10 Contoh Sikap Empati yang Perlu Ibu Ajarkan Setiap Hari

Sikap empati adalah karakter hebat yang dapat mendorong anak berperilaku dan berinteraksi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
27 Oct 2022
Contoh sikap empati - Bebeclub


Anak-anak biasanya baru mulai memahami konsep sikap empati di usia 3 tahun. Namun, ada banyak contoh sikap empati yang bisa Ibu tunjukkan pada anak agar ia  pelan-pelan belajar mengapa ia harus memiliki sikap empati ini. 

Yuk, simak bagaimana cara mencontohkan sikap empati pada anak dalam ulasan berikut ini!

Mengapa Anak Harus Memiliki Sikap Empati? 

Empati adalah kemampuan emosional yang dimiliki anak untuk bisa lebih peka merasakan atau memahami apa yang dirasakan orang lain.

Kemampuan berempati juga merupakan bagian dari perkembangan sosial emosional anak untuk membantu membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dan positif dengan orang lain.

Dengan empati, anak juga bisa memahami bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan orang lain.

Contoh Sikap Empati yang Bisa Diajarkan pada Anak

Tak sulit, kok, menumbuhkan rasa empati pada diri si Kecil, karena kuncinya ada pada contoh dan kebiasaan baik setiap hari. Jadi, apa saja contoh sikap empati yang bisa Ibu ajarkan pada anak?

1. Bantu Beres-Beres Rumah

Menumbuhkan sikap empati pada si Kecil bisa dimulai dari rumah dengan mengajaknya membantu beres-beres rumah. Tapi, delegasikan tugas yang sesuai dengan usianya, ya. Misalnya, bisa mulai dengan membereskan mainan bersama-sama.

Tak hanya melatih kemandirian, membiasakan si Kecil bantu-batu pekerjaan rumah juga bermanfaat untuk mengasah kepedulian anak sekaligus menunjukkan kasih sayangnya pada Ibu ataupun asisten rumah tangga. 

Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering Ibu mengajak si Kecil membantu pekerjaan rumah tangga, semakin mungkin ia tumbuh sebagai anak berkarakter hebat yang suka menolong sesama.

2. Menunjukkan Arti Berbagi

Berbagi adalah salah satu contoh sikap empati yang dapat Ibu ajarkan pada anak.

Ibu dapat mencontohkan ini dengan banyak cara. Salah satunya adalah meminjamkan mainan yang sedang tidak ia mainkan kepada teman yang ingin bermain.

Cara lainnya adalah dengan mengajak si Kecil mewarnai bersama teman-temannya. Ibu bisa sediakan kertas gambar besar beserta satu set pensil warna atau krayon yang bisa mereka pakai bergantian.

Baca Juga: 10 Cara Seru Menanamkan Sikap Sopan Santun pada Anak

3. Menghibur Teman yang Sakit

Jika si Kecil melihat ada temannya yang jatuh dari ayunan, ajak si Kecil menghampirinya dan bertanya apakah ia baik-baik saja, atau minta si Kecil memeluk temannya yang sedang kesakitan.

Contoh sikap empati ini juga akan mengasah kepedulian anak sekaligus membantunya belajar bahwa berbagi tak hanya terbatas soal pinjam meminjam barang, tetapi juga dalam bentuk kata-kata dan tindakan dengan menyampaikan perhatian dan bahkan penghiburan.

Menghibur teman yang sedang sakit juga bisa dilakukan dengan mengirim pesan ‘Semoga cepat sembuh’, atau menghubungi mereka lewat panggilan video. Atau jika memungkinkan, kirimkan makanan atau buah-buahan ke rumah orang yang sedang sakit. 

4. Merawat Binatang Peliharaan 

Merawat binatang peliharaan seperti kucing, anjing, kura-kura, atau ikan koi dapat menjadi salah satu cara yang baik untuk memberikan contoh sikap empati pada si Kecil. 

Tunjukkan bagaimana Ibu setiap hari dengan penuh perhatian dan kasih sayang memberi makan binatang peliharaan dan membersihkan kandangnya. 

Selain memberi contoh, Ibu perlu juga memotivasi si Kecil untuk turut merawat dan menyayangi binatang peliharaan di rumah. Dengan begitu, si Kecil memiliki kesempatan untuk bertanggung jawab pada makhluk hidup yang memiliki perasaan. 

Perlahan si Kecil akan memahami bahwa jika dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang binatang peliharaan akan merasa bahagia dan sayang pada pemiliknya. Sedangkan ketika ditelantarkan mereka akan merasa sedih dan kelaparan. 

5. Meminta Maaf Ketika Menyakiti Hati 

Supaya si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang mampu berempati dengan baik, Ibu perlu menunjukkan cara minta maaf yang benar ketika berbuat kesalahan atau menyakiti hati orang lain. Baik disengaja maupun tidak sengaja.

Jadi, ketika Ibu tanpa sengaja menggunakan nada tinggi saat mengingatkan si Kecil untuk mandi, jangan pernah ragu untuk meminta maaf ya, Bu. 

Katakan, “Maaf ya, Nak, tadi Ibu marah-marah dan teriak. Pasti teriakan Ibu membuat Adik sedih dan takut, ya? Ibu minta maaf, nak.” Setelah itu, kecup keningnya dan peluk si Kecil dengan lembut. Tujuannya adalah agar ia merasa nyaman dan tenang.

Hal ini penting untuk membangun kesadaran anak bahwa apa yang dilakukan dapat memengaruhi perasaan orang lain. Apabila sudah memahami hal ini, di masa depan si Kecil akan berpikir lebih panjang sebelum bertindak.

Baca Juga: Cara Mengajarkan 3 Kata Ajaib “Maaf, Tolong, Terima Kasih” pada Anak

6. Validasi Perasaan Anak

Contoh sikap empati selanjutnya yang dapat Ibu tunjukkan pada si Kecil adalah memvalidasi perasaan, baik perasaan menyenangkan maupun tidak menyenangkan. 

Misalkan Ayah pulang dengan keadaan lesu. Untuk membuat Ayah merasa lebih baik, Ibu dapat mengajak si Kecil untuk menyajikan secangkir kopi dan sepotong kue. 

Namun, tidak hanya berhenti disitu saja. Tunjukkan bahwa Ibu peduli pada perasaan Ayah dan dengan senang hati akan mendengarkan keluh-kesah Ayah. 

Di depan si Kecil, Ibu dapat mengatakan pada Ayah, “Ayah sepertinya lelah sekali, di kantor banyak pekerjaan, ya?” 

Atau saat si Kecil tampak sangat ceria sepulang sekolah Ibu bisa bertanya, “Wah sepertinya senang sekali hari ini! Ada apa tadi di sekolah?” 

Dengan memvalidasi perasaan orang lain disekitarnya, si Kecil perlahan akan memahami bahwa kita bisa turut merasakan kesedihan maupun kesenangan orang lain. Dengan begitu, kita dapat menawarkan solusi atau dukungan moral yang lebih sesuai. 

7. Lihat Dunia dari Sisi yang Berbeda

Empati adalah hal yang sangat rumit sebab memerlukan keterampilan sosio-emosional yang matang. Untuk melatih hal ini, Ibu dapat mengajak si Kecil untuk melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. 

Contohnya, ketika bermain di taman si Kecil melihat ada anak yang mendorong temannya. Alih-alih langsung mengajari anak untuk memberi label “itu adalah anak yang nakal” Ibu dapat mengajak si Kecil untuk berpikir, “Kira-kira kenapa ya, Nak, anak berbaju biru mendorong temannya?” 

Proses berpikir ini akan membantu si Kecil untuk memikirkan banyak kemungkinan yang mendasari perasaan dan perbuatan seseorang. 

Mungkin ketika diperhatikan lebih lanjut, si Anak berbaju biru mendorong temannya sebagai langkah mempertahankan diri supaya mainannya tidak direbut dengan paksa. Dengan begitu, si Kecil dapat berempati dengan lebih tepat. 

8. Tunjukkan Cara Mengatur Emosi 

Ibu, anak bisa jadi kesulitan mengekspresikan empati karena ia belum mampu mengatur emosi pribadinya, terutama emosi yang tidak menyenangkan seperti marah, malu, iri, frustasi, dan lain sebagainya. 

Langkah pertama yang dapat Ibu ambil adalah menunjukkan anak cara mengidentifikasi berbagai macam emosi yang dirasakan. Kemudian motivasi si Kecil untuk mencari tahu kenapa mereka merasakan hal tersebut. 

Setelah ia berhasil mengidentifikasi perasaannya, ajak si Kecil untuk menarik napas sambil menghitung sampai 5 di dalam hati. Kemudian, hembuskan napas secara perlahan sambil menghitung sampai 5. 

Setelah ia merasa lebih tenang, ajak anak mendiskusikan solusi atas permasalahan yang membuat ia merasakan emosi negatif bersama-sama. Buat beberapa skenario role play yang mungkin dilakukan. 

9. Membantu Sesuai Kemampuan

Contoh sikap empati lain yang dapat Ibu ajarkan pada si Kecil adalah membantu orang lain sesuai dengan kemampuan. 

Misalkan Ibu melihat nenek sebelah rumah kerepotan membawa barang belanjaan. Ibu dapat mengatakan pada si Kecil, “Adik, coba lihat Nenek Ina, barang belanjaannya banyak sekali. Pasti nenek merasa kerepotan. Yuk, kita tawarkan bantuan pada Nenek.”

Pada saat memberikan bantuan, biarkan si Kecil membawa barang yang bisa ia bawa, walaupun hanya sekotak tisu toilet. Apabila ia memaksakan diri membawa barang yang lebih berat, Ibu dapat menjelaskan bahwa hal tersebut dapat melukai dirinya. 

Dengan demikian, si Kecil akan perlahan mengerti bahwa orang lain terkadang mengalami kesulitan dan butuh dibantu. Namun, dalam berempati jangan sampai ia sampai mengorbankan dirinya sendiri terlalu jauh. 

Baca Juga: Manfaat dan Cara Menumbuhkan Emotional Quotient (EQ) pada Anak

10. Mengenali Emosi Orang di Sekitarnya

Ibu, salah satu contoh perilaku empati dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah ketika si Kecil dapat memahami perasaan orang lain di sekitarnya. Setidaknya, ada empat emosi dasar yang harus sudah dikenali anak ketika usianya 3 tahun, yaitu kegembiraan, ketakutan, kesedihan, dan kemarahan.

Nah, Ibu dapat mengajarkan si Kecil untuk mengenali emosi orang lain melalui ekspresi wajah. Memiliki kemampuan ini akan membuat si Kecil kelak mampu berperilaku sesuai dengan situasi sosial yang berbeda-beda, Bu.

Misal, ketika si Kecil mendapati adik atau kakaknya sedang menangis, ajak ia untuk menghibur dan bertanya penyebab sang adik atau kakak menangis. Tunjukkan pada si Kecil bahwa kadang kesedihan bisa sedikit diredakan dengan memeluk, menepuk bahu, atau membelai kepala.

Itulah beberapa contoh sikap empati yang dapat Ibu ajarkan pada si Kecil di rumah. Apakah ada yang selama ini sudah Ibu praktekan?

Agar kemampuannya untuk berempati semakin terasah, Ibu juga perlu menyertai stimulasi positif dengan pemberian gizi optimal. 

Salah satu caranya adalah dengan memberikan susu pertumbuhan yang telah terfortifikasi seperti Bebelac 3 GroGreat+ untuk Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil. 

Bebelac 3 dilengkapi dengan FOS:GOS 1:9 yang bantu jaga kesehatan pencernaannya (happy tummy) serta formulasi Triple A (DHA, ALA, dan LA) untuk mendukung akal kreatif si Kecil (happy brain).

Dengan pencernaan sehat dan akal yang kreatif, si Kecil jadi lebih ceria (happy brain) dalam menjalani hari-harinya sehingga dapat tumbuh hebat dan belajar berempati dengan lebih baik!

Tertarik mencoba? Yuk daftar jadi member Bebeclub untuk dapatkan beragam promo dan penawaran menarik seputar susu Bebelac, serta lebih banyak tips dan informasi parenting terbaru untuk si Kecil!

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi:

  1. Help Kids Be More Empathetic By Caring for Others | Parenting Tips &…. (2023). PBS KIDS for Parents. https://www.pbs.org/parents/thrive/how-caring-for-living-things-helps-kids-build-empathy
  2. Monke, A. (2019, November 17). 5 Ways to Encourage Empathy in Kids | Sunshine Parenting. Sunshine Parenting. https://sunshine-parenting.com/empathy/
  3. Tips. (2018, October 13). Making Caring Common. Making Caring Common. https://mcc.gse.harvard.edu/resources-for-families/5-tips-cultivating-empathy
  4. Kucirkova, N. (2019). How Could Children’s Storybooks Promote Empathy? A Conceptual Framework Based on Developmental Psychology and Literary Theory. Frontiers in Psychology, 10. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00121
  5. Waugh, W. E., Brownell, C. A., & Pollock, B. E. (2015). Early socialization of prosocial behavior: Patterns in parents’ encouragement of toddlers’ helping in an everyday household task. Infant Behavior & Development, 39, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.infbeh.2014.12.010
  6. Brownell, C. A., Iesue, S. S., Nichols, S. R., & Svetlova, M. (2012). Mine or Yours? Development of Sharing in Toddlers in Relation to Ownership Understanding. Child Development, 84(3), 906–920. https://doi.org/10.1111/cdev.12009
  7. Serrat, E., Amadó, A., Carles Rostán, Caparrós, B., & Francesc Sidera Caballero. (2020). Identifying Emotional Expressions: Children’s Reasoning About Pretend Emotions of Sadness and Anger. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.602385


Artikel Terkait