11 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi yang Aman

Hidung tersumbat pada bayi dapat disebabkan ISPA atau alergi. Untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi, teteskan air garam steril dan gunakan alat penyedot lendir, beri uap hangat atau humidifier, serta posisikan tidurnya sedikit lebih tinggi.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi-bebeclub


Untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi, encerkan lendir dengan tetes air garam dan sedot menggunakan alat penyedot lendir. Ciptakan udara lembap dengan uap hangat atau humidifier, dan pastikan bayi cukup minum untuk membantu mengencerkan lendir. Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi saat tidur agar lendir cepat keluar dari hidung.

Mengapa Hidung Bayi Mudah Tersumbat?

Hidung tersumbat terjadi saat lapisan lendir di hidung membengkak atau meradang. Pada bayi, ini biasanya disebabkan oleh lendir normal yang menumpuk di saluran hidung.. 

Saluran hidung bayi yang masih kecil membuat lendir mudah menumpuk dan mengganggu pernapasan. Sistem kekebalan tubuh yang belum matang juga membuat bayi lebih rentan sakit dan mudah terkena pilek.

Udara AC, ruangan kering, atau debu bisa membuat hidung tersumbat semakin parah.

Penyebab Hidung Tersumbat pada Bayi

Penyebab hidung bayi tersumbat umumnya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek dan flu, dan bisa juga karena alergi atau masalah kesehatan lainnya.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Saat si Kecil mengalami infeksi di saluran napas atas, keluhan utamanya adalah hidung tersumbat. 

Layaknya orang dewasa, hidung tersumbat ini sudah pasti membuat bayi Ibu merasa tak nyaman. Jangankan bermain, untuk bernapas saja si Kecil tentu akan mengalami kesulitan. 

Akibatnya waktu istirahat si Kecil pun terganggu, asupan makan dan minum menjadi berkurang, dan bayi akan sering rewel di malam hari karena gejalanya bertambah parah.

2. Alergi

Bayi yang memiliki alergi rhinitis juga akan mengalami hidung tersumbat. Tak hanya itu, alergi rhinitis juga disertai gejala lain yang biasanya disertai hidung gatal, bersin, dan berair.

Jika si Kecil suka menggaruk-garukkan tangan ke hidung karena gatal, hidungnya berair, dan bersin-bersin, kemungkinan besar penyebab hidungnya tersumbat adalah alergi. 

3. Sinusitis

Ibu mungkin bertanya-tanya, bisakah bayi mengalami sinusitis? Ternyata bisa terjadi, Bu. Sinusitis adalah proses peradangan pada rongga sinus. 

Sinus sendiri merupakan rongga yang terletak di area wajah dan terhubung dengan rongga hidung. 

Jika rongga sinus mengalami peradangan, akan diikuti pula dengan peradangan di daerah hidung. Gejala sinusitis ini salah satunya adalah hidung tersumbat.

4. Udara Kering dan Iritan Lingkungan

Ketika hidung bayi tersumbat, coba Ibu perhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal. Apakah ada faktor lain seperti udara kering, asap rokok, asap pembakaran, debu, bahkan bau menyengat seperti parfum? 

Hal-hal tersebut dapat memicu produksi lendir berlebih yang kemudian menyebabkan sumbatan di rongga hidung bayi yang kecil. 

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak

Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi di Rumah

Sumbatan pada hidung sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Meski demikian, Ibu perlu melakukan berbagai cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi agar ia bisa bernapas dengan lega dan tidur nyenyak.

1. Berikan ASI Lebih Sering

Meski bayi mungkin jadi lebih sulit menyusu, tetap penting bagi Ibu untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya dengan memberikan ASI.

Untuk bayi yang usianya sudah lebih besar dan bisa minum air putih atau MPASI, Ibu juga bisa memberikan air putih hangat dan sup kaldu hangat yang mengandung gizi tambahan untuk tubuhnya. 

ASI dan makanan berkuah dapat membantu meringankan sumbatan di hidung. Biarkan si Kecil minum air putih sedikit-sedikit setiap beberapa jam supaya ia mau minum lebih banyak. 

2. Mandi Air Hangat atau Kompres Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku juga bisa menjadi cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi, bahkan bila hidung bayi tersumbat tapi tidak ada ingus. 

Cukup lap tubuh bayi dengan waslap lembap yang hangat. Jika dilakukan sebelum waktu tidur bayi, maka akan membantunya tidur nyenyak setelahnya, Bu.

Uap panas dari air hangat dapat melewati rongga hidung dan paru-paru anak yang secara tidak langsung akan mengencerkan lendir di dalam rongga napasnya.

3. Gunakan Humidifier di Kamar Bayi

Menyalakan humidifier di kamar bayi membantu menjaga kelembapan udara sehingga lendir tidak mengering dan memicu penyumbatan. Pastikan alat diletakkan jauh dari jangkauan bayi dan dibersihkan secara rutin.

Ibu juga dapat memanfaatkan uap hangat dari kamar mandi dengan menyalakan pancuran air hangat hingga ruangan penuh uap. Cara ini dapat membantu melonggarkan hidung bayi tersumbat saat tidur.

Biarkan bayi menghirup uap hangat selama 10-15 menit, dudukkan ia dengan nyaman sambil membawa mainan atau buku favorit. Ini membuat prosesnya lebih menyenangkan dan membantu bayi tetap tenang.

4. Tinggikan Posisi Bayi Kepala Bayi saat Tidur

Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi berikutnya bisa dilakukan dengan menaruh kepala bayi dengan posisi yang lebih tinggi.

Supaya posisinya sedikit lebih tinggi daripada dadanya, cukup sangga kepala si Kecil dengan bantal tipis yang empuk. 

Dengan demikian, lendir tidak akan menghambat jalur napas bayi sehingga ia bisa bernapas lega dan tidur lebih nyaman. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi Tanpa Obat

5. Lakukan Terapi Uap Sederhana

Menghirup uap memang tidak dapat memulihkan infeksi, terutama bila hidung tersumbat bayi disebabkan oleh pilek atau flu. 

Namun, udara hangat dan lembap dari uap dapat membantu mengencerkan lendir di saluran hidung, tenggorokan, dan paru-paru. 

Bayi juga bisa bernapas lebih lega karena peradangan pada pembuluh darahnya mereda, sehingga lendir lebih mudah dikeluarkan dari hidung. 

6. Oleskan Minyak Telon Secukupnya

Mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih dapat membantu meredakan hidung tersumbat pada bayi berkat sensasi hangatnya yang melegakan pernapasan. 

Namun, gunakan secukupnya dan selalu perhatikan reaksi kulit bayi, ya. Sebaiknya coba dulu sedikit di area kecil pada tangan bayi untuk memastikan tidak ada iritasi. Kulit bayi yang sensitif bisa bereaksi terhadap bahan tertentu.

7. Gunakan Saline (NaCl) Tetes

Ibu bisa menyemprotkan cairan NaCl ke hidung sebagai salah satu cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi. Lalu sedot dengan alat khusus secara perlahan. Pastikan posisi kepala sedikit menengadah dan alat penyedot dibersihkan setiap selesai digunakan.

Cuci hidung dengan larutan salin juga dapat membantu membersihkan rongga hidung dari lendir agar bayi bernapas lebih lega. 

Cara melakukannya yakni dengan menyemprotkan cairan NaCl ke satu lubang hidung agar lendir keluar melalui sisi lainnya. Kemudian lanjutkan dengan sisi hidung lainnya. 

8. Sedot Lendir dengan Aspirator

Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi berikutnya adalah dengan membuang lendirnya. Ibu bisa membuangnya menggunakan aspirator hidung. 

Penggunaan alat kesehatan seperti aspirator hidung ini dinilai dapat menurunkan risiko infeksi telinga (otitis media) dan rhinosinusitis.

9. Pijat Lembut Area Hidung

Pijat di area samping hidung dan pipi bisa membantu melegakan hidung. Pijatan lembut membuat area sinus lebih "terbuka" saat sedang meradang, sehingga lendir lebih mudah mengalir keluar.

Ini dapat mencegah hidungnya semakin tersumbat, serta membantu bayi agar tidak menangis dan rewel karena merasa tidak nyaman.

Hindari pijat menggunakan balsem gosok yang mengandung mentol pada bayi berusia kurang dari 2 tahun. Balsem mengandung menthol tidak aman untuk bayi dan bisa menimbulkan risiko bagi saluran pernapasan.

10. Jauhkan Bayi dari Polusi atau Iritan

Sebaiknya, hindari berbagai zat alergen atau polutan yang bisa menyebabkan sumbatan pada hidung bayi semakin parah, Bu. 

Misalnya, dengan tidak merokok di sekitar bayi atau di dalam ruangan, serta membersihkan debu karpet dan bulu hewan peliharaan menggunakan penyedot debu. 

Ibu juga bisa pakai pembersih udara di dalam ruangan ruangan dan menjauhkan hewan peliharaan dari area kamar bayi. 

11. Gunakan Essential Oil

Essential oil dapat membantu meredakan hidung bayi tersumbat karena pilek. Aromanya mudah dihirup dan mencapai saluran pernapasan bagian atas. 

Essential oil yang aman untuk bayi pilek antara lain kayu putih (cajuput), eucalyptus, peppermint, dan chamomile. Minyak ini dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan batuk.

Ibu bisa meneteskan 1-2 tetes essential oil pilihan ke dalam semangkuk air hangat yang masih beruap, lalu biarkan si Kecil menghirup uapnya. Alternatif lain, gunakan diffuser agar aromanya menyebar lebih merata di ruangan.

Baca Juga: Cara Alami Menghilangkan Bayi Pilek dengan Cepat

Cara yang Perlu Dihindari agar Tidak Membahayakan Bayi

Di samping menerapkan penanganan yang tepat, Ibu perlu hindari hal-hal berikut saat melegakan hidung tersumbat bayi agar tidak semakin parah:

  • Jangan gunakan balsem menthol pada anak kurang dari 2 tahun.
  • Hindari meneteskan essential oil langsung ke kulit atau hidung.
  • Pastikan Ibu tidak menyedot lendir terlalu kuat.
  • Jangan berikan obat pilek atau obat flu tanpa rekomendasi dokter.
  • Jangan menyalakan humidifier tanpa membersihkannya karena berisiko berdebu atau terdapat jamur.

Cara Mencegah Hidung Tersumbat Kambuh Kembali

Setelah pulih dari hidung tersumbat, Ibu tentu tidak ingin kondisi ini terulang kembali, bukan? Nah, tips berikut dapat membantu mencegah bayi mengalami hidung tersumbat:

  • Jaga kebersihan rumah dan ruangan yang ditempat si Kecil.
  • Cuci tangan sebelum pegang bayi.
  • Hindari suhu ruangan terlalu dingin.
  • Hindari paparan asap rokok, asap pembakaran, atau parfum tajam. 
  • Pastikan lingkungan rumah selalu bersih. 

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Meski hidung tersumbat pada bayi sebenarnya bisa membaik dengan perawatan di rumah, tapi penting untuk mewaspadai bila kondisinya memburuk dan mengalami gejala berikut:

  • Hanya satu sisi hidungnya yang tersumbat atau berair.
  • Hidung bayi berdarah dari satu sisi.
  • Lendir dari hidung bayi berbau tidak sedap.
  • Mengalami cedera, misalnya terjatuh, dan muncul pembengkakan pada hidung.
  • Bayi jadi susah menyusu, rewel, dan tampak lemas.
  • Mengalami sesak napas.
  • Demam tinggi. 

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Patient Info Editorial Team. (2024). Blocked nose in babies. Patient.info. https://patient.info/childrens-health/blocked-nose-in-babies-snuffles
  2. Pregnancy Birth Baby Editorial Team. ‌(2025, November 17). Runny or blocked nose in babies. Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/runny-or-blocked-nose-in-babies
  3. Children’s Health Editorial Team. (2024). ‌Treating Baby and Toddler Nasal Congestion – Children’s Health. Childrens.com. https://www.childrens.com/health-wellness/nasal-congestion-in-babies-and-toddlers
  4. About Kids Health Editorial Team. ‌(2024, March 13). Nasal congestion: How to clear your baby’s dry, stuffy nose. Aboutkidshealth.ca; AboutKidsHealth. https://www.aboutkidshealth.ca/congestedbaby
  5. ‌Cafasso, J. (2018, July 20). What Are Possible Benefits of Steam Inhalation? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/steam-inhalation
  6. ‌Amandolare, S. (2024, October 24). Sinus Massage: Relieving Sinus Pressure and Congestion. WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/sinus-massage
  7. ‌Children’s Colorado Editorial Team. (2020). Humidifier Safety. Childrenscolorado.org. https://www.childrenscolorado.org/just-ask-childrens/articles/danger-of-humidifiers/
  8. ‌Dawkins, R. (2023, September 27). Are essential oils safe for children? Www.hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/are-essential-oils-safe-for-children
  9. ‌Amandolare, S. (2024, October 24). Sinus Massage: Relieving Sinus Pressure and Congestion. WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/sinus-massage
  10. ‌Clinic, C. (2023, July 13). 5 Sinus Massage Techniques To Relieve Pressure and Promote Drainage. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/sinus-massage
  11. Eli O. Metzser. Update Maret 2013. Relieving nasal congestion in children with seasonal and perennial allergic rhinitis: efficacy and safety studies of mometasone furoate nasal spray. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3646538/
  12. Chirico. Update Desember 2014. Nasal congestion in infants and children: a literature review on efficacy and safety of non-pharmacological treatments. Diambil dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25336097/
  13. Dimas Dwi Saputro. Update September 2017. Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak? Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/amankah-tindakan-cuci-hidung-pada-anak
  14. Bagus Budi Santoso. 2020. Sinusitis pada Anak, mungkinkah? Diambil dari: www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sinusitis-pada-anak-mungkinkah
  15. Diane E. Pappas. Update Juli 2017. The Common Cold. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7152197/
  16. Jennie Dianita S. Update September 2014. Memilih Produk Kulit untuk Si Kecil. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memilih-produk-kulit-untuk-si-kecil
  17. Gyorgi Horvath. Update Mei 2015. Essential oils in the treatment of respiratory tract diseases highlighting their role in bacterial infections and their anti‐inflammatory action: a review. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7163989/
  18. Web MD. https://www.webmd.com/children/features/help-child-stuffy-nose. Diakses pada 25 November 2022.
  19. Healthline. https://www.healthline.com/health/newborn-congestion#treatment. Diakses pada 25 November 2022.
  20. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325561#home-remedies. Diakses pada 25 November 2022.
  21. Baby Center. https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/sinusitis-in-children_1387170. Diakses pada 12 Desember 2022.


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait