7 Arti Tangisan Bayi yang Perlu Ibu Pahami

Tangisan adalah salah satu cara bayi berkomunikasi dan menarik perhatian Ibu. Namun, arti tangisan bayi bisa berbeda-beda, Bu. Tangisan ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
04 Mar 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Tangisan adalah salah satu cara bayi berkomunikasi dan menarik perhatian Ibu. Namun, arti tangisan bayi bisa berbeda-beda, Bu. Tangisan karena lapar mungkin tidak sama dengan tangisan karena sakit. Karena itulah Ibu mungkin jadi bingung dan khawatir; Apa yang sebenarnya si Kecil inginkan? Apakah ada yang salah dengan kesehatannya?  

Supaya tidak khawatir berlebihan, yuk, coba kita kenali apa saja arti tangisan bayi mungil Ibu. Dengan begitu, Ibu dapat lebih cepat memahami dan memfasilitasi apa yang sekiranya si Kecil butuhkan.

Macam-Macam Arti Tangisan Bayi

Rata-rata bayi yang baru lahir menghabiskan total 3 jam dalam satu hari untuk menangis. Dan kebanyakan bayi akan lebih sering menangis dan rewel di waktu petang. 

Tangisan bayi sebenarnya mengandung berbagai macam makna, Bu. Walaupun belum bisa bicara, melalui masing-masing bentuk tangisan, si Kecil dapat memberikan beberapa “isyarat” yang dapat Ibu amati dan Ibu gunakan untuk mengira-ngira apa yang sedang ia butuhkan atau rasakan.

Namun, setiap bayi memiliki karakter dan frekuensi tangisan yang berbeda. Jadi, Ibu tidak bisa secara serta-merta membandingkan tangisan satu bayi dengan bayi yang lain. Semua bayi unik dengan kepribadian, kondisi tubuh, dan kondisi lingkungan tumbuh masing-masing ya, Bu.

Berikut adalah daftar arti tangisan bayi yang umumnya dapat Ibu pelajari polanya: 

1. Menangis karena Lapar

Bayi akan merasa tidak nyaman ketika lapar sehingga ia menangis untuk memberitahu Ibu. 

Namun, bentuk tangisan bayi yang lapar berbeda dengan tangisan lain. Ketika lapar, mungkin tangisannya akan terdengar: 

  • Bernada rendah.

  • Berirama. 

  • Berulang-ulang. 

Nah, tangisan tersebut biasanya disertai dengan isyarat lapar lain seperti: 

  • Jari-jarinya mengepal kencang. 

  • Memasukkan kepalan jari ke dalam mulut. 

  • Mengerucutkan, mengecap, atau menjilat bibir secara berulang. 

  • Kepalanya menoleh untuk mencari payudara Ibu. 

Apabila Ibu melihat isyarat tersebut ketika si Kecil menangis, segera tawarkan ASI, ya. Jangan menunggu sampai bayi terlalu lapar dan menangis terlalu lama. 

Ketika bayi sudah terlalu sedih, biasanya tangisnya akan lebih susah ditenangkan. Dan ketika akhirnya ia mau menyusu, ia merasa terlalu lapar sehingga ia menelan susu terlalu cepat. 

Menelan susu terlalu cepat dapat membuat bayi menelan banyak udara sehingga perutnya kembung atau muntah. Hal ini mungkin juga akan membuat tangis bayi berkepanjangan.

Baca juga: Kolik Adalah Penyebab Si Kecil Menangis Terus: Ini Tips Atasinya

2. Menangis karena Sakit

Arti tangisan bayi yang terdengar merintih dan sengau mungkin karena si Kecil sakit.

Biasanya ketika sakit bayi akan menangis dengan:  

  • Rintihan lemah seolah ia tidak memiliki tenaga untuk menaikkan suara tangisan.

  • Suaranya terdengar seperti keluar dari hidung (nasal sound). 

  • Nada tangisannya rendah. 

Ketika si Kecil menangis dengan cara seperti di atas, pastikan Ibu memeriksa suhu tubuh, bentuk buang air besar, warna buang air kecil, frekuensi buang air besar dan kecil, frekuensi muntah, ruam, dan gejala sakit lainnya.

Apabila Ibu merasa ada sesuatu yang janggal dengan tubuh si Kecil, apalagi ketika ia masih berusia di bawah 3 bulan, jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis anak atau membawa si Kecil ke pusat layanan kesehatan. 

Tapi ingat, jangan khawatir berlebihan dan panik ya, Bu. Bayi jatuh sakit itu wajar, karena imun si Kecil memang belum sekuat orang dewasa. Sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter jika memang ia menunjukkan tanda-tanda sakit.

Kalaupun setelah diperiksa dokter ternyata si Kecil dalam keadaan sehat, tidak apa-apa, Bun. Tidak perlu merasa tidak enak hati dengan dokter atau siapapun. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan si Kecil secara pasti Ibu menjadi lebih tenang dalam menghadapi tangisan-tangisan si Kecil berikutnya. 

Baca juga: 5 Penyebab Bayi Menangis yang Umum

3. Tangisan Saat Lelah

Bayi akan rewel hingga menangis saat merasa lelah dan mengantuk. Ketika si Kecil mengantuk biasanya ia akan menangis dengan: 

  • Suara merengek. 

  • Terdengar sengau (nasal sound). 

  • Terus-menerus yang semakin lama intensitasnya semakin meningkat. 

Selain menangis, saat lelah dan mengantuk ia juga akan menunjukkan beberapa isyarat tubuh, seperti: 

  • Menarik-narik telinga. 

  • Mengepalkan tangan. 

  • Menguap. 

  • Bayi Kesulitan fokus dan mungkin terlihat juling atau menatap langit-langit. 

  • Menyentak-nyentakkan kaki dan tangan. 

  • Mengerutkan kening atau tampak khawatir. 

  • Menghisap jari (ini mungkin menjadi pertanda baik, sebab si Kecil mungkin sedang mencoba mencari cara untuk menenangkan diri dan tertidur sendiri). 

Ketika Ibu menemukan pola tangisan diiringi dengan pola tangisan seperti di atas, Ibu dapat mencoba mengajak si Kecil ke kamar atau ke ruangan yang tenang. 

Untuk mencegah bayi menangis karena kelelahan, Ibu dapat coba mengajak si Kecil tidur setelah bermain selama: 

  • Usia 3-6 bulan : 1,5 - 3 jam. 

  • Uisa 6-12 bulan : 2-3 jam. 

Baca juga: Kebutuhan Jam Tidur Bayi Sesuai Usia dan Tumbuh Kembangnya

4. Menangis karena Popok Basah

Tentu terasa sangat tidak nyaman ketika popok si Kecil sudah basah karena pipis atau kotor karena ia buang air besar. 

Ketika Ibu atau Ayah tidak menyadari hal ini, tentu saja si Kecil mungkin akan mulai menangis dengan suara dan pola mirip tangisan ketika bayi yang sedang mengantuk. 

Ia akan merengek, mengeluarkan tangisan dengan suara sengau, dan jika tidak segera ditangani intensitas tangisannya akan semakin tinggi. 

Oleh karena itu, Ibu perlu mengecek popok si Kecil secara berkala. Dan bila popoknya kotor, segera diganti supaya tidak iritasi ya, Bu. 

Si Kecil juga mungkin akan menunjukkan tangisan dengan pola seperti ini ketika ia merasa tidak nyaman, misalnya karena terlalu gerah atau merasa tidak nyaman saat duduk di carseat, dan lain sebagainya.  

5. Menangis karena Bosan

Bukan hanya anak-anak dan orang dewasa saja yang bisa bosan. Bayi mungil Ibu juga bisa merasa bosan kalau tidak diajak berinteraksi dalam waktu yang lama. 

Pada bayi, bosan menyebabkan timbulnya rasa tidak menyenangkan. Sebelum menangis, ia akan memulai dengan mengeluarkan cooing sound (ocehan menderu) untuk menarik perhatian Ibu. 

Ketika perhatian tidak didapatkan, si Kecil akan mulai rewel. Ketika tidak kunjung mendapatkan perhatian atau tidak diajak bermain, rewelnya perlahan akan berubah menjadi ledakan tangisan marah yang diselingi dengan rengekan. 

Mungkin jika diterjemahkan, si Kecil sedang mengatakan pada Ibu, “Aku bosan, Bu. Kenapa tidak mau bermain dengan aku? Sini Ibu ayo main!”

Untuk menenangkan si Kecil, tentu saja Ibu perlu mengajaknya bermain. Gunakan mainan yang dapat mengeluarkan suara atau memiliki warna yang terang seperti rattle toys atau crib mobile toys. Si Kecil akan sangat menyukainya, Bu!

Kalau si Kecil merasa bosan saat sedang digendong, Ibu dapat mencoba menggendong dengan posisi yang berbeda atau letakkan di kasur yang dapat diayun. 

6. Menangis karena Berisik

Ibu, beberapa bayi sangat peka terhadap suara. Jadi, bisa jadi ia menangis karena mendengar suara-suara yang menurut kita biasa saja, tidak berisik. Contohnya suara televisi, radio, bahkan suara lemari es yang agak keras. 

Hal ini berlaku juga untuk stimulasi sensorik lainnya seperti suhu, cahaya, dan tekstur. Jadi, ia bisa merasa tidak nyaman dan menangis ketika merasa tekstur bajunya terlalu kasar atau cahaya suatu lampu terlalu terang. 

Kondisi ini disebut juga dengan overstimulated alias stimulasi berlebihan. Biasanya ketika overstimulated si Kecil akan rewel dan menangis dengan rengekan. 

Ia juga mungkin akan berusaha memalingkan kepala atau tubuhnya dari pemandangan atau suara yang menurutnya terlalu berlebihan dan membuat tidak nyaman. 

Apabila si Kecil menunjukkan isyarat tersebut ketika menangis, Ibu dapat coba membawanya ke ruangan yang lebih tenang dan cahayanya lebih redup agar ia lebih tenang. 

7. Tangisan karena Kolik

Pada usia 2 minggu, bayi dapat tiba-tiba menangis dengan hebat, terutama di sore hari atau menjelang malam. Setiap kali kolik, si Kecil bisa menangis lama sekali, bahkan lebih dari 3 jam. 

Penyebab kolik belum diketahui secara pasti dan biasanya memuncak pada saat si Kecil berusia 6 minggu setelah lahir dan akan berangsur hilang ketika ia berusia 3-4 bulan. 

Ketika kolik biasanya si Kecil menangis dengan suara melengking atau suara menjerit yang sangat sulit ditenangkan. Untuk bantu si Kecil merasa lebih nyaman saat kolik Ibu dapat mencoba mendekapnya, kemudian pijat perutnya dengan lembut. 

Apabila si Kecil masih menangis, Ibu dapat coba meletakkan si Kecil dengan posisi tengkurap di lengan bawah atau di atas lutut Ibu. Topang kepalanya dengan tangan Ibu kemudian usap-usap punggungnya dengan lembut. 

Mungkin, pada prakteknya nanti, Ibu masih akan kesulitan membedakan arti tangisan bayi. Namun tidak perlu sedih. Seiring waktu, Ibu akan semakin bisa berkomunikasi dengan si Kecil dan semakin pintar menebak apa yang si Kecil inginkan. Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Sebab Ibu dan si Kecil sama-sama sedang belajar mengenal dunia yang baru. 

Apakah Bayi Sering Menangis Tandanya Manja? 

“Bayinya manja ya, menangis terus sepanjang malam.” 

Beberapa dari Ibu mungkin pernah mendengar celetukan menyakitkan tersebut dari orang-orang disekitar. Jangan pernah hiraukan perkataan semacam itu, ya, Bu. Sebab perkataan tersebut sama sekali tidak benar. 

Di dunia ini, tidak ada bayi yang manja. Bahkan, bayi sebetulnya tidak bisa dimanja. Sebab, saat menangis sebenarnya bayi sedang ingin memberitahu Ibu sesuatu hal yang menurut mereka penting. Tangisannya bukan untuk memaksakan keinginan untuk selalu digendong dan ditimang-timang atau untuk mengganggu kenyamanan Ibu. 

Si Kecil pun sebenarnya tidak selalu ingin dipeluk dalam waktu yang lama. Namun, mengangkat si Kecil dari tempat tidur memang merupakan salah satu cara yang baik dan mudah untuk menghibur serta mengalihkan perhatiannya.

Selain itu, dalam 3 bulan pertama kehidupannya bayi memang secara alami belajar menggunakan tangisan untuk memanggil orang tuanya. Saat dipanggil, orang tua perlu segera memberikan respon yang tepat agar si Kecil tahu ia berada di tempat yang aman dan dicintai oleh orang tuanya. Dengan begitu, hubungan antara Ibu, Ayah, dan si Kecil akan semakin kuat.

Baca Juga: Tips dan Cara Mengatasi Bayi Menangis 

Semoga artikel ini membantu, ya, Bu! Ibu juga dapat kunjungi Bebe Journey sebagai panduan untuk Ibu Hebat mengawali semua kehebatan si Kecil. Di sini, Ibu bisa cek milestone bulanan si Kecil apakah sudah sesuai dengan usianya atau belum, koleksi resep MPASI, juga mengecek grafik pertumbuhan sampai reminder jadwal vaksin. Gratis!

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi:

  1. IDAI | Mengenal Tangisan Bayi. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-tangisan-bayi

  2. Donaldson-Evans, C. (2015, March 31). What Do Your Baby’s Cries Mean? What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/week-10/decoding-cries.aspx

  3. ‌Crying baby. (2023, August 30). Pregnancybirthbaby.org.au; Pregnancy, Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/crying-baby#why

  4. Newborn behaviour: an overview. (2022, December 20). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/understanding-behaviour/newborn-behaviour#newborn-communication-what-to-expect-nav-title

  5. CDC. (2021, July 22). Signs Your Child is Hungry or Full . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html

  6. Communication and Your Newborn (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/cnewborn.html

  7. Is Baby Getting Enough? (n.d.). https://www.witham.org/our-services/easset_upload_file80363_241056_e.pdf

  8. Tired signs in babies and toddlers. (2021, March 31). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/sleep/understanding-sleep/tired-signs#tired-signs-why-theyre-important-nav-title



Artikel Terkait