Berapa Suhu Normal Bayi dan Bagaimana Cara Mengukur yang Benar?

Suhu tubuh bayi normalnya di antara 36,5–37°Celsius jika diukur dengan termometer. Cara pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan termometer digital via ketiak atau rektum (anus).

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Suhu tubuh bayi normalnya berada di kisaran 36,5°C hingga 37,5°C, meski angka ini bisa berbeda tergantung cara mengukur, usia, dan aktivitas bayi. Jika suhunya turun di bawah 36°C, bayi bisa mengalami hipotermia. Sebaliknya, suhu yang mencapai lebih dari 38°C (rektal) atau 37,5°C (ketiak) umumnya dianggap demam dan perlu diperhatikan, terutama bila bayi tampak tidak nyaman, rewel, atau muncul gejala lain.

Berapa Suhu Tubuh Bayi yang Normal?

Suhu normal bayi biasanya di kisaran 36,5° C sampai 37,5° C jika diukur dengan termometer. Rentang ini menjadi acuan awal untuk menilai kondisi kesehatan bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjaga suhu tubuh bayi tetap dalam kisaran normal adalah langkah penting dalam perawatan bayi baru lahir. Dua masalah utama yang perlu diwaspadai adalah hipotermia dan demam.

Kapan Bayi Disebut Demam?

Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38° C atau lebih dengan pengukuran rektal, 37,8° C lewat mulut, atau 37,5° C melalui ketiak.

Demam umumnya muncul sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi. Selain suhu yang meningkat, tanda demam akibat infeksi dapat terlihat dari perilaku bayi yang lebih rewel, menolak menyusu, tampak lemas, atau mengalami muntah

Pada bayi di bawah 3 bulan, suhu di atas 38° C perlu segera ditangani dokter karena risikonya lebih tinggi.

Kapan Bayi Dikatakan Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi suhu bayi turun di bawah 36,5° C. Jika suhu tubuhnya turun, bayi tidak langsung mengalami hipotermia, karena ada tiga tingkat kedinginan:

  • stres dingin: 35,5–36,4° C (biasanya karena popok basah, suhu AC terlalu rendah, atau tubuh bayi basah karena tidak dikeringkan dengan benar)
  • hipotermia sedang: 32–35,4° C, dan
  • hipotermia berat: di bawah 32° C

Cara mudah mengenalinya, bila tubuh dan tangan-kaki bayi sama-sama hangat, berarti normal. Jika tubuh hangat tapi tangan-kaki dingin, itu tanda stres dingin. Kalau seluruh tubuh terasa dingin, berarti bayi mengalami hipotermia. 

Tingkat keparahannya hanya bisa dipastikan dengan termometer, bukan perabaan. Bayi yang suhu tubuhnya di bawah 35,5°C perlu penanganan medis segera.

Hipotermia dapat menjadi tanda penyakit serius, seperti sepsis neonatorum, radang otak, radang paru, atau hipoglikemia. Kondisi ini berbahaya dan membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga: 11 Cara Menenangkan Bayi Menangis saat Sakit

Faktor yang Memengaruhi Naik Turunnya Suhu Tubuh Bayi

Nilai suhu bayi bisa sedikit berbeda tergantung cara mengukur, tingkat aktivitas, dan usianya. Suhu tubuh juga bisa berubah sesuai waktu, biasanya lebih rendah di pagi hari dan meningkat pada malam hari.

Selain itu, beberapa hal lain yang dapat memengaruhi suhu tubuh bayi adalah:

  • Suhu ruangan
  • Perubahan suhu lingkungan (misalnya dari luar ruangan yang panas terik pindah ke ruangan ber-AC, dan sebaliknya)
  • Pakaian (terlalu tebal/tipis)
  • Setelah imunisasi
  • Dehidrasi
  • Kurang ASI

Cara Mengukur Suhu Tubuh Bayi yang Benar

Mengukur suhu tubuh bayi yang benar harus dilakukan dengan termometer. Menurut IDAI, cara paling akurat untuk mengetahui suhu normal bayi adalah memakai termometer digital yang ditempelkan di ketiak.

Berikut adalah tata cara menggunakan termometer yang tepat sesuai dengan jenis dan lokasi pengukurannya:

1. Di Ketiak

Berikut cara mengukur suhu badan bayi menggunakan termometer digital di ketiak:

  • Bersihkan ketiak bayi. 
  • Nyalakan termometer dan ketakkan ujung termometer di tengah ketiak.
  • Pastikan termometer langsung menyentuh kulit, tidak terhalang pakaian.
  • Lipat lengan bayi ke dada untuk menjepit termometer. 
  • Tunggu bunyi bip, lalu baca hasilnya.

Jika sudah tidak digunakan, simpan termometer di tempat semula setelah dibersihkan dengan alkohol. 

2. Di Rektum (Anus)

Berikut cara mengukur suhu tubuh bayi menggunakan termometer digital di bagian rektal (anus):

  • Oleskan petroleum jelly pada ujung termometer (area yang berwarna perak). 
  • Posisikan bayi telentang atau telungkup di atas kasur, tekuk kedua lutut dan angkat kedua pahanya.
  • Masukkan ujung termometer dengan sangat perlahan sekitar 1,5 - 2 cm ke dalam anus.
  • Tahan stabil hingga termometer berbunyi “bip”.
  • Keluarkan termometer perlahan dan baca hasilnya.
  • Bersihkan termometer dengan alkohol dan simpan di tempat semula.

Pengukuran suhu tubuh via rektal adalah cara yang paling akurat untuk bayi berusia <3 bulan. Untuk bayi yang lebih besar tidak dianjurkan karena dapat mencederai anus.

3. Di Telinga

Cara mengukur suhu tubuh bayi menggunakan termometer digital di bagian telinga adalah sebagai berikut:

  • Perlahan tarik daun telinga bayi ke bawah dan tempatkan ujung termometer sedikit ke dalam telinga.
  • Tekan tombol pengukuran dan tunggu termometer sampai berbunyi “bip” yang menandakan pengukuran sudah selesai.
  • Tarik keluar termometer perlahan dan baca hasilnya.

Setelah selesai, bersihkan termometer dengan alkohol dan kembalikan ke tempatnya. Hindari penggunaan termometer telinga karena hasilnya kurang akurat, terutama jika bayi sedang pilek.

4. Di Dahi

Berikut cara mengukur suhu normal tubuh bayi menggunakan termometer digital di dahi:

  • Tempatkan sensor di tengah dahi lalu geser perlahan ke arah telinga. 
  • Pastikan selalu menyentuh kulit hingga garis rambut. 
  • Lepaskan termometer dan baca hasilnya apakah suhu badan bayi normal atau tidak.

Bersihkan termometer dengan alkohol dan simpan di tempat semula. Jika memungkinkan, cara ini sebaiknya tidak digunakan karena hasilnya sering tidak tepat.

5. Di Mulut

Simak cara mengukur suhu normal bayi menggunakan termometer digital di bagian mulut berikut ini.

  • Letakkan ujung termometer di bawah lidah bayi.
  • Tutup mulut dan bibir bayi hingga termometer berbunyi “bip”.
  • Lepaskan termometer dan baca hasilnya.
  • Bersihkan termometer dengan alkohol dan simpan kembali pada tempatnya.

Secara umum, berikut kisaran suhu normal bayi dan tanda demam berdasarkan tempat pengukurannya:

Lokasi Pengukuran

Rentang Suhu Normal

Dikatakan Demam

Ketiak (Axilla)

36,5 – 37,2°C

> 37,2°C

Mulut (Oral)

36,5 – 37,5°C

> 37,5°C

Telinga (Tympanic)

36,5 – 37,8°C

≥ 38°C

Dahi (Temporal)

36,5 – 37,6°C

≥ 37,8–38°C

Rektal (Anus)

37 – 37,8°C

≥ 38°C

Tips agar Pengukuran Suhu Bayi Lebih Akurat

Sebelum mengukur suhu bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya benar-benar akurat. Berikut tips sederhana yang bisa membantu:

  • Tunggu sekitar 15 menit setelah bayi selesai menyusu atau makan sebelum mengukur suhu.
  • Pastikan area kulit tempat pengukuran benar-benar kering.
  • Hindari memakaikan pakaian yang terlalu tebal karena bisa membuat hasil pengukuran tidak tepat.
  • Jangan mengukur suhu tepat setelah bayi menangis keras, karena tubuhnya bisa terasa lebih hangat sementara waktu.

Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Suhu Bayi Naik?

Tidak perlu panik bila suhu tubuh bayi naik. Demam tidak selalu berarti ada penyakit serius. Kenaikan suhu juga bisa terjadi karena faktor lain seperti dehidrasi atau kurangnya asupan ASI.

Berikut adalah tips penanganan pertamanya:

  • Tidak perlu langsung berikan obat pereda demam.
  • Buat si Kecil merasa nyaman agar ia bisa beristirahat.
  • Terus penuhi kebutuhan asupan ASI atau berikan cairan rehidrasi oral khusus sesuai dengan anjuran dokter.
  • Kompres si Kecil menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu diletakkan di ketiak dan lipatan selangkangan selama 10-15 menit. 
  • Hindari mengompres dengan air dingin. Selain membuat si Kecil menggigil, kompres air dingin saat suhu bayi naik justru bisa memperburuk kondisinya. 
  • Hindari membedong bayi atau memakaikan si Kecil pakaian yang terlalu tebal karena akan menyulitkan tubuhnya untuk mengeluarkan panas.

Baca Juga: Cara Mengatasi Demam pada Bayi dengan Mudah Tanpa Obat

Pertolongan Pertama Jika Suhu Bayi Turun (Hipotermia)

Saat suhu bayi menurun dari batas normal, Ibu perlu bertindak cepat untuk mencegah kondisi memburuk. Berikut langkah sederhana yang bisa langsung dilakukan di rumah:

  • Lakukan skin-to-skin dengan menempelkan bayi ke dada Ibu. Tutupi punggung bayi dengan selimut tipis dan pakaikan topi di kepalanya.
  • Teruskan skin-to-skin contact sambil disusui, dan ukur ulang suhu bayi setiap jam sampai suhunya normal.
  • Hangatkan suhu ruangan (tidak kurang dari 25°C) dan pastikan bayi selalu dalam keadaan kering.
  • Jangan tempatkan bayi di arah hembusan angin dari jendela/pintu atau terlalu dekat dengan pendingin ruangan.

Jika suhu bayi tidak kunjung meningkat atau justru makin turun, segera periksakan ke dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa si Kecil ke dokter bila bayi menangis terus sambil menunjukkan tanda-tanda di bawah ini:

  • Demam tinggi > 39⁰ Celsius, atau > 38⁰ Celsius pada bayi di bawah 3 bulan.
  • Demam datang dan pergi.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Kejang.
  • Si Kecil menunjukkan gejala leher kaku, tidak responsif, gelisah, atau bingung.
  • Muntah, diare, atau sakit perut.
  • Ruam merah pada kulit.
  • Tidak mau minum dalam waktu lama.
  • Bayi mengalami dehidrasi.
  • Kondisinya terus memburuk.

Nantinya, dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi si Kecil. 

Masih punya pertanyaan seputar tumbuh kembang bayi? Ibu bisa berkonsultasi dengan Tim BebeCare yang hadir 24 jam untuk menjawab seputar permasalahan si Kecil.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Setya Wandita. (2016). Hipotermia pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter? https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/hipotermia-pada-bayi-baru-lahir-kapan-harus-membawa-bayi-ke-dokter
  2. Informedhealth.org. (2013). Fever in Children: Overview. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279455/ 
  3. Birhanu Wondimeneh Demissie. (2018). Neonatal hypothermia and associated factors among neonates admitted to neonatal intensive care unit of public hospitals in Addis Ababa, Ethiopia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6090740/
  4. Healthychildren.org. (2021). Fever and Your Baby. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/Fever-and-Your-Baby.aspx
  5. Mulya Rahma Karyanti. (2014). Penanganan Demam pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak 
  6. How to take your child’s temperature the right way. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/thermometer/art-20047410
  7. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  8. Fever (0-12 Months). (2022). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever-0-12-months/
  9. Fever (High Temperature) In Kids (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  10. Fever and your baby. (2021). Marchofdimes.org. https://www.marchofdimes.org/find-support/blog/fever-and-your-baby
  11. Fever and your baby. (2021). Marchofdimes.org. https://www.marchofdimes.org/find-support/blog/fever-and-your-baby


Artikel Terkait