ide-menu-bekal-anak-bergizi-dan-praktis

5 Ide Menu Bekal Anak Sekolah yang Praktis dan Bergizi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ada sebuah kabar gembira, sekolah tatap muka akan dimulai pada Juli mendatang, bila situasi dan kondisi mendukung. Senang ya Bu, akhirnya si Kecil bisa kembali bersosialisasi dengan teman-temannya. Di sisi lain, pastinya Ibu juga perlu kembali menyiapkan diri karena sudah cukup lama tidak melalui rutinitas ini. Antara lain adalah bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan dan, membuat bekal anak yang bervariasi setiap hari.

Pentingnya Bekal Makan untuk Si Kecil

Jika di sekolah tak menyediakan makan siang, maka Ibu perlu meluangkan waktu untuk menyiapkan bekal makan siang untuk disantap si Kecil di sekolah. Sebaiknya tentu bukan bekal yang seadanya, ya, Bu. Bekal anak harus bernutrisi, lezat, dan praktis agar kebutuhan asupan gizinya terpenuhi, namun Ibu tak terlalu repot mempersiapkannya.

Ternyata Bu, membawakan si Kecil bekal yang bernutrisi, punya manfaat jangka panjang, lho. Dengan membawa bekal, si Kecil pun terbiasa menyantap menu yang sehat saat makan siang. Menurut penelitian, kebiasaan makan sehat saat kanak-kanak akan mendukung kesehatan, tumbuh kembang dan fungsi kognitif si Kecil, bahkan bisa mencegah penyakit kronis di kemudian hari2. Pola makan sehat yang baik dan bergizi sejak kecil pun akan terbawa hingga dewasa. Jadi, penting sekali Bu, membiasakan pola makan sehat sejak kecil.

Bekal Anak Sekolah yang Bergizi Tak Selalu Rumit

Pada dasarnya, menu bekal anak sekolah tentunya harus disesuaikan dengan Pedoman Gizi Seimbang, Bu. Yakni, memasukkan 5 kelompok pangan yang terdiri dari: makanan pokok (zat pati), lauk pauk, sayur, buah, dan minuman. Untuk pembagian porsinya, bisa berpatokan pada Isi Piringku. Untuk mudahnya, Ibu bisa membagi wadah bekal menjadi dua dulu. Pada bagian pertama, isilah 2/3 bagian dengan makanan pokok, dan 1/3 lauk (protein hewani/nabati). Untuk bagian kedua, komposiisnya yakni 2/3 sayur, dan 1/3 buah dan ditambah segelas air minum.3

Nah, berdasarkan prinsip ini, Ibu bebas berkreasi membuat bekal anak. Bisa menu tradisional, western, atau oriental, sesuai selera anak tentunya. Dan yang tak kalah penting adalah menu yang tidak terlalu repot proses pembuatannya.

Beberapa contoh menu lezat di bawah ini bisa Ibu jadikan inspirasi.

1. Omelet Jamur Pakcoy 

Kalau biasanya Ibu membuatkan si Kecil omelet untuk sarapan, Ibu bisa membuatkan bekal praktis ini, Yuk kita buat omelet untuk bekal makan siang. Agar omelet lebih padat nutrisi, Ibu bisa menambahkan sayur, seperti potongan jamur dan pakcoy dalam omelet. Pastinya tak kalah lezat! Lihat resep omelet ini ya. Jangan lupa tambahkan seporsi nasi sebagai sumber karbohidrat ya Bu.

2. Beef Carbonara 

Bosan menu tradisional? Tak ada salahnya sesekali menyiapkan bekal anak sekolah dengan menu western. Misalnya, pasta dengan saus carbonara yang disajikan dengan tambahan . Macaroni, fettucine, atau pasta lainnya bisa menjadi pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Adapun kandungan susu dan daging cincang pada saus carbonara adalah sumber protein hewani. Ibu juga bisa menambahkan kembang kol dalam saus carbonara, sebagai sumber sayur.

Selain carbonara, saus bolognaise juga tak kalah enak lho, Bu. Daging cincangnya menjadi sumber protein hewani, dan tomat segar dalam saus bolognaise adalah sumber sayurnya. Ibu juga bisa menambahkan irisan jamur, untuk menambah asupan sayur dalam sausnya. Karena membuat saus bolognaise membutuhkan waktu yang cukup lama, Ibu bisa membuatnya sekaligus banyak dan disimpan di lemari pendingin. Kapan pun diperlukan, tinggal dihangatkan.

Sebaiknya pasta dan saus carbonara/bolognaise dikemas dalam wadah terpisah ya, Bu. Si Kecil tinggal menuangkan saus ke pasta, saat hendak menyantapnya nanti. Yuk intip resep beef carbonara ini.

3. Spinach Salmon Pancake

Menu lain yang tak kalah lezat dan pasti disukai anak misalnya adalah pancake. Bukan pancake biasa, melainkan Spinach Salmon Pancake. Kandungan susu dan telur dalam adonan pancake, serta irisan salmon asap untuk isinya, sangat padat protein.

Tepung terigu dalam adonan pancake adalah sumber karbohidrat, salmon asap sebagai sumber protein dan bayam untuk isi pancake jadi sumber sayuran. Menu ini bolehlah sesekali jadi pilihan agar bekal anak lebih bervariasi. Jika si Kecil kurang suka dengan salmon, boleh diganti dengan daging asap atau sosis.

4. Mie Nyemek

Rasanya, hampir semua anak menyukai mie. Nah, Ibu bisa lho membuat mie nyemek untuk bekal anak. Untuk asupan proteinnya, Ibu bisa menambahkan ikan dori, sedangkan untuk sayuran bisa tambahkan wortel dan sawi hijau. Dalam seporsi mie nyemek, lengkap sudah kebutuhan nutrisi si Kecil.

5. Jangan Lupa Buah, Air, dan Susu

Lengkapi bekal dengan botol minum berisi air mineral, dan buah ya, Bu. Sebutir apel, jeruk, atau pisang bisa menjadi pilihan buah yang praktis untuk disantap si Kecil di sekolah. Siapkan juga Bebelac 5 yang diformulasikan khusus untuk kesehatan pencernaan si Kecil. Bebelac 5 mengandung Omega 3, Omega 6, serta 13 vitamin dan 5 mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Idealnya, bekal anak diantarkan ke sekolah menjelang waktu istirahat agar makanannya masih segar dan hangat. Tetapi, jika tidak memungkinkan, Ibu bisa membawakan bekal bersamaan dengan waktu si Kecil berangkat sekolah di pagi hari. Supaya makanannya bisa tetap hangat hingga saat disantap di sekolah, sebaiknya gunakan wadah bekal yang bisa menahan panas, ya, Bu. Selamat mencoba!


  1. Patricia Eustachio Colombo. (2020). The importance of school lunches to the overall dietary intake of children in Sweden: a nationally representative study. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7267782/ [Diakses 30 Mei 2021]
  2. Marianne S. Sabinsky. (2019). Effect of implementing school meals compared with packed lunches on quality of dietary intake among children aged 7–13 years. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6360196/ [Diakses 30 Mei 2021]
  3. Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf [Diakses 1 Juni 2021]