Kembali ke Tumbuh Kembang

4 Cara Tingkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini, Latih Si Kecil Lebih Pintar dan Percaya Diri Dalam Berkomunikasi

Ibu, seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, apakah rumah semakin ramai dengan celotehannya yang seakan tiada henti? Berbagai pertany...

4 min
12 Aug 2022
Ibu, yuk lakukan kegiatan yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini!

3 ibu tandai artikel ini informatif

Ibu, seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, apakah rumah semakin ramai dengan celotehannya yang seakan tiada henti? Berbagai pertanyaan pasti kerap terlontar dari mulut mungilnya, mulai dari yang remeh hingga yang unik. Nah, agar Ibu tak kewalahan menghadapi rentetan pertanyaan si Kecil, yuk, ketahui perkembangan bahasa anak usia dini beserta cara melatihnya agar kemampuan berkomunikasinya semakin baik. 

Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Sebetulnya si Kecil sudah belajar berbahasa sejak dalam kandungan, ketika Ibu sering mengajaknya berbicara. Periode belajar bahasa terus berlanjut setelah si Kecil dilahirkan, sehingga stimulasi perkembangan bahasa sangatlah penting dilakukan sejak dini untuk memastikan kemampuan bahasanya berkembang normal dan tanpa gangguan.1

Lalu, bagaimana tahap perkembangan bahasa anak usia dini yang harus Ibu ketahui? Simak informasinya di bawah ini, yuk. 

Usia 12-18 bulan

Setelah si Kecil berulang tahun yang pertama, ia mulai berbicara dengan maksud dan tujuan yang diinginkannya. Ibu mungkin baru mengerti kata ‘papa’ dan ‘mama’ yang diucapkan secara jelas oleh si Kecil. Padahal, si Kecil sebenarnya sudah mengerti beberapa nama benda di sekitarnya, lho, seperti baju, celana, boneka, dan sebagainya.1 Coba saja Ibu sebut nama benda-benda tersebut, ia pasti akan langsung memahaminya, Bu, meski ia belum bisa mengucapkannya. 

Usia 18-24 bulan

Kata-kata yang diketahui dan digunakan si Kecil bertambah secara cepat. Ia mulai suka bertanya menggunakan kata ‘siapa’, ’apa’, dan ‘di mana’. Bukan tak mungkin, ia akan berulang-ulang menggunakan kata tanya tersebut, meski belum jelas apa sebenarnya yang ingin ia tanyakan.1 

Dan di tahap ini, si Kecil sudah memahami perintah sederhana, lho, Bu. Jika Ibu memanggilnya, ia mengerti dan akan menghampiri Ibu. 

2-3 tahun

Kemampuan bahasanya semakin meningkat. Kosa katanya semakin jelas, dan ia sudah mulai menggunakan nada berbicara yang benar, misal untuk kalimat tanya. Si Kecil juga mulai mengerti aturan berbicara, sehingga ia akan mendengarkan ketika orang lain berbicara, dan berbicara setelah gilirannya tiba.1

Cara Tingkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Wah, ternyata setiap tahap perkembangan bahasa si Kecil sangatlah menakjubkan, ya, Bu. Itu sebabnya, sangat penting untuk terus menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini agar ia semakin terampil berkomunikasi. 

Apa saja yang bisa Ibu lakukan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini? Beberapa cara berikut mungkin bisa menginspirasi:

1. Mengajak ngobrol

Cara paling mudah untuk membuat si Kecil mahir berbahasa adalah dengan sering mengajaknya mengobrol, Bu.2 Misalnya, ketika sedang jalan-jalan, tunjukkan pemandangan dan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Misal, "Lihat, ada kucing. Warna bulunya hitam dan putih. Dia mengeong, lho!"

Tak apa-apa jika si Kecil belum bisa berbicara, teruslah mengajaknya berbicara, Bu. Karena si Kecil akan mengingat semua yang Ibu katakan padanya. Namun jika si Kecil sudah bisa berbicara, dorong ia untuk menjawab dengan mengajukan pertanyaan, "Apakah kucingnya mengeong karena lapar? Kita kasih makan apa, ya?"

2. Mengajak bernyanyi

Si Kecil mana yang tak suka menyanyi. Bisa dibilang, ini adalah salah satu kegiatan favorit si Kecil bersama Ibu. Dan Ibu bisa menjadikan momen ini untuk melatih kemampuan berbahasanya. 

Belajar berbahasa sambil menyanyi pasti seru, deh!

Ada banyak lagu anak yang bisa Ibu pilih, seperti Bintang Kecil, Balonku, atau Pelangi. Liriknya yang sederhana dan nadanya yang mudah diikuti, membuat lagu-lagu ini cenderung mudah untuk dinyanyikan dan tak membosankan untuk diulang-ulang. Tak hanya mengajarkan si Kecil berbahasa, tapi juga menghiburnya.

3. Mendongeng

Kegiatan yang identik dilakukan sebelum tidur ini ternyata bisa dijadikan ajang pembelajaran bahasa untuk si Kecil. Membacakan cerita dongeng sejak usia dini dapat membantu memperkaya kosa kata si Kecil, yang artinya penggunaan bahasanya pun kian berkembang. Dengan kosa kata yang kaya, otomatis keterampilan anak berkomunikasi pun kian berkembang.3

Membacakan dongeng bisa jadi salah satu cara melatih kemampuan berbahasa si Kecil, lho!

Saat mendongeng, jangan lupa gunakan intonasi dan bahasa tubuh, ya, Bu. Misalnya, suara yang menggelegar untuk raksasa. Selain membuat si Kecil lebih terkesan, juga dapat membantu anak untuk mampu berbahasa dengan baik, lho!3

4. Sering mengajukan pertanyaan

Sebelum si Kecil lancar berbicara dan membombardir Ibu dengan jutaan pertanyaan, Ibu bisa mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana kepada si Kecil untuk melatihnya berbahasa.2 Misal, "Wah, kamu pakai baju merah hari ini. Pakai sepatu juga. Mau kemana?"

Atau ketika Ibu melihat sesuatu benda, tanyakan fungsi dari benda tersebut, cara menggunakannya, dan berikan banyak pertanyaan pada si Kecil agar ia bisa menangkap apa yang Ibu tanyakan, dan melatihnya untuk menjawab dengan baik dari setiap pertanyaan yang Ibu ajukan.

Nah, sekarang Ibu sudah tahu, kan, cara menstimulasi kemampuan berbahasa pada si Kecil, dan cara untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasinya? Bersamaan dengan stimulasi yang Ibu berikan, jangan lupa sediakan juga  Bebelac 3 yang mengandung nutrisi tepat untuk si Kecil yang berusia 1-3 tahun, ya.  Dengan  triple A, yang terdiri dari DHA dan LA+ALA (minyak ikan), dengan kandungan minyak ikan 23 persen lebih tinggi dibandingkan formula sebelumnya. Bebelac 3 juga mendukung kesehatan  saluran cerna si Kecil dengan nutrisi optimal dari kombinasi serat yang tepat, yaitu FOS dan GOS 1:9.

Ibu, yuk, bersiap lakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung perkembangan bahasa anak usia dini, agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang pandai berkomunikasi!


Reference:

  1. Ning Yang, et al. 2021. Language Development in Early Childhood: Quality of Teacher-Child Interaction and Children’s Receptive Vocabulary Competency. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8319497/ [Diakses 11 Juli 2022]
     
  2. Vera E. Snijders, et al. 2020. Toddlers’ Language Development: The Gradual Effect of Gestational Age, Attention Capacities, and Maternal Sensitivity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7663656/#:~:text=Previous%20research%20indicates%20considerable%20stability,of%20language%20functioning%20throughout%20childhood. [Diakses 11 Juli 2022]
     
  3. Rukiyah. 2018. Dongeng, Mendongeng, dan Manfaatnya. Diambil dari: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva/article/view/2739/1666#  [Diakses 9 Juli 2022]
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait