Batuk Alergi pada Anak: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi
Batuk alergi terjadi ketika anak terpapar zat pemicu alergi, seperti debu, bulu hewan peliharaan, atau makanan tertentu. Menjauhkan si Kecil dari paparan alergen akan mencegah batuk berulang.
Orang tua terkadang sulit membedakan batuk alergi pada anak atau batuk akibat infeksi virus atau bakteri. Yuk, Bu, pahami perbedaan batuk infeksi dan batuk alergi, serta cara mengatasinya.
Apa Itu Batuk Alergi?
Batuk alergi pada anak adalah batuk kronis yang muncul karena si Kecil terpapar alergen, alias zat pemicu alergi.
Alergen ini bisa berasal dari mana saja, tapi yang paling umum adalah debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, alergi makanan tertentu, dan udara dingin.
Saat anak terpapar penyebab alergi, tubuhnya mengira itu adalah zat berbahaya. Akibatnya, muncul reaksi peradangan, salah satunya di saluran napas, yang membuat si Kecil batuk.
Ciri-Ciri Batuk Alergi pada Anak
Batuk alergi sering kali sulit dibedakan dengan batuk karena infeksi virus dan bakteri. Ciri-ciri batuk alergi pada anak karena debu, udara dingin, atau alergen lainnya yaitu:
- Batuk kering tidak kunjung sembuh
- Batuk yang lebih buruk pada pagi dan malam hari
- Batuk tidak disertai demam
- Disertai hidung berair (bening) atau malah tersumbat
- Anak bersin terus-menerus
- Mata gatal, gatal, merah, dan berair
- Lingkaran hitam bawah mata (allergy shiners)
- Muncul ruam kemerahan
Baca Juga: 11 Ciri Anak Alergi Susu Formula dan Cara Mengatasinya
Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk karena Infeksi
Perbedaan utama batuk akibat alergi dan batuk karena infeksi terletak pada penyebab dan gejala yang menyertai.
Untuk lebih mudah, Ibu bisa melihat tabel perbedaan batuk alergi dan batuk infeksi berikut ini:
|
Perbedaan |
Batuk Alergi Debu |
Batuk Alergi Dingin |
Batuk karena Infeksi |
|
Pemicu utama |
Debu rumah, tungau, bulu hewan, jamur |
Udara dingin, suhu AC, hujan, perubahan suhu |
Virus atau bakteri (flu, pilek, ISPA |
|
Waktu kemunculan |
Pagi hari, malam, saat berada di kamar tidur |
Saat terpapar udara atau cuaca dingin atau berada di ruangan ber-AC |
Sepanjang hari selama masa sakit |
|
Kondisi yang memperparah |
Ruangan kotor, kasur, karpe, dan boneka yang berdebu |
Udara dingin dan lembap |
Daya tahan tubuh menurun, belum mendapatkan vaksin |
|
Ciri-ciri batuk |
Batuk kering, berulang setiap berada di dekat debu |
Batuk kering, membaik saat udara lebih hangat |
Batuk berdahak ataupun batuk kering, cenderung makin berat sebelum membaik |
|
Warna dahak |
Tidak berdahak |
Tidak berdahak |
Dahak bisa berwarna bening, kuning, atau kehijauan |
|
Gejala penyerta |
Bersin terus-menerus, hidung gatal, mata berair |
Bersin terus-menerus, pilek, ingus bening, hidung tersumbat, ruam atau biduran |
Demam, lemas, sakit tenggorokan |
|
Kemunculan demam |
Tanpa demam |
Tanpa demam |
Biasanya disertai demam |
|
Sifat penularan |
Tidak menular |
Tidak menular |
Menular |
|
Durasi batuk |
Kronis (3 minggu lebih) selama terpapar alergen |
Kronis (3 minggu lebih) selama terpapar alergen |
5-14 hari (bisa lebih lama) |
|
Perbaikan gejala |
Membaik atau bahkan hilang saat tidak terpapar alergen lagi (membersihkan debu) |
Membaik setelah terpapar suhu hangat |
Membaik setelah infeksi sembuh |
Pada dasarnya, batuk karena alergi akan hilang ciri dan gejalanya jika si Kecil sudah tidak lagi terpapar alergen.
Sementara batuk infeksi butuh waktu sampai benar-benar sembuh. Gejala batuk infeksi juga cenderung lebih berat karena dapat disertai demam dan batuk berdahak pada anak.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Biduran pada Anak agar Cepat Sembuh
Cara Menghilangkan Batuk Alergi pada Anak
Jika Ibu sudah yakin bahwa yang dialami si Kecil adalah batuk alergi, ada beberapa cara menghilangkan batuk alergi di rumah yang bisa Ibu coba, di antaranya:
1. Menjauhkan Anak dari Alergen
Menurut jurnal Children (2023), cara utama menghilangkan batuk alergi pada anak, baik itu karena debu, cuaca dingin, atau makanan adalah dengan menjauhkan si Kecil dari paparan alergen tersebut.
Biasanya, batuk akan berangsur hilang jika paparan alergen sudah diatasi. Misal, jika batuk karena debu, Ibu bisa membersihkan kamar si Kecil dengan vakum agar debu tidak semakin berterbangan.
Jika si Kecil batuk karena alergi dingin, cobalah untuk menghangatkan badannya. Ibu juga bisa menghindari makanan penyebab batuk alergi.
2. Membersihkan Rumah dari Debu dan Tungau
Penyebab alergi pada anak yang cukup umum adalah debu dan tungau. Biasanya, debu bisa menempel di tempat tidur, karpet, gorden, atau boneka kesayangan si Kecil.
Pastikan Ibu membersihkan rumah, kamar, dan area yang sering disinggahi anak dengan saksama. Cuci karpet dan ganti sprei tempat tidur dengan yang baru secara rutin.
Jangan lupa untuk membersihkan kipas angin, filter AC, ventilasi rumah, dan furnitur bercelah untuk mencegah debu menumpuk, yang bisa berisiko terhirup si Kecil.
3. Perbanyak Minum Air Hangat
Terkadang, batuk alergi pada anak juga bisa menyebabkan dahak yang sangat kental dan membuat batuknya semakin berat.
Jadi, obat batuk alergi anak yang alami adalah dengan minum air hangat. Minum air hangat bisa membantu mengencerkan dahak dan membantu si Kecil bernapas lebih lega.
Selain air hangat, Ibu juga bisa memberikan sup hangat karena mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh si Kecil.
4. Menggunakan Humidifier atau Air Purifier
Batuk alergi bisa bertambah berat jika ruangan terlalu kering. Ibu bisa memasang humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
Udara yang lembap juga dapat membantunya bernapas lebih lega. Selain humidifier, Ibu mungkin juga bisa mempertimbangkan menggunakan air purifier.
Air purifier dapat membersihkan debu dan alergen lain, seperti serbuk sari tanaman tertentu yang memicu reaksi alergi.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak
5. Cuci Hidung dengan Saline
Kadang, partikel pemicu alergi dapat “tersangkut” di hidung sehingga batuk alergi pada anak tak kunjung sembuh.
Untuk itu, Ibu dapat mencoba mencuci hidung si Kecil dengan cairan saline. Ini membantu mengatasi pilek pada anak yang umumnya menyertai gejala alerginya.
6. Atur Posisi Tidur Lebih Tinggi
Apabila batuk alergi juga disertai hidung tersumbat, Ibu bisa membantu mengatur posisi tidur si Kecil menjadi lebih tinggi.
Ini akan membantu saluran napas tetap terbuka sehingga si Kecil bisa tidur lebih nyenyak.
7. Hindari Asap Rokok dan Polusi
Studi dalam Frontiers in Immunology (2024) menyebutkan, polusi udara juga bisa membuat batuk alergi pada anak makin parah.
Itu sebabnya, selain menjauhi paparan alergen, Ibu juga perlu menjauhkan si Kecil dari polusi dan asap rokok.
8. Jaga Daya Tahan Tubuh Anak
Menjaga daya tahan tubuh anak juga bisa membantu mengatasi batuk pada anak karena alergi, seperti yang dipelajari dalam jurnal Therapeutics and Clinical Risk Management.
Untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil, Ibu bisa memberikannya makanan yang bergizi, ASI, ataupun susu dengan formula hipoalergenik.
Perlukah Obat Batuk Alergi untuk Anak?
American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan pemberian obat alergi yang dijual bebas untuk menghilangkan batuk alergi anak, terlebih jika ia berusia di bawah 5 tahun.
Ada beberapa obat batuk alergi anak yang mungkin dapat diberikan seizin dengan dokter, seperti:
- Antihistamin untuk meredakan gejala alergi
- Semprot hidung untuk mengatasi rhinitis alergi
Ibu sebaiknya tidak memberikan obat batuk untuk menghilangkan batuk alergi anak tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Batuk pada Bayi Tanpa Obat
Kapan Batuk Alergi Anak Perlu ke Dokter?
Batuk alergi pada anak biasanya berlangsung sekitar 2-3 minggu. Tapi, jika Ibu tidak yakin bahwa penyebab batuk adalah alergi, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
Ibu perlu membawanya ke dokter, jika:
- Batuk tidak kunjung hilang setelah 3 minggu lebih
- Batuk disertai sesak napas
- Batuk mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari si Kecil
- Anak tidak bertambah berat badan
- Mengalami reaksi alergi berat, seperti wajah bengkak, sesak napas, lidah bengkak
Jika Ibu tidak yakin batuk yang dialami si Kecil akibat alergi atau bukan, Ibu juga bertanya langsung ke tim expert di BebeCare yang siap merespons cepat segala pertanyaan dan kekhawatiran Ibu.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
