Jam Tidur Bayi Sesuai Usia dan Tips Optimalkannya
Jam tidur bayi berbeda-beda, tergantung usianya. Bayi baru lahir tidur 14–20 jam sehari, bayi 3–6 bulan tidur 12–16 jam sehari, dan bayi 6–12 bulan tidur 11–14 jam sehari.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 14 Agustus 2023
Diperbarui: 25 Mei 2026
Jam tidur bayi berubah sesuai usianya. Pada fase newborn (0–3 bulan), bayi biasanya tidur sekitar 14–17 jam per hari. Ketika memasuki usia 6–12 bulan, total waktu tidurnya berkurang menjadi sekitar 12–15 jam per hari. Kualitas tidur yang baik berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Pola tidur yang lebih teratur umumnya mulai terlihat saat bayi berusia 3–6 bulan.
Berapa Jam Tidur Bayi yang Normal Sesuai Usia?
Durasi tidur bayi berbeda-beda tergantung usianya. Bayi 0-3 bulan butuh 14-17 jam tidur total, sementara bayi 4-12 bulan butuh 12-16 jam, termasuk tidur siang.
Seiring pertumbuhan, waktu tidur malam akan semakin panjang, sementara frekuensi tidur siang perlahan berkurang.
Berikut gambaran durasi tidur bayi per hari:
1. Usia 0–3 Bulan
Bayi usia 0–3 bulan umumnya membutuhkan 14–20 jam tidur per hari. Pada fase newborn, mereka tidur tiap 1–4 jam dengan durasi siang dan malam yang hampir sama.
Memasuki usia 3 bulan, pola tidur mulai memanjang menjadi tiap 3–4 jam. Saat terbangun, bayi biasanya perlu menyusu, diganti popok, dan ditenangkan.
Tidak ada jadwal tidur yang baku, tetapi rata-rata bayi usia 0-3 bulan tidur 8–12 jam di malam hari dan masih menjalani 2–5 kali tidur siang.
Baca Juga: Bayi Sering Kaget Saat Tidur, Apa Penyebabnya?
2. Usia: 4–6 bulan
Bayi usia 4–6 bulan biasanya tidur total 12–16 jam per hari. Pada fase ini, pola tidurnya mulai lebih teratur: malam bisa 9–11 jam, ditambah 2–3 kali tidur siang.
Sebagian bayi usia 6 bulan bisa tidur hingga 6 jam di malam hari, tetapi umumnya tetap terbangun setidaknya sekali.
3. Usia 7–9 bulan
Bayi usia 7–9 bulan biasanya tidur total sekitar 12–15 jam per hari. Umumnya, 10–12 jam terjadi di malam hari dengan pola yang lebih stabil, sementara 2–3 jam sisanya adalah tidur siang yang terbagi dalam dua sesi (pagi dan sore).
Bayi biasanya sudah lebih jarang terbangun di malam hari, meski ada yang masih bangun 3–4 kali. Di siang hari, umumnya mereka tidur 2–3 kali dengan durasi 30 menit hingga 2 jam.
4. Usia 10-12 Bulan
Umumnya, durasi tidur bayi 1 tahun adalah 12 jam sehari, total untuk siang dan malam. Beberapa anak bisa tidur hingga 14 jam sehari.
Bayi usia 10–12 bulan biasanya tidur total 12–14 jam per hari. Ini terdiri dari tidur malam sekitar 10–11 jam dan tidur siang 1–2 kali dengan total durasi 2,5–3 jam. Pola tidur ini bisa berlangsung hingga si Kecil berusia 3 tahun.
Lebih singkatnya, berikut tabel jam tidur bayi untuk mempermudah Bapak Ibu:
|
Usia Bayi |
Total Jam Tidur per Hari |
Pola Tidur Siang |
Pola Tidur Malam |
Catatan Penting |
|
0–3 bulan |
14–20 jam |
2–5 kali |
8–12 jam (terbangun tiap 1–4 jam) |
Bangun untuk menyusu, ganti popok, dan ditenangkan |
|
3–6 bulan |
12–16 jam |
2–3 kali selama 2 jam |
Mulai lebih panjang (bisa hingga 6 jam) |
Masih bangun minimal 1 kali di malam hari |
|
6–12 bulan |
12–15 jam |
2–3 kali (30 menit–2 jam) |
Lebih dominan di malam hari (tidur pukul 18.00–22.00) |
Bisa masih bangun hingga 4 kali di malam hari |
|
1 tahun |
12–14 jam |
1 kali (1,5–3,5 jam) |
Lebih stabil sepanjang malam |
Pola ini bisa bertahan hingga usia 3 tahun |
Jam Berapa Sebaiknya Bayi Tidur Malam?
Waktu terbaik bayi tidur malam adalah antara pukul 18.00–20.00. Tidur lebih awal, idealnya sebelum pukul 20.00 atau 21.00, membantu memaksimalkan hormon pertumbuhan dan menjaga ritme biologis yang sehat.
Namun ingat, setiap anak memiliki pola tidur berbeda-beda sehingga jam tidur yang diperlukan juga mungkin tidak sama.
Baca Juga: 6 Manfaat Membaca Dongeng Sebelum Tidur untuk Perkembangan Anak
Kenapa Bayi Sering Terbangun?
Jam tidur bayi terkadang terlihat berantakan. Kondisi ini lumrah dan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Penyebab bayi sering terbangun, di antaranya:
- Growth spurt: pertumbuhan pesat bayi pada 6 bulan pertama yang membuatnya lebih sering lapar, rewel, dan jadwal tidurnya tidak teratur.
- Sleep regression: perubahan pola tidur mendadak seiring pertumbuhan dan perubahan usia.
- Lingkungan tidak nyaman: bayi terbangun dan menangis untuk mengomunikasikan ketidaknyamanan, seperti popok penuh, suara bising, ruangan yang terlalu panas atau dingin.
- Sakit: bayi terbangun bisa juga karena sakit yang biasa muncul saat tengah malam seperti hidung tersumbat atau pilek dan perut bergas.
- Siklus tidur lebih pendek: bayi tidur beberapa kali dalam sehari sehingga kerap terbangun tiba-tiba.
- Butuh menyusu: bayi seketika terbangun karena merasakan lapar dan haus.
- Belum punya ritme sirkadian stabil: jam biologis tubuh bayi masih mengalami perkembangan sehingga pola bangun dan tidur masih tampak belum teratur.
Baca Juga: Manfaat Musik untuk Perkembangan Otak Bayi dan Jenis Lagu yang Tepat
Tanda Bayi Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai
Durasi tidur bayi setiap anak berbeda-beda dan jadwalnya cenderung fleksibel. Meski begitu, sangat mungkin bayi kurang tidur. Berikut gejala yang perlu diwaspadai:
- Rewel dan sering menangis.
- Tidak mau berpisah dengan Bapak Ibu.
- Mata merah.
- Menguap dan menggosok mata terlalu sering.
- Terlalu aktif pada jam tidur.
- Nafsu menyusu berubah.
- Sulit tidur dan mudah terbangun
- Durasi tidur terlalu singkat.
- Pertumbuhan fisik bayi terhambat.
Cara Mengatur Jam Tidur Bayi agar Lebih Teratur
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar pola tidur bayi teratur:
- Hindari stimulasi bayi atau aktivitas apa pun sebelum menidurkan bayi.
- Perhatikan tanda-tanda kantuk, seperti menguap dan menggosok mata.
- Buat jadwal tidur yang konsisten.
- Atur suhu kamar agar sejuk.
- Matikan lampu pada malam hari.
- Kenakan pakaian yang nyaman dan tak terlalu tebal.
- Tepuk pundak bayi dengan lembut saat terbangun.
Jam tidur bayi berbeda-beda sesuai usia dan perkembangannya. Ingat Bu, tidur merupakan salah satu faktor tumbuh kembang optimal bayi. Oleh karena itu, selain menjaga durasinya, pastikan kualitas tidurnya juga optimal.
Ingin lebih tenang merawat si Kecil yang baru lahir? Yuk, bergabung sebagai member Bebeclub dan dapatkan panduan lengkap perawatan bayi dari baru lahir sampai balita nanti yang yang terpercaya dan sudah terverifikasi ahli.
Lalu jika Ibu masih butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare. Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
