8 Cara Optimalkan Daya Tahan Tubuh Bayi & Faktor Penentunya
Daya tahan tubuh bayi sudah ada tapi belum berkembang sempurna saat lahir. Semakin bertambahnya usia, terutama di usia 2-3 bulan, tubuh bayi mulai membangun sistem imunnya sendiri.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 19 Januari 2022
Sistem kekebalan tubuh bayi belum matang seperti orang dewasa, khususnya di awal masa kehidupannya. Pada periode ini, bayi memperoleh perlindungan awal dari antibodi yang ditransfer oleh ibu melalui plasenta dan ASI, yang dikenal sebagai kekebalan pasif. Untuk membantu memperkuat daya tahan tubuhnya, penting untuk memastikan bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap, asupan nutrisi optimal melalui ASI eksklusif, serta lingkungan yang bersih dan higienis.
Kenapa Daya Tahan Tubuh Bayi Masih Lemah?
Sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya, sehingga daya tahannya terhadap penyakit masih lebih rendah dibandingkan orang dewasa.
Pada awal kehidupannya, bayi bergantung pada antibodi dari ibu yang diperoleh melalui plasenta saat di dalam kandungan serta dari ASI setelah lahir.
Perlindungan ini hanya bersifat sementara dan akan menurun seiring waktu, sementara kemampuan tubuh bayi untuk menghasilkan antibodi sendiri belum optimal.
Memasuki usia 2–3 bulan, perlindungan dari antibodi Ibu yang didapat saat lahir mulai berkurang sehingga sistem imun bayi akan berkembang dan belajar melindungi tubuhnya sendiri.
Bagaimana Daya Tahan Tubuh Bayi Terbentuk?
Daya tahan tubuh si Kecil sudah mulai terbentuk sejak dalam kandungan dan terus berkembang setelah lahir. Berikut tahapan proses terbentuknya imunitas si Kecil:
- Sejak dalam kandungan (antibodi dari Ibu)
Antibodi yang memberikan imunitas pasif pada bayi adalah antibodi dari Ibu yang ditransfer melalui plasenta, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Antibodi ini membantu melindungi bayi saat lahir. - Saat proses lahir (paparan bakteri baik)
Ketika lahir, bayi mulai terpapar bakteri baik dari jalan lahir maupun lingkungan sekitarnya. Paparan ini membantu membentuk sistem imun awal agar tubuh bayi mulai mengenali mana kuman yang baik dan berbahaya. - Setelah lahir (ASI & lingkungan)
Pembentukkan daya tahan tubuh bayi setelah lahir diperkuat melalui antibodi dari ASI dan lingkungan. ASI mengandung imunoglobulin A (IgA) yang membantu melindungi bayi dari infeksi, sekaligus mendukung perkembangan sistem imun secara alami.
Jadi, bayi mendapatkan kekebalan pasif dari tubuh Ibu melalui dua cara, yaitu selama kehamilan lewat plasenta dan setelah lahir melalui ASI.
Baca Juga: Berapa Suhu Normal Bayi dan Bagaimana Cara Mengukur yang Benar?
Faktor yang Mempengaruhi Daya Tahan Tubuh Bayi
Meski berkembang seiring bertambahnya usia, tapi ada berbagai faktor yang berpengaruh pada kuat atau lemahnya daya tahan tubuh bayi, meliputi:
- ASI dan nutrisi karena mengandung zat gizi seperti protein, lemak, gula, antibodi, serta probiotik yang penting untuk pembentukkan sistem imun.
- Tidur cukup mendukung pertumbuhan fisik dan memperkuat sistem imun bayi.
- Kebersihan lingkungan dapat mencegah paparan kuman berbahaya
- Paparan kuman membantu sistem imun belajar dan berkembang
- Imunisasi bayi membentuk perlindungan terhadap berbagai penyakit serius.
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi
Supaya sistem imun bayi semakin baik, Ibu bisa bantu mengoptimalkannya sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari. Berikut cara mudah yang bisa Ibu terapkan:
1. Berikan ASI Eksklusif
ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi, terutama di 6 bulan pertama kehidupan.
Di dalam ASI, ada kandungan antibodi dari ibu yang membantu bayi mengembangkan sistem kekebalan tubuh dan melindunginya dari berbagai infeksi sejak dini.
Ibu dan bayi biasanya terpapar dengan kuman yang sama, bayi yang diberikan ASI biasanya memiliki risiko infeksi yang lebih rendah. ASI juga mudah dicerna dan mendukung tumbuh kembang optimal bayi.
2. Pastikan Nutrisi MPASI Seimbang
Seiring bertambahnya usia bayi, ia akan belajar makan makanan padat (MPASI). Beragam sumber makanan inilah yang akan turut mengoptimalkan perkembangan sistem imun bayi.
Maka itu, pastikan Ibu memberikan si Kecil makanan yang bergizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Variasikan menu setiap hari agar kebutuhan gizi bayi terpenuhi dengan baik serta sistem imunnya jadi lebih kuat untuk melawan kuman penyebab penyakit.
3. Lengkapi Imunisasi
Imunisasi atau vaksinasi adalah salah satu cara penting untuk membantu tubuh bayi mengenali dan melawan berbagai penyakit berbahaya.
Vaksin bekerja dengan “melatih” sistem imun bayi agar mengenali kuman tapi tidak membuat bayi benar-benar sakit.
Jadi, jika suatu saat bayi terpapar penyakit yang sama, tubuhnya sudah siap melawan. Sistem imun akan lebih cepat bereaksi sehingga bisa mencegah sakit yang parah atau komplikasi.
Baca Juga: 15 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi yang Aman
4. Jaga Kualitas Tidur Bayi
Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh bayi. Sebab saat tidur, tubuh bayi memperbaiki sel dan memperkuat sistem imun.
Ciptakan rutinitas tidur yang nyaman dan konsisten agar bayi bisa tidur lebih nyenyak.
5. Biarkan Bayi Aktif dan Bereksplorasi
Memberi kesempatan bayi untuk bergerak dan bereksplorasi membantu perkembangan fisik sekaligus sistem imun. Aktivitas ini membuat tubuh bayi lebih kuat dan terbiasa dengan lingkungannya.
Paparan lingkungan secara wajar juga membantu sistem imun belajar mengenali kuman. Tidak perlu terlalu steril, yang penting tetap aman dan bersih.
6. Jaga Kebersihan, Tapi Tidak Berlebihan
Menjaga kebersihan penting untuk melindungi bayi dari kuman penyebab penyakit. Misalnya, rutin mencuci tangan sebelum menyentuh bayi atau menjaga kebersihan perlengkapan makan dan bermainnya.
Meski begitu, usahakan agar tidak terlalu berlebihan, Bu. Sesekali, Ibu bisa membiarkan si Kecil bermain di halaman dekat rumah atau mengeksplor lingkungan sekitarnya.
Sebab, paparan ringan terhadap kuman justru membantu sistem imun bayi belajar dan berkembang secara alami.
Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya
7. Hindari Paparan Asap Rokok
Asap rokok bisa berdampak buruk pada kesehatan bayi, terutama sistem pernapasan dan daya tahan tubuhnya.
Bayi yang sering terpapar asap rokok berisiko mengalami penyakit, seperti sudden infant death syndrome (SIDS), infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, hingga asma.
Karena itu, pastikan lingkungan bayi bebas dari asap rokok, baik di dalam maupun di luar rumah.
8. Rutin Cek Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan secara rutin membantu memantau tumbuh kembang bayi sekaligus kondisi kesehatannya. Jika ternyata ada masalah, kondisi bayi bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat oleh dokter.
Konsultasi dengan dokter juga membantu memastikan kebutuhan nutrisi dan imunisasi bayi sudah terpenuhi dengan baik.
Jangan lupa, Ibu juga bisa cek kesehatan pencernaan si Kecil secara langsung lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Agar lebih mudah memantau kesehatan pencernaan si Kecil, coba langsung fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile!
Tanda Daya Tahan Tubuh Bayi Lemah
Beberapa tanda di bawah ini sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi. Namun, jika Ibu melihatnya sering muncul atau tidak membaik, kondisi ini bisa jadi tanda daya tahan tubuh si Kecil lemah:
- Sering sakit atau tertular penyakit, seperti flu, pilek, dan batuk.
- Infeksi berulang yang bisa datang dalam waktu dekat.
- Berat badan sulit naik meski asupan dirasa sudah cukup.
- Tampak lesu dan kurang aktif.
- Mudah lelah atau kurang aktif.
- Luka sulit sembuh.
- Gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit yang sering berulang.
- Sering sariawan atau ruam.
Segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter bila tanda-tanda di atas sering kali muncul dan terjadi bersamaan.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
- Si kecil dikatakan sudah siap untuk belajar makan MPASI saat ia dapat duduk sendiri dengan tegak.
- Kesiapan juga ditandai dengan kemampuan si kecil menjaga keseimbangan posisi tubuh ketika kedua tangannya aktif bergerak.
- Si kecil dikatakan sudah siap untuk belajar makan MPASI saat ia dapat duduk sendiri dengan tegak.
- Kesiapan juga ditandai dengan kemampuan si kecil menjaga keseimbangan posisi tubuh ketika kedua tangannya aktif bergerak.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
