10 Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul
Penyakit kulit pada bayi umumnya ringan dan bisa diatasi di rumah, seperti ruam popok, biang keringat, atau eksim. Segera periksa ke dokter bila bernanah atau kulit berdarah.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 12 April 2022
Diperbarui: 14 Juli 2026
Penyakit kulit pada bayi baru lahir umum terjadi karena skin barrier atau lapisan pelindung kulit si Kecil belum sempurna. Ruam popok, biang keringat, hingga eksim bisa muncul sejak minggu pertama, tetapi umumnya ringan dan bisa diatasi dengan perawatan di rumah.
Kenapa Bayi Lebih Rentan Mengalami Masalah Kulit?
Kulit bayi memiliki skin barrier atau lapisan pelindung yang belum matang sempurna, lapisan pelindungnya 30% lebih tipis dibandingkan orang dewasa sehingga masih sangat sensitif dan mudah kehilangan kelembapan.
Akibatnya, iritan dari luar seperti detergen atau keringat menjadi lebih mudah menembus kulit. Penelitian bahkan mencatat tingkat penguapan air bayi memang sangat tinggi.
Namun, kondisi sensitif ini normal terjadi selama proses tumbuh kembang. Seiring waktu dan dengan perawatan yang tepat, kesehatan kulit si Kecil akan membaik dalam beberapa minggu.
Penyakit Kulit pada Bayi yang Paling Sering Terjadi
Berikut 10 jenis penyakit kulit pada bayi yang perlu Ibu kenali, lengkap dengan ciri khas, penyebab, dan cara mengatasinya.
1. Ruam Popok
Ruam popok ditandai dengan kulit kemerahan dan hangat di area bokong, paha, dan area genital akibat paparan urine atau feses yang terlalu lama di lingkungan lembap.
Kondisi ini dipicu oleh popok yang terlalu ketat atau jarang diganti, sehingga memperbesar risiko iritasi akibat gesekan zat asam.
Untuk mengatasinya, ganti popok tiap 2–3 jam, bersihkan dengan air hangat, keringkan menggunakan handuk, lalu oleskan krim pelindung berbahan zinc oxide atau petroleum jelly.
2. Biang Keringat
Biang keringat (miliaria) muncul berupa bintik merah kecil atau berair di dahi, leher, dan lipatan tubuh yang memicu rasa gatal. Akibatnya, bayi mudah rewel.
Masalah ini terjadi karena saluran kelenjar keringat si Kecil belum berkembang sempurna, sehingga mudah tersumbat ketika suhu tubuh atau lingkungan sekitar meningkat.
Pastikan ruangan cukup sejuk dan hindari terlalu banyak lapisan pakaian. Kenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Biang keringat ringan biasanya hilang sendiri dalam 2–3 hari.
3. Eksim (Dermatitis Atopik)
Eksim pada bayi ditandai kulit kering, kemerahan, bersisik, dan sangat gatal. Pada bayi 0–3 bulan, kondisi ini sering muncul di pipi, dahi, dan kulit kepala.
Penyebabnya kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memicu kerusakan skin barrier. Menurut Cleveland Clinic, riwayat atopi keluarga, seperti asma, alergi, atau dermatitis, meningkatkan risiko eksim pada bayi.
Rutin gunakan emolien atau pelembap bebas pewangi setelah mandi. Hindari pemicu umum seperti detergen keras dan bahan wol. Konsultasikan ke dokter jika ruam si Kecil tidak membaik dalam 7 hari.
4. Cradle Cap (Dermatitis Seboroik)
Cradle cap ditandai kerak atau sisik tebal berwarna kuning atau kecokelatan di kulit kepala, alis, atau belakang telinga. Kondisi ini tidak terasa gatal dan tidak menular.
Penyakit kulit pada bayi ini terjadi akibat produksi sebum berlebih akibat hormon Ibu yang masih beredar di tubuh bayi pasca lahir. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk di permukaan.
Oleskan minyak kelapa atau baby oil di area berkerak, diamkan 10–15 menit, lalu sisir perlahan dengan sikat bayi berbulu lembut sebelum keramas. Cradle cap biasanya hilang sendiri sebelum usia 6–12 bulan.
Baca Juga: Bentol Merah pada Bayi: 7 Cara Menghilangkan
5. Milia
Milia berupa bintik-bintik putih kecil seperti mutiara yang muncul di hidung, pipi, dagu, atau dahi. Tidak meradang dan tidak terasa sakit saat disentuh.
Kondisi ini terjadi karena keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Dilansir dari American Academy of Pediatrics, milia ditemukan pada sekitar 40–50% bayi baru lahir dan bersifat sementara.
Ibu tidak perlu memberikan pengobatan khusus atau memencet bintik tersebut karena milia akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 hingga 4 minggu.
6. Biduran (Urtikaria)
Biduran muncul sebagai bentol merah dalam ukuran bervariasi yang terasa gatal dan bisa muncul serta hilang dengan cepat, dalam hitungan jam, dan di berbagai bagian tubuh.
Kondisi ini merupakan reaksi alergi terhadap pemicu seperti produk perawatan kulit baru, sabun, atau gigitan serangga.
Identifikasi dan hindari pemicunya. Kompres dingin dapat membantu meredakan rasa gatal sementara. Segera konsultasikan ke dokter jika biduran disertai pembengkakan wajah atau kesulitan bernapas.
7. Impetigo
Impetigo ditandai luka kecil merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan, kemudian pecah dan meninggalkan kerak berwarna kuning keemasan. Paling sering muncul di sekitar mulut dan hidung.
Penyebabnya infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus yang masuk melalui luka kecil atau kulit yang sudah iritasi. Impetigo sangat menular melalui kontak langsung.
Kondisi ini harus ditangani dokter. Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik topikal atau oral sesuai tingkat keparahan. Jaga kebersihan tangan dan hindari berbagi handuk dengan bayi.
8. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak ditandai kemerahan, kulit kering bersisik, atau lepuhan kecil yang muncul tepat di area yang bersentuhan dengan zat pemicu. Batas ruam biasanya cukup jelas.
Kondisi ini terjadi akibat kontak langsung dengan iritan, seperti sabun, pewangi, karet popok, atau pakaian berbahan sintetis. Faktor tersebut memicu reaksi pada kulit sensitif bayi.
Hentikan kontak dengan produk yang dicurigai sebagai pemicu. Bilas area yang terkena pemicu dengan air bersih, keringkan, dan oleskan emolien. Jika ruam tidak membaik, semakin luas, atau disertai infeksi, segera konsultasikan ke dokter.
9. Kudis (Scabies)
Scabies ditandai gatal intens terutama di malam hari, disertai garis-garis kecil berbelok (terowongan tungau) dan bintik merah. Pada bayi, kondisi ini sering muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan kulit kepala.
Penyebabnya tungau Sarcoptes scabiei yang menggali ke lapisan kulit dan bertelur. Penularan terjadi melalui kontak kulit langsung yang berkepanjangan dengan orang yang terinfeksi.
Scabies wajib ditangani dokter. Pengobatan menggunakan krim permethrin yang diaplikasikan ke seluruh tubuh. Seluruh anggota keluarga satu rumah perlu diobati bersamaan untuk mencegah penularan ulang.
10. Hemangioma
Hemangioma berupa tanda lahir berwarna merah cerah atau ungu, terasa lembut saat disentuh, dan cenderung membesar dalam beberapa bulan pertama sebelum perlahan mengecil sendiri.
Penyebabnya pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal di bawah kulit. Hemangioma sering dijumpai pada bayi prematur dan berjenis kelamin perempuan.
Sebagian besar hemangioma tidak memerlukan pengobatan dan mengecil sendiri sebelum usia 10 tahun. Dokter akan merekomendasikan pemantauan rutin. Jika letaknya di dekat mata atau mulut, diperlukan penanganan khusus.
Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Selain memantau kesehatan bayi, penting juga memperhatikan kondisi pencernaannya sehari-hari. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil dengan lebih mudah. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Kapan Penyakit Kulit Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?
Sebagian besar masalah kulit bayi bersifat ringan dan membaik sendiri. Namun, segera bawa si Kecil ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
- demam,
- bernanah,
- ruam menyebar cepat,
- bayi sulit tidur,
- kulit berdarah,
- kondisi tidak membaik,
- sesak napas/alergi berat.
Jangan tunda konsultasi jika Ibu merasa ragu. Dokter anak atau dermatologis anak adalah sumber informasi paling tepat untuk kondisi kulit si Kecil.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
Dengan informasi kesehatan yang tepat, Ibu bisa lebih tenang menghadapi berbagai kondisi si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang, yuk, untuk dapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
