Rutinitas Bayi Baru Lahir

Mengenal Aktivitas Bayi Baru Lahir Menciptakan rutinitas yang teratur sejak hari pertama Ibu membawa si Kecil pulang ke rumah adalah ku...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
20 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Mengenal Aktivitas Bayi Baru Lahir

Menciptakan rutinitas yang teratur sejak hari pertama Ibu membawa si Kecil pulang ke rumah adalah kunci yang akan memudahkan Ibu dalam mencari waktu beristirahat dan mengerjakan pekerjaan lain. Menyusu dan tidur adalah dua aktivitas utama bayi yang baru lahir. Awalnya pasti sulit ya Bu, tapi dengan kesabaran dalam melakukannya, ibu akan terbiasa dan bisa memahami aktivitas bayi baru lahir.

Menciptakan Rutinitas Bayi Baru Lahir untuk Menyusui

Kapan sih waktu yang paling baik untuk mulai menyusui ASI pada bayi? Waktu yang tepat adalah sesegera mungkin setelah ia dilahirkan. Bahkan bila kondisi Ibu dan bayi dalam keadaan sehat, ia dapat langsung diletakkan dekat payudara Ibu setelah tubuhnya dibersihkan. Minggu-minggu pertama mungkin sangat sulit untuk membuat bayi Ibu mau menyusu dari payudara Ibu.  Selain itu, kapan bayi Ibu perlu menyusu belum dapat dipastikan waktunya. Namun, bayi yang baru lahir perlu disusui sesering mungkin ya Bu. Ini adalah proses yang membutuhkan kesabaran dari Ibu dan si Kecil hingga akhirnya bisa tercipta suasana menyusu yang nyaman.

Meskipun bayi Ibu yang menentukan kapan ia perlu ASI, selalu ada cara agar dapat menciptakan rutinitas menyusu yang paling pas untuk bayi dan Ibu. Bagaimana sih caranya?

  • Hari 1
    Susui bayi Ibu sesering mungkin, bisa jadi ia perlu Ibu susui setiap 2 sampai 3 jam sekali. Bayi yang baru lahir biasanya lebih banyak tidur. Jangan ragu membangunkannya untuk disusui, Ibu bisa melakukannya sambil tidur bersamanya.
  • Hari 2
    Baik Ibu dan bayi Ibu masih berusaha untuk memahami kebiasaan satu sama lain, memberikan ia ASI 8-12 kali dalam sehari adalah panduan yang penting diingat.
  • Hari 3 & 4
    Memasuki hari ke-3, ASI Ibu sudah mulai keluar, menggantikan kolostrum yang awalnya diminum bayi Ibu. Semakin sering dan teratur Ibu menyusui, semakin banyak ASI yang bisa Ibu keluarkan. Ini membuat bayi Ibu kelihatan lebih kenyang, perubahan ini bisa Ibu lihat dari kotoran yang dikeluarkannya.
  • Hari 5-28
    Saat ini Ibu sudah mulai merasakan menyusui lebih mudah dari hari-hari pertama, karena rutinitas antara Ibu dan bayi mulai terbentuk. Sebagai panduan, Ibu bisa menyusuinya 6-8 kali dalam sehari selama 10 sampai 30 menit di setiap payudara.

Untuk memudahkan menetapkan jadwal rutinitas menyusui dan mengetahui apakah bayi Ibu mendapatkan cukup ASI, buatlah catatan berupa tabel yang menuliskan kapan Ibu memberikan ASI setiap hari dalam seminggu. Berikan tanda pada tabel bila Ibu sudah memberikan ASI. Ibu juga bisa menambahkan catatan kapan dia buang air kecil dan buang air besar untuk memahami kebiasaan dan kebutuhan bayi Ibu.

Untuk memudahkan menetapkan jadwal rutinitas menyusui dan mengetahui apakah bayi Ibu mendapatkan cukup ASI, buatlah catatan berupa tabel yang menuliskan kapan Ibu memberikan ASI setiap hari dalam seminggu. Berikan tanda pada tabel bila Ibu sudah memberikan ASI. Ibu juga bisa menambahkan catatan kapan dia buang air kecil dan buang air besar untuk memahami kebiasaan dan kebutuhan bayi Ibu.

Menciptakan Rutinitas Tidur

Bayi yang baru lahir sangat sering tidur, hingga 18 jam sehari di minggu-minggu pertama, dan 15 jam setelah berumur tiga bulanan. Tapi biasanya tidak dalam jangka waktu yang lama, cuma 3-4 jam saja, siang maupun malam. Tentu saja hal ini bisa sangat melelahkan buat Ibu. Ibu bisa mencoba menciptakan rutinitas tidurnya dengan tips di bawah ini:

  • Pada siang hari, si Kecil perlu tidur hanya sebentar saja. Jangan ragu untuk membangunkan dan menyusuinya bila ia sudah tertidur lebih dari 2 jam. Usahakan Ibu juga ikut tidur dan beristirahat saat si Kecil terlelap ya.
  • Perhatikan dan kenali tanda-tanda bahwa si Kecil sudah mulai lelah. Ini supaya Ibu bisa menentukan kapan saat yang paling tepat untuk menidurkannya.
  • Pada malam hari, ciptakan suasana yang tenang dan tutup tirai serta matikan lampu. Gunakan lampu kamar yang temaram agar bayi dapat tidur lebih nyenyak. Selain itu, rutinitas menjelang tidur, seperti mandi, membacakan dongeng atau meninabobokannya dapat membantu si Kecil membedakan antara siang dan malam.

Baca Juga: Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir yang Ibu Perlu Tahu

Tips Agar Bayi Memahami Beda Siang dan Malam

Siang hari saat dia terbangun, lakukan aktivitas di bawah ini:

  • Ajak dia bermain sesering mungkin.
  • Ajak dia berbicara atau bernyanyi untuknya saat Ibu menyusui.
  • Jaga agar ruangannya selalu terang.
  • Jangan membuat suasana rumah terlalu hening dari kegiatan sehari-hari, tetap berbicara, nyalakan radio atau mesin cuci agar dia tidak terus-menerus tertidur.
  • Bangunkan bayi Ibu secara perlahan jika ia terlihat mengantuk saat disusui.

Pada malam hari, ciptakan suasana seperti di bawah ini:

  • Usahakan suasana yang tenang dan sepi saat Ibu menyusuinya.
  • Redupkan lampu dan bicara perlahan, jangan mengajaknya mengobrol terlalu lama.

Tips Menciptakan Rutinitas untuk Bayi Baru Lahir

Di bawah ini kesimpulan yang dapat membantu Ibu untuk lebih mudah menciptakan kegiatan bagi bayi yang baru lahir:

  • Perhatikan kebiasaan bayi pada dua minggu pertama, kapan dia bangun, makan, dan tertidur.
  • Ciptakan rutinitas menjelang makan dan tidur.
  • Bicarakan tentang rutinitas yang telah Ibu buat dengan suami, kerabat, atau orang lain yang membantu Ibu dalam merawat bayi. Pastikan mereka juga menerapkan rutinitas ini.

Selama proses menciptakan kegiatan bayi baru lahir, sesuaikan kesibukan dan aktivitas yang lain dengan rutinitas yang sedang Ibu coba atur untuk si Kecil. Ibu dapat lebih longgar terhadap jadwal rutinitas yang telah ditentukan, tapi usahakan melakukannya setelah kebiasaan bayi terbentuk.

Sesuaikan rutinitas yang Ibu buat dengan perkembangan bayi Ibu, tapi usahakan jadwal rutinitasnya yang utama tetap sama.

Tahukah Ibu?

Tidur yang cukup sangat baik untuk perkembangan otak si Kecil, karena sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat ia tidur. Hormon ini penting untuk merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh, juga otak bayi. Hormon ini juga membantu tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel yang ada di dalam tubuh, mulai dari sel kulit, sel darah, sampai sel syaraf otak. Proses pembaruan sel ini akan lebih cepat berlangsung saat bayi Ibu tertidur.

|||/Articles/Articles/Balita (1-5 years old)/Perkembangan Anak/mengenal-perkembangan-anak-usia-14-bulan

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait