Kapan Bayi Mulai Babbling, Arti Ocehan Bayi, dan Stimulasinya

Babbling artinya ocehan atau celotehan bayi mengulang bunyi suku kata sama, misalnya "ma-ma," "da-da," atau "pa-pa". Fase babbling mulai di usia 4–6 bulan. Ada bayi yang mulai babbling lebih cepat, dan lainnya sedikit lebih lambat.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
babbling adalah-bebeclub


Bayi yang baru lahir berkomunikasi dengan tangisan. Seiring usianya bertambah, bayi mulai memasuki fase babbling yang artinya “mengoceh" atau "berceloteh". Babbling adalah tahap perkembangan bicara bayi yang ditandai dengan pengulangan bunyi konsonan-vokal.

Apa Itu Babbling pada Bayi?

Babbling adalah fase pralinguistik ketika bayi mulai berceloteh dengan mengulang bunyi suku kata yang sama, misalnya "ma-ma," "da-da," atau "pa-pa".

Seiring bertambahnya usia, bayi akan mulai menggabungkan beberapa bunyi berbeda, seperti "ma-ba" atau "ba-da", dan lambat laun menjadi lebih panjang, misal “mamama”, “bababa”, “dadada”, atau “um-um-um”.

Kapan Bayi Mulai Mengoceh (Babbling)?

Tahap perkembangan bicara bayi dimulai dari fase cooing (suara seperti “ooo” atau “uuu”) di usia 2-4 bulan. Lalu, fase babbling mulai di usia 4–6 bulan

Beberapa bayi mungkin mulai babbling lebih cepat, sedangkan lainnya sedikit lebih lambat, dan ini masih dalam batas normal, Bu. Setiap bayi akan berkembang dengan kecepatannya sendiri.

Fase babbling menjadi latihan penting untuk bayi mulai membiasakan menggunakan mulut, mempelajari suara, mengeluarkan bunyi, mempelajari pola suara percakapan, dan mencoba berkomunikasi.

Baca Juga: Perkembangan Bayi 4 Bulan dan Cara Tepat Stimulasinya

Apa Arti Ocehan Bayi?

Dalam perkembangan bahasa bayi, arti ocehan bayi adalah caranya untuk “berdialog” dengan Ibu. Kata-kata yang diocehkan bayi saat babbling memang sudah lebih mirip kata, seperti “ma-ma” atau “pa-pa”.

Namun jika ditelaah lebih lanjut, kata-kata tersebut sebenarnya belum memiliki arti. Bayi juga belum memahami ocehan mereka sepenuhnya

Bayi akan meniru bahasa yang paling sering ia dengar, sehingga jenis suara yang ia keluarkan dipengaruhi oleh lingkungan. Maka itu, celoteh tiap bayi bisa berbeda-beda sesuai suara yang mereka dengar setiap hari.

Jenis-Jenis Babbling Pada Bayi

Fase babbling adalah saat si Kecil mulai bereksperimen dengan berbagai jenis suara. Setiap bentuk babbling adalah caranya belajar menggerakkan otot-otot mulutnya untuk meniru bahasa orang dewasa.

1. Reduplicated / Canonical Babbling

Canonical babbling adalah jenis babbling dengan mengulang suku kata yang sama, misalnya “ba-ba-ba” atau “ma-ma-ma”. Tahap ini penting karena menandai kemampuan bayi menghasilkan kombinasi konsonan-vokal yang stabil.

2. Variegated Babbling

Pada tahap ini, si Kecil mulai mengombinasikan bunyi berbeda, seperti “ma-da”, “ba-go”, atau “da-ga”. Variegated babbling menunjukkan kemampuan koordinasi yang lebih kompleks.

3. Jargon Babbling

Jargon babbling adalah fase bayi yang mulai mengoceh dengan intonasi dan ritme seperti orang berbicara, seolah-olah sedang mengajak Ibu mengobrol meski belum ada kata bermakna.

Dengan mengenali berbagai jenis babbling, Ibu bisa memahami bahwa si Kecil sedang belajar meniru pola bahasa dan mempersiapkan diri untuk mengucapkan kata pertamanya.

Tabel Tahapan Perkembangan Suara Bayi (0–12 Bulan)

Babbling adalah satu dari sekian tahapan perkembangan suara bayi. Lebih lengkapnya, berikut gambaran umum perkembangan suara bayi dari lahir sampai usia 12 bulan.

Usia

Tahap Suara

Contoh Perilaku

0–2 bulan

Menangis, cooing awal

“Ooo”, “Aaa”, refleks menangis

2–4 bulan

Cooing berkembang

Tertawa, bersuara senang

4–6 bulan

Canonical babbling

“Ba-ba”, “Da-da”, “Ma-ma”

6–9 bulan

Variegated babbling

“Ba-da”, “Ma-ga”, intonasi naik-turun

9–12 bulan

Jargon, upaya kata pertama

“Eeeh ma?”, “Mama”, “Papa”

Ingin tahu apakah pertumbuhan si Kecil sudah sesuai dengan standar WHO? Pantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney! Plus, ada AI Poop Tracker untuk bantu Ibu monitor kesehatan pencernaannya serta panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.

Baca Juga: Stimulasi Rasa Ingin Tahu Si Kecil

Cara Menstimulasi Babbling dan Kemampuan Bicara Bayi (0–12 Bulan)

Setiap bayi mulai mengoceh (babbling) dan bicara di usia yang berbeda-beda, tetapi babbling adalah kemampuan yang bisa distimulasi sejak dini. Berikut berbagai cara sederhana yang terbukti efektif:

1. Ajak Bayi Ngobrol Sepanjang Hari

Marianella Casasola, peneliti dari Universitas Cornell, mengatakan bahwa seberapa sering Ibu bicara kepada anak berhubungan langsung dengan jumlah kata yang mereka pelajari. 

