Kembali ke Tumbuh Kembang

5 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, Jangan Lupa Stimulasi dan Nutrisi

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Tapi, tahukah Ibu, tumbuh kembang anak ternyata sangat dipengaruhi ...

4 min
19 Jul 2022
Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

1 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Tapi, tahukah Ibu, tumbuh kembang anak ternyata sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, lho. Tak hanya nutrisi, tapi juga pola asuh orang tua, stimulasi, dan lainnya. Beragam faktor inilah yang menyebabkan sikap dan perilaku anak di masa depan berbeda-beda. Jadi penasaran, ya, Bu, apa saja, sih, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak? Kita cari tahu bersama, yuk!

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Seperti telah dijelaskan di atas, pertumbuhan si Kecil sangatlah bergantung pada berbagai faktor yang melekat pada dirinya, di antaranya genetik, lingkungan, hingga nutrisi.1 Begitu anak lahir, ia akan berinteraksi dengan orang tua, tempat tinggal, dan orang-orang di sekitarnya, yang semua itu memberikan pengaruh yang dapat diserap oleh si Kecil secara sadar maupun oleh sistem alam bawah sadarnya. 

Apa yang dilakukan orang tua, apa yang dilihat si Kecil dari lingkungan sekitar, serta apa yang ia terima di masa pertumbuhannya, semua itu akan mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil, lho, Bu. 

Yuk, kenali lebih jauh lima faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta apa saja yang bisa Ibu lakukan untuk memaksimalkannya.

1. Genetik

Faktor keturunan atau genetik merupakan hal penting yang berpengaruh kepada karakter fisik dari anak. Dan faktor genetik ini bersifat mutlak alias tidak bisa diubah. Faktor ini akan mewariskan berbagai potensi fisik maupun psikis orang tua kepada anak, seperti tinggi badan, berat badan, struktur tubuh, tekstur rambut, warna rambut, warna mata, hingga kecerdasan dan bakat.2 

Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan si Kecil, Bu. Misalnya alergi, diabetes, dan beberapa penyakit lainnya dapat diwariskan secara genetik dari orang tua ke anaknya. 

Meski faktor genetik tidak bisa diubah, tapi beberapa faktor lainnya bisa melengkapi faktor genetik ini, dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, misalnya pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar anak.

2. Pola asuh orang tua

Nah, inilah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Dan pola asuh orang tua ini akan sangat mempengaruhi perkembangan anak dari segi mental, fisik, sampai kecerdasan.3

Pola asuh orang tua juga dapat mempengaruhi karakter anak, Bu. Si Kecil yang dibesarkan dalam pola asuh yang penuh kasih sayang, akan tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental, serta memiliki karakter positif seperti berani, percaya diri, dan riang.

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sedangkan anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang negatif, dampaknya bisa membuat si Kecil tumbuh dengan berbagai masalah psikologis, seperti takut bertemu orang lain, tidak percaya diri, mudah khawatir, dan lainnya.3 

3. Lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar tumbuh kembang anak juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Anak yang dibesarkan di lingkungan yang memiliki vibe positif, maka ia pun cenderung akan memiliki karakter yang juga positif. Demikian pula sebaliknya.3 

Itu sebabnya, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang positif di sekitar si Kecil setiap saat, ya, Bu, sehingga apapun yang dialaminya akan memberikan efek positif pula pada pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

4. Stimulasi

Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk memfasilitasi anak-anaknya agar bisa tumbuh cerdas, salah satunya dengan memberi stimulasi. Tapi, apa itu stimulasi?

Stimulasi merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar ia tumbuh dan berkembang secara optimal. MIsalnya dengan memberinya kesempatan bermain, bereksplorasi, dan belajar hal-hal baru. Semua kesempatan yang diberikan kepada si Kecil di usia dininya, akan berdampak langsung pada kesehatan, kecerdasan, emosional, dan pertumbuhannya.3,4 

Stimulasi bisa diberikan berbeda-beda sesuai dengan usia si Kecil, Bu. Misal, memperkenalkannya pada benda-benda di sekitar yang mudah untuk digenggam ketika si Kecil baru berusia 1 tahun, dan kemudian meningkat menjadi kegiatan mencoret kertas saat ia mulai bisa memegang pensil.

Pentingnya stimulasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Intinya, apapun yang Ibu lakukan bersama dengan si Kecil, itu bisa jadi bentuk stimulasi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk mengajaknya mengobrol dan bermain.

Jika Ibu membutuhkan ide baru dan kreatif untuk stimulasi si Kecil, jangan lupa ikuti Gro Great+ Time di Bebeclub.co.id, kelas stimulasi interaktif dari Bebelac untuk mendukung anak tumbuh hebat. Akan ada kelas happy tummy, happy brain, dan happy heart yang akan memberi ilmu seputar nutrisi tepat bagi pencernaan, perkembangan otak dan sosial emosional; sharing inspirasi bersama ahli; serta kumpulan stimulasi seru yang bisa langsung Ibu praktikkan setiap hari.

5. Nutrisi

Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah faktor nutrisi. Ya, tumbuh kembang si Kecil memerlukan ‘bahan bakar’ yang cukup, yang berasal dari nutrisi. 

Kebutuhan nutrisi berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi si Kecil. Ibu pasti sudah memahami betul apa saja nutrisi yang dibutuhkan si Kecil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Selain makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, si Kecil juga perlu mikronutrien yang terdiri dari berbagai vitamin dan mineral.5 

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil, berikan juga ia 3 gelas Bebelac 3 GroGreat+ sehari, yang kini mengandung DHA dan LA + ALA (minyak ikan) 23% lebih tinggi dibandingkan produk sebelumnya. Bebelac 3 GroGreat+ juga dilengkapi dengan nutrisi lain yang tak kalah penting, seperti zat besi, iodium, dan vitamin C.

Nah, Ibu kini sudah tahu, kan, apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, dan bagaimana memaksimalkan faktor-faktor tersebut?


Reference:

  1. Eddy Fadlyana. 2016. Pemantauan Pertumbuhan Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pemantauan-pertumbuhan-anak#:~:text=Faktor%20penentu%20kualitas%20pertumbuhan%20anak,kronik%2C%20serta%20gangguan%20emosional).  [Diakses 22 Juni 2022]
     
  2. Miftahul Jannah dan Khamim Zarkasih Putro. 2021. Faktor Pengaruh Genetik pada Perkembangan Anak Usia Dini. Diambil dari: https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/view/10425  [Diakses 22 Juni 2022]
     
  3. National Academies Press (US). 2016. Parenting Matters: Supporting Parents of Children Ages 0-8. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK402020/  [Diakses 22 Juni 2022]
     
  4. Stella Maria Hartinger, et al. Impact of a child stimulation intervention on early child development in rural Peru: a cluster randomized trial using a reciprocal control design. 2016. Diambil dari:  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5318653/  [Diakses 22 Juni 2022]
     
  5. Giovanni Savarino, et al. 2021. Macronutrient balance and micronutrient amounts through growth and development. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8106138/ [Diakses 21 Juni 2022]
     


Artikel Terkait