8 Penyebab Anak Tidak Mau Makan Nasi dan Sumber Makanan Penggantinya
Selain dari nasi, kebutuhan karbohidrat anak juga bisa dipenuhi dari kentang, ubi, jagung, atau roti. Hal yang terpenting, asupan gizinya tetap seimbang dan sesuai kebutuhannya.
Anak tidak mau makan nasi merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Coba ganti nasi dengan sumber karbohidrat lain, seperti kentang, ubi, jagung, roti, atau pasta. Hindari memaksa atau memarahi anak saat makan karena dapat membuatnya semakin menolak makanan. Sebaliknya, ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan berikan camilan sehat di sela waktu makan agar kebutuhan energinya tetap terpenuhi.
Apakah Normal Anak Tidak Mau Makan Nasi?
Anak tidak mau makan nasi umumnya normal terjadi pada usia 2-5 tahun. Biasanya, ini terjadi karena ia ingin mencoba tekstur dan rasa dari makanan lain.
Nasi memang sumber karbohidrat yang umum diberikan. Namun, kebutuhan energi anak tetap bisa dipenuhi dari kentang, ubi, jagung, roti,atau pasta.
Oleh karena itu, orang tua tidak perlu memaksa anak makan nasi. Tindakan ini malah membuatnya semakin menolak makan nantinya.
Yang penting, jika anak tetap aktif, berat badan naik sesuai usianya, dan mau makan sumber gizi lain, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.
Penyebab Anak Tidak Mau Makan Nasi
Untuk mengatasi anak yang susah makan nasi, Bapak dan Ibu perlu tahu berbagai penyebabnya, seperti:
1. Bosan dengan Rasa dan Tekstur Nasi
Sejak awal kehidupan, si Kecil sudah mengenal rasa manis dari ASI. Tidak heran jika anak lebih tertarik dengan makanan yang rasanya manis.
Berbeda dengan itu, rasa nasi cenderung hambar. Teksturnya pun bisa terlalu lembek, kering, lengket, atau berbutir di mulut.
Oleh sebab itu, sesekali si Kecil menolak makan nasi masih tergolong wajar. Terutama karena ia bosan dan ingin mencoba makanan lain.
Baca Juga: 10 Olahan Daging Sapi untuk Anak: Simpel & Bergizi
2. Terlalu Sering Ngemil
Bu, camilan itu memang penting untuk anak usia 2 tahun. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi yang tidak tercukupi dari 3 kali makan utama.
Akan tetapi, pemberian camilan tidak boleh lebih dari 2 kali dalam sehari, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Terlalu sering ngemil apalagi mendekati jam makan utama, bisa membuat si Kecil susah makan nasi.
3. Sudah Kenyang Minum Susu atau Minuman Manis
Selain kebanyakan ngemil, pemberian susu mendekati jam makan juga bisa membuat anak kekenyangan sehingga tidak mau makan nasi.
Sementara pemberian minuman manis, dapat mengganggu pengaturan nafsu makan karena tinggi energi tapi rendah nilai gizi, menurut studi pada Porto Biomedical Journal.
Akibatnya, anak merasa sudah cukup mendapat energi dari minuman manis, sehingga kurang tertarik untuk makan nasi atau menu lainnya.
4. Sedang Fase Picky Eater
Fase pilih-pilih makanan normal terjadi pada anak usia 2-5 tahun, yang muncul sebagai respons perlindungan diri.
Jadi Bu, saat si Kecil mulai aktif bergerak dan bisa mengambil benda dari sekitarnya untuk dimasukkan ke mulut, tubuhnya memberi sinyal waspada terhadap makanan baru.
Si Kecil berpikir bahwa makanan yang belum ia kenal bukanlah sesuatu yang aman untuk dimakan. Ini jadi penyebab umum anak tidak mau makan nasi.
5. Jadwal Makan Tidak Teratur
Menolak ketika diberi nasi, bisa jadi tanda kalau jadwal makan si Kecil berantakan, Bu.
Jadwal makan yang tidak teratur membuat si Kecil sekaligus Ibu dan Bapak kesulitan mengenali rasa lapar dan kenyang.
Terutama, jika pemberian camilan berdekatan dengan waktu makan utama. Ahli merekomendasikan pemberian makanan utama 3 kali, camilan 1-2 kali, dan susu 2-3 kali per hari.
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi saat anak tidak mau makan nasi, Ibu bisa berikan Bebelac 1 NutriGreat+ sebagai Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Baca Juga: Menu Makan Anak 2 Tahun: Panduan + Resep Pilihan
6. Anak Kelelahan atau Mengantuk
Kelelahan bisa membuat anak tidak nafsu makan, termasuk menolak untuk makan nasi, Bu.
Hal ini bisa terjadi karena anak banyak bermain dan bergerak sepanjang hari. Apalagi jika ia melewatkan tidur siang.
Kondisi ini membuat nafsu makan anak menurun. Padahal, anak usia 2-5 tahun umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 11–14 jam setiap hari.
7. Trauma Dipaksa Makan
Beberapa orang tua mungkin pernah memaksa anak menghabiskan nasi karena khawatir Si Kecil belum cukup kenyang.
Meski tampaknya sepele, ternyata tindakan ini bisa menimbulkan trauma karena memuat waktu makan jadi tidak menyenangkan.
Jika hal ini sering dilakukan, si Kecil akan kesulitan mengenali rasa lapar dan kenyang. Penolakannya terhadap nasi pun menjadi semakin kuat.
8. Sedang Sakit atau Tumbuh Gigi
Gigi berlubang, gigi baru tumbuh, gigi retak, atau sariawan bisa membuat anak enggan mengunyah makanan. Ia bisa rewel ketika ibu suapi nasi.
Begitu juga ketika sakit flu, infeksi telinga, radang amandel, atau sinus, dan anemia membuat nafsu makan anak ikut menurun. Mulutnya juga terasa pahit.
Kondisi ini membuat si Kecil tidak nyaman makan, terutama jika tekstur nasinya terlalu kering.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Baca Juga: Rekomendasi Susu Terbaik untuk Anak 2 Tahun yang Susah Makan
Apakah Anak Harus Makan Nasi?
Nasi memang jadi sumber karbohidrat yang baik untuk mendukung energi Si Kecil. Akan tetapi, nasi bukan satu-satunya pilihan. Karbohidrat juga bisa didapat dari sumber makanan lain, seperti kentang, ubi, jagung, atau roti.
Jadi, jika anak tidak mau makan nasi, Ibu dan Ayah bisa memberikan pengganti karbohidrat lain terlebih dahulu. Pemenuhan gizi anak tidak hanya terpaku pada nasi, Bu.
Selama si Kecil tetap mendapat karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari makanan lain, tidak makan nasi sesekali umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: 9 Vitamin dari Makanan untuk Menambah Nafsu Makan Anak
Makanan Pengganti Nasi untuk Anak
Bapak dan Ibu tidak perlu bingung jika si Kecil sedang tidak mau makan nasi. Beberapa pilihan makanan berikut bisa jadi alternatifnya.
|
Pengganti Nasi |
Kandungan Nutrisi |
Kelebihan |
Tips Penyajian untuk Anak |
|
Kentang |
Karbohidrat, kalium, vitamin C, vitamin B6, dan sedikit serat |
Cukup mengenyangkan dan mudah diolah |
Sajikan sebagai mashed potato, perkedel panggang, atau sup kentang lembut |
|
Ubi |
Karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, vitamin C, dan kalium |
Lebih mengenyangkan dan tinggi serat |
Kukus hingga lembut, potong kecil, atau buat bola-bola ubi isi keju. |
|
Jagung |
Karbohidrat, serat, vitamin B, magnesium, dan antioksidan |
Tinggi serat dan punya rasa manis alami |
Campurkan ke sup, buat bakwan jagung versi panggang, atau sajikan sebagai jagung pipil lembut |
|
Oatmeal |
Karbohidrat kompleks, serat larut, protein nabati, zat besi, magnesium, dan vitamin B |
Paling tinggi serat dan membantu kenyang lebih lama |
Disajikan dengan susu hangat, tambahkan buah lembut, atau buat pancake oatmeal mini |
|
Pasta gandum |
Karbohidrat kompleks, serat, protein nabati, vitamin B, zat besi, dan magnesium |
Lebih tinggi serat dibanding pasta biasa |
Sajikan dengan saus tomat homemade, sup, atau potongan ayam cincang agar lebih menarik |
|
Mie |
Karbohidrat, protein, vitamin B |
Teksturnya lembut dan biasanya lebih mudah diterima anak |
Pilih mi tanpa bumbu instan, lalu masak dengan kuah kaldu, telur, ayam, dan sayuran cincang |
|
Bihun |
Karbohidrat, protein, vitamin B, vitamin A |
Lebih ringan dan mudah dikunyah |
Sajikan sebagai bihun kuah, bihun goreng lembut, atau campur dengan telur dan sayuran halus |
Dari pilihan di atas, makanan yang cenderung lebih mengenyangkan untuk anak adalah oatmeal, ubi, kentang, dan pasta gandum.
Sementara itu, sumber karbohidrat yang tinggi serat adalah oatmeal, ubi, jagung, mie, bihun, dan pasta gandum.
Untuk anak yang mengalami gerakan tutup mulut (GTM), sumber karbohidrat ini bisa lebih mudah diterima si Kecil lewat tips berikut:
- Sajikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu
- Ubah bentuk makanan menjadi lebih menarik, misalnya dibuat bola-bola kecil, finger food, atau sup hangat.
- Dicampurkan dengan lauk favorit Si Kecil.
Kapan Anak Tidak Mau Makan Nasi Harus Diperiksakan ke Dokter?
Anak tidak mau makan nasi sesekali sebenarnya tidak selalu perlu dikhawatirkan. Namun, Ibu dan Ayah sebaiknya melihat pola makan anak ini dalam satu minggu, bukan hanya dari satu hari makan.
Jika Ibu mendapati tanda-tanda berikut, jangan ragu untuk periksakan si Kecil ke dokter.
- Berat badan yang tidak bertambah dan anak terlihat lebih kurus daripada sebelumnya.
- Anak terlihat lemas, kurang bertenaga, atau tidak seperti biasanya.
- Anak juga menolak kentang, roti, pasta, atau makanan pokok lainnya sehingga kebutuhan energinya bisa tidak terpenuhi.
- Dalam seminggu, anak kesulitan untuk mengonsumsi buah dan sayur, karbohidrat, susu atau olahannya, serta sumber protein.
- Anak menunjukkan keluhan lain, seperti rewel berlebihan, tampak sakit, sulit menelan, atau muntah.
- Anak mengalami gejala anemia, meliputi kondisi kulit pucat, kesulitan bernapas, mudah lelah, sering pusing atau sakit kepala, atau lama dalam penyembuhan luka.
Pemeriksaan lebih lanjut ke dokter bisa membantu Ayah dan Ibu mengetahui penyebab sekaligus cara tepat menanganinya.
Anak aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