Jadi, yuk, Bu, ajak si Kecil berbicara sepanjang hari untuk membantu membangun pemahaman bahasa sejak dini, termasuk menstimulasi babbling pada bayi.

Gunakan bahasa yang hangat, jelas, dan sederhana agar bayi lebih mudah mengenali pola suara. 

Ibu bisa mengajaknya bicara dengan menjelaskan apa yang sedang Ibu lakukan, misalnya, “Ibu sedang menyiapkan susu ya, Nak.”

2. Tiru Suara Bayi

Ketika bayi mengoceh, ulangilah suaranya seolah-olah Ibu sedang berbicara kepada si Kecil. Cara ini membuat bayi belajar bahwa suaranya punya arti dan mendapatkan balasan.

Menirukan suara atau ocehan bayi juga merupakan bentuk komunikasi dua arah yang memperkuat bonding sekaligus mengajarkan konsep percakapan. 

Jadi, jika bayi berkata “ma-ma” atau “ba-ba”, ulangi kembali suara tersebut sambil tersenyum atau memberi kontak mata padanya, ya, Bu.

3. Bernyanyi Bersama

Babbling adalah tanda bayi mau bisa bicara dan kemampuan vokalnya berkembang. Nah, supaya kemampuan babbling dan bicaranya meningkat, coba nyanyikan lagu untuk si Kecil secara rutin. 

Lagu dengan nada sederhana, ritme berulang, dan pengulangan kata membantu bayi meniru suara dan mengenali pola bahasa.

Ibu bisa menyanyikan lagu sederhana seperti “Cicak-cicak di Dinding” atau membuat lagu spontan dengan menyebut benda-benda di sekitar.

4. Bacakan Buku Cerita

Komunikasi pada bayi dimulai sejak ia lahir, salah satunya dengan baca buku. Membacakan buku cerita sejak bayi membantu memperkaya kosakata, meski ia belum mampu berbicara. 

Pilih buku dengan gambar besar dan warna terang, lalu sebutkan nama benda atau hewan sambil menunjukkannya.

Selain melatih kemampuan bicara, aktivitas ini membantu bayi menghubungkan gambar dan kata serta melatih fokus visual dan auditori. 

5. Responsif Saat Bayi Mengoceh

Ketika bayi mulai mengoceh, memberikan respons langsung membantunya memahami bahwa komunikasi itu bermakna. 

Ia belajar bahwa setiap suara yang ia keluarkan mendapatkan reaksi dari Ibu, sehingga ia termotivasi untuk lebih banyak bersuara.

Contohnya, ketika si Kecil melihat kuda dan berkata “da!”, Ibu dapat merespons, “Iya, itu kuda ya, Nak. Besar ya kudanya?”

Respons hangat seperti ini membantu bayi menghubungkan bunyi dengan makna dan mempercepat perkembangan bahasanya. Saat Ibu merespons ocehannya, koneksi sosialnya juga ikut terbangun.

Baca Juga: 15 Ide Stimulasi Bayi 4 Bulan agar Cerdas

Tanda-Tanda Keterlambatan Bicara yang Perlu Diwaspadai

Perkembangan bicara bayi berbeda-beda. Namun, sebaiknya Ibu segera konsultasikan kepada dokter jika bayi menunjukkan salah satu kondisi berikut:

  • Tidak babbling di usia 7 bulan.
  • Tidak merespons suara keras hingga perkembangan bayi 5 bulan.
  • Tidak menoleh saat namanya dipanggil.
  • Tidak meniru suara sama sekali.
  • Belum mengucapkan kata bermakna hingga usia 18 bulan.
  • Belum mampu menggabungkan dua kata di usia 2 tahun, seperti “mau susu”, “mama sini”.
  • Bayi tidak menunjukkan perkembangan suara sama sekali.
  • Tidak melakukan kontak mata.

Kondisi- kondisi di atas bisa menjadi tanda speech delay pada bayi yang perlu diwaspadai.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Editorial Team. (2025, February 5). Baby’s Babbles: What is Babbling and When Will It Start? Pathways.org. https://pathways.org/babbling
  2. Hudson, K. (2022, November 3). Your Baby’s Communication: Prelinguistic Vocalization. Carolina Therapy Connection. https://www.carolinatherapyconnection.com/your-babys-communication-prelinguistic-vocalization/
  3. Bradley, S. (2021, September 27). What Is Baby Talk and Why Is It So Important?. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/babbling
  4. Everyday Family. (2018, June 12). Language Milestones: 0 to 12 months. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/language-milestones-0-to-12-months
  5. Zapata, K. (2025, November 14). Does Your Toddler Have a Language Disorder? Key Indicators to Watch For. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/speech-delays/baby-not-talking-yet/
  6. ‌Corbett, H. C. (2023, September). When Do Babies Start Talking?. The Bump. https://www.thebump.com/a/when-do-babies-start-talking
  7. Editorial Team. (2025). ‌Activities to Encourage Speech and Language Development. American Speech-Language-Hearing Association. https://www.asha.org/public/speech/development/activities-to-encourage-speech-and-language-development/
  8. Elkins, P. (2025, April 10). When to Worry About Speech Delays. Childcare Standards Council. https://www.childcarecouncil.org.uk/post/when-to-worry-about-speech-delays
  9. Editorial Team. (2023, August 24). Reading with babies from birth. Raising Children Network (Australia). https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/literacy-reading-stories/reading-from-birth


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait