Panduan MPASI 9 Bulan, Jadwal, dan Contoh Resepnya

Selamat, kini bayi Ibu sudah genap berusia 9 bulan! Mengingat si Kecil sudah bertambah usia dan sudah semakin pintar makan, Ibu juga per...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
01 Dec 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Ibu menyuapi bayi dengan sendok


Selamat, kini bayi Ibu sudah genap berusia 9 bulan! Mengingat si Kecil sudah bertambah usia dan sudah semakin pintar makan, Ibu juga perlu menaikkan tekstur MPASI-nya, lho! 

Simak penjelasan selengkapnya mengenai tekstur MPASI bayi 9 bulan beserta aturan pemberiannya pada ulasan di bawah ini yuk, Bu!

Tekstur MPASI Bayi 9 Bulan

Pilihan makanan untuk MPASI bayi 9 bulan sudah semakin beragam, Bu. Sebab di usia ini bayi sudah boleh dikenalkan tekstur makanan yang baru!

Bayi usia 9 bulan biasanya sudah mulai tumbuh gigi jadi ia sudah bisa menggigit makanan dengan tekstur yang lebih padat. 

Oleh karena itu, tekstur makanan bayi 9 bulan yang direkomendasikan adalah makanan yang dicincang halus (minced) dan dicincang kasar (chopped). Selain itu, Ibu juga bisa mulai mengenalkan si Kecil dengan finger foods.

Finger foods adalah makanan dengan bentuk memanjang menyerupai jari sehingga dapat dipegang dan di makan sendiri oleh si Kecil. 

Oh iya, pada awalnya, bisa jadi bayi menunjukkan penolakan terhadap tekstur makanan baru yang lebih kasar dan keras. Penolakan biasanya terjadi karena muncul sensasi “aneh” di mulut bayi.

Namun, Ibu tidak boleh menyerah dan kembali pada tekstur awal, ya. Sebab menaikkan level tekstur makanannya merupakan hal yang sangat diperlukan agar si Kecil semakin pintar mengunyah dan kelak menjadi lebih terampil berbicara. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 9 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa Saja?

Bagaimana Cara Naik Tekstur MPASI?

Di usia ini, Ibu sudah boleh memperkenalkan si Kecil dengan tekstur makanan tanpa diblender. Caranya dengan mencacah atau memotong kecil-kecil. Ibu juga bisa membuat bubur kasar.

Agar si Kecil mau belajar makan tekstur baru, Ibu dapat memberikan MPASI dalam porsi kecil terlebih dahulu. Kemudian secara perlahan naikkan porsinya. 

Proses ini mungkin saja harus diulang hingga 10 kali bahkan lebih. Akan ada hari-hari ketika mereka makan lebih banyak, sementara hari lainnya makan lebih sedikit dan bahkan menolak makan sama sekali. Jangan khawatir, Bu, karena ini adalah bagian normal dari perkembangan bayi. 

Untuk menstimulasi agar si bayi terbiasa dengan tekstur baru, Ibu juga bisa memberikan teething toys bersih untuk dimasukkan ke mulut dan dirasakan teksturnya. 

Selain penolakan makanan, mungkin bayi juga mengalami gagging saat dikenalkan dengan tekstur makanan baru. 

Gagging adalah kondisi ketika bayi mengeluarkan bunyi seperti muntah disertai dengan mata berair, lidah menjulur keluar, dan membuat gerakan akan muntah. Namun, terkadang anak gagging benar-benar muntah hingga isi perutnya keluar kembali.

Ketika bayi mengalami gagging, Ibu tidak perlu khawatir, ya. Sebab gagging merupakan hal yang normal terjadi ketika si Kecil belajar untuk makan makanan dengan tekstur baru atau belajar makan sendiri dengan finger foods. 

Saat gagging, si Kecil sebenarnya sedang mencoba mengatur seberapa banyak makanan yang dapat ia kunyah lalu ia telan dalam sekali suap. 

Jadi, tindakan yang dapat Ibu ambil ketika si Kecil gagging adalah mengurangi jumlah makanan di dalam sendok. 

Bayi 9 Bulan Sudah Bisa Makan Apa Saja? 

Ibu pasti tidak sabar untuk mengenalkan berbagai jenis makanan baru kepada si Kecil. Nah, berikut ini adalah beberapa pilihan jenis makanan yang bisa Ibu berikan pada bayi 9 bulan: 

  • Bubur gandum yang teksturnya sedikit lebih kasar dari bubur nasi biasa.

  • Potongan kecil buah segar dengan tekstur yang sedikit lebih keras daripada pisang atau alpukat, misalnya mangga, pir, melon, kiwi, stroberi, peach, pepaya.

  • Potongan kecil sayuran yang lebih teksturnya juga lebih padat seperti wortel yang dicincang kasar atau diiris memanjang, kembang kol, brokoli, labu siam, buncis, tauge, bayam, dan lain sebagainya

  • Roti panggang dipotong panjang untuk ia genggam. Oleskan mentega, keju oles, atau puree alpukat, untuk menambah nilai kalorinya.

  • Telur rebus yang dicacah kasar.

  • Potongan kecil kentang rebus atau ubi.

  • Daging ayam, sapi, dan ikan yang sudah direbus hingga lunak dan dicincang kasar.

Lalu, bagaimana dengan penambahan bumbu? Apakah MPASI 9 bulan boleh pakai garam atau gula agar rasanya semakin sedap? 

Apakah MPASI Boleh Diberi Bumbu?

Sebenarnya, Ibu tidak disarankan menambahkan garam pada MPASI, sebab tubuh bayi 9 bulan hanya membutuhkan sedikit asupan sodium. Jadi, ia hanya boleh mendapatkan asupan garam kurang dari 1 gram per hari.

Selain itu, ginjalnya juga belum terbentuk sempurna sehingga belum bisa memproses asupan garam tambahan yang masuk ke tubuh. Jika pemberian garam berlebih terus dilakukan, si Kecil dapat menderita batu ginjal dan kerapuhan tulang. 

Begitu juga dengan gula. Sebaiknya Ibu juga menghindari pemberian gula untuk si Kecil yang masih berusia 9 bulan. Pemberian gula dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, membuat si Kecil menolak makanan sehat, hingga menolak ASI. 

Alih-alih menggunakan garam dan gula, Ibu dapat memanfaatkan berbagai macam rempah-rempah seperti lada hitam, bawang putih, bawang merah, kayu manis, puree buah, atau air perasan lemon untuk memperkaya cita rasa MPASI si Kecil. 

Jangan berikan madu sebagai pengganti gula untuk bayi usia 9 bulan ya, Bu. Sebab madu mengandung bakteri bernama Clostridium botulinum dan bayi di bawah 12 bulan belum memiliki sistem pertahanan tubuh yang mampu melawannya. 

Jika terkena racun bakteri tersebut, si Kecil bisa mengalami infant botulism yang sifatnya mengancam nyawa.  

Baca juga: Madu untuk Bayi: Amankah untuk Dikonsumsi? Berikut Faktanya!

Aturan Pemberian MPASI Bayi 9 Bulan

Seiring bertambah besarnya tubuh si Kecil dan semakin aktif geraknya, pada usia 9 bulan bayi membutuhkan tambahan energi dari MPASI sebanyak 300 kilo kalori per hari, Bu. 

Nah, untuk memenuhi kebutuhan energi tambahan tersebut, bayi perlu mengonsumsi makanan utama sebanyak 3-4 kali dalam sehari dengan porsi setengah mangkuk berukuran 250 ml untuk satu kali makan. 

Jika belum waktunya makan besar dan si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda lapar, Ibu boleh saja memberikan camilan sebanyak 1-2 kali di sela waktu makannya.

Namun, hal ini bukan berarti bayi sudah bisa berhenti mendapatkan ASI, ya, Bu. 

ASI masih akan menjadi sumber nutrisi dan energi utama bayi hingga setidaknya bayi berusia 2 tahun, sesuai dengan anjuran World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jadwal Makan Bayi 9 Bulan

Sebenarnya, Ibu dapat memberi makan si Kecil dengan memperhatikan waktu pengosongan lambung dan tanda lapar-kenyang yang ditunjukkan si Kecil. 

Si Kecil umumnya membutuhkan 100 menit untuk mencerna makanan padat dan 75 menit untuk mencerna makanan cair di dalam lambung. 

Ketika lambungnya sudah kosong, biasanya bayi akan menunjukkan gerak-gerik yang seolah mengatakan “Ibu, aku lapar!” seperti: 

  • Meraih atau menunjuk makanan.

  • Membuka mulut ketika disodori sendok. 

  • Terlihat semangat ketika melihat makanan. 

  • Menggerakkan tangan atau membuat suara-suara untuk memberitahu Ibu kalau ia merasa lapar. 

Berikut ini jadwal pemberian MPASI bayi 9 bulan yang dapat Ibu jadikan sebagai panduan: 

  • Pukul 6:00 : ASI setelah bangun tidur.

  • Pukul 8:00 : sarapan dengan MPASI.

  • Pukul 10:00 :  ASI atau camilan finger food berupa buah potong/puree buah kasar.

  • Pukul 12:00 :  makan siang dengan MPASI.

  • Pukul 14:00 : ASI.

  • Pukul 16:00 : cemilan finger food, misalnya roti atau biskuit cracker bayi.

  • Pukul 18:00 : makan malam dengan MPASI.

  • Pukul 20:00 sampai 3 pagi : ASI dengan jarak tiap 2 jam sekali.

 

Jadwal makan tersebut dapat Ibu modifikasi sesuai dengan kondisi si Kecil di rumah. Namun, usahakan Ibu menjaga jadwal makannya konsisten, ya. Jadi, ia dapat belajar mengenali rasa lapar-kenyang di dalam dirinya dengan baik.  

Baca juga: Cara Menerapkan Responsive Feeding agar si Kecil Lahap Makan

Rekomendasi Resep MPASI untuk Bayi 9 Bulan

Masih bingung menu apa yang harus dibuat untuk menu MPASI si Kecil hari ini? Jangan bingung lagi, ya, Bu, sebab kami memiliki beberapa rekomendasi MPASI bayi 9 bulan yang mudah dibuat, lezat, dan tentunya kaya nutrisi. 

Yuk, simak resepnya dibawah ini!

1. Sup Labu Kubis Telur

Bahan yang dibutuhkan:

  • 3 gelas air

  • 1 cangkir pasta makaroni yang sudah direbus

  • ¾ cangkir labu yang sudah dikupas dan dipotong dadu

  • ¼ kubis yang sudah diiris tipis

  • 1 butir telur

Cara membuat:

  1. Cuci sayuran dan telur sebelum dikupas dan diiris. Masukkan dalam satu wadah dan sisihkan.

  2. Rebus satu gelas air di dalam panci.

  3. Masukkan labu siam setelah air mendidih. Masak selama 10 menit.

  4. Hancurkan labu hingga menjadi pasta.

  5. Tambahkan pasta, labu, kubis, dan telur ke dalam panci. Masak selama lima menit.

  6. Angkat dari api dan pindahkan satu porsi ke dalam mangkuk. Dinginkan dan sajikan.

2. Nasi Tim Ikan Kakap

Bahan yang dibutuhkan:

  • 20 gr beras, cuci bersih

  • 25 gr daging ikan kakap, buang duri dan potong kecil-kecil

  • 25 gr tahu, potong dadu kecil-kecil.

  • 30 gram kangkung, cincang kasar.

  • 25 gr tomat, potong kecil-kecil

Cara membuat:

  1. Campur beras dengan air, daging ikan, dan tahu. Rebus sambil terus diaduk hingga menjadi bubur setengah padat.

  2. Masukkan kangkung dan tomat, masak hingga sayuran matang.

  3. Aduk sampai rata, dan angkat.

  4. Saring dengan saringan kawat atau blender kasar sebentar saja..

  5. Tuang ke mangkuk dan siap diberikan pada bayi.

3. Setup Sayuran

Bahan yang dibutuhkan:

  • 3 gelas air

  • ¼ cangkir wortel, kupas dan potong dadu

  • ⅓ cangkir kentang, kupas dan potong dadu

  • 2 cangkir labu botol (upo), kupas dan potong dadu

  • 1 sendok makan tomat, potong dadu

  • ½ cangkir kubis, potong dadu

  • 3 cangkir bubur

  • ¼ ayam suwir

Cara membuat:

  1. Cuci bersih semua bahan sebelum dikupas dan diiris. Masukkan ke dalam wadah dan sisihkan.

  2. Masukkan semua bahan ke dalam panci dengan 3 gelas air. Rebus selama 20 menit atau sampai sayuran matang. Hilangkan uap panas terlebih dahulu.

  3. Saring 1 cangkir sayuran dan tumbuk untuk hingga menjadi ⅓ cangkir sup.

  4. Tambahkan 3 sendok makan bubur ke dalam rebusan. Campur rata sup dan sayuran. Tempatkan ke dalam mangkuk dan sajikan.

Baca Juga: Resep MPASI 10 Bulan dan Aturan Pemberiannya

Sekarang Ibu sudah tahu berbagai macam aturan untuk MPASI bayi 9 bulan, mulai dari tekstur hingga bahan makanan yang boleh digunakan dan berbagai inspirasi menu kreatifnya. Selamat mencoba ya, Bu!

Jangan lupa, Ibu juga bisa mengakses lebih banyak lagi inspirasi MPASI bayi sesuai tahapan umurnya di Bebe Journey. Di sini Ibu juga bisa mengecek informasi dan fitur edukatif yang dapat dilakukan si Kecil setiap bulannya untuk mendukung tumbuh kembang hebatnya.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. ‌What to do if your baby doesn’t like baby foods, purees, or solids. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/solids-finger-foods/is-it-normal-that-my-baby-doesnt-like-the-texture-of-solids_3652414

  2. NHS Choices. (2023). Choking and gagging on food. https://www.nhs.uk/start-for-life/baby/weaning/choking-and-gagging-on-food/#:~:text=Your%20baby%20may%20gag%20when,different%20textures%20and%20harder%20foods

  3. Aparna. (2018, May 9). Salt and Sugar for Babies – Reasons to Avoid Them. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/salt-and-sugar-for-babies-reasons-to-avoid-them/

  4. Infant Botulism: Information for Clinicians. (2023). https://www.cdc.gov/botulism/infant-botulism.html

  5. CDC. (2021, July 22). Signs Your Child is Hungry or Full . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html#:~:text=Your%20child%20may%20be%20hungry,%2C%20smacks%2C%20or%20licks%20lips.

  6. IDAI | Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak



Artikel Terkait