Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Mitos Atau Fakta: 5 Cara Menenangkan Bayi yang Rewel di Malam Hari

Ibu, bayi rewel di malam hari adalah hal yang wajar dijumpai sejak si Kecil baru lahir. Bayi rewel bisa terjadi setelah bayi berusia beb...

4 min
12 Apr 2022
Bayi rewel di malam hari adalah hal yang sering terjadi.

Artikel ini belum diulas

Ibu, bayi rewel di malam hari adalah hal yang wajar dijumpai sejak si Kecil baru lahir. Bayi rewel bisa terjadi setelah bayi berusia beberapa minggu, dan mungkin berlangsung sampai bayi berusia sekitar tiga bulan.1 Tak hanya mengganggu waktu tidur si Kecil, bayi yang rewel di malam hari juga pasti akan mengganggu waktu tidur Ibu. Itu sebabnya, cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari menjadi topik yang paling Ibu cari.  

Tapi sayangnya, beragam informasi seputar cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari yang Ibu dapat itu benar dan teruji kebenarannya. Beberapa di antaranya bisa jadi hanya mitos belaka. Jadi, cara tersebut sebenarnya tidak bisa Ibu andalkan untuk menenangkan si Kecil yang rewel.  

Penasaran dengan mitos dan fakta seputar cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari? Tapi sebelum itu, yuk, cari tahu dulu penyebab terbanyak bayi rewel di malam hari.

Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari

Cari tahu apa penyebab bayi rewel di malam hari

Ada berbagai kondisi yang menyebabkan bayi rewel di malam hari, mulai dari lapar, tidak nyaman, atau sakit.1 Berikut adalah beberapa penyebab bayi rewel di malam hari yang perlu Ibu ketahui.  

Baca Juga: Growth Spurt Penyebab Bayi Rewel

1. Lapar

Penyebab utama bayi rewel di malam hari adalah lapar atau ingin menyusu. Biasanya kondisi ini ditandai dengan tangan si Kecil yang mengepal dan menjilat bibir. Selain itu, si Kecil juga mungkin akan tampak memiringkan kepalanya seolah mencari payudara Ibu.

2. Kolik

Bayi rewel di malam hari adalah adalah salah satu ciri-ciri bayi kolik. Tanda bayi mengalami kolik adalah tangisannya begitu kencang, sangat sulit untuk ditenangkan, wajahnya memerah, dan ia terlihat menarik kaki, mengencangkan lengan, melengkungkan punggung, atau mengepalkan tinju.

Selain itu, bayi rewel malam hari akibat kolik bisa dilihat dari tangisannya yang intens dan susah ditenangkan. Bahkan, si Kecil bisa menangis terus-menerus hingga selama tiga jam, lho.

3. Terlalu lelah

Sama seperti orang dewasa, si Kecil juga bisa merasa tidak nyaman dan cenderung rewel jika merasa kelelahan. Misal, Ibu dan si Kecil baru saja melakukan perjalanan di siang hari, kemungkinan ia akan merasa lelah di malam harinya dan memicunya menjadi lebih rewel.

4. Stimulasi berlebih

Stimulasi berlebih bisa dialami bayi saat ia dikelilingi oleh terlalu banyak orang yang ingin bermain dengannya, misalnya pada acara keluarga. Selain itu, bayi juga bisa mengalami overstimulasi dari lingkungan di sekitarnya, misal cahaya yang terlalu terang di kamar, atau suara televisi yang terlalu keras.

5. Sakit

Bagi bayi, menangis merupakan satu-satunya bentuk komunikasi ia kepada Ibu. Saat bayi sakit, ia akan memberi tahu dengan cara menangis. Beberapa penyakit yang umum dialami bayi di antaranya batuk pilek, diare, dan juga infeksi telinga.

Mitos dan Fakta Cara Menenangkan Bayi yang Rewel di Malam Hari

Nah, sekarang saatnya Ibu mencari tahu apakah cara menenangkan bayi yang selama ini Ibu lakukan memang terbukti dapat meredakan rewel si Kecil. Jangan-jangan, itu hanya mitos, lho, Bu. Yuk, simak hal-hal yang biasa dilakukan para ibu untuk menenangkan bayinya yang rewel di malam hari, dan ketahui apakah itu mitos atau fakta.

1. Menidurkan bayi di baby bouncer

Mitos. Baby bouncer, dengan gerakan bergoyangnya, memang dipercaya dapat membantu menenangkan bayi dan membuatnya lebih mudah tertidur. Namun, Ibu tetap perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang bisa timbul saat menggunakan baby bouncer, salah satunya adalah risiko cedera.

Cedera dapat terjadi saat bayi terjatuh dari baby bouncer. Bayi bisa terjatuh dari baby bouncer jika getaran pada alat ini terlalu kencang, menyebabkan bayi bergeser dari posisinya, dan kemudian terjatuh. Beberapa penelitian melaporkan bahwa penggunaan baby bouncer, bersama peralatan bayi lainnya seperti baby walker, merupakan penyebab cedera kepala terbanyak pada bayi.

Jika Ibu ingin menggunakan baby bouncer untuk menenangkan si Kecil, pastikan ia selalu berada di dalam pengawasan, ya.

2. Menyusui bayi sampai kekenyangan

Mitos. Tak sedikit yang menganggap bahwa perut kenyang akan membuat bayi tidur lebih nyenyak. Padahal, tidak selalu begitu, lho. Kekenyangan juga bisa membuat bayi menjadi rewel di waktu menjelang tidurnya. Sama seperti orang dewasa, kekenyangan bisa membuat perut si Kecil jadi tak nyaman, Bu!

Jadi, bagaimana patokan menyusui pada si Kecil menjelang tidur agar ia tak kelaparan dan tetap tenang? Ibu bisa melihat dari kekuatan isap bayi saat menyusu. Jika isapannya mulai melambat, dan berhenti, itu pertanda si Kecil sudah cukup kenyang menyusu.

3. Membedong bayi

 
Membedong bisa membantu menenangkan bayi yang rewel di malam hari.

Fakta. Membedong bayi dapat memberi perlindungan dari dingin, dan membuat tubuh si Kecil hangat. Kondisi ini akan mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim. Karena bayi merasa nyaman, ia pun akan lebih tenang dan tidur lebih nyenyak.

Selain itu, membedong bayi juga memberi efek menenangkan pada bayi. Jika dibandingkan dengan memijat bayi, membedong terbukti secara signifikan mengurangi tangisan bayi.

Meski begitu, hati-hati jangan sampai Ibu membedong bayi terlalu kencang, ya. Jika si kecil tampak rewel dan menggeliat di dalam bedong, segera buka bedongnya, karena mungkin saja ia merasa kepanasan dan sesak.

4. White Noise

Fakta. Sebenarnya, sejak di dalam kandungan, si Kecil sudah terbiasa dengan suara bising, seperti suara aliran darah yang melewati plasenta, atau detak jantung Ibu. Tapi, si Kecil tidak familiar dengan suara bising yang mengagetkan, seperti suara televisi yang kencang, atau klakson mobil. Terlalu bising justru dapat menyebabkan overstimulasi pada bayi, yang bisa membuat bayi jadi rewel. Nah, white noise adalah suara menenangkan yang bisa menyamarkan kebisingan di sekitar bayi. 

White noise umumnya berupa suara yang menenangkan dan konsisten, yang bisa membantu bayi tertidur pulas. White noise bisa berupa suara rintik hujan, suara kipas angin, dengung AC, atau bahkan suara sshh... sshh dari Ibu.

5. Menggendong

Fakta. Rasa aman si Kecil sangat bergantung kepada ibunya. Dan menggendong bayi akan memberi si Kecil rasa aman yang membuatnya lebih tenang. Ditambah, sentuhan secara fisik saat menggendong dapat memberi stimulus yang baik bagi tumbuh kembang si Kecil.

Tak sekadar menggendong, tapi cobalah menggendong sambil mengayun atau menggoyangkan tubuh bayi dengan gerakan yang konstan. Ini juga bisa membuat bayi tenang, lho. Selain itu, Ibu juga bisa menggendong bayi sambil menyanyikan Nina Bobo untuk membuatnya lebih cepat tenang. Tapi awas, jangan sampai mengayun atau menggoyangkan bayi terlalu kencang, ya.

Nah, Bu, sekarang sudah tahu, kan, cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari yang mitos dan yang fakta? Semoga membantu, ya!


Referensi: 

  1. Eline L. Möller, et al. 2019. Infant crying and the calming response: Parental versus mechanical soothing using swaddling, sound, and movement. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6481793/ 
  2. Nina Dwi Putri dan Amanda Soebadi. 2014. Perawatan Bayi Baru Lahir. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir
  3. Agus Firmansyah. 2015. Kolik pada Bayi (Bagian 1). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kolik-pada-bayi-bagian-1.
  4. Roni Cole, et al. 2020. Infant care practices and parent uptake of safe sleep messages: a cross-sectional survey in Queensland, Australia. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6975091/  
  5. AE Yilmaz, et al. 2012. A perspective from the practice of swaddling by Turkish mothers. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3738414/ 
  6. J.A. Spencer, D.J. Moran, A. Lee, D. Talbert. (1990). White Noise and Sleep Induction. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1792397/  
  7. Robert Winston dan Rebecca Chicot. 2016. The importance of early bonding on the long-term mental health and resilience of children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5330336/ 


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait