Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Bayi 6 Bulan Sudah Bisa Apa? Cek Perkembangannya di Sini

Setelah bulan lalu sudah bisa berguling dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya, bayi akan bisa lakukan apa, ya, di bulan ke-6 ini? T...

4 min
13 Oct 2022
Bayi usia 6 bulan

3 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Setelah bulan lalu sudah bisa berguling dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya, bayi akan bisa lakukan apa, ya, di bulan ke-6 ini? Tahukah Ibu, walau hanya terpaut 1 bulan bedanya, bayi akan mencapai banyak tahap perkembangan baru menginjak usia 6 bulan. Tak terasa, ya si Kecil sudah makin besar dan hebat?

Yuk, cari tahu seperti apa perkembangan bayi di bulan ke-6 serta tips-tips stimulasinya untuk mendukung tumbuh kembang hebat si Kecil!

Perkembangan Berat dan Tinggi Badan Bayi Usia 6 Bulan

Idealnya, berat badan bayi yang sehat akan terus bertambah sejak hari kelahirannya. Jika dibandingkan dengan berat di bulan lalu, bayi umumnya akan mengalami peningkatan berat badan setidaknya 0,4 kg dan tinggi badannya bertambah sekitar 0.2 cm di bulan ke-6 ini.

Pertambahan berat badan ini amat dipengaruhi oleh fase growth spurt atau yang juga dikenal sebagai masa pacu tumbuh. Bayi dapat mengalami beberapa kali fase growth spurt dalam 12 bulan pertama usianya, yaitu pada 3 minggu pertama kelahirannya, di minggu ke-6, pada usia 3 bulan, dan di bulan ke-6 ini.

Selama fase ini, nafsu makan bayi cenderung meningkat sehingga si Kecil akan lebih banyak minum ASI dari biasanya yang membuat pertumbuhan fisiknya ikut meningkat.

Lalu, berapa berat badan bayi yang ideal di usia 6 bulan? Berdasarkan Standar Antropometri Anak dari Kemenkes RI, acuan umum berat dan tinggi badan bayi usia 6 bulan adalah: 

  • Bayi laki-laki: berat kisaran 6,4 - 8,8 kg dan panjang/tinggi badannya berkisar 63.3-69.8 cm.

  • Bayi perempuan: berat sekitar 5,7 - 8,2 kg dan panjang/tinggi badannya berkisar 61.2 - 68.0 cm.

Pertambahan berat dan tinggi badan bayi adalah salah satu aspek tumbuh kembang yang perlu Ibu pantau dari bulan ke bulan. Karena, kedua hal ini menjadi faktor yang dapat menentukan kesehatan serta status gizi bayi untuk mengetahui apakah si Kecil termasuk yang bergizi baik, kurang gizi, gizi lebih, obesitas, atau stunting.

Jadi, apabila berat dan tinggi badan bayi di bulan ini kurang atau lebih dari patokan rata-rata di atas, sebaiknya segera konsultasi pada dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Bayi 6 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Penting, lho, Bu, untuk memantau setiap pencapaian yang bayi raih dari bulan ke bulan. Dengan begitu, Ibu dan Ayah bisa terlibat secara langsung untuk memastikan apakah arah tumbuh kembang si Kecil sudah di jalur yang tepat sesuai usianya.

Memangnya, hal-hal hebat apa saja yang sudah bisa dilakukan bayi usia 6 bulan?

1. Bisa Membedakan Wajah Keluarga dan Orang Asing

Pada usia 6 bulan bayi sudah sangat familiar dengan wajah orang terdekatnya, seperti anggota keluarga inti, sehingga bisa mengenali mana orang yang asing. Si Kecil juga sudah mengenali wajahnya sendiri, lho, jadi ia sangat suka melihat wajah mereka sendiri di cermin.

2. Tidak Malu Bermain dengan Orang Baru

Dari segi keterampilan sosialnya, si Kecil sudah lebih terbuka dengan kehadiran orang-orang baru. Ini mungkin karena ia sudah lebih terbiasa melihat banyak orang di sekitarnya.

Jadi, ia sudah tidak malu-malu lagi ketika diajak bermain atau berinteraksi dengan orang-orang selain Ayah dan Ibu serta keluarganya, seperti tetangga dekat atau kerabat kantor Ayah.

Selain itu, ia juga senang memberikan respon kepada orang lain dan menatap mata lawan bicaranya. 

3. Si Kecil Tahu Namanya Sendiri

Selain sudah mengenali wajahnya sendiri, si Kecil juga sudah kenal dengan namanya sendiri, lho! Jadi, ia bisa merespon dengan menoleh, mengoceh, atau mencoba bergerak ke arah orang yang memanggil namanya.  

Bahkan meski namanya tidak dipanggil pun, ia juga akan tetap memberikan respon dengan babbling, seperti berkata "ba-ba" atau "da-da”. Kemudian pada akhir bulan ke-6, bayi akan bisa mengenali bahasa ibu (native language) dan menggunakan nada suaranya untuk memberi tahu Ibu bahwa ia sedang senang atau kesal.

4. Mencoba Meraih Benda di Sekitar 

Lalu ketika membicarakan keterampilan motorik, apa yang bisa dilakukan bayi di usia 6 bulan, ya?

Rasa penasaran anak bayi di usia ini semakin tinggi, lho, Bu. Jadi saat melihat benda yang menarik perhatiannya, ia akan berusaha mengambil dan menggenggamnya. Karena rasa  ingin tahunya ini juga, bayi akan suka memasukkan benda apa pun ke mulutnya.

Maka itu, jagalah lingkungan sekitar si Kecil tetap aman untuknya bereksplorasi dengan menjauhkan benda-benda berbahaya, seperti pisau, gunting, dan jarum, obat-obatan yang rentan terbuka, makanan bertekstur keras dan rasa kuat (pedas, asam, asin, pahit).

Jauhkan juga benda-benda yang berukuran kecil seperti kepingan balok untuk menghindari risiko bayi tersedak.

5. Duduk Tanpa Bersandar

Di usia 6 bulan, bayi umumnya sudah bisa duduk sendiri dari posisi berbaring atau tengkurap, dan menopang tubuhnya dengan tangan.

Namun, ia masih butuh sedikit bantuan untuk dapat menyeimbangkan tubuhnya. Baik itu bantuan Ibu dengan mengangkat tangannya ke depan untuk mencapai posisi duduk, atau menduduki bayi di kursi khusus.

Ia juga sudah mampu bergerak maju mundur di posisi tengkurap menggunakan tangan dan lututnya, berguling ke kanan dan kiri atau sebaliknya, juga menekan kakinya dengan keras saat kakinya dipijakkan di permukaan yang keras.

Baca Juga: Aktivitas Seru untuk Si Kecil yang Eksploratif

6. Mulai Makan Makanan Padat

Bayi 6 bulan bisa apa lagi, ya? Nah, salah satu pencapaian bayi yang paling monumental di usia ini adalah memulai makan MPASI.

Bayi umur 6 bulan biasanya sudah mulai menunjukkan ketertarikan pada makanan yang ia lihat di piring makan Ibu dengan mencoba membuka mulutnya lebar-lebar. Ia juga mulai meniru cara makan orang lain dengan memposisikan tubuhnya ke depan atau ke arah makanan ketika disodorkan sendok.

Lalu, apa yang bisa diberikan pertama kali ke anak? IDAI menganjurkan untuk mengenalkan MPASI berupa makanan lumat atau halus (puree) dari 1 jenis bahan dulu. Misalnya puree labu kuning atau puree brokoli. Tunggu beberapa hari setiap kali Ibu mencoba memberikan makanan baru MPASI baru untuk melihat reaksinya, spakah si Kecil mau makan makanan itu atau justru ia menunjukkan tanda-tanda alergi, seperti diare atau muntah?

Jika tidakv ada reaksi alergi tapi anak ternyata tidak mau makan makanan yang Ibu berikan, jangan menyerah dulu, ya, Bu! Ini bukan berarti ia tidak suka sampai seterusnya. Selera makan bayi memang sangat mudah berubah-ubah, jadi coba hentikan dulu memberikan makanan tersebut selama beberapa hari, dan coba lagi, ya.

Baca Juga: Panduan Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan dan Menu Ideal

Ingin tahu hal hebat apa lagi yang dapat dilakukan si Kecil di bulan ini dan seterusnya? Yuk, Bu, segera cek Milestone Bulanan Bayi di Bebe Journey!

Stimulasi untuk Bayi 6 Bulan

Selain mengetahui bayi 6 bulan bisa apa, Ibu perlu tahu apa saja stimulasi yang bisa diberikan pada anak. Berikut beberapa contohnya.

  1. Seringlah berbicara pada si Kecil tentang hal-hal yang terjadi di sekitar dengan nada dan ekspresi yang menyenangkan. Juga, terus ulangi kembali suara yang dia buat dan biasakan saat berbicara pada bayi panggil namanya ya Bu.

  2. Latih si Kecil agar banyak bergerak lewat benda atau mainan. Misalnya, Ibu bisa menaruh mainan di dekat Ibu sehingga si Kecil bergerak untuk mengambil mainan tersebut.

  3. Ketika sedang berjalan-jalan di luar rumah, Ibu bisa menunjukkan benda-benda yang ada di sana kepada bayi dan memberi tahu apa namanya. Misalnya, saat bertemu pohon, serangga, bunga, dan lainnya.

  4. Anak-anak suka dibacakan, termasuk bayi. Lakukan kebiasaan baik ini setiap hari. Perlihatkan buku yang penuh warna dan bentuk. Tanggapi ocehan anak ketika dia mengoceh tentang hal yang ada di buku tersebut. 

Hal yang Perlu Diperhatikan pada Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan

Di usia ini, bayi sedang aktif-aktifnya dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Jadi, Ibu dan Ayah harus selalu siaga dan waspada menemani anak bermain, ya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hindari juga meninggalkan bayi di tempat tidur atau di lantai tanpa pengawasan, karena mereka bisa berguling sendiri. 

Kemudian, Ibu juga harus memperhatikan kesehatan anggota keluarga di rumah, ya! Ini karena anak bayi sangat rentan tertular flu pada 12 bulan pertama usianya. Bahkan, bayi bisa bolak-balik tertular flu hingga 8-10 kali dalam setahun.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan Ibu tidak perlu panik. Ada banyak cara alami untuk meredakan batuk dan pilek bayi yang bisa Ibu coba di rumah. Namun agar lebih aman, sebaiknya tetap ikuti saran dokter spesialis anak, ya!

Selain itu, ada kabar gembira, nih, untuk Ayah dan Ibu! Bayi di usia 6 bulan sekarang sudah mulai bisa tidur secara teratur dengan total 14 jam dalam sehari. Jadwal tidurnya terbagi menjadi 10 jam sepanjang malam dan tidur siang dua hingga tiga kali sehari.  

Baca juga: Si Kecil Belum Bisa Tengkurap? Cek Tanda Lain Milestone Bayi Belum Tercapai dan Cara Stimulasinya

Semua orang tua pasti berharap jika buah hati mereka tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal. Ibu juga begitu, kan?

Yang perlu diingat, Bu, setiap anak mengalami proses tumbuh kembang yang berbeda dengan cara dan kecepatan mereka sendiri-sendiri. Ada bayi yang bisa cepat mencapai sebuah perkembangan baru, tapi ada pula yang butuh latihan lebih banyak lagi sampai ia merasa lebih percaya diri dengan keterampilan barunya.

Perbedaan ini, wajar, kok. Jadi, jangan terlalu khawatir jika perkembangan si Kecil di bulan ke-6 ini tidak sama seperti bayi yang lain.

Namun, jika Ibu merasa khawatir atau memiliki pertanyaan tertentu terkait tumbuh kembang si Kecil, jangan sungkan berkonsultasi ke dokter ahli, ya!


Sumber:

  1. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. http://hukor.kemkes.go.id/uploads /produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020 _ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf. Diakses 13 Juli 2022. 
     
  2. Unicef. https://www.unicef.org/parenting/child-development/your-babys-developmental-milestones-6-months. Diakses pada 13 Juli 2022
     
  3. Web MD. https://www.webmd.com/parenting /baby/baby-development-6-month-old. Diakses pada 13 Juli 2022.
     
  4. Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/growth-and-development/early-walking-babies. Diakses pada 13 Juli 2022.
     
  5. CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly /milestones/milestones-6mo.html. Diakses pada 13 Juli 2022
     
  6. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/play-and-activities/best-activities-for-6-month-old-baby. Diakses pada 13 Juli 2022.
     
  7. Help Me Grow. https://helpmegrowmn.org/HMG /HelpfulRes/EncourageHealthDev /6Months/index.html. Diakses pada 13 Juli 2022.
     
  8. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20047086. Diakses pada 13 Juli 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait