13 Penyebab Bayi Menangis Terus dan Cara Menenangkannya

Bayi menangis terus sampai susah ditenangkan bisa karena kolik atau purple crying. Selain menggendong, ada cara mudah lainnya untuk menenangkan si Kecil yang menangis.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
21 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Menangis adalah cara utama untuk bayi berkomunikasi. Tapi, bayi menangis terus dan susah ditenangkan bukan hal yang wajar. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di sini!

Apa Penyebab Bayi Menangis Terus?

Bayi umumnya bisa menangis selama 1–3 jam per hari dan biasanya lebih sering di sore sampai malam hari. 

Bila bayi terus menangis dan tidak kunjung berhenti, penyebabnya mungkin bukan lagi sekadar ingin menyusu.

Berikut beberapa penyebab bayi terus-terusan menangis:  

1. Kelaparan

Bayi menangis terus mungkin karena kurang minum ASI. Si Kecil juga mungkin menangis sambil mengisap jari.

Bayi baru lahir sampai 3 bulan butuh menyusu sampai 8-12 kali dalam sehari.

Jadi bila si Kecil terus menangis dengan nada rendah, suaranya naik turun, dan terdengar pendek-pendek, tandanya bayi sedang kelaparan.

2. Bayi Mengantuk

Bayi menangis terus bisa jadi karena mengantuk setelah kecapekan bermain atau kekenyangan setelah menyusu tapi tidak bisa tidur. 

Beberapa tanda bayi menangis karena mengantuk atau kecapekan adalah menangis kencang dengan mengepalkan tangan atau menendang-nendang, napasnya menjadi lebih cepat, hingga berontak dengan tersentak-sentak

Jika sudah begini, tandanya si Kecil butuh tidur untuk istirahat.

3. Popok Kotor

Jika popok bayi sudah terlalu basah atau kotor, ia akan menangis karena merasa tidak nyaman. Tangisannya pun bisa jadi karena ia merasa gatal atau sakit akibat ruam popok

Segera ganti dengan popok yang bersih apabila sudah basah atau kotor. Sebelum ganti dengan yang baru, bersihkan area kelamin dan bokongnya dengan tisu basah khusus bayi atau waslap lembap.

Keringkan kulit si Kecil dengan benar, kemudian pakaikan popok baru.

4. Kesepian

Bayi menangis terus dan susah ditenangkan mungkin karena ia kesepian karena ditinggal Ibu beraktivitas. Si Kecil mungkin takut atau panik karena tidak bisa melihat Ibu berada di dekatnya.

5. Ingin Bermain

Rasa bosan pun bisa membuat bayi terus menangis, yang mungkin berhenti begitu ia mendapatkan stimulasi menyenangkan. 

6. Bayi Kolik

Kolik adalah salah satu penyebab bayi menangis terus selama berjam-jam tanpa alasan jelas dan sulit ditenangkan. Ciri-ciri bayi menangis karena kolik adalah suara tangisan yang kencang dan bernada tinggi.

Saat menangis, wajahnya memerah dan kedua tangannya mengepal kencang. Si Kecil juga akan meringkukkan badan dengan menarik lutut ke perut dan melengkungkan punggung.

Bayi biasanya kolik pada sore hari atau malam hari menjelang tidur. Penyebab kolik belum diketahui pasti, tapi umumnya dipicu oleh gangguan pencernaan seperti perut kembung

Kolik umumnya mereda dengan sendirinya di usia 3-4 bulan.

7. Purple Crying

Purple crying adalah penyebab bayi baru lahir menangis terus dan sulit ditenangkan.

Purple crying adalah singkatan akronim dari:

  • Peak of crying: Puncak tangisan bayi terjadi di usia 2 bulan dan berhenti pada bulan ketiga hingga kelima.

  • Unexpected atau unpredictable: Tangisan terjadi dan berhenti secara tiba-tiba tanpa alasan jelas.

  • Resist soothing: Bayi akan terus menangis dan tidak bisa ditenangkan dengan cara apa pun.

  • Pain like-face: Bayi terlihat kesakitan padahal ia tidak sakit.

  • Long lasting: Tangisan berlangsung 30 menit bahkan berjam-jam dan terjadi selama beberapa hari.

  • Evening: Bayi sering menangis pada sore sampai malam hari.

Meski terlihat mengkhawatirkan, ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang bayi baru lahir. 

8. Sedang Sakit

Arti tangisan bayi yang terus-terusan juga bisa karena sakit. 

Saat sakit, bayi biasanya menangis dengan nada merintih yang halus dan lemah seperti kehilangan tenaga. Suara tangisannya juga sengau, karena berasal dari hidung.

Coba periksa suhu tubuh bayi, tampilan feses, warna urine, frekuensi BAB dan BAK, ada ruam kulit atau tidak, hingga gejala penyakit lain yang mungkin muncul.

Jika bayi nangis terus lebih dari 3 jam disertai suara kesakitan dan/atau gejala mual, muntah, diare, dan demam lebih dari 38˚ Celsius, segera bawa ke dokter untuk dicari tahu penyebab pastinya.

9. Habis Imunisasi

Bayi mungkin jadi lebih sering menangis setelah imunisasi karena merasa tidak enak badan. 

 Imunisasi bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak di area suntikan, juga menimbulkan demam ringan sebagai efek peningkatan sistem imun tubuh si Kecil.  

Rasa sakit dan nyeri inilah yang membuat bayi tidak nyaman dan akhirnya cenderung rewel 

10. Overstimulasi

Bayi bisa menangis terus ketika mengalami overstimulasi karena kelelahan bermain atau kewalahan berada di lingkungan yang terlalu bising atau ramai.  

Tanda-tanda bayi overstimulasi lainnya adalah rewel, tidak mau digendong atau dipeluk, tampak kesal atau memalingkan muka dari Ibu, bergerak tersentak-sentak.

Bayi juga bisa mengepalkan tangan atau menendang-nendang kakinya.

11. Teething

Jika usianya sudah agak lebih besar, gejala tumbuh gigi juga bisa membuat bayi rewel dan menangis terus karena kesakitan. 

Tangisan bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya lirih, tidak melengking. Si Kecil juga mungkin akan lebih sering merintih saat tidur.

12. Perutnya Kembung

Jika Ibu melihat bayi menangis setelah menyusu, itu tanda perutnya mungkin kembung dan perlu disendawakan. 

Menyusu terlalu buru-buru atau terlalu banyak dapat mengakibatkan udara ikut tertelan masuk dalam perut sehingga menyebabkan kembung.

13. Infeksi

Infeksi seperti sakit telinga, sariawan, atau penyakit lainnya bisa menyebabkan bayi terus menangis karena sakit. Infeksi juga mungkin menyebabkan demam yang membuat bayi tidak nyaman.

Baca Juga: Mengenal Growth Spurt, Satu dari Sekian Penyebab Bayi Rewel

Cara Menenangkan Bayi Menangis Terus

Tentu tidak tega, ya, melihat bayi terus-terusan menangis. Berikut adalah beberapa cara menenangkan bayi yang menangis terus yang bisa Ibu dan Ayah lakukan:

1. Membedong Bayi

Membedong bayi dipercaya dapat memberikan sensasi hangat dan nyaman seolah-olah si Kecil sedang di dalam kandungan Ibu. 

Akan tetapi, Ibu perlu tahu bagaimana cara membedong bayi dengan benar. Pastikan jangan sampai terlalu erat membedong bayi sampai membuatnya sulit bernapas.

Cukup bedong bayi dengan longgar supaya ia merasa hangat dan aman.

2. Gendong dan Ayun-ayunkan Bayi

Ibu juga dapat mengayun-ayunkan bayi saat menggendongnya sebagai cara menenangkan bayi yang menangis terus berikutnya.

Coba ayunkan tubuh si Kecil saat menangis di dalam ayunan khusus, atau sambil duduk di kursi goyang.

3. Jalan-Jalan dengan Stroller 

Tak ada salahnya Ibu membawa bayi jalan-jalan keluar rumah mencari suasana baru dengan stroller.

Stroller ternyata dapat memberikan pengalaman baru bagi bayi untuk merasakan ketenangan dengan gerakan maju atau mundur.

4. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Mandikan bayi dengan air hangat untuk membuat si Kecil lebih rileks, tenang, dan akhirnya mengantuk. Mandi air hangat juga bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak.

5. Pijat dengan Minyak Telon

Ibu bisa menenangkan bayi menangis dengan memeluk, memberikan sentuhan, atau memberikan pijatan.

Setelah memandikan bayi, coba balurkan minyak telon hangat ke punggung dan perutnya. Lalu, pijat bayi dengan lembut. 

6. Ajak Bermain

Bayi mungkin merasa bosan dan ingin bermain sehingga jadi menangis terus.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya Ibu dan Ayah mengajak bayi bermain permainan sederhana seperti cilukba, bertepuk tangan, melihat cermin, atau mengajaknya main pesawat-pesawatan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Bayi Rewel di Malam Hari

7. Nyanyikan Lagu

Tahukah, Ibu? Cara menenangkan bayi yang menangis terus bisa dengan menyanyikan lagu tidur yang lembut. Ibu juga dapat menyanyikan lagu yang biasanya membuat si Kecil nyaman dan tertidur lelap. 

8. Setel White Noise yang Menenangkan

Cara menenangkan bayi menangis berikutnya adalah dengan menyetel white noise

Misalnya, deru putaran kipas angin, rekaman rintik hujan atau deburan ombak, hingga video rekaman gemericik air sungai atau suara kicauan burung.

9. Dekap di Dada Ibu

Menggendong tidak akan membuat bayi jadi manja, kok. Skin to skin dengan mendekap bayi dekat di dada Ibu justru sangat efektif untuk meredakan tangisannya.

Sebab, si Kecil akan teringat sewaktu dulu ia masih berada dalam rahim dan terbiasa mendengar detak jantung Ibu yang ritmenya konstan. Inilah yang membuat bayi bisa merasa tenang. 

Sekarang Ibu sudah tahu ‘kan cara tepat menenangkan bayi menangis terus? Semoga si Kecil terus happy, ya! 

Jangan lupa, nikmati berbagai macam fitur eksklusif di BebeJourney untuk memantau tumbuh kembang si Kecil.

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Perry, C. (2023, September 15). 11 Reasons Why Babies Cry—And How to Soothe Their Tears. Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/why-do-babies-cry
  2. Excessive crying in infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2023). Medlineplus.gov. https://medlineplus.gov/ency/article/003023.htm#
  3. NHS Choices. (2024). Soothing a crying baby. https://www.nhs.uk/conditions/baby/caring-for-a-newborn/soothing-a-crying-baby/
  4. Seven reasons babies cry and how to soothe them. (2022). BabyCenter. https://www.babycentre.co.uk/a536698/seven-reasons-babies-cry-and-how-to-soothe-them
  5. WebMD. (2023). Why Is My Baby Crying? WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/why-baby-cries#1
  6. What to do about a crying newborn. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20043859?pg=2
  7. Calming a Fussy Baby. (2021). Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/helping-hands/calming-a-fussy-baby


Artikel Terkait