Perkembangan Bayi 8 Bulan dan Cara Stimulasinya
Milestone bayi 8 bulan antara lain bisa menggenggam benda, duduk tanpa bantuan, dan merangkak. Waspada jika bayi 8 bulan tidak mengoceh dan menengok saat dipanggil!
Ada berbagai perkembangan bayi 8 bulan yang mulai ditunjukkan si Kecil di usia ini. Yuk, simak apa saja perkembangan bayi 8 bulan dan stimulasinya, sampai tanda-tanda keterlambatan yang harus diwaspadai!
Perkembangan Bayi 8 Bulan
Milestone bayi 8 bulan ditandai dengan mulai belajar merangkak, berdiri, dan bertepuk tangan. Meski begitu, perkembangan setiap bayi berbeda-beda, dan hal ini normal ya, Bu. Berikut tumbuh kembang bayi 8 bulan secara umum:
1. Menggenggam dan Mengoper Benda
Bayi 8 bulan sudah bisa menggenggam benda yang ia ambil dari dekatnya, kemudian memindahkan benda itu dari satu tangan ke tangan lainnya.
Ia juga mulai senang menggoyangkan, memukul, meremas, melempar, membenturkan, hingga melepaskan benda dari genggamannya sendiri lalu mencoba memungutnya kembali.
Kegiatan ini tidak hanya melatih koordinasi kedua tangannya, tapi juga membantu bayi mengeksplorasi lebih banyak benda di sekitarnya.
2. Duduk Sendiri
Menginjak usia 8 bulan, biasanya bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan Ibu atau Bapak.
Si Kecil juga sudah bisa mengubah posisinya dari tengkurap ke posisi merangkak dengan bertumpu pada kedua tangan dan lututnya untuk mengangkat dan menahan beban tubuhnya.
Jika bayi belum bisa duduk sendiri di usia 8 bulan, tidak usah khawatir karena biasanya bayi baru benar-benar lancar duduk mandiri pada usia 9 bulan.
3. Belajar Merangkak
Perkembangan bayi 8 bulan dari segi motorik yang baru mulai terlihat di usia ini adalah belajar merangkak.
Awalnya bayi akan coba merayap dulu, yaitu bergerak maju dari tempat A ke B atau sebaliknya dengan posisi tubuh telungkup menempel di atas permukaan.
Setelah lancar merayap, bayi akan mencoba belajar merangkak menggunakan kedua kaki untuk mendorong badannya secara bergantian.
Baca Juga: Apakah Normal Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak?
4. Berdiri Sambil Berpegangan
Bayi 8 bulan sudah bisa mulai mencoba berdiri dengan berpegangan pada ujung furniture untuk menarik badannya ke atas.
Si Kecil juga biasanya sudah bisa berdiri tegak ketika Ibu membantunya berdiri dengan menarik kedua tangannya.
Setelah terbiasa bangkit berdiri, bayi 8 bulan akan mulai belajar melangkah dengan cara merambat sambil berpegangan di sepanjang sisi furnitur.
5. Menunjuk Hal yang Menarik Perhatian
Di usia 8 bulan, bayi sudah mulai bisa menunjuk suatu benda yang menarik perhatiannya dan kemudian berusaha meraih untuk memberikannya pada Ibu.
Jika si Kecil menunjuk sesuatu yang menarik perhatian, pastikan Ibu meresponnya dengan menjelaskan apa yang ia tunjuk tersebut.
6. Menjatuhkan Benda dan Mengenal Sebab-Akibat
Perkembangan bayi 8 bulan sedang senang-senangnya menjatuhkan benda. Hal ini bukan tanpa sebab karena di usia ini ia sudah bisa memahami hubungan sebab akibat.
Ia senang melakukan hal tersebut secara berulang untuk mengetahui konsekuensi dari apa yang dilakukan.
Contohnya kalau ia menjatuhkan mainan, Ibu pasti akan memungutnya dan memberikan mainan tersebut pada si Kecil.
7. Mengucapkan Kata Pertama
Setelah babbling di bulan ke-4 sampai 6, sekarang bayi akan lebih ceriwis mengoceh. Kata-kata yang diucapkan sudah lebih bermakna dan ia sudah lebih paham apa yang ia ucapkan.
Ibu dan Bapak dapat mulai menunggu mendengar si Kecil mengucap kata pertamanya, seperti “Mama” dan “Dada” untuk memanggil orang tuanya.
Karena itu, bayi sudah mampu mengeluarkan suara seperti "m" dan "b" atau suara konsonan secara lebih konsisten untuk merangkai kata.
8. Takut Berpisah dengan Ibu (Separation Anxiety)
Ibu adalah sosok paling dekat dengan si Kecil, baik secara fisik maupun dari segi ikatan batin. Di usia 8 bulan, ia mulai bisa menunjukkan ketakutan bila Ibu tak berada di dekatnya.
Maka itu, bayi di usia ini akan mulai bisa memperlihatkan ketidaksukaannya atau bahkan ketakutannya jika Ibu tidak berada di dekatnya.
Si Kecil juga mampu menunjukkan keengganan maupun ketakutan, ketika melihat orang asing yang baru pertama kali ia lihat.
9. Mengenali Hal yang Disukai dan Tidak
Perkembangan bayi 8 bulan juga ditunjukkan dengan menyadari apa yang ia sukai dan tidak.
Jadi, sekarang bayi juga mulai hafal dan tidak mau jauh-jauh dari benda kesukaannya, seperti boneka dan selimut. Begitu juga ketika mencoba memberikan jenis atau tekstur makanan baru.
Ia mungkin menolak berkali-kali atau bahkan cemberut ketika Ibu menawarkan wortel, misalnya, tapi tersenyum girang ketika ditawarkan pisang kesukaannya.
10. Memahami Beberapa Kata dan Respons Sederhana
Tidak hanya mahir berceloteh, di bulan ke-8 ini bayi sudah paham beberapa kata yang sering didengarnya seperti susu, bye-bye, Bapak, atau makan.
Ia sudah mampu merespons bila diajak berkomunikasi, termasuk mengikuti perintah sederhana. Misalnya, meminta si Kecil melambaikan tangan pada Bapaknya yang pergi ke kantor.
Ia juga mungkin mulai bisa menirukan suara yang didengarnya dan tertawa saat diajak bercanda atau bicara.
11. Mengerti Rutinitas Harian
Perkembangan bayi 8 bulan umumnya sudah mengerti rutinitas harian yang ia lakukan. Misalnya, ketika bayi duduk di high chair maka ini pertanda waktunya makan MPASI.
Lalu jika ia digendong ke kamar tidur, maka ini menunjukkan waktu tidur telah tiba.
12. Mulai Tumbuh Gigi
Umumnya pertumbuhan gigi pertama muncul pada usia 6-9 bulan. Jadi, Ibu bisa sesekali mencoba mengecek kondisi mulutnya untuk melihat apakah sudah muncul tanda-tanda tumbuh gigi.
Biasanya, bayi yang akan tumbuh gigi menunjukkan ciri-ciri seperti banyak mengeces, gusi bengkak dan memerah, rewel, sering menarik telinga, hingga suka memasukkan tangan ke mulut.
Baca Juga: Berat Badan Bayi 8 Bulan yang Ideal dan Cara Menambahnya
Cara Menstimulasi Perkembangan Bayi 8 Bulan
Untuk membantu perkembangan bayi 8 bulan lebih optimal, ia memerlukan dorongan stimulasi yang tepat, Bu. Berikut adalah beberapa contoh stimulasi bayi 8 bulan yang mudah dilakukan setiap hari:
1. Sering Ajak Bayi Mengobrol
Pancing si Kecil supaya lebih tertarik berbicara dengan mengajaknya mengobrol. Bicarakan hal-hal yang sedang Ibu dan bayi lakukan atau benda-benda menarik yang ada disekitar.
Ibu juga bisa menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi untuk memudahkan si Kecil dalam memahami apa yang Ibu sampaikan.
Lama-lama, ia akan suka meniru suara dan memperhatikan Mama untuk menarik perhatian.
2. Berikan Rattle Toys dan Mainan Sensorik
Pada usia ini, bayi akan sangat tertarik pada variasi mainan edukatif yang dapat mengeluarkan suara. Jadi, Ibu dapat memberikan berbagai macam rattle toys alias mainan kerincingan.
Selain menstimulasi indera pendengaran si Kecil, rattle toys juga akan bantu perkembangan motorik halus serta koordinasi mata dan tangannya.
3. Respons Celotehan si Kecil dengan Hangat
Walaupun celotehan si Kecil belum memiliki makna, Ibu tetap perlu merespons “ucapan” si Kecil dengan antusias dan kontak mata yang hangat.
Menanggapi celotehan akan bantu maksimalkan perkembangan bahasa bayi yang menjadi dasar untuknya bisa berkomunikasi nanti.
Berbicara dengan si Kecil juga membuatnya merasa diperhatikan, didengar, dan disayang oleh Ibu.
4. Bacakan Buku Cerita Bergambar
Ibu perlu terus secara rutin membacakan buku cerita untuk si Kecil. Aktivitas ini akan bantu bayi memahami bahasa dengan lebih baik.
Di samping itu, mendengarkan Ibu membacakan buku cerita akan menjadi momen bagi bayi untuk membuat “celengan kosakata” yang akan digunakan untuk belajar bicara beberapa bulan ke depan.
Ibu bisa unduh kumpulan buku cerita anak interaktif dengan ilustrasi menarik di BebeStory dan temani si Kecil belajar nilai-nilai kebaikan dengan cara yang seru dan mudah dipahami. Gratis & bisa diakses kapan saja!
Baca Juga: Cara Melatih Bayi 8 Bulan agar Bisa Duduk Sendiri
Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi 8 Bulan yang Perlu Diwaspadai
Perkembangan antara satu bayi dan lainnya bisa berbeda karena berbagai faktor. Namun, Ibu patut waspada jika melihat tanda-tanda keterlambatan perkembangan bayi usia 8 bulan berikut ini:
- Tidak menggerakkan tubuhnya, termasuk merangkak.
- Tidak menunjukkan ketertarikan untuk meraih dan menggenggam suatu benda.
- Tidak mengenali Ibu dan Bapaknya.
- Tidak membuat kontak mata dengan Ibu, Bapak, atau orang lain yang mengajaknya bicara.
- Tidak mengoceh atau mencoba menirukan suara.
- Tidak mengenali suara orang tua.
- Tampak tidak nyaman bersama Ibu dan Bapaknya.
- Tubuh tampak kaku atau cenderung terkulai.
- Tidak menoleh ke arah sumber suara.
- Tidak menoleh saat dipanggil namanya.
- Matanya tidak mengikuti benda yang digerakkan di depannya.
- Tidak tersenyum.
- Tidak pernah menunjukkan ekspresi senang atau sedih.
- Belum bisa berguling.
- Terlihat kesulitan saat makan makanan padat (MPASI).
- Belum bisa duduk dengan bantuan.
- Tidak menunjukkan keinginan untuk bergerak.
Kalau Ibu merasa mengalami satu atau lebih kondisi di atas, sebaiknya jangan cemas. Segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter, ya.
Perkembangan Bayi 8 Bulan Menuju 9 Bulan
Memasuki usia 9 bulan, si Kecil akan lebih pintar mengekspresikan emosinya. Ia mungkin tepuk tangan ketika senang dan atau menangis untuk menunjukkan rasa takut.
Si Kecil mungkin juga mulai mengerti bahwa ia dapat membuat suara menggunakan mulutnya untuk menarik perhatian Ibu.
Menarik sekali, ya, melihat progress bayi menuju 9 bulan? Ibu bisa ketahui perkembangan bayi 9 bulan selengkapnya bersama Bebeclub.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
