Cara Menanamkan Sikap Sopan Santun pada Anak Sejak Dini

Menanamkan sikap sopan santun pada anak adalah kunci untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik seiring dengan pertambahan usianya.

menanamkan sikap sopan santun pada anak-bebeclub


Menanamkan sikap sopan santun pada anak menjadi fondasi pembentukan kepribadian yang baik. Bapak Ibu harus memberikan bimbingan yang tepat agar si Kecil menghargai orang lain dan berperilaku santun di kesehariannya.

Kenapa Anak Kecil Tidak Bersikap Sopan Santun?

Tidak sedikit orang tua merasa khawatir ketika anak jarang mengucapkan “tolong” atau “terima kasih”, memotong pembicaraan orang dewasa, atau berbicara dengan nada yang terdengar kasar. 

Pada anak di bawah usia 5 tahun, perilaku tersebut umumnya masih wajar karena mereka belum memahami konsep sopan santun secara utuh. Respons yang muncul biasanya bersifat spontan.

Sopan santun tidak muncul secara otomatis, tapi perlu dipelajari sesuai usia. Perilaku “tidak sopan” biasanya bukan karena anak sengaja, tapi karena ia belum memahami aturan sosial dan perlu dibimbing secara konsisten.

Baca Juga: 10 Kegiatan Seru untuk Menumbuhkan Perilaku Empati Anak

Apa yang Dimaksud dengan Sopan Santun pada Anak?

Sopan santun adalah perilaku yang menunjukkan rasa hormat, empati, serta menghargai orang lain. Pada anak, nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Dalam keseharian, sopan santun pada anak terlihat dari kebiasaan sederhana seperti mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, menyapa, serta mendengarkan orang lain. Termasuk juga tidak memukul, berteriak, atau berkata kasar.

Kemampuan ini tidak terbentuk secara instan, melainkan berkembang bertahap sesuai kematangan emosi dan kemampuan berbahasa anak. Oleh karena itu, peran Bapak Ibu sangat penting sebagai contoh bagi si Kecil.

Kapan Anak Mulai Bisa Diajarkan Sopan Santun?

Menanamkan sikap sopan santun pada anak dapat dimulai sejak anak berusia 1–2 tahun melalui cara sederhana dan contoh nyata. Begini gambaran umumnya:

  • Usia 1–2 tahun: Anak mulai meniru kata dan perilaku.
  • Usia 3–4 tahun: Anak mulai memahami aturan sederhana.
  • Usia 5 tahun ke atas: Anak mulai mengerti konteks sosial dan empati.

Semakin dini sopan santun dikenalkan, semakin besar peluang anak membentuk kebiasaan baik yang menetap hingga dewasa. Konsistensi Bapak Ibu menjadi kunci dalam proses ini.

Baca Juga: 6 Contoh Sikap Toleransi pada Anak Usia Dini

Cara Menanamkan Sopan Santun pada Anak yang Praktis & Realistis

Menanamkan sikap sopan santun pada anak tidak harus dengan cara yang rumit atau penuh tekanan. Yuk, coba terapkan cara-cara di bawah ini:

1. Jadilah Contoh, Bukan Sekadar Pemberi Instruksi

Anak belajar terutama dari apa yang ia lihat setiap hari. Jika orang tua terbiasa berkata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, anak akan menirunya secara spontan.

Menjadi teladan berarti menunjukkan sikap hormat kepada pasangan, keluarga, maupun orang lain di sekitar. Dari situ, anak memahami bahwa sopan santun adalah kebiasaan, bukan sekadar aturan.

2. Gunakan Bahasa Sederhana dan Konsisten

Untuk menanamkan sikap sopan santun pada anak, gunakan kalimat yang singkat dan mudah dipahami sesuai usia anak ya, Bu.

Hindari penjelasan yang terlalu panjang karena si Kecil akan kesulitan memahaminya.

Ulangi pesan yang sama secara konsisten agar anak terbiasa. Pesan yang konsisten membantu anak memahami bahwa sopan santun berlaku dalam berbagai situasi. 

3. Ajarkan Lewat Situasi Sehari-hari

Momen sederhana seperti meminta bantuan, menerima hadiah, atau bertemu tetangga bisa menjadi kesempatan menanamkan sikap sopan santun pada anak. 

Ibu dapat memberi contoh langsung lalu ajak anak menirukan. Misalnya, saat Ibu berterima kasih ke pramusaji di tempat makan, lalu bilang ke si Kecil, “Ayo Adik, bilang apa ke Kakaknya?” 

Pembelajaran yang dilakukan dalam konteks nyata lebih mudah dipahami anak. Hal ini membantu si Kecil menghafal kata sekaligus memahami maknanya. 

4. Beri Apresiasi saat Anak Bersikap Sopan

Menanamkan sikap sopan santun pada anak juga harus disertai apresiasi pada si Kecil. Ketika ia mengucapkan “terima kasih” atau menunggu giliran berbicara, berikan pujian yang spesifik. 

Apresiasi membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengulang perilaku tersebut. Tidak perlu memberikan hadiah besar kok, Bu.

Cukup dengan senyuman, pelukan, atau ucapan rasa bangga seperti “Ibu bangga sama Adik!” dari orang tua membantu membentuk kebiasaan baik dan penguatan positif untuk si Kecil.

5. Hindari Memarahi Anak di Depan Orang Lain

Jika anak melakukan kesalahan, tegur dengan tenang dan ajak berbicara secara pribadi. Memarahi di depan umum dapat membuat anak malu dan menurunkan rasa percaya dirinya.

Fokuslah pada perilakunya, bukan pada label seperti “nakal” atau “tidak sopan”. Dengan pendekatan yang lembut, anak lebih mudah memahami kesalahannya tanpa merasa terintimidasi.

Baca Juga: Cara Disiplinkan Anak Tanpa Marah-Marah Lewat Metode Time Out

Jika Anak Tetap Terlihat Kurang Sopan, Apa yang Harus Dilakukan?

Pertama, pastikan ekspektasi orang tua sudah sesuai dengan usia anak, karena belum tentu perilaku yang terlihat “kurang sopan” menandakan adanya masalah. 

Sebab, banyak perilaku tersebut masih merupakan bagian dari proses belajar. Namun, Ibu dapat mulai waspada jika:

  • Anak tidak merespons saat diajak berinteraksi
  • Tidak meniru perilaku sosial sederhana
  • Sangat sulit mengikuti aturan meski sudah sering diajarkan

Apabila kondisi tersebut disertai keterlambatan bicara atau emosi yang sulit dikendalikan, sebaiknya diskusikan dengan tenaga profesional. 

Evaluasi lebih lanjut dapat membantu memastikan kebutuhan perkembangan anak terpenuhi dengan tepat.

Itu dia cara menanamkan sikap sopan santun pada anak yang bisa Bapak Ibu terapkan di keseharian. Pastikan Ibu juga lengkapi kebutuhan gizi si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan Bebelac 3 NutriGreat+, Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Bebelac 3+

Susu bubuk anak 3–5 tahun dengan 3 serat penting, DHA Lebih Tinggi, dan 0g sukrosa. Bekal si Kecil bersinar dari dalam.

Cek di Sini!

Yuk daftar jadi member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan gizi anak yang lengkap serta terverifikasi ahli. Member juga mendapat fitur eksklusif pemantauan kesehatan pencernaan dan kesempatan meraih hadiah dari setiap pembelian produk Bebelac. Gratis, daftar sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Editorial Team. (2024, December 18). How To Teach Respect To Kids In Everyday Situations. Innovative Intervent. https://www.innovativeinterventionsnj.com/post/how-to-teach-respect-to-kids-in-everyday-situations
  2. Editorial Team. (2018, October 25). Teaching Children Manners. The Center for Parenting Education. https://centerforparentingeducation.org/library-of-articles/baby-through-preschool-articles/teaching-children-manners/
  3. VanClay, M. (2023). How to teach your preschooler to be respectful. BabyCenter. https://www.babycenter.com/child/parenting-strategies/the-respectful-child-how-to-teach-respect_64686
  4. Vallejo, M. (2024, March 4). 10 ways to teach kids respect in the classroom. Mental Health Center Kids. https://mentalhealthcenterkids.com/blogs/articles/ways-to-teach-kids-respect-in-the-classroom


Artikel Terkait