13 Penyebab Bayi Menangis dan Cara Menenangkannya

Bayi menangis terus sampai susah ditenangkan bisa karena kolik atau purple crying. Selain menggendong, ada cara mudah lainnya untuk menenangkan si Kecil yang menangis.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Bayi menangis-bebeclub


Bayi menangis karena banyak faktor, mulai dari lapar hingga merasa sakit. Namun, saat si Kecil menangis terus dan susah ditenangkan, ini bukan hal yang wajar, Bu. Berikut penyebab dan cara mengatasinya!

Apakah Wajar Bayi Menangis? 

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Dengan tangisan, si Kecil memberi tahu Ibu bahwa ia lapar, lelah, tidak nyaman, atau bahkan merasa kesepian.

Bayi yang menangis terus-menerus tanpa sebab jelas juga mungkin sedang mengalami kolik, overstimulasi, atau gangguan kesehatan tertentu. 

Maka itu, penting bagi Ibu memahami arti tangisannya agar dapat memberikan respon yang tepat.

Penyebab Umum Bayi Menangis Terus

Bayi umumnya bisa menangis selama 1–3 jam per hari dan biasanya lebih sering di sore sampai malam hari. Berikut beberapa penyebab bayi terus-terusan menangis:

1. Kelaparan

Bayi menangis terus mungkin karena kurang minum ASI. Bayi baru lahir sampai 3 bulan butuh menyusu sampai 8-12 kali dalam sehari.

Bila bayi terus menangis dan tidak kunjung berhenti, penyebabnya mungkin bukan lagi sekadar ingin menyusu.

2. Bayi Mengantuk

Bayi menangis terus bisa jadi karena mengantuk setelah kecapekan bermain atau kekenyangan setelah menyusu tapi tidak bisa tidur. 

Biasanya hal ini ditandai dengan mengepalkan tangan atau menendang-nendang, napasnya menjadi lebih cepat, hingga berontak dengan tersentak-sentak.

3. Popok Kotor

Jika popok bayi sudah terlalu basah atau kotor, ia akan menangis karena merasa tidak nyaman. Tangisannya pun bisa jadi karena ia merasa gatal atau sakit akibat ruam popok.

Sebelum ganti dengan yang baru, bersihkan area kelamin dan bokongnya dengan tisu basah khusus bayi atau waslap lembap.

4. Kesepian

Bayi menangis terus dan susah ditenangkan mungkin karena ia kesepian karena ditinggal Ibu beraktivitas. Si Kecil mungkin takut atau panik karena tidak bisa melihat Ibu berada di dekatnya.

5. Ingin Bermain

Faktanya, salah satu penyebab bayi menangis saat diletakkan ialah rasa bosan. Untuk itu, Ibu dan Bapak bisa coba memberikan stimulasi menyenangkan seperti mengajaknya bermain dan mengobrol.

6. Bayi Kolik

Kolik adalah kondisi saat bayi menangis terus menerus tanpa sebab. Ciri-ciri bayi menangis karena kolik adalah suara tangisan yang kencang dan sulit ditenangkan.

Bayi biasanya kolik pada sore hari atau malam hari menjelang tidur. Penyebab kolik belum diketahui pasti, tapi umumnya dipicu oleh gangguan pencernaan seperti perut kembung. 

7. Purple Crying

Purple crying adalah kondisi saat bayi baru lahir menangis terus dan sulit ditenangkan, biasanya terjadi antara usia 2 minggu hingga 3–4 bulan. Bayi kadang menangis lebih lama di sore atau malam hari.

Meski terlihat mengkhawatirkan, purple crying bukan tanda sakit, tapi fase normal perkembangan bayi.

8. Sedang Sakit

Arti tangisan bayi yang terus menerus bisa jadi karena sakit. Saat sakit, bayi biasanya menangis dengan nada merintih yang halus dan lemah seperti kehilangan tenaga. 

Coba periksa suhu tubuh bayi, tampilan feses, warna urine, frekuensi BAB dan BAK, ada ruam kulit atau tidak, hingga gejala penyakit lain yang mungkin muncul.

9. Habis Imunisasi

Imunisasi bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak di area suntikan, juga menimbulkan demam ringan sebagai efek peningkatan sistem imun tubuh si Kecil. 

Rasa sakit dan nyeri inilah yang membuat bayi tidak nyaman dan akhirnya cenderung rewel. 

10. Overstimulasi

Bayi bisa menangis terus ketika mengalami overstimulasi karena kelelahan bermain atau kewalahan berada di lingkungan yang terlalu bising atau ramai.

Tanda-tanda bayi overstimulasi lainnya adalah rewel, tidak mau digendong atau dipeluk, tampak kesal atau memalingkan muka dari Ibu, bergerak tersentak-sentak.

11. Teething

Jika usianya sudah agak lebih besar, gejala tumbuh gigi juga bisa membuat bayi rewel dan menangis terus karena kesakitan. 

Tangisan bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya lirih, tidak melengking. Kondisi ini juga bisa membuat bayi menangis saat tidur dengan mata tertutup.

12. Perutnya Kembung

Jika Ibu melihat bayi menangis saat menyusu atau mungkin setelahnya, itu tanda perutnya mungkin kembung dan perlu disendawakan. 

Menyusu terlalu buru-buru atau terlalu banyak dapat mengakibatkan udara ikut tertelan masuk dalam perut sehingga menyebabkan kembung.

13. Infeksi

Infeksi seperti sakit telinga, sariawan, atau penyakit lainnya bisa menyebabkan bayi terus menangis karena sakit. 

Infeksi juga mungkin menyebabkan demam yang membuat bayi tidak nyaman dan membuat bayi menangis saat tidur.

Baca Juga: Mengenal Growth Spurt, Satu dari Sekian Penyebab Bayi Rewel

Cara Membedakan Jenis Tangisan Bayi 

Tabel berikut membantu Ibu memahami perbedaan suara tangisan berdasarkan penyebabnya, supaya bisa lebih cepat merespons kebutuhan si Kecil:

Jenis Tangisan

Ciri Suara Tangisan

Penyebab Umum

Waktu Sering Terjadi

Lapar

Nada rendah, pendek, ritmis

Bayi belum kenyang / belum menyusu 

Siang & malam 

Mengantuk

Kencang, disertai gerakan tangan/kaki

Kelelahan, butuh tidur

Setelah bermain

Tidak Nyaman

Rewel, sesekali berhenti

Popok basah / suhu ruangan tidak nyaman 

Kapan saja 

Kolik

Melengking, lama, wajah merah

Gangguan pencernaan / gas di perut

Sore–malam 

Sakit

Lemah, lirih, seperti merintih

Demam, infeksi, atau nyeri

Sewaktu-waktu 

Purple Crying

Panjang, tak berhenti meski ditenangkan

Fase normal bayi baru lahir 

2–3 bulan pertama 

Cara Menenangkan Bayi Menangis

Tentu tidak tega, ya Bu, melihat bayi terus-terusan menangis. Berikut adalah beberapa cara menenangkan bayi yang menangis terus yang bisa Ibu dan Bapak lakukan:

1. Membedong Bayi

Membedong bayi dipercaya dapat memberikan sensasi hangat dan nyaman seolah-olah si Kecil sedang di dalam kandungan Ibu.

Pastikan jangan sampai terlalu erat membedong bayi sampai membuatnya sulit bernapas. Cukup bedong bayi dengan longgar supaya ia merasa hangat dan aman.

2. Gendong dan Ayun-ayunkan Bayi

Salah satu cara menghentikan bayi menangis ialah dengan menggendongnya. Coba ayunkan tubuh si Kecil saat menangis, baik di dalam dekapan ibu, ayunan khusus, atau sambil duduk di kursi goyang.

3. Jalan-Jalan dengan Stroller 

Stroller ternyata dapat memberikan pengalaman baru bagi bayi untuk merasakan ketenangan dengan gerakan maju atau mundur.

4. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Mandikan bayi dengan air hangat untuk membuat si Kecil lebih rileks, tenang, dan akhirnya mengantuk. Mandi air hangat juga bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak.

5. Pijat dengan Minyak Telon

Ketika bayi baru lahir menangis terus, Ibu bisa menenangkan bayi menangis dengan memeluk, memberikan sentuhan, atau memberikan pijatan.

Setelah memandikan bayi, coba balurkan minyak telon hangat ke punggung dan perutnya. Lalu, pijat bayi dengan lembut. 

6. Ajak Bermain

Bayi mungkin merasa bosan dan ingin bermain sehingga jadi menangis terus.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya Ibu dan Bapak mengajak bayi bermain permainan sederhana seperti cilukba, bertepuk tangan, melihat cermin, atau mengajaknya main pesawat-pesawatan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Bayi Rewel di Malam Hari

7. Nyanyikan Lagu

Tahukah, Ibu? Cara menenangkan bayi yang menangis terus di malam hari bisa dengan menyanyikan lagu tidur yang lembut. Misalnya lagu Nina Bobo atau Twinkle-twinkle Little Star.

8. Setel White Noise yang Menenangkan

Cara menenangkan bayi menangis berikutnya adalah dengan menyetel white noise. 

Misalnya, deru putaran kipas angin, rekaman rintik hujan atau deburan ombak, hingga video rekaman gemericik air sungai atau suara kicauan burung.

9. Dekap di Dada Ibu

Menggendong bayi tidak akan membuatnya jadi manja, kok. Skin to skin dengan mendekap bayi dekat di dada Ibu justru sangat efektif untuk meredakan tangisannya.

Sebab, si Kecil akan teringat sewaktu dulu ia masih berada dalam rahim dan terbiasa mendengar detak jantung Ibu yang ritmenya konstan. Inilah yang membuat bayi bisa merasa tenang. 

10. Tepuk-Tepuk Punggung Bayi

Menepuk punggungnya secara perlahan bisa membantu menenangkan bayi menangis. Ibu bisa menepuknya saat digendong maupun saat dibaringkan di kasur.

Sekarang Ibu sudah tahu ‘kan cara tepat menenangkan bayi menangis terus? Semoga si Kecil terus happy, ya! 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika bayi menangis terus, segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Bayi menangis lebih dari 3 jam setiap hari
  • Tidak mau menyusu atau tampak lemas
  • Disertai demam lebih dari 38˚C, muntah, atau diare
  • Tangisannya terdengar seperti kesakitan

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Semoga informasi ini membantu Ibu dan Bapak dalam membersamai si Kecil, ya.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Barr, R. G. (1998). Crying in the first year of life:good news in the midst of distress. Child Care Health and Development, 24(5), 425–439. https://doi.org/10.1046/j.1365-2214.2002.00092.x
  2. ‌Team, E. (2025). Clinical Practice Guidelines : Unsettled or crying babies. Rch.org.au. https://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/crying_baby_infant_distress/
  3. ‌Team, E. (2023). What to Do When Babies Cry. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/babies-cry.html
  4. ‌Team, E. (2024). Crying and colic | Texas Children’s. Texas Children’s. https://www.texaschildrens.org/baby-guide/crying-and-colic
  5. ‌Team, E. (2020, December). Soothing a crying baby. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/caring-for-a-newborn/soothing-a-crying-baby/
  6. Perry, C. (2023, September 15). 11 Reasons Why Babies Cry—And How to Soothe Their Tears. Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/why-do-babies-cry
  7. ‌Team, E. (2021). Calming a Fussy Baby. Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/helping-hands/calming-a-fussy-baby
  8. ‌Mindell, J. A., Kuhn, B., Lewin, D. S., Meltzer, L. J., & Avi Sadeh. (2006). Behavioral Treatment of Bedtime Problems and Night Wakings in Infants and Young Children. SLEEP, 29(10), 1263–1276. https://doi.org/10.1093/sleep/29.10.1263
  9. ‌Team, E. (2025, August 14). If your baby’s ill. NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/ready-steady-baby/early-parenthood/caring-for-your-new-baby/if-your-babys-ill/
  10. ‌Clinic, C. (2023, September 26). Purple Crying: Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/purple-crying


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait