Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Malas Sekolah Menurut Ahli
Anak malas sekolah bisa karena stres, tidak paham pelajaran, atau konflik dengan teman atau guru. Untuk mengatasinya, Ibu bisa tanyakan penyebabnya pada si Kecil tanpa menghakimi.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 16 April 2026
Diperbarui: 16 April 2026
Anak malas sekolah sering buat orang tua khawatir karena bisa berdampak pada prestasi dan perkembangan emosional. Yuk, pahami penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat!
Apa Tanda Anak yang Malas Sekolah?
Anak malas sekolah bisa muncul melalui berbagai tanda yang sering dianggap sepele oleh orang tua. Padahal, perubahan kecil ini bisa menjadi sinyal adanya masalah yang lebih dalam.
Anak menolak berangkat sekolah, sering mengeluh sakit perut atau pusing, terutama di pagi hari sebelum berangkat. Keluhan ini kerap berkaitan dengan stres atau kecemasan, bukan gangguan fisik.
Selain itu, semangat belajar dan motivasi akademik anak bisa menurun secara bertahap. Anak juga menunjukkan perilaku mudah marah, menarik diri, atau menjadi lebih sensitif menjelang jam sekolah.
Apakah Anak Malas Sekolah Itu Normal?
Anak malas sekolah normal terjadi. Kondisi ini sering muncul pada anak usia 5–7 tahun dan 11–14 tahun, di mana anak sedang menghadapi tantangan baru saat masuk sekolah.
Menurut Stanford Medicine Children’s Health, rasa malas bisa muncul sesekali akibat kelelahan atau bosan. Jika anak stres sekolah biasanya disertai gejala emosional seperti cemas berlebihan atau penolakan ekstrem terhadap sekolah.
Perlu diingat bahwa anak yang malas sekolah bukan tanda anak nakal atau gagal. Setiap anak punya alasan, kebutuhan, dan cara adaptasi yang berbeda terhadap tuntutan akademik maupun sosial.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Emosi pada Anak Usia Prasekolah
Penyebab Anak Malas Belajar Menurut Para Ahli
Ada berbagai hal yang menjadi penyebab mengapa anak malas sekolah, yakni:
1. Faktor Psikologis
Menurut para ahli dalam Children’s Mental Health Ontario (2025), stres, cemas, dan tekanan akademik adalah penyebab utama anak malas sekolah.
Beban tugas atau tuntutan nilai tinggi bisa buat anak kewalahan. Rasa takut gagal atau takut dimarahi guru dan orang tua juga dapat menurunkan motivasi belajar anak.
Selain itu, rendahnya rasa percaya diri membuat anak enggan mencoba dan akhirnya menghindari sekolah sebagai bentuk perlindungan diri.
2. Faktor Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah tidak nyaman dapat memicu anak malas belajar. Hubungan yang kurang baik dengan guru atau teman sering membuat anak enggan hadir ke sekolah.
Terlebih, anak yang mengalami perundungan atau bullying berisiko tinggi untuk menolak sekolah. Sebab, bullying berdampak langsung pada kesehatan mental dan motivasi belajar anak.
Metode belajar yang monoton dan kurang interaktif di sekolah juga dapat membuat anak cepat bosan dan kehilangan minat.
Baca Juga: 5 Cara Bijak Menghadapi Anak yang Suka Membantah
3. Faktor Keluarga
Kurangnya dukungan emosional dari keluarga dapat membuat anak merasa tidak aman secara psikologis. Anak butuh perasaan diterima dan didukung dalam proses belajarnya.
Pola asuh yang terlalu menekan atau terlalu longgar sama-sama berisiko memicu anak malas sekolah. Anak bisa merasa tertekan atau justru kehilangan struktur.
Konflik di rumah juga dapat mengganggu konsentrasi dan kesiapan emosional anak untuk belajar.
4. Faktor Akademik
Kesulitan memahami pelajaran sering jadi alasan utama anak malas belajar. Anak yang tertinggal materi dapat merasa frustasi dan kehilangan kepercayaan diri.
Selain itu, gaya belajar yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak juga membuat proses belajar terasa berat dan tidak menyenangkan.
5. Faktor Fisik dan Gaya Hidup
Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi dan energi anak di sekolah. Anak yang kelelahan lebih mudah merasa malas dan tidak termotivasi.
Pola makan yang tidak seimbang juga berpengaruh pada fungsi kognitif dan mood anak. Asupan gizi yang kurang dapat membuat anak mudah lelah.
Kecanduan gadget berlebihan dapat mengganggu pola tidur dan mengurangi minat anak terhadap aktivitas belajar.
Baca Juga: Manfaat dan Cara Menumbuhkan Emotional Quotient (EQ) pada Anak
Dampak Jika Anak Terus Malas Sekolah
Bu, hal-hal berikut dapat terjadi jika si Kecil terus menolak pergi ke sekolah:
- Prestasi akademik menurun secara bertahap dan sulit mengejar ketertinggalan.
- Risiko masalah emosi dan sosial, seperti cemas, menarik diri, atau agresif.
- Terbentuk kebiasaan menunda tanggung jawab sejak dini.
- Menurunnya kepercayaan diri dan rasa mampu pada anak.
Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Malas Sekolah?
Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak malas sekolah menurut psikolog klinis bernama Rachel Busman, PsyD, ABPP dari Child Mind Institute:
1. Bangun Komunikasi yang Aman dan Terbuka
Dengarkan cerita anak tanpa menghakimi agar ia merasa aman untuk berbagi, Bu. Sikap ini bantu Ibu dan Bapak memahami masalah yang sebenarnya.
Validasi perasaan anak dengan menunjukkan empati, meskipun orang tua tidak selalu setuju dengan alasannya.
2. Cari Akar Masalah, Bukan Menyalahkan
Bu, penting membedakan antara anak malas, bosan sementara, atau mengalami kesulitan belajar. Pasalnya, setiap kondisi butuh pendekatan yang berbeda.
Libatkan guru atau pihak sekolah jika masalah berlangsung lama agar solusi bisa dicari bersama.
3. Ciptakan Rutinitas Belajar yang Menyenangkan
Coba buat jadwal belajar yang fleksibel dan realistis sesuai usia anak. Rutinitas yang terlalu padat justru dapat menambah stres.
Gunakan metode belajar kreatif seperti permainan edukatif atau diskusi ringan agar anak lebih tertarik.
Baca Juga: 9 Ide Permainan dalam Ruangan yang Seru untuk Anak 3 Tahun
4. Beri Motivasi, Bukan Tekanan
Cara mengatasi anak yang malas belajar juga termasuk memberinya apresiasi. Fokus pada proses belajar, bukan hanya nilai akhir.
Anak perlu merasa dihargai atas usahanya. Apresiasi usaha kecil anak untuk membangun motivasi intrinsik dan rasa percaya diri.
5. Batasi Gadget
Ibu bisa jadwalkan screen time yang jelas dan konsisten setiap hari pada anak. Aturan ini membantu si Kecil mengatur waktu antara belajar dan hiburan.
Penggunaan gadget yang terkontrol mendukung konsentrasi dan kualitas tidur anak.
6. Jaga Kondisi Fisik dan Emosional Anak
Kondisi fisik dan emosional yang kurang stabil sering menjadi penyebab anak malas sekolah yang tidak disadari. Untuk itu, pastikan anak cukup tidur, makan bergizi, dan tidak kelelahan.
Selain dari asupan makanan, Ibu juga bisa berikan segelas susu Bebelac 3 NutriGreat+.
Susu Bebelac 3 NutriGreat+ merupakan Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
7. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan
Biarkan anak memilih target belajar yang realistis agar merasa memiliki kontrol. Pendekatan ini meningkatkan rasa tanggung jawabnya.
Anak yang dilibatkan cenderung lebih termotivasi untuk menjalani proses belajar.
8. Libatkan Guru atau Pihak Sekolah
Kolaborasi antara rumah dan sekolah sangatlah penting. Komunikasi terbuka membantu menemukan solusi yang tepat.
Dengan menciptakan lingkungan belajar yang suportif, si Kecil merasa aman dan termotivasi untuk pergi ke sekolah.
9. Jadilah Contoh yang Baik bagi Anak
Anak akan belajar dari orang tuanya melalui observasi sehari-hari. Sikap Ibu dan Bapak mengenai belajar sangat memengaruhi anak.
Tunjukkan sikap positif terhadap membaca, belajar, dan tanggung jawab agar anak termotivasi meniru kebiasaan tersebut.
Baca Juga: 6 Cara Mendidik Anak agar Punya Karakter Hebat
Tips Mencegah Anak Malas Sekolah Sejak Dini
Berikut tips mencegah anak agar tidak malas sekolah sejak dini:
- Tanamkan mindset belajar yang positif sejak usia dini agar anak memandang belajar sebagai proses, bukan beban.
- Kenalkan tujuan sekolah secara sederhana sesuai usia agar anak memahami makna belajar.
- Bangun kebiasaan belajar yang konsisten sejak kecil untuk membantu anak lebih siap menghadapi tantangan akademik.
Itulah informasi seputar penyebab dan cara mengatasi cara mengatasi anak yang malas belajar dan sekolah yang perlu Ibu dan Bapak pahami. Semoga bermanfaat, ya!
Pastikan Ibu daftarkan diri jadi member Bebeclub untuk mendapatkan berbagai ratusan artikel parenting dan cara memenuhi asupan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli.
Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
