Pup Bayi Hitam: Penyebab, Arti, dan Kapan Harus ke Dokter

Pup bayi hitam masih normal di hari-hari pertama setelah lahir karena mekonium. Namun, BAB yang kembali hitam setelah masa mekonium, terutama disertai bayi lemas, pucat, atau muntah, perlu diperiksa karena berkaitan dengan perdarahan saluran cerna.

Profile Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
pup bayi hitam-bebeclub


Pup bayi hitam bisa normal jika terjadi pada 1-2 hari pertama setelah lahir karena merupakan mekonium, yaitu feses pertama bayi yang berwarna hitam dan lengket. Namun, jika BAB bayi tetap atau kembali berwarna hitam pekat setelah masa mekonium, terutama jika tampak seperti ter dan disertai bayi lemas, pucat, muntah, atau tidak mau menyusu, kondisi tersebut perlu diperiksa oleh dokter karena dapat menjadi tanda perdarahan saluran cerna.

Apakah Pup Bayi Hitam Normal?

Pup bayi berwarna hitam pekat atau hijau kehitaman pada 1-2 hari pertama setelah lahir adalah hal yang normal. Ini merupakan feses pertama bayi yang disebut mekonium, yaitu zat yang tertelan selama bayi di dalam kandungan, dengan tekstur lengket.

Namun, jika masa mekonium sudah berlalu tapi pup si Kecil kembali berwarna hitam pekat, disebut melena, maka Ibu perlu waspada karena kondisi ini bisa menandakan adanya darah di saluran pencernaan. 

Terlebih bila feses hitam melena ini jika disertai gejala lain. Menurut dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K), “Perlu diwaspadai juga kalau ada perubahan frekuensi BAB dan juga keluhan bayi jadi lebih rewel, perut kembung, teraba keras, sering muntah atau berat tidak kunjung naik.” Pada kondisi ini, dr. Meta menyarankan untuk segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter.

Penyebab Pup Bayi Hitam

Dalam banyak kasus, perubahan warna dan tekstur feses bayi masih tergolong wajar. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab pup bayi hitam:

1. Mekonium

Mekonium adalah feses pertama bayi yang biasanya keluar dalam 1-2 hari setelah lahir. Warnanya hitam pekat atau hijau kehitaman dengan tekstur kental dan lengket. 

Fungsi pup pertama ini adalah mengeluarkan berbagai zat yang tertelan oleh bayi selama berada di dalam kandungan, seperti cairan ketuban, sel-sel epitel usus, lanugo atau rambut halus, lendir, cairan empedu, dan air. 

Mekonium biasanya akan berubah dari segi tekstur dan warna dalam beberapa hari setelah kelahiran. 

Baca Juga: Makanan Pelancar BAB Bayi 8 Bulan agar Tidak Sembelit

2. Susu Formula atau Suplemen Zat Besi

Pup bayi yang pekat dan berwarna kehitaman atau hijau kehitaman juga bisa disebabkan oleh konsumsi suplemen zat besi atau susu formula yang diperkaya zat besi. 

Tenang, Bu, perubahan warna ini sebenarnya masih terbilang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika konsumsi suplemen zat besi dihentikan, biasanya kondisi pup bayi akan kembali seperti semula.

3. Makanan Setelah Bayi Mulai MPASI

Setelah mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, warna pup si Kecil bisa berubah mengikuti makanan yang dikonsumsi. 

Beberapa jenis makanan berwarna gelap dapat membuat feses tampak lebih gelap. Jadi, bila Ibu melihat pup bayi hitam, coba ingat-ingat kembali apa makanan yang baru dimakan si Kecil. 

Kondisi ini sebenarnya normal. Namun, tetap waspadai bila feses yang hitam disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan.

4. Darah yang Tertelan

Pada bayi baru lahir, pup berwarna gelap juga dapat disebabkan oleh darah yang tertelan, misalnya darah Ibu selama persalinan. 

Bayi yang menyusu juga bisa menelan darah dari puting Ibu yang lecet, sehingga darah tersebut kemudian keluar bersama feses.

Bahkan, warna feses bayi mungkin tidak selalu hitam tapi bisa merah, merah gelap, hingga hitam pekat tergantung jumlah darah yang tertelan. 

5. Perdarahan Saluran Cerna

Pup hitam pekat, lengket, dan menyerupai aspal bisa menjadi tanda perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, lambung atau usus halus. 

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut melena, yaitu feses berwarna hitam akibat darah yang tercerna selama melewati saluran pencernaan. Darah akan berubah menjadi berwarna gelap saat berada di dalam usus.

Melena perlu diwaspadai karena dapat menandakan masalah kesehatan yang serius. Jika pup si Kecil tampak seperti ini, segera bawa ia ke dokter, terutama jika disertai muntah, pucat, lemas, atau tidak mau menyusu.

BAB Bayi Ada Serat Hitam Seperti Cacing, Apa Artinya?

BAB bayi yang terlihat memiliki serat atau bintik hitam seperti cacing tidak selalu menandakan infeksi cacing, Bu.

Tampilan feses bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, terutama setelah si Kecil mulai MPASI, karena beberapa bagian makanan dapat berubah warna atau terlihat berbeda setelah dicerna.

Namun, jika seluruh feses berwarna hitam pekat, lengket, dan menyerupai aspal, ini bukan berarti sepenuhnya karena sisa makanan. 

Ada kemungkinan terjadi perdarahan di saluran pencernaan dan perlu segera diperiksa oleh dokter, terutama jika disertai bayi lemas, muntah, atau tidak mau menyusu.

Baca Juga: BAB Bayi Cair Tanpa Ampas: Kapan Harus ke Dokter?

Perbedaan Mekonium, Feses Gelap karena Zat Besi, dan Melena

Meski sama-sama menyebabkan feses berwarna hitam, tapi mekonium, feses gelap karena zat besi, serta melena itu berbeda. Berikut masing-masing perbedaannya:

Ciri

Mekonium

Pengaruh Zat Besi

Melena

Waktu

Hari-hari pertama setelah lahir 

Setelah konsumsi susu formula atau suplemen zat besi 

Setelah masa mekonium, dapat terjadi kapan saja 

Warna

Hitam atau hijau kehitaman 

Cokelat tua, hijau tua, atau lebih gelap 

Hitam pekat 

Tekstur

Kental, lengket seperti ter 

Bervariasi

Dapat lengket dan menyerupai ter 

Penyebab

Sisa isi usus yang terkumpul sejak dalam kandungan 

Zat besi dalam susu formula atau suplemen 

Perdarahan saluran pencernaan 

Gejala lain

Biasanya tidak disertai gejala lain 

Biasanya tidak disertai gejala lain 

Dapat disertai pucat, lemas, muntah darah, atau tidak mau menyusu 

Tindakan

Normal pada awal kehidupan bayi 

Pantau perubahan feses dan kondisi bayi 

Segera periksakan ke dokter 

Kapan BAB Bayi Hitam Harus Dibawa ke Dokter?

Pup bayi hitam sebenarnya tidak selalu berbahaya, terutama pada hari-hari pertama setelah lahir. Ini tandanya bayi sedang mengeluarkan mekonium atau feses pertama. 

Namun, Ibu perlu segera membawa si Kecil ke dokter jika menemukan tanda-tanda berikut: 

  • BAB hitam terjadi setelah masa mekonium berlalu.
  • Feses berwarna hitam pekat, lengket, dan menyerupai ter.
  • Bayi tampak pucat atau lemas.
  • Demam
  • Bayi tidak mau menyusu atau minum.
  • Bayi muntah darah.
  • Perut tampak membuncit atau bayi terlihat kesakitan. 
  • Feses cair tanpa tekstur yang muncul cukup lama.
  • Feses keras berbentuk seperti butiran kecil.
  • Kondisi bayi berubah secara mendadak.

Jika Ibu ragu apakah feses berwarna hitam atau hijau tua, coba amati dalam pencahayaan yang baik agar lebih jelas. 

Ibu juga bisa mengambil foto feses untuk membantu dokter menilai kondisinya, tetapi jangan menunda pemeriksaan jika si Kecil menunjukkan tanda bahaya. 

Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Pup Bayi Berwarna Hitam?

Saat melihat pup si Kecil berwarna hitam, Ibu tidak perlu langsung panik. Penting untuk memperhatikan kapan kondisi ini terjadi dan apakah ada gejala lain. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan: 

1. Periksa Kapan dan Berapa Kali BAB Terjadi

Memperhatikan pola BAB bayi bisa jadi cara efektif untuk menilai kondisi pencernaannya. 

Ibu bisa coba catat kapan pup hitam mulai muncul, berapa kali si Kecil BAB, dan apakah warnanya berubah dari hari sebelumnya. 

Normalnya, bayi biasanya memiliki feses warna kuning dan lembek dan frekuensi BAB-nya bisa berbeda-beda. Jadi, penting bagi Ibu dan Ayah untuk tetap mengamati apakah BAB bayi ada serat hitam seperti cacing.

Baca Juga: Ciri Feses Bayi Diare: 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

2. Perhatikan Warna, Tekstur, dan Bau

Amati apakah feses berwarna hitam pekat atau hijau tua, atau bahkan berwarna putih dan keabuan, serta apakah teksturnya kental dan lengket.

Perhatikan juga apakah ada darah, lendir, atau perubahan bau yang tidak biasa, terutama jika disertai gejala seperti bayi tampak pucat, lemas, atau tidak mau menyusu. 

Feses bayi yang normal biasanya berwarna kekuningan dan agak encer untuk bayi ASI. Seiring bertambahnya usia, warna feses bayi akan berubah menjadi kecokelatan mirip seperti pup orang dewasa. 

3. Catat Makanan atau Suplemen yang Dikonsumsi

Jika si Kecil sudah mulai MPASI, catat makanan yang dikonsumsi sebelum warna feses berubah. Sementara bagi bayi yang baru lahir, Ibu dan Bapak bisa perhatikan pola menyusu dan berapa kali ia pipis dalam sehari untuk memastikan kecukupan asupan cairannya.

Konsumsi susu formula atau suplemen zat besi pada bayi juga dapat membuat fesesnya menjadi lebih gelap. 

Melansir dari IDAI, bila umur bayi sudah lebih dari 5 hari tapi fesesnya masih mengeluarkan mekonium atau transisi antara warna hijau kecokelatan, ini bisa jadi salah satu tanda bayi kurang asupan ASI.

4. Foto Feses untuk Ditunjukkan Kepada Dokter

Untuk memastikan kondisi si Kecil, Ibu bisa memotret feses dengan pencahayaan yang baik agar warna dan teksturnya lebih mudah diamati oleh dokter. 

Meski foto bisa membantu menunjukkan perubahan kondisi pup bayi hitam dari waktu ke waktu, tapi tetap tidak bisa menggantikan pemeriksaan langsung jika ada tanda bahaya. 

5. Jangan Menghentikan Suplemen Zat Besi Tanpa Arahan Dokter

Suplemen zat besi kemungkinan besar memang membuat feses bayi tampak lebih gelap. Namun, bukan berarti Ibu bisa menghentikan konsumsinya secara tiba-tiba tanpa arahan dari dokter hanya karena perubahan warna tersebut. 

Perubahan warna feses bayi akibat suplemen zat besi umumnya masih normal. Konsultasikan dengan dokter jika pup hitam pekat atau muncul gejala lain agar penyebabnya dapat dinilai dan kebutuhan zat besi si Kecil tetap terpenuhi. 

Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli. 

Bagaimana Mengetahui BAB Bayi Normal?

Kondisi BAB bayi bisa berbeda-beda sesuai usia dan jenis asupannya. Untuk mengenali apakah pup si Kecil masih normal, Ibu bisa memperhatikan beberapa hal berikut: 

  • Warna feses umumnya kuning, cokelat, atau hijau. Feses putih pucat, berdarah, atau hitam pekat setelah masa mekonium perlu diperiksa dokter.
  • Tekstur feses bayi yang minum ASI cenderung lebih lembek, sedangkan bayi yang minum susu formula biasanya lebih kental atau padat.
  • Frekuensi BAB bayi bisa berbeda antara bayi ASI yang masih normal bila seminggu sekali, serta bayi yang minum susu formula idealnya pup sekali sehari.
  • Pola BAB dapat berubah seiring pertumbuhan, perbedaan asupan ASI atau formula, serta setelah bayi mulai MPASI.

Ibu juga perlu memperhatikan kondisi si Kecil secara keseluruhan, termasuk jika BAB disertai darah, bayi tampak lemas, atau sulit menyusu. Namun, warna pup saja tidak cukup untuk memastikan penyebab awalnya.

Jika feses bayi kembali berwarna hitam pada masa mekonium sudah berlalu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. detikHealth. (2014, September 19). Cermati Kotoran Bayi, Seperti Apa yang Normal? detikHealth; detikcom. health.detik.com – Cermati Kotoran Bayi Seperti Apa Yang Normal
  2. ‌Clinic, C. (2024, October 14). Baby Poop Colors: What Do They Mean? Cleveland Clinic. Cleveland Clinic – The Color Of Baby Poop And What It Means Infographic
  3. ‌Baby poo colour chart. (2025). Pregnancybirthbaby.Org.Au. pregnancybirthbaby.org.au – Baby Poo Guide
  4. ‌Baby Poop Guide: What’s Normal, What’s Not? (2026). Childrenscolorado.Org. childrenscolorado.org – Baby Poop Guide
  5. ‌Sissons, C. (2019, December 4). Baby poop color: Causes and when to see a doctor. Medicalnewstoday.Com; Medical News Today. medicalnewstoday.com
  6. American Academy of Pediatrics. (2022, August 12). Starting solid foods. HealthyChildren.org. HealthyChildren.org – Starting Solid Foods
  7. Children's Health. (2024). Pediatric gastrointestinal (GI) bleeding - Children’s Health Gastroenterology (GI). Childrens.com. childrens.com – Gi Bleeding
  8. Fernandes, R. (2020, November 24). Black Poop in Infants: Reasons & When to Worry? FirstCry Parenting. parenting.firstcry.com – Black Poop In Babies What Does It Mean
  9. Flo Health. (2025). Black Baby Poop: All You Need to Know. Flo.health - #1 Mobile Product for Women’s Health. flo.health – Black Baby Poop All You Need To Know
  10. Logan-Banks, P. (2022). Baby poo: a visual guide (photos). BabyCentre UK. babycentre.co.uk – Baby Poo Photos
  11. Mayo Clinic. (2024). Baby poop: What’s normal? Mayo Clinic. Mayo Clinic – Faq 20057971
  12. Villines , Z. (2021, November 10). Blood in baby stool: When to seek care, causes, and treatments. Www.medicalnewstoday.com. medicalnewstoday.com – Blood In Baby Stool
  13. Watson, S. (2017, May 10). Baby poop pictures: Which colors and textures are normal? BabyCenter. babycenter.com – Baby Poop Photos
  14. ‌Maruwada, D. M. (2021, April 23). Black poop in babies: Causes, warning signs, and management. MomJunction. momjunction.com – Black Poop In Babies Normal Causes Tips 00726291


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun