13 Penyakit yang Umum Terjadi pada Anak Balita

Saat usianya masih di bawah lima tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna. Jadi, si Kecil masih sangat mudah t...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
08 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Saat usianya masih di bawah lima tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk secara sempurna. Jadi, si Kecil masih sangat mudah terserang berbagai macam penyakit.  Walau begitu, Ibu tidak perlu khawatir berlebihan, karena sebagian besar penyakit pada anak tidak termasuk golongan serius.

Ketika ditangani dengan tepat, umumnya penyakit hanya menimbulkan rasa tidak nyaman dan bersifat sementara. 

Penyakit yang Sering Terjadi pada Anak Balita

Ibu perlu mengenali  penyakit apa saja yang sering menyerang balita sehingga bisa memberikan pertolongan yang tepat dan efektif. 

Pertolongan yang tepat dan efektif akan membantu si Kecil untuk sembuh lebih cepat dan terhindar dari komplikasi atau infeksi lanjutan. Berikut daftar penyakit yang sering menimpa anak balita: 

1. Demam

Saat Ibu meraba tubuh si Kecil dan suhu tubuhnya terasa lebih panas daripada biasanya, ini bisa jadi bahwa tubuhnya sedang berusaha untuk mengenali dan melawan infeksi patogen (mikroorganisme jahat).

Anak demam dapat dikatakan demam ketika suhunya mencapai 38 derajat celcius atau lebih. Suhu tinggi tersebut diproduksi oleh tubuh untuk membuat patogen kesulitan bertahan hidup.   

Ibu tidak perlu terlalu khawatir ketika anak demam namun masih dapat bermain dengan aktif, tersenyum, bernafas dengan normal, dan dapat merespon stimulasi yang diberikan lingkungan dengan baik. Biasanya demam akan bertahan selama 3 sampai 4 hari. 

Namun, Ibu perlu waspada ketika demam pada anak tidak kunjung reda setelah hari ke-5 dan  disertai dengan ruam kulit, kesulitan bernafas, dehidrasi, tidak mau makan, muntah, kesulitan dalam merespon stimulus, atau kejang

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera hubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat. 

Di rumah, pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan adalah memberikan asupan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi. 

Kemudian, Ibu dapat memberikan obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun pastikan baca aturan pakai yang ada dalam kemasan atau berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter anak jika Ibu merasa tidak yakin. 

2. Pilek 

Pada umumnya, virus pilek atau common cold menyerang pada musim hujan atau masa pancaroba. Virus ini sangat mudah menyebar di dalam ruangan dan sangat mudah menginfeksi balita. 

Hal ini disebabkan oleh pertahanan tubuh balita yang belum sempurna, ditambah lagi dengan kebiasaan balita yang sering memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut. Jadi, mikroorganisme dengan mudah masuk ke dalam tubuhnya. 

Bahkan, menurut penelitian, anak di bawah usia 2 tahun rata-rata terserang pilek sebanyak 8 hingga 10 kali dalam 1 tahun. 

Nah, balita yang terserang pilek akan menunjukkan beberapa gejala seperti: 

  • Bersin-bersin.

  • Hidung berlendir.

  • Sakit kepala.

  • Radang tenggorokan. 

  • Batuk-batuk. 

  • Hidung tersumbat.

  • Demam.

Sayangnya, tidak ada obat tunggal maupun antivirus yang dapat menyembuhkan pilek, Bu. Jadi, yang dapat Ibu lakukan adalah membantu si Kecil agar penyembuhannya lebih cepat melalui beberapa cara. 

Jika balita Ibu masih minum ASI, berikan dalam jumlah yang lebih banyak, beserta air putih hangat atau jus buah (tanpa tambahan gula) sebagai sumber cairan tambahan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu mengencerkan dahak. 

Kemudian, untuk meredakan hidungnya yang tersumbat, Ibu bisa menggunakan obat tetes hidung atau meneteskan air garam steril. Atau, Ibu juga bisa menyedot cairan dari hidungnya dengan menggunakan bantuan alat berupa bola karet yang dilekatkan kateter karet lunak atau plastik. 

Bila pilek berlangsung lebih dari 10 hari, sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter anak, ya. Pasalnya, ada banyak penyakit pada anak usia dini yang perlu di-treatment dengan baik sejak kecil, seperti asma.

Baca juga: 13 Obat Pilek Anak yang Alami dan Ampuh

3. Batuk

Selain pilek, anak seringkali terserang batuk. Namun, batuk ternyata bukan sebuah penyakit, Bu. Batuk adalah gejala yang muncul sebagai bentuk pertahanan diri terhadap gangguan atau penyakit di saluran pernapasan. 

Dengan batuk, tubuh si Kecil berusaha mengeluarkan zat-zat asing di saluran pernapasan, termasuk lendir dan kuman penyebab penyakit. 

Walau bukan termasuk ke dalam kategori penyakit, namun batuk yang tingkat keparahannya tinggi tentu akan mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari si Kecil. 

Untuk bantu meredakan batuk pada anak, Ibu dapat memberikan: 

  • Air putih hangat.

  • Gargling (berkumur-kumur dengan dengan air garam.

  • Memberikan air lemon hangat. 

  • Jika perlu minum obat pelancar batuk.

Jika batuk tetap membandel dan tidak segera reda, Ibu perlu mengajak si Kecil ke dokter untuk menemukan dan mengobati penyakit dasarnya. Jadi, gejala batuk bisa mereda. 

Baca juga: Ciri Batuk Alergi pada Anak dan Cara Mengatasinya

4. Diare

Bila frekuensi BAB anak menjadi lebih sering dan fesesnya lebih encer (berair), berarti si Kecil mengalami diare. 

Pada umumnya diare disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah alergi makanan dan reaksi terhadap obat.

Diare biasanya tidak berbahaya dan hanya menyebabkan dehidrasi ringan seperti mulut yang sedikit kering, lebih sering haus, dan berkurangnya urin. 

Hal yang harus Ibu lakukan adalah menjaga kecukupan asupan cairan si Kecil dengan memberikannya minum dalam jumlah banyak, bisa berupa air putih, cairan elektrolit (oralit), atau minuman manis. 

Jika diare tergolong parah dan terus berlangsung lebih dari 24 jam, sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Baca juga: 6 Cara Tepat Mencegah Diare pada Anak

5. Mual dan Muntah

Jika si Kecil memuntahkan makanan dari mulutnya, Ibu jangan panik dulu, karena itu bisa jadi reaksinya saat diperkenalkan dengan beberapa makanan baru atau terlalu banyak makan.  Kalau tidak, bisa juga karena si Kecil mengalami alergi pada makanan yang diberikan. 

Pada umumnya, muntah pada balita bukan merupakan gejala yang berbahaya. Namun bila hal ini terjadi terus-menerus, dikhawatirkan kemungkinan penyebabnya adalah:

  • Gastroenteritis (radang pada saluran pencernaan). 

  • Infeksi saluran kemih. 

  • Keracunan makanan atau masalah serius lainnya, sehingga perlu segera ditangani dokter.

6. Cacar Air

Penyakit ini memperlihatkan gejala khas berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang beberapa hari kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal. 

Untuk mengatasinya, Ibu bisa mengoleskan krim untuk membantu mengurangi rasa gatal.  Kalau si Kecil mengalami demam, berikan obat penurun demam.

Pemberian vaksin akan mampu menangkal serangan cacar air secara efektif.  Namun, meski si Kecil tidak mendapatkannya, cacar air biasanya akan sembuh dengan sendirinya. 

Harap ingat ya Bu, virus cacar air sangat mudah menular. Jadi, sebaiknya Ibu tidak membolehkan balita keluar rumah sampai ia benar-benar sembuh.

7. Campak

Ada macam-macam penyakit pada bayi, salah satunya campak. Penyakit yang disebabkan oleh virus campak atau morbili ini menimbulkan bercak-bercak merah yang menyebar ke seluruh tubuh si Kecil.

Sebelum bercak merah timbul, si Kecil mengalami demam tinggi yang turun naik dan terkadang juga disertai diare. Umumnya jika bercak merah sudah keluar, maka demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah nantinya akan menjadi kehitaman sampai akhirnya menghilang.

Ibu bisa melakukan pengobatan untuk menangani gejala yang timbul, yaitu dengan memberikan obat penurun demam dan obat diare. Bila setelah 1-2 hari pengobatan, gejala-gejala yang timbul membaik, maka si Kecil cukup dirawat di rumah saja. Tapi kalau gejala-gejala tidak kunjung membaik setelah diberikan pengobatan, maka Ibu harus segera membawanya ke rumah sakit.

Campak tergolong penyakit menular lho Bu, jadi bila si Kecil dirawat di rumah, pastikan ia ditempatkan di tempat tersendiri agar tidak menularkan ke orang lain. Akan lebih baik bila Ibu melakukan pencegahan dengan memberikan imunisasi campak kepada si Kecil.

8. Masalah Kulit

Terdapat beragam gangguan pada kulit balita dengan penyebab yang berbeda-beda. Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit yang paling umum diidap anak. Penyebabnya adalah alergi atau kulit yang sangat sensitif. Si Kecil akan merasa gatal dan kulitnya terlihat kemerahan, pecah, dan mengelupas.

Ada pula impetigo yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan ditandai dengan bintik-bintik di sekitar mulut dan hidung. Penyakit kulit lainnya yang bisa menyerang balita adalah kudisan. Bila si Kecil mengalami masalah kulit, ada baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak.

Baca Juga: 4 Penyakit Kulit Pada Bayi dan Cara Menanganinya

9. Infeksi Telinga Tengah

Infeksi pada telinga tengah umumnya disebabkan oleh virus dan menyertai pilek. 

Gejala-gejalanya antara lain demam, keluarnya cairan bening dari salah satu atau kedua telinga, dan pusing. 

Infeksi ini biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Namun, Ibu dapat memberikan obat turun panas untuk meringankan demam. 

Perlu diperhatikan ya Bu, infeksi telinga tengah yang terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan congek, dimana cairan lengket di dalam telinga mengumpul dan mempengaruhi pendengaran. Jika hal ini terjadi, segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak, ya.

10. Radang Tenggorokan

Anak cenderung rentan terkena penyakit radang tenggorokan. Penyakit ini terjadi karena turunnya imunitas tubuh atau anak mengalami radang amandel.

Amandel sendiri merupakan gumpalan jaringan yang berada di kedua sisi tenggorokan dan bisa dengan mudah menyebabkan imunitas tubuh si Kecil turun.

11. Penyakit Eksim pada Anak

Eksim atau dermatitis atopik adalah kelainan kulit tersering pada anak, terutama bayi. Ketika terserang kondisi ini anak biasanya menunjukkan gejala seperti: 

  • Kulit kering.

  • Kemerahan. 

  • Bersisik.

  • Gatal pada satu atau beberapa tempat seperti di wajah, leher, lipatan siku, lipatan lutut, pergelangan kaki baik secara hilang-timbul atau berlangsung lama (kronik). 

Penyakit satu ini dianggap menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab pada sebagian besar pasien, eksim merupakan penyakit alergi awal sebelum terjadinya asma dan rinitis alergi di kemudian hari. 

Sedangkan pada eksim berat (lebih dari 50% luas permukaan tubuh) seringkali menimbulkan gangguan psikologis. 

Untuk mencegah eksim, Ibu bisa menjauhkan si Kecil dari zat-zat yang berpotensi menyebabkan kondisi ini seperti: 

  • Menggunakan detergen dan sabun mandi khusus

  • Menghindari aeroallergen seperti serbuk bunga, tungau, debu, wol, kecoa, dan bulu, kulit atau kotoran hewan peliharaan. 

  • Menjaga suhu ruangan bayi stabil, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.  

Pastikan juga Ibu menjaga kuku si Kecil agar tetap pendek dan permukaannya halus untuk mengurangi siklus garuk-garuk yang menimbulkan luka.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Biduran pada Anak

12. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena terjadi penumpukan bakteri di saluran kemih. ISK menimbulkan gejala seperti: 

  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.

  • Keinginan untuk segera buang air kecil berkali-kali. 

  • Mengompol padahal anak sudah bisa menggunakan toilet.

  • Sakit perut.

  • Sakit punggung.  

Pengobatan untuk ISK pada masing-masing anak akan berbeda, tergantung pada jenis bakteri yang ditemukan di dalam urin. Untuk mengetahuinya, Ibu perlu mengajak si Kecil mengunjungi dokter spesialis anak dan melakukan uji ISK. 

13. Bronkopneumonia

Bronkopneumonia adalah peradangan yang terjadi pada bronkus dan alveolus akibat infeksi bakteri atau jamur. Ketika terserang penyakit ini, anak akan mengalami sesak napas.

Ibu perlu waspada, sebab bronkopneumonia merupakan jenis peradangan saluran pernafasan yang paling sering terjadi pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak akibat infeksi pada balita. 

Berikut gejala yang muncul saat si Kecil mengalami bronkopneumonia: 

  • Rewel.

  • Demam.

  • Hidung tersumbat.

  • Sulit tidur. 

  • Tidak nafsu makan.

  • Detak nadi lebih cepat.

  • Bibir membiru.

  • Dada tampak cekung ke dalam saat bernapas.

  • Napas mengi (berbunyi “ngik”) dengan nada melengking. 

Apabila menemukan gejala di atas, Ibu harus segera membawa si Kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama sehingga si Kecil bisa kembali bernapas dengan lega. 

Nah, untuk menghindarkan si Kecil dari penyakit satu ini, Ibu perlu menjauhkan si Kecil dari asap rokok dan menerapkan gaya hidup sehat. 

Baca juga: 8 Cara Meningkatkan Imun Anak Agar Tidak Gampang Sakit

Sekarang Ibu sudah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis penyakit yang sering menyerang si Kecil. Jadi, Ibu memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk melakukan deteksi dini dan membantu si Kecil agar lekas sembuh. 

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang penyakit pada anak, Ibu dapat menghubungi BebeCare, layanan interaktif yang hadir untuk membantu dan mendukung Ibu dalam menumbuhkan anak hebat. 

Tidak perlu membuat janji, Ibu bisa menikmati layanan dukungan personil online, setiap saat, karena BebeCare siap melayani 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Seluruh pertanyaan dan kecemasan Ibu akan dijawab oleh tim BebeCare yang terdiri dari latar belakang pendidikan, seperti kebidanan, keperawatan dan pendidikan gizi. Yuk Bu, hubungi BebeCare dan dukung si Kecil tumbuh sehat jadi anak hebat!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Fever in children. (2017, October 19). Nidirect; nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/fever-children

  2. NHS Choices. (2023). High temperature (fever) in children. https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/

  3. Clinic, C. (2019). Common Cold: Symptoms, Cold vs. Flu, Treatment - Cleveland Clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12342-common-cold

  4. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1959/terapi-yang-aman-saat-anak-batuk-pilek

  5. IDAI | Dermatitis Atopik: Lesi Kemerahan dengan Rasa Gatal. (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/dermatitis-atopik-lesi-kemerahan-dengan-rasa-gatal

  6. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1400/bronkopneumonia

  7. IDAI | Batuk: Lawan atau Kawan? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/batuk-lawan-atau-kawan



Artikel Terkait