Panduan Cara Mendidik Anak dengan Baik untuk Orang Tua di Rumah
Cara mendidik anak dimulai dari memberi contoh baik dan komunikasi dua arah. Hindari mengancam anak dan beri aturan serta konsekuensi yang konsisten agar anak tetap disiplin.
Cara mendidik anak memang tidak mudah ya, Bu. Ada berbagai hal yang bisa membuat orang tua takut salah didik, seperti perubahan zaman, pola asuh berbeda dengan orang tua terdahulu, dan anak susah diatur.
Apa yang Dimaksud Mendidik Anak dengan Baik dan Benar?
Cara mendidik anak yang baik dan benar bukan hanya membuat anak patuh. Mendidik dan mengasuh anak bertujuan untuk membimbing dan membangun hubungan sehat dengan anak.
Bimbingan dan hubungan sehat dengan anak harus berlandaskan batasan yang jelas, konsisten, mendidik sesuai usia, dan saling menghargai.
Pola asuh yang positif membantu anak merasa aman dan dipahami. Parenting ini penting agar anak memiliki karakter positif, mandiri, dan bisa terhubung dengan orang tua tanpa berjarak.
Baca juga: 5 Tanda Anak Manja dan Cara Tepat Mendidik si Kecil
Prinsip Dasar Cara Mendidik Anak di Rumah
Mendidik anak perlu melibatkan ketegasan, konsistensi, dan saling menghargai. Apa saja yang perlu dipahami, Bu?
1. Orang Tua sebagai Teladan, Bukan Sekadar Pemberi Perintah
Kunci mendidik anak dengan baik terletak pada keteladanan atau contoh yang diberikan orang tua. Pola asuh dan teladan yang orang tua berikan sangat memengaruhi sosok anak kelak.
Sebaliknya, didikan keras adalah yang hanya memberikan perintah tanpa penjelasan. Anak bahkan dilarang mempertanyakan perintah atau aturan dari orang tua.
Dengan teladan yang baik, anak akan memahami nilai-nilai yang ditanamkan. Sebaliknya, perintah kaku tanpa teladan hanya membuat anak kesulitan bertanya, berekspresi, dan mengambil keputusan.
2. Bangun Komunikasi yang Jujur dan Aman
Salah satu cara parenting terbaik untuk anak adalah dengan berkomunikasi terbuka dan jujur. Jelaskan sesuatu dengan terus terang.
Beri ruang aman untuk mengutarakan perasaannya terhadap orang tua, meskipun itu mungkin tidak nyaman. Ingat, iringi dengan solusi perubahan dari orang tua.
Selalu tepati janji yang sudah diucapkan. Bila tidak ditepati, anak akan merasa dibohongi. Secara tak langsung, orang tua mengajarkan menjadi sosok yang tidak menepati tanggung jawab.
3. Ajarkan Nilai Lewat Kebiasaan Sehari-hari
Cara mendidik anak juga dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Mintalah anak terbiasa mengatakan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.
Sebelum mendidik anak dengan baik agar cerdas dan sukses, sebaiknya orang tua mengajarkan anak untuk menumbuhkan sikap menghargai orang lain.
Misalnya, Bapak Ibu mengatakan terima kasih setelah transaksi di kasir supermarket. Anak pun akan meniru, lalu menghargai dan tetap berlaku sopan dengan kasir.
4. Terapkan Aturan dan Konsekuensi Secara Konsisten
Bagi si Kecil, peraturan mungkin masih terasa abstrak dan tak nyata. Namun, Bapak Ibu harus memperkenalkan peraturan sejak dini. Di mana pun, anak akan menemukan aturan yang harus dipatuhi.
Anak harus mempelajari konsekuensi dari perilakunya yang dikenal sebagai sebab dan akibat. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, disiplin menaati jam tidur, atau membatasi gadget saat kumpul keluarga.
Aturan perlu diberikan penjelasan yang konsisten dan konsekuensi bila tidak melakukannya. Misalnya, tidur terlalu larut membuat si Kecil kurang tidur dan terlambat ke sekolah.
5. Berikan Dukungan Emosional, Bukan Ancaman
Hindari mengancam anak. Ancaman bisa bermacam bentuk, seperti memutus akses kebutuhan, berteriak, diberi rasa takut, bahkan hukuman fisik.
Hal ini justru semakin membuat komunikasi tidak aman. Anak akan tumbuh penuh dengan rasa takut, cemas, tidak percaya diri, dan memberi pengaruh buruk terhadap cara anak melihat dunia.
Mendidik anak sebaiknya tetap menghargai usahanya, mendorong untuk tetap belajar, dan tetap memberi contoh baik bila si Kecil salah.
Baca juga: 10 Kegiatan Seru untuk Menumbuhkan Perilaku Empati Anak
Cara Mendidik Anak Sesuai Usia
Seiring bertambahnya usia, kemampuan memahami interaksi dan pola asuh orang tua akan semakin kompleks. Untuk itu, mendidik anak pun perlu menyesuaikan usianya.
1. Cara Mendidik Anak Usia 1–3 Tahun
Untuk memulai pola asuh pada usia ini, mulailah dengan rutinitas yang konsisten. Kegiatan yang terjadwal membuat si Kecil merasa aman karena aktivitas harian terasa mudah diprediksi.
Saat memberikan arahan, berikan instruksi singkat dan jelas agar mudah dipahami. Contohnya, "Taruh mainannya lagi ke keranjang" alih-alih menceramahi kenapa anak bermain dengan berantakan.
Di usia ini, anak juga belajar dari contoh di sekitarnya. Untuk itu, jadilah teladan bagi si Kecil dengan melakukan hal yang diharapkan oleh Bapak Ibu.
2. Cara Mendidik Anak Usia 4–6 Tahun
Memasuki usia prasekolah, anak usia 4–6 tahun sudah mulai mengenal konsep aturan. Untuk itu, berikanlah peraturan sebanyak 2–3 aturan yang jelas agar mudah dipahami.
Aturan harus diikuti dengan konsekuensi langsung jika dilanggar. Dengan begitu, ia akan paham konsep sebab-akibat dan lebih disiplin mengikuti aturan.
Jangan lupa, tetap berikan anak pilihan agar ia bisa mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pilihan, dan punya kontrol atas dirinya sendiri.
Agar tidak kewalahan, batasi jumlah pilihannya. Misalnya, "Kakak mau pakai baju merah atau hitam?"
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak yang Tidak Mau Berbagi Tanpa Emosi
Jika Anak Sulit Diatur, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Apabila berbagai cara mendidik anak di atas masih belum membuahkan hasil, Bapak Ibu mungkin akan merasa lelah, frustrasi, dan marah kepada anak.
Jangan langsung menyalahkan anak, tapi evaluasi pola asuh Bapak Ibu sejauh ini, apakah aturan terlalu banyak, komunikasi hanya 1 arah, aturan tidak konsisten, atau konsekuensi tidak jelas.
Bila anak susah diatur, cobalah poin-poin di bawah ini:
- Selalu respons anak dengan jujur, tetapi tetap hangat.
- Kendalikan emosi Bapak Ibu sembari mengajak anak untuk kendalikan emosinya.
- Beri panduan dan konsekuensi melanggar aturan daripada memberikan hukuman.
- Tanya dan dengarkan jawaban anak untuk menciptakan komunikasi dua arah.
- Selalu libatkan anak mengambil keputusan kecil untuk belajar bertanggung jawab.
Setelah mempelajari pola asuh yang paling sesuai, konsistensi lah yang akan membuahkan hasil. Ingat, hasil pola asuh tidak muncul dengan cepat dan tidak ada kesempurnaan dalam perjalannya.
Jangan lupa, tetap penuhi asupan gizi anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Bila perlu, lengkapi dengan susu pertumbuhan.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
.png)
