Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Kenali Fase dan Ciri-Cirinya

Banyak orang tua yang bertanya-tanya soal usia berapa bayi tumbuh gigi. Setiap bayi tentu berbeda, tapi Ibu bisa kenali fase dan ciri-cirinya.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
11 May 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Bayi tumbuh gigi


Usia berapa bayi tumbuh gigi? Tak sedikit orang tua yang memikirkan hal ini karena penting juga untuk memantau seluruh proses pertumbuhan gigi berlangsung sesuai dengan usianya.

Selain itu, fase teething yang dialami bayi akan memerlukan perhatian ekstra karena efek sampingnya kemungkinan membuat si Kecil menjadi lebih rewel dari biasanya. 

Jadi, yuk ketahui di usia berapa bayi tumbuh gigi beserta ciri-ciri dan cara mengatasi nyeri tumbuh giginya dalam artikel ini.

Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Menurut American Dental Association, gigi susu pertama bayi umumnya tumbuh di umur 6 bulan sampai 9 bulan. Meski demikian, ada bayi yang giginya mungkin tumbuh lebih cepat di usia 3-4 bulan dan ada pula yang gigi pertamanya tumbuh setelah 9 bulan.

Jika pada usia 6 bulan bayi belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi, Ibu tak perlu khawatir. Gigi pertama yang tumbuh di rentang usia 3-12 bulan masih dianggap normal, kok.

Ingat, Bu, setiap bayi memiliki cara dan kecepatan tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk juga pertumbuhan giginya. 

Kemudian sejak gigi pertamanya muncul, umumnya dibutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga gigi susu bayi lengkap.

Fase Pertumbuhan Gigi

Setelah tahu di usia berapa bayi tumbuh gigi, Ibu juga harus pahami bahwa tahapan proses pertumbuhan gigi bayi terbagi menjadi 3 fase, yaitu:

  • Fase gigi sulung: Terjadi saat bayi berusia 8-14 bulan. Inilah saat pertama kalinya gigi pertama bayi tumbuh. Fase ini akan berakhir saat anak berusia 5-6 tahun ketika mulai tumbuh gigi tetap pada rongga mulutnya.

  • Fase gigi tetap: Terjadi ketika semua gigi sulung sudah tanggal, biasanya pada usia 12 tahun.

  • Fase campuran gigi sulung dan gigi tetap: Pada masa ini, gigi tetap mulai muncul.

Pada fase gigi sulung, rongga mulut anak normalnya akan memiliki dari 20 gigi sulung atau gigi susu (10 gigi pada rahang atas dan 10 gigi pada rahang bawah).

Adapun tahapan pertumbuhan bayi sesuai usianya adalah sebagai berikut:

  • Gigi seri bawah (gigi depan bawah): usia 5-7 bulan.

  • Gigi seri atas (gigi depan atas): usia 6-8 bulan.

  • Gigi seri bagian samping: usia 9-11 bulan.

  • Gigi geraham pertama: usia 12-16 bulan.

  • Gigi taring: usia 16-20 bulan.

  • Gigi geraham kedua: usia 20-30 bulan.

Baca Juga: Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?

Bukan hanya mengetahui di usia berapa bayi tumbuh gigi, Ibu pun harus memantau pertumbuhannya. 

Pentingnya Memantau Pertumbuhan Gigi

Memantau usia berapa bayi tumbuh gigi penting karena jika ada gangguan yang tidak segera ditangani, kerusakan gigi akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tumbuh kembangnya. Misalnya: 

  • Jika gigi rusak (karies atau gigi berlubang), tampilan gigi menjadi kurang rapi. Hal ini akan memengaruhi kepercayaan diri si Kecil nantinya.

  • Kerusakan gigi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak, seperti gangguan pertumbuhan rahang, sendi, dan susunan gigi.²

  • Gangguan pada gigi berpotensi membuat si Kecil sulit makan hingga akhirnya asupan gizinya kurang optimal.

Seperti Apa Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi?

Saat tumbuh gigi, bayi biasanya akan menunjukkan tanda-tanda yang mungkin membuat Ibu khawatir. Namun, dengan mengenal tanda-tandanya, Ibu bisa lebih tenang mendampingi si Kecil selama masa teething ini. 

Lalu, apa saja ciri-ciri bayi tumbuh gigi? Simak penjelasannya berikut: 

1. Mengeces 

Salah satu ciri-ciri bayi tumbuh gigi adalah berliur lebih banyak dari biasanya, atau yang dikenal dengan mengeces. 

Beberapa bayi pun bisa sampai mengalami ruam di sekitar mulut dan dagunya. Sebab, produksi air liur berlebih ini menyebabkan area sekitar mulutnya jadi lembap. Tak jarang air liur berlebih ini bisa mengiritasi area kulit di sekitar mulut bayi, Bu. 

Bila Ibu melihat air liur sudah membasahi area sekitar mulut si Kecil, segera bersihkan dengan lap atau tisu bersih guna mencegah munculnya ruam, ya, Bu.

2. Sulit Tidur di Malam Hari

Bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya menjadi lebih rewel di malam hari dan sulit tidur.

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan gigi cenderung terjadi lebih cepat pada malam hari. Alhasil, ia mungkin sering terbangun karena rasa sakit dan gatal pada gusinya.

Jadi, coba perhatikan kalau bayi sering terbangun di malam hari atau sulit tidur tanpa alasan yang jelas, Bu. Sebab, bisa jadi ini tanda atau ciri bayi tumbuh gigi.

3. Hilang Nafsu Makan atau Menyusu 

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi berikutnya adalah rewel saat makan atau menyusu. Kondisi ini bisa terjadi karena mulut si Kecil merasa tidak nyaman akibat peradangan gusi sehingga anak jadi susah makan. 

Namun, Ibu tak perlu khawatir karena ciri bayi tumbuh gigi ini akan berlangsung selama beberapa hari saja. Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, Ibu bisa memberikan makanan dingin untuk meringankan gusi yang meradang.

4. Menangis

Jika si Kecil lebih sering menangis akhir-akhir ini, bisa jadi bayi sedang tumbuh gigi, Bu.

Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi si Kecil karena proses pertumbuhan gigi terasa sangat menyakitkan baginya. Terlebih, saat gigi bayi tumbuh pertama kalinya. Tak jarang wajahnya pun akan memerah karenanya.

Bila bayi menangis saat sedang tumbuh gigi, Ibu bisa mengalihkan perhatian si Kecil dengan berjalan-jalan atau memberikan mainan teether yang aman.

5. Suka Menggigit

Sebagian bayi suka menggigit benda apa saja yang ada di sekitarnya guna menenangkan gusi meradang dan terasa tidak nyaman, Bu. 

Pada fase ini, Ibu bisa menyiapkan benda-benda yang aman untuk digigitnya, seperti teether. Kalau ia menggigit keranjang atau boks keras, coba lapisi dengan kain lembut atau waslap basah, ya.

6. Menarik Telinga atau Menggaruk Pipi

Jika bayi terlihat sering menarik daun telinga atau menggaruk pipinya, bisa jadi ia sedang tumbuh gigi. Pertumbuhan gigi keluar dari gusinya dapat memicu rasa sakit, gatal, dan tidak nyaman sehingga memicu reflek menggaruk pada daerah pipi yang terdampak. 

7. Demam dan Diare

Sebagian anak mungkin mengalami demam ringan selama giginya sedang tumbuh.

Demam memang menjadi salah satu ciri tumbuh gigi yang paling umum karena pada prosesnya, gigi yang mencuat ke atas akan memicu peradangan. Meski begitu, ada juga beberapa bayi yang tidak menunjukkan gejala satu ini ketika sedang teething.

Namun, Ibu juga harus bisa membedakan mana demam karena tumbuh gigi atau karena penyakit lain.

Biasanya, demam karena tumbuh gigi tidak akan lebih tinggi dari 39 derajat Celsius. Jadi, segera periksakan anak ke dokter apabila demam anak lebih tinggi dari suhu tersebut dan disertai gejala penyakit lain. 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Tumbuh Gigi?

Usia berapa bayi tumbuh gigi memang bisa berbeda-beda. Namun, Ibu bisa mengenali fase ini dengan memantau ciri atau gejala tumbuh gigi pada bayi. Ketika ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit yang dialami si Kecil, seperti: 

1. Gosok Gusi Bayi dengan Lembut

Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan saat tumbuh gigi bayi pada anak adalah dengan menggosok gusi bayi dengan lembut. Ibu bisa menggosok gusi bayi menggunakan jari atau kain bersih untuk meringankan rasa tidak nyaman.

Selain menggosok gusi bayi, Ibu juga bisa membiarkan si Kecil menggigit kain waslap bersih. 

2. Berikan Teether

Bayi sedang tumbuh gigi biasanya akan senang menggigit atau memasukkan benda apa pun di sekitarnya ke dalam mulut. 

Nah, Ibu bisa memberikan empeng atau mainan teether yang sebelumnya sudah disimpan di dalam kulkas. Mainan teether dingin bisa membantu meringankan rasa sakit dan tidak nyaman pada gusi.

Namun, sebaiknya jangan memberikan empeng atau teether yang terlalu dingin, bahkan sampai beku, ya, Bu. Sebab, hal ini dikhawatirkan justru bisa melukai gusi si Kecil.

3. Berikan Makanan Dingin

Jika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, Ibu bisa memberikan makanan dingin, seperti yogurt atau potongan buah yang sudah didinginkan. Hal ini bisa mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman yang dialami si Kecil akibat tumbuh gigi. 

Baca Juga: 4 Cara Merawat Gigi Bayi

Cara Menjaga Kesehatan Gigi Bayi

Jangan lupa Ibu perlu menjaga kesehatan gigi dan kebersihan mulut si Kecil dari sekarang, ya! Menyikat gigi merupakan kebiasaan baik yang perlu ditanamkan sejak dini. Ibu dan Ayah bisa melakukannya secara bertahap, diawali dari pembersihan gusi yang menonjol, sebagai tanda akan munculnya gigi baru.

Ketika gigi bayi mulai tumbuh, bersihkan giginya menggunakan kasa steril lembap yang dililitkan pada jari telunjuk Ibu. Pastikan Ibu menggosok dengan amat pelan dan lembut, ya, dan jangkau setiap permukaan giginya. Lakukan 2-3 kali dalam satu hari. 

Saat anak semakin besar, Ibu bisa mengajarinya menggosok gigi sendiri menggunakan sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan bulu sikat yang lembut sesuai usia mereka.

Selain rutin menyikat gigi, memeriksakan gigi anak ke dokter juga berperan penting untuk menjaga kesehatan giginya, Bu. Nantinya, menjelang usia 1 tahun, Ibu bisa membawanya untuk kontrol pertama ke dokter gigi.

Ibu sudah tahu, kan, kira-kira di usia berapa bayi tumbuh gigi pertama kalinya? Dengan mengetahui rentang usia, fase, hingga ciri-ciri tumbuh gigi pada bayi, akan membuat Ibu lebih peka dan bisa mengantisipasi dampaknya pada si Kecil.

Selain memperhatikan pertumbuhan gigi, Ibu juga perlu memastikan bahwa tumbuh kembang si Kecil di aspek lainnya sudah sesuai dengan usianya. Ibu bisa menggunakan tools BebeJourney untuk memantau milestone si Kecil. Di dalam tools ini juga, Ibu bisa melihat daftar vaksin untuk si Kecil hingga berbagai inspirasi resep ketika bayi sudah siap MPASI nanti. Yuk, daftar sekarang, Bu!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/at-what-age-will-my-baby-start-teething-5085119#toc-what-to-do-next. Diakses pada 7 September 2022.

  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/teething. Diakses pada 7 September 2022.

  3. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/when-do-babies-start-teething. Diakses pada 7 September 2022.

  4. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/teething. Diakses pada 7 September 2022.

  5. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/symptom-checker/Pages/symptomviewer.aspx?symptom=Teething. Diakses pada 7 September 2022.

  6. Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-health-and-safety/teething-symptoms. Diakses pada 7 September 2022.

  7. WebMD. Teething in Babies: Symptoms and Remedies. https://www.webmd.com/parenting/baby/teething-symptoms-remedies. Diakses pada 13 September 2022



Artikel Terkait