Cara Mencegah Diare pada Anak Lewat Kebiasaan Sehari-hari
Menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat mulai dari rumah merupakan upaya penting untuk cegah diare pada anak. Waspadai bila diare terjadi berulang disertai tanda dehidrasi.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
Diterbitkan: 27 November 2024
Diperbarui: 06 Maret 2026
Diare adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak, tapi sebagian besar kondisinya bisa dicegah. Pencegahan diare pada anak bisa dimulai dari menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah. Yuk, cari tahu, Bu!
Mengapa Diare Mudah Terjadi pada Anak?
Anak rentan mengalami diare karena sistem kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut juga membuat kuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh yang kemudian menyebabkan diare.
Makanan dan minuman yang kurang higienis serta kebersihan tangan dan peralatan makan yang tidak terjaga juga bisa jadi pemicu diare karena mudah menyebarkan kuman, virus, dan bakteri.
Kabar baiknya, banyak kasus diare pada anak sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan diare menurut Kemenkes bisa dimulai dari membangun kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setiap hari, Bu.
Kenapa Pencegahan Diare itu Penting?
Diare pada anak bisa terjadi sekitar 1–2 kali dalam setahun, terutama bila kebiasaan hidup bersih dan sehat belum diterapkan dengan baik.
Jika pencegahan diare tidak dilakukan, kondisi ini dapat berulang dan mengganggu tumbuh kembang anak. Risiko utamanya adalah dehidrasi yang dapat membuat anak lemas dan perlu penanganan medis.
Itu sebabnya, Bu, pencegahan diare jauh lebih efektif daripada menunggu anak sakit lalu mengobatinya. Membangun kebiasaan sehat sejak dini membantu melindungi anak dari risiko diare berulang.
Baca Juga: Anak Sering BAB Tapi Bukan Diare, Apakah Normal?
Cara Mencegah Diare pada Anak Sehari-hari
Kunci pencegahan diare sebenarnya ada di kebiasaan hidup bersih sehat yang konsisten dan langkah praktis yang dilakukan di rumah. Ibu dan Bapak bisa mencegah diare anak dengan menerapkan cara berikut:
1. Biasakan Cuci Tangan di Waktu-Waktu Penting
Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas kuman. Selalu ingatkan anak untuk rajin mencuci tangan sebagai langkah sederhana tapi sangat efektif untuk mencegah diare, Bu.
Ibu bisa membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir pada waktu-waktu penting, seperti:
- Sebelum makan.
- Setelah dari toilet.
- Setelah bermain, terutama di luar rumah.
- Setelah bepergian dari luar rumah.
- Setelah pulang sekolah.
- Setelah memegang hewan peliharaan.
- Setelah bersin atau batuk.
- Setelah memegang sampah.
- Saat tangan terlihat kotor.
Bukan hanya anak, Ibu Bapak juga perlu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan untuk si Kecil, setelah keluar rumah, atau setelah membersihkan rumah.
2. Pastikan Makanan dan Minuman Aman untuk Anak
Makanan dan minuman bisa terkontaminasi kuman dengan mudah. Misal, kontaminasi pada bahan makanannya, air, wadah, atau cara penyajiannya yang kurang bersih.
Ibu bisa melakukan upaya pencegahan diare pada anak dengan memastikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan. Berikut beberapa tipsnya:
- Mencuci sayur, buah, atau bahan makanan dengan air bersih mengalir.
- Gunakan air bersih dalam memasak makanan.
- Gunakan wadah makanan, gelas, peralatan memasak, dan peralatan makan yang terjamin kebersihannya dan usahakan tidak berbagi alat makan dengan orang lain.
- Masak makanan hingga matang.
3. Jaga Keseimbangan Pencernaan dengan Probiotik & Prebiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di usus dan membantu menjaga kesehatan pencernaan serta melindungi sistem pencernaan dari infeksi, seperti diare.
Sementara prebiotik adalah serat khusus yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik agar jumlahnya tetap seimbang.
Ketika asupan probiotik dan prebiotik terpenuhi, sistem pencernaan anak lebih kuat dalam melawan kuman dan menurunkan risiko diare berulang.
Contoh makanan sumber probiotik dan prebiotik yakni:
- Probiotik: yogurt, kefir, tempe, kombucha, miso.
- Prebiotik: pisang, bawang putih, bawang bombay, gandum, kacang kedelai.
4. Atur Pola Makan agar Tidak Memicu Gangguan Pencernaan
Diare pada anak bisa terjadi karena pilihan makanan yang kurang tepat, Bu. Jadi, lebih cermat dalam memilih makanan dan camilan untuk si Kecil adalah cara tepat untuk mencegah diare.
Berikut beberapa hal penting yang perlu Ibu perhatikan dalam pencegahan diare:
- Hindari terlalu banyak memberikan jus buah.
- Pilih susu dan produk susu yang sudah dipasteurisasi.
- Batasi camilan yang tinggi gula.
Jika diare yang dimiliki anak berkaitan dengan masalah kesehatan, cara mencegah kekambuhannya adalah tidak memberikan makanan pemicu, seperti:
- Susu sapi dan produk olahan susu.
- Makanan laut atau kacang-kacangan.
- Gandum.
Baca Juga: 15 Makanan untuk Anak Diare agar Pencernaannya Nyaman
5. Kurangi Kebiasaan Jajan Sembarangan
Jajanan yang dibeli di luar rumah rentan terkontaminasi kuman karena proses pengolahan, penyimpanan, atau kebersihannya yang kurang terjaga.
Solusinya, Ibu bisa menyiapkan bekal atau camilan dari rumah yang lebih terjamin kebersihan dan kualitasnya. Misalnya, anak suka sekali membeli jajanan telur congkel.
Maka, Ibu bisa membuatnya sendiri di rumah dengan menambahkan sayuran agar lebih sehat. Jadi, si Kecil tetap bisa menikmati makanan favoritnya tanpa berisiko mengalami gangguan pencernaan.
6. Ajarkan Anak Menjaga Kebersihan Diri
Biasakan rutin memotong kuku dan ajarkan anak untuk tidak menggigit kuku karena kuman mudah bersembunyi di sela-selanya.
Ingatkan juga anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain, makan, dan dari toilet.
Ibu dan Bapak bisa memberikan edukasi sesuai dengan usia anak, misalnya lewat cerita sederhana atau contoh langsung agar anak lebih mudah memahami dan membiasakannya.
Jika Anak Pernah Diare, Apa yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Kambuh?
Penting bagi Ibu Bapak untuk memperhatikan pola makan dan kebersihan diri anak sehari-hari agar diare tidak terulang.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan diare pada anak:
- Kenali dan batasi makanan yang sebelumnya memicu diare.
- Jangan menghentikan susu atau obat tanpa saran dokter.
- Konsultasikan ke dokter jika diare sering berulang atau disertai gejala lain.
Ibu kini bisa memantau kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker. Cukup upload foto pup anak di popok, dan hasil analisisnya akan muncul real time dalam 60 detik untuk bahan konsultasi ke dokter.
Baca Juga: 10 Cara agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras, Ibu Wajib Tahu!
Kapan Orang Tua Perlu Membawa Anak ke Dokter?
Ibu Bapak bisa membawa si Kecil ke dokter bila ia sering mengalami diare berulang padahal sudah melakukan cara mencegah diare pada anak dan sudah menjaga pola makan.
Jangan tunda juga untuk memeriksakan kondisi anak ke dokter bila diare disertai gejala berikut:
- Diare berlangsung lebih dari 2–3 hari.
- Anak mengalami demam tinggi.
- Anak tampak lemas.
- Ada darah pada feses.
- Disertai muntah.
- Anak berusia kurang dari 6 bulan.
- Muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, tidak ada air liur, bibir kering, mata cekung, sangat mengantuk, dan tampak sangat lemas.
Diare pada anak memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya bisa dikurangi dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten setiap hari.
Nah selain memberikan makanan sehat dan tinggi serat, Ibu bisa berikan susu yang bagus untuk pencernaan si Kecil yang diperkaya 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa.
Ibu bisa bergabung sebagai member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan gizi anak yang lengkap serta terverifikasi ahli. Member juga mendapatkan fitur eksklusif pemantauan kesehatan pencernaan dan kesempatan meraih hadiah dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis sekarang!
