah banyak (lebih dari 2 sendok makan) yang disertai gangguan napas (tersedak, batuk, atau bunyi napas yang tidak biasa) dan berat badannya sulit naik, ini bukan lagi dikatakan gumoh. Ibu perlu membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

2. Gumoh pada Bayi Bikin Si Kecil Kurus - MITOS

Banyak para Ibu yang percaya kalau sering gumoh setelah menyusu bisa membuat badan si Kecil jadi kurus. Faktanya, gumoh tidak menurunkan berat badan bayi.

Umumnya, cairan yang keluar saat gumoh tidak banyak sampai membuat bayi kekurangan nutrisi atau berat badannya turun. Hanya sekitar 10 ml saja atau sama dengan 2 sendok teh. Jadi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir. 

Lain halnya jika volume cairan yang keluar sekaligus banyak dan disertai dengan bayi yang rewel. Ini mungkin menandakan bayi muntah, bukan gumoh.

3. Bayi Tidak Rewel Saat Gumoh Tidak Perlu Khawatir - FAKTA

Ya! Gumoh adalah refleks bayi yang normal. Ketika gumoh, susu mengalir keluar dari mulut si Kecil dengan sendirinya. Jadi, sangat wajar jika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda rewel.

Justru, Ibu perlu waspada jika setelah gumoh bayi menangis dan rewel berlebihan, wajahnya pucat, menolak menyusu atau makan, ada bercak darah pada gumoh, serta isi lambung yang dikeluarkan banyak.

Jangan ragu untuk segera membawa bayi berkonsultasi ke dokter anak ya, Bu.

4. Bayi Gumoh Tanda Masuk Angin - FAKTA

Penyebab bayi sering gumoh memang salah satunya adalah karena masuk angin. Masuk angin yang dimaksud bukan karena bayi terpapar udara dingin dari luar, tapi karena perlekatan mulutnya tidak tepat sehingga ia menelan banyak udara saat sedang menyusu, atau karena bayi terlalu bersemangat dan terburu-buru saat menyusu. 

Ketika bayi menelan udara bersamaan dengan ASI, gas yang masuk akan terperangkap di dalam lambung.

Saat udara itu harus keluar dari perut, kadang sebagian cairan ikut terbawa naik dari lambung ke kerongkongan dan akhirnya keluar dari mulut.

Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan membuat bayi bersendawa setelah menyusu.

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Bayi Gumoh

5. Bayi Gumoh Karena Kekenyangan - FAKTA

Kekenyangan juga menjadi salah satu fakta penyebab bayi sering gumoh. Hal ini bisa terjadi karena sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna dan kapasitas lambungnya masih hanya dapat menampung susu dalam jumlah kecil.

Maka setiap kali si Kecil menyusu sampai kekenyangan, ia bisa gumoh. Untuk mencegahnya, posisikan bayi tegak selama 30 menit setelah Ibu selesai menyusuinya. Pastikan bahwa tidak ada yang menekan bagian perut bayi, kemudian coba sendawakan bayi. 

Perlu diingat, sebaiknya Ibu tidak memaksa bayi untuk menyusu lebih banyak dari yang diinginkannya, ya.

6. Gumoh Sama Seperti Muntah - MITOS

Eits, jangan cemas dulu ya, Bu. Ini hanya mitos, kok. Karena, gumoh dan muntah itu adalah kondisi yang berbeda.

Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, gumoh adalah kondisi saat susu mengalir dengan sendirinya dari mulut si Kecil dan biasanya berbarengan dengan sendawa. Jumlah cairan yang keluar pun sedikit, hanya sekitar 2 sendok teh. Setelah gumoh bayi tidak menunjukkan tanda-tanda rewel dan masih tampak nyaman.

Sementara itu, bayi yang muntah akan mengeluarkan isi perut yang lebih banyak dengan tenaga atau usaha lebih. Bayi muntah juga akan tampak mengejan, tidak nyaman, rewel, atau menangis.

7. Gumoh Disebabkan Karena Menyusu - MITOS

Ada yang perlu diluruskan dari mitos ini, Bu. Menyusu bukanlah penyebab bayi sering gumoh. Jadi, jangan hentikan menyusui si Kecil hanya karena mitos ini, ya. Menyusu adalah cara si Kecil memenuhi kebutuhan asupan nutrisinya. Bahkan, World Health Organization dan IDAI tetap merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan pertama usia bayi.

Penyebab bayi sering gumoh adalah karena bayi terlalu banyak menelan udara saat menyusu atau bayi menyusu dalam jumlah yang terlalu banyak. Namun, bukan berarti proses menyusui itu sendiri yang menjadi penyebab ia gumoh. 

Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah proses pelekatan mulut bayi apakah sudah tepat pada areola Ibu. Lantas, bagaimana caranya?

Caranya adalah posisikan kepala si Kecil sedikit lebih tinggi dari perutnya untuk memudahkan ASI masuk ke dalam perut dengan lancar sehingga tidak banyak udara yang masuk. 

Bayi pun akan lebih mudah bersendawa setelahnya, Bu. Ibu juga bisa memakai bantal menyusui untuk menyangga kepala bayi. 

Baca Juga: 5 Mitos Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi

Sebetulnya, Bu, tidak ada cara yang khusus untuk mengatasi gumoh. Namun, ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah gumoh terjadi terlalu sering. Berikut beberapa caranya, Bu.

  • Pastikan posisi menyusui sudah tepat saat menyusui bayi agar tidak gumoh. Posisikan bayi tegak selama dan setelah menyusu.

  • Hindari memberikan ASI atau makanan terlalu banyak sampai bayi kekenyangan. Berikan ASI atau makanan sedikit-sedikit, tapi sering dan diberi jarak.

  • Sendawakan bayi setelah menyusu untuk mengeluarkan udara. 

  • Hindari mengajak bayi bermain aktif atau menggunakan ayunan saat memberi makan bayi. Begitu pula aktivitas tummy time. Ibu perlu menunggu setidaknya 20-30 menit terlebih dulu sebelum melakukan tummy time. 

  • Jangan memaksakan menyuap makanan kalau bayi sudah terlihat kenyang atau memberi reaksi seolah mau muntah.

  • Sehabis makan jangan langsung ditidurkan, boleh duduk atau digendong dengan posisi badan tegak.

Jika bayi mengalami gumoh saat tidur, segera angkat bayi dan posisikan kepala bayi tegak dan bersandar pada bahu ibu kira-kira selama 30-45 menit. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Setelah tahu mitos dan fakta seputar penyebab bayi sering gumoh, kini Ibu tidak perlu cemas selama gumoh si Kecil masih dalam kategori normal, ya. 

Bila Ibu membutuhkan panduan seputar tumbuh kembang bayi sesuai tahapan usia si Kecil, temukan fitur-fitur informatifnya lewat BebeJourney. Segera daftar dan nikmati berbagai penawaran menarik dari Bebelac sekarang juga!

  1.  

Temukan Topik Lainnya

Referensi:

  1. Badriul Hegar. 2013. Gumoh Pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gumoh-pada-bayi [Diakses 12 Juni 2021]
     
  2. Dr.Natharina Yolanda. 2016. Bedanya ‘Gumoh’ dan Muntah pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-‘gumoh’-dan-muntah-pada-bayi  [Diakses 12 Juni 2021]
     
  3. Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/spitting-up-in-infants-treatment. Diakses pada 13 Oktober 2022. 
     
  4. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-and-infant-spit-ups-431719. Diakses pada 13 Oktober 2022. 
     
  5. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Why-Babies-Spit-Up.aspx. Diakses pada 13 Oktober 2022.


Artikel Terkait