Metode Sleep Training Bayi, Melatih Tidur Nyenyak Tanpa Drama

Sleep training bisa dimulai sejak usia 4–6 bulan, atau 9 bulan bila ingin lebih matang. Penting untuk membangun fondasi dulu dengan menerapkan cara agar Ibu dan bayi merasa nyaman.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
sleep training bayi--bebeclub


 

Sleep training adalah cara melatih bayi agar bisa tidur sendiri, tidur lebih nyenyak, dan menenangkan diri saat terbangun. Metode ini biasanya mulai diterapkan pada usia 4–6 bulan. Beberapa metode sleep training populer meliputi Ferber (cek berkala) dan Chair Method (dampingi dengan kursi di dekat bayi). Kunci suksesnya ada pada rutinitas tidur yang konsisten, seperti mandi dan membacakan buku sebelum tidur.

Apa Itu Sleep Training?

Sleep training adalah metode melatih bayi untuk tidur sendiri tanpa digendong atau disusui, termasuk saat terbangun di malam hari.

Metode ini bertujuan agar pola tidur bayi lebih teratur sekaligus membantu orang tua mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Apakah Sleep Training itu Aman?

Menurut Angela Holliday-Bell, MD, dokter spesialis anak dari University of Chicago Medicine, sleep training aman dan efektif jika dilakukan dengan cara yang tepat, konsisten, dan tanpa membiarkan bayi menangis tanpa pengawasan.

Banyak yang mengira sleep training berarti membuat bayi tidur terus sepanjang malam. Padahal tidak begitu. Sleep training lebih fokus membantu bayi belajar menenangkan diri dan kembali tidur sendiri.

Sleep Training Sebaiknya Usia Berapa?

Sleep training biasanya mulai di usia 4–6 bulan saat bayi sudah siap tidur lebih lama secara fisik, mulai memiliki ritme tidur yang teratur, dan sudah tidak terlalu bergantung pada kebiasaan seperti digendong atau ditimang. 

Perhatikan juga beberapa tanda bayi sudah siap untuk sleep training antara lain:

  • Bisa tidur lebih lama di malam hari, meski masih sesekali terbangun.
  • Tidak selalu butuh menyusu saat terbangun malam.
  • Mulai memiliki pola tidur yang lebih konsisten.

Berat badan bayi nyatanya ikut berpengaruh pada kesiapan bayi. Dr. Angela Holliday-Bell, menambahkan, berat 6–6,5 kg jadi patokan aman untuk memulai sleep training karena bayi biasanya sudah tidak perlu menyusu di malam hari.

Jadi, secara umum bayi berusia sekitar 4 bulan dan berat 6–6,5 kg sudah cukup siap untuk menjalani sleep training. Namun, usia dan berat untuk mulai sleep training bisa berbeda pada tiap bayi. 

Jika dirasa masih terlalu cepat, Ibu bisa mulai sleep training bayi di usia 6 atau 9 bulan. Maka untuk memastikan kesiapan si Kecil, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter anak. 

Manfaat Sleep Training Bayi

Sleep training membantu bayi belajar tidur sendiri, tidur lebih lama dan nyenyak (sekitar 9–12 jam), serta lebih jarang terbangun di malam hari. Selain itu, bayi jadi lebih mudah menenangkan diri, tidak mudah rewel, dan perkembangan otaknya ikut terdukung, sementara orang tua bisa mendapatkan waktu istirahat yang lebih cukup.

Manfaat sleep training untuk bayi adalah:

  • Tidur mandiri: Bayi terbiasa tertidur sendiri di malam hari tanpa perlu digendong atau disusui.
  • Tidur lebih berkualitas: Durasi tidur bayi yang cukup membuat bayi tidur lebih nyenyak, dan mendukung perkembangan otak dan tubuh.
  • Pola tidur teratur: Jadwal tidur dan bangun jadi lebih konsisten.
  • Belajar menenangkan diri: Saat terbangun di tengah malam, bayi bisa kembali tidur sendiri. Hal ini membantu perkembangan fungsi kognitif dan kemampuan mengatur emosi sejak dini.
  • Lebih jarang rewel: Istirahat cukup membuat bayi lebih tenang dan ceria di siang hari. Studi dari American Academy of Pediatrics menunjukkan sleep training menurunkan hormon stres pada bayi.
  • Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Bayi yang cukup tidur cenderung lebih sehat karena mendukung daya tahan tubuh serta perkembangan fisik dan emosinya.

Sleep training juga membantu orang tua tidur lebih cukup, lebih bertenaga, serta mengurangi stres. 

Selain itu, durasi tidur yang terpenuhi untuk orang tua dan bayi membuat suasana hati lebih baik, sehingga waktu bonding jadi lebih optimal..

Bagaimana Cara Sleep Training?

Penting untuk membangun fondasi yang tepat terlebih dulu agar proses sleep training bisa terasa lebih mudah dan nyaman untuk bayi maupun Ibu. Berikut cara yang bisa Ibu terapkan di rumah secara bertahap:

1. Buat Rutinitas Tidur (Bedtime Routine)

Buat rutinitas yang sama sekitar 1 jam sebelum tidur dan pastikan bayi masuk waktu tidur dalam kondisi tidak terlalu lelah. 

Ibu bisa mulai dari rutin melakukan kegiatan sederhana mengganti piyama si Kecil, meredupkan lampu kamar, dan menyanikan ninabobo atau membacakan buku agar ia merasa lebih nyaman dan mulai mengantuk. 

Pastikan rutinitas ini dijalani secara konsisten setiap malam untuk membantu bayi mengenali tanda bahwa sekarang sudah masuk waktu tidur.

2. Kenali Tanda Bayi Mengantuk

Perhatikan tanda bayi mulai mengantuk, seperti mengucek mata, menguap, atau rewel. Tidurkan saat sudah mengantuk (belum terlalu lelah), karena bayi yang terlalu lelah lebih sulit tidur dan mudah terbangun.

3. Letakkan Bayi saat Mengantuk, Bukan Tertidur

Segera letakkan bayi di kasur saat ia sudah mengantuk, tetapi belum benar-benar tertidur lelap, dan Ibu duduk di kursi samping tempat tidur. Cara ini membantu bayi belajar menenangkan diri dan tidur secara mandiri.

Tepuk pelan punggungnya jika menangis, tapi tanpa menggendong. Jauhkan kursi perlahan setiap malam hingga Ibu bisa keluar kamar.

4. Konsisten dengan Jadwal

Konsistensi adalah kunci dalam sleep training bayi. Usahakan waktu tidur dan bangun bayi relatif sama setiap hari agar tubuhnya terbiasa dengan ritme yang teratur.

Menerapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten membantu bayi untuk lebih mudah mengatur pola tidurnya dan bisa tidur lebih nyenyak.

Baca Juga: 15 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik agar si Kecil Terlelap

Metode Sleep Training Bayi yang Paling Umum

Ada beberapa metode yang bisa Ibu coba untuk melatih bayi tidur sendiri. Pilih metode sleep training yang paling sesuai dan nyaman untuk Ibu maupun si Kecil. Penting juga untuk tetap fleksibel dan selalu amati reaksi bayi, Bu.

1. Metode Cry It Out

Metode cry it out mengajarkan bayi tidur sendiri dengan membiarkannya tenang sendiri, meski sempat menangis. 

Setelah rutinitas, letakkan bayi di kasur dan ucapkan selamat malam. Biarkan ia mencoba tidur sendiri. Jika bayi menangis, tidak perlu langsung diangkat. Tunggu sejenak sebelum merespons.

Pastikan bayi sudah kenyang, aman, dan pertimbangkan metode ini dengan matang sebelum diterapkan.

  • Kelebihan: Bayi bisa cepat tidur mandiri.
  • Kekurangan: Membiarkan bayi menangis tanpa ditenangkan bisa menjadi stres dan trauma.

2. Metode Ferber

Metode Ferber adalah teknik sleep training terstruktur dengan membiarkan bayi menangis sebentar, lalu orang tua masuk menenangkan dengan jeda waktu yang makin lama.

Jika bayi menangis, tunggu beberapa menit lalu tenangkan sebentar tanpa menggendong atau menyalakan lampu. Jika masih menangis, ulangi dengan jeda waktu yang makin lama (misalnya 5, lalu 10 menit).

Tenangkan tanpa menggendong, lalu keluar lagi.

  • Kelebihan: Lebih “lembut” dibanding cry it out dan tetap efektif membantu bayi tidur mandiri.
  • Kekurangan: Bayi tetap akan menangis di awal proses, sehingga membutuhkan konsistensi dan kesiapan emosional dari orang tua.

3. Metode The Chair

Metode sleep training bayi ini melibatkan kursi. Setelah bayi dibaringkan, orang tua duduk di dekatnya sampai ia tertidur. Jika bayi menangis, cukup tenangkan dengan tepukan lembut tanpa menggendong.

Setiap malam, posisi kursi dijauhkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya orang tua keluar dari ruangan. Cocok untuk yang ingin tetap mendampingi tanpa intervensi berlebihan.

Metode ini cocok untuk ibu yang ingin tetap dekat dengan bayi saat tidur, tanpa perlu langsung menggendong atau menenangkan secara intens. 

  • Kelebihan: Bayi belajar tidur mandiri secara perlahan dengan rasa aman karena ada kehadiran Ibu atau Bapak. 
  • Kekurangan: Butuh kesabaran dan waktu lebih lama.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Bayi Cegukan Saat Tidur, dan Penyebabnya

4. Metode Bedtime Fading

Bedtime fading adalah cara menyesuaikan jam tidur bayi secara bertahap mengikuti ritme alaminya. Waktu tidur bisa digeser 10–15 menit tiap malam sampai menemukan jadwal yang pas.

Metode ini cocok jika bayi belum mengantuk di jam tidur biasanya. Perhatikan tanda kantuk seperti menguap atau mengucek mata agar penyesuaiannya lebih tepat.

  • Kelebihan: Lebih lembut dan mengikuti kebutuhan alami bayi. 
  • Kekurangan: Butuh konsistensi dan waktu, serta perlu dikombinasikan dengan metode lain agar hasilnya lebih optimal. 

5. Metode Angkat dan Letakkan

Sleep training bayi ini dilakukan dengan menggendong si Kecil saat ia menangis untuk ditenangkan, lalu meletakkannya kembali ke tempat tidur saat sudah lebih tenang atau mengantuk. 

Proses ini bisa diulang beberapa kali sampai bayi akhirnya tertidur sendiri.

  • Kelebihan: Bayi merasa aman dan diperhatikan selama proses belajar tidur. 
  • Kekurangan: Butuh kesabaran ekstra dan waktu lebih lama karena harus dilakukan berulang hingga bayi terbiasa dan berhasil tidur mandiri.

Apakah Sleep Training Harus Pisah Kamar?

Sleep training tidak berarti bayi harus tidur di kamar terpisah, tetapi tetap dianjurkan memiliki tempat tidur sendiri. 

Bayi bisa berada di box atau bassinet dalam kamar orang tua, meski prosesnya bisa lebih menantang karena ia masih bisa melihat atau mendengar orang tua.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Menangis saat Sleep Training?

Melihat bayi yang terus menangis saat sleep training bisa membuat Ibu Bapak tidak tega dan ingin segera menenangkannya. Terapkan tips berikut ini agar proses sleep training berjalan lebih optimal:

1. Menangis saat Sleep Training Itu Normal

Saat menjalani sleep training bayi, pahami bila bayi menangis itu wajar karena ia sedang beradaptasi dengan kebiasaan baru. Perubahan ini bisa terasa asing bagi bayi, terutama di hari-hari awal.

Menangis bukan berarti metode yang Ibu pilih gagal. Biasanya, tangisan bayi akan berkurang seiring waktu saat ia mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman dengan rutinitas tidurnya.

2. Tunggu Beberapa saat Sebelum Merespons

Saat bayi menangis, coba beri jeda sejenak sebelum merespons agar ia punya kesempatan untuk menenangkan diri. 

Ibu bisa memberi waktu mulai dari 1–3 menit, lalu menyesuaikan dengan metode sleep training yang digunakan.

Dengan tidak langsung menggendong setiap kali bayi menangis, si Kecil akan belajar untuk self-soothing. Harapannya, lambat laun bayi jadi lebih mudah kembali tidur secara mandiri.

3. Pastikan Kebutuhan Dasar Bayi Sudah Terpenuhi

Sebelum memulai sleep training, pastikan kebutuhan dasar bayi sudah terpenuhi, seperti sudah kenyang, popok bersih, tidak sedang sakit atau demam, dan suhu kamar terasa nyaman. Hal ini penting agar bayi bisa tidur tenang.

Jadi, ketika nantinya bayi menangis, Ibu bisa lebih yakin bahwa tangisan bayi bukan karena rasa tidak nyaman, tetapi bagian dari proses adaptasinya.

4. Tetap Konsisten dengan Metode yang Dipilih

Pada proses sleep training, konsistensi adalah kunci utama. Usahakan untuk tidak sering mengganti metode karena hal ini bisa membuat bayi bingung dan memperlambat proses adaptasi.

Metode apa pun yang dipilih, hasilnya akan lebih terasa jika dilakukan secara konsisten dari hari ke hari. Alhasil, bayi lebih mudah memahami pola tidur yang baru.

Terlepas dari apa pun metode yang Ibu pilih, dalam penerapannya si Kecil bisa merasa sedih atau menangis jika terbangun tiba-tiba dan melihat Ibu tidak ada di dekatnya. Jadi, konsistensi dan kesabaran itu penting, Bu. 

Baca Juga: 8 Cara Menidurkan Bayi agar Nyenyak di Malam Hari

Sleep training memerlukan waktu dan upaya ekstra, tapi hasilnya akan memuaskan ketika si Kecil mulai memiliki jadwal tidur yang lebih teratur dan dapat tidur sendiri dengan nyaman. 

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar sleep training bayi, kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi si Kecil, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Setiap fase tumbuh kembang si Kecil membutuhkan perhatian yang tepat. Daftar sebagai member Bebeclub dan dapatkan panduan tumbuh kembang sesuai usia serta insight ahli untuk mendampingi setiap milestone anak.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. NHSwebsite Editorial Team. (2020, December). Helping your baby to sleep. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/caring-for-a-newborn/helping-your-baby-to-sleep/
  2. ‌Colleen. (2020, February 12). How to Sleep Train Your Baby. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/sleep/sleep-training-baby/
  3. IDAI | Pentingnya Proses Menidurkan si Kecil. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-proses-menidurkan-si-kecil
  4. When and How To Sleep Train Your Baby. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/when-and-how-to-sleep-train-your-baby/
  5. Sleep training baby: When to start, sleep training methods, and more. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/sleep/baby-sleep-training-the-basics_1505715
  6. Sleep Training: Definition & Techniques | Sleep Foundation. (2020, December 17). Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/baby-sleep/sleep-training
  7. ‌Davies, A. (2019, November 26). Serenity Now! How to Sleep Train Baby. Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/how-to-sleep-train
  8. Verywell. (2022). How Much Sleep Do Infants Need? An Age-By-Age Guide. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/is-my-baby-sleeping-too-much-284561
  9. How Much Sleep Do Babies and Kids Need? | Sleep Foundation. (2020, September 24). Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep/how-much-sleep-do-kids-need
  10. Tired signs in babies and toddlers. (2021, March 31). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/sleep/understanding-sleep/tired-signs


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun