Manfaat dan Cara Melakukan BLW (Baby Led Weaning)
BLW adalah cara mengenalkan MPASI dengan membiarkan si Kecil makan sendiri tanpa disuapi. Metode ini aman bagi bayi usia 6 bulan untuk meningkatkan kemandirian dan koordinasi motoriknya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 27 April 2023
Diperbarui: 16 April 2026
BLW adalah salah satu metode mengenalkan MPASI pada bayi. Apa manfaat, risiko, dan bagaimana cara memulai baby led weaning?
MPASI BLW Itu Apa?
Menurut IDAI, BLW adalah metode mengenalkan MPASI dengan membiarkan bayi mengambil dan menyuap makanannya sendiri sejak awal tanpa disuapi Ibu.
Metode ini penting bagi perkembangan bayi karena mendukung kemandirian dan koordinasi motorik. Bayi belajar mengenali tekstur, rasa, dan proses makan secara alami sejak awal MPASI.
Baby Led Weaning Mulai Usia Berapa?
BLW biasanya dimulai saat bayi berusia 6 bulan dan sudah menunjukkan tanda kesiapan MPASI sebagai berikut:
- Bisa duduk tegak tanpa bantuan.
- Menunjukkan minat pada makanan orang dewasa.
- Memiliki kontrol kepala dan leher yang baik.
Perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda, sehingga penting bagi Ibu dan Ayah untuk menyesuaikan dengan kemampuan si Kecil.
Apakah BLW Aman?
BLW adalah metode yang aman dilakukan jika bayi sudah berusia 6 bulan dengan pengawasan Ibu.
Jika tidak dalam pengawasan orang dewasa, risiko tersedak dapat terjadi sampai kekurangan asupan nutrisi karena bayi makan terlalu sedikit.
Namun, BLW tidak selalu cocok untuk semua bayi dengan kondisi sebagai berikut:
- Bayi prematur.
- Bayi dengan gangguan mengunyah atau menelan.
- Bayi dengan riwayat alergi berat, masalah pencernaan, atau intoleransi laktosa.
Baca Juga: Panduan Memulai MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan
Perbedaan BLW dan Finger Food
BLW adalah metode memberi kebebasan penuh pada bayi belajar makan sendiri dengan menentukan cara dan jumlah makanannya. Bayi memegang makanan sendiri dan memasukkannya ke mulut tanpa disuapi.
Sementara itu, finger food adalah teknik penyajian makanan agar mudah digenggam bayi. Finger food bisa digunakan baik pada metode BLW maupun MPASI tradisional yang disuapi.
Manfaat BLW untuk Bayi
Ada beberapa manfaat BLW bagi perkembangan motorik, sensorik, dan perilaku makan, di antaranya:
1. Melatih Bayi Makan Sendiri
Salah satu manfaat BLW adalah bayi dapat mengatur sendiri porsi makanannya. Menurut IDAI, hal ini dapat membantu bayi mengenali rasa lapar dan kenyang sejak dini.
Lambat laun bayi bisa mengatur makanannya sendiri. Kemudian, si Kecil tidak akan makan berlebihan karena ia mampu mengendalikan apa yang masuk ke mulut maupun apa yang ditelan.
2. Mengasah Keterampilan Motorik Halus dan Motorik Oral
Baby led-weaning juga memberikan kesempatan bagi bayi untuk mencoba berbagai tugas yang mengasah keterampilan motorik halus dan motorik oral yang diasah si Kecil, seperti:
- Berlatih mengambil sepotong makanan.
- Belajar menggenggam dan membawa makanan ke mulut.
- Belajar memasukkan makanan ke dalam mulut.
- Berlatih mengunyah dan menelan makanan.
3. Mengenalkan Berbagai Tekstur dan Rasa
BLW bayi bisa memperkenalkan si Kecil pada makanan dengan tekstur dan rasa alami. Bayi pun jadi lebih fleksibel menerima variasi makanan.
Baca Juga: 18 Buah untuk Bayi 6 Bulan & Cara Menyajikan yang Aman
4. Belajar Mengunyah
BLW adalah cara melatih bayi mengunyah dengan baik. Saat bayi memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya, ia akan terstimulasi untuk mengunyah makanan.
Proses mengunyah ini dapat membantu memperkuat otot-otot wajah dan rahang bayi. Dengan begitu, kemampuan oromotor (motorik oral) si Kecil dapat meningkat.
Kemampuan oromotor yang baik tersebut bisa memengaruhi kemampuan si Kecil dalam menerima berbagai jenis dan tekstur makanan, serta kemampuannya dalam berbicara.
5. Hemat Biaya
Prinsip dari metode BLW adalah memberikan makanan padat bayi yang sama atau setidaknya mirip dengan apa yang Ibu dan Ayah makan.
Maka itu, secara tidak langsung biaya yang Ibu keluarkan dalam mempersiapkan makanan untuk si Kecil dan anggota keluarga lainnya menjadi lebih efisien.
Baca Juga: MPASI 4 Bintang vs Menu Lengkap, Mana yang Lebih Bagus untuk Bayi?
Kelebihan dan Kekurangan BLW
Untuk lebih jelasnya, berikut kelebihan dan kekurangan BLW yang perlu Ibu pahami:
|
Aspek |
Kelebihan BLW |
Kekurangan BLW |
|
Kemandirian makan |
Bayi belajar makan mandiri sejak dini |
Perlu pengawasan ketat |
|
Keterampilan motorik |
Melatih koordinasi tangan-mata |
Adaptasi tekstur bisa lebih lambat |
|
Preferensi makanan |
Bayi terbiasa variasi rasa |
Potensi penolakan tekstur tertentu |
|
Asupan nutrisi |
Makanan alami dan utuh |
Risiko kekurangan zat besi |
|
Pengalaman makan |
Bayi ikut makan bersama keluarga |
Persiapan makanan lebih detail |
|
Pengendalian porsi |
Bayi belajar regulasi diri |
Porsi sulit diprediksi |
|
Higienitas |
Tidak perlu menghaluskan makanan |
Lebih banyak makanan tercecer |
Cara Melakukan Baby-Led Weaning
Adapun cara melakukan BLW adalah sebagai berikut:
- Sajikan makanan padat dalam ukuran seukuran jari agar mudah digenggam bayi.
- Pastikan tekstur makanan lunak dan aman untuk dikunyah.
- Biarkan bayi memilih dan memasukkan makanan sendiri.
- Orang tua berperan mengawasi dan memberikan tambahan makanan bila perlu.
- Terapkan prinsip responsive feeding, yakni bayi menentukan jumlah dan kecepatan makan
Jangan ragu meminta bantuan pada ahlinya, agar Ibu lebih mudah dalam menerapkan metode ini, ya. Dengan begitu, si Kecil bisa makan dengan senang, Ibu pun tenang!
Baca Juga: Cara Menerapkan Feeding Rules IDAI agar Anak Makan Teratur
Ide Menu BLW Sesuai Usia
Bingung mencari ide menu BLW 6 bulan, Bu? Berikut beberapa contoh makanan BLW yang bisa Ibu coba di rumah.
|
Usia Bayi |
Menu BLW |
Catatan |
|
6–7 bulan |
Ubi jalar kukus/panggang, wortel kukus, alpukat, pisang, mangga/melon, kembang kol/brokoli kukus, roti panggang, telur rebus/dadar, keju mozzarella, tahu kukus |
Potongan seukuran jari, tekstur lunak |
|
8–9 bulan |
Stroberi iris tipis, pir kukus/panggang, apel kukus/panggang, kacang hijau kukus, kacang polong kukus, bayam cincang kukus/tumis, keju swiss/cheddar, pasta gandum utuh, ayam/daging cincang, bakso mini belah dua, telur orak-arik |
Perkenalkan tekstur lebih kompleks, potongan aman untuk digenggam |
Panduan Memotong Makanan untuk BLW (Finger Food)
Ketahui cara memotong makanan BLW (finger food) bayi agar mudah disantap si Kecil berikut ini:
|
Jenis Makanan |
Ukuran Potongan |
Bentuk |
Tekstur / Catatan |
|
Buah |
±2–3 cm |
Kubus, irisan kecil, stik |
Buah harus matang, tidak terlalu keras; buang biji atau tulang |
|
±5–7 cm (panjang) × ±1 cm (lebar) |
Stik atau batang |
Tekstur empuk setelah dimasak; bisa ditekan dengan jari |
|
|
Roti /sandwich mini |
±4–5 cm |
Kotak atau segitiga |
Gunakan roti yang tidak mudah hancur; isian tipis |
|
Daging/Ayam/Ikan |
±3–4 cm |
Nugget, kubus, atau stik |
Matang sempurna, tidak berserat keras, tanpa tulang kecil |
|
Keju |
±2 cm |
Kubus atau stik |
Pilih keju bertekstur padat agar tidak mudah hancur |
|
Kue/Pastry |
±3–4 cm |
Kotak atau bulat mini |
Padat tapi empuk, tidak terlalu rapuh |
|
Telur/Omelet |
±3 cm |
Iris tipis, bulat mini, atau stik |
Matang sempurna, tidak terlalu basah |
|
Snack/Gorengan |
±3–4 cm |
Kotak, stik, atau bola mini |
Tidak terlalu berminyak agar tidak licin di tangan bayi |
Makanan yang Harus Dihindari dalam Metode Baby Led-Weaning
Gagging (refleks muntah) adalah refleks alami bayi untuk mencegah choking (tersedak) saat belajar makan, di mana tubuh menahan makanan yang belum siap ditelan.
Sedangkan, tersedak terjadi ketika saluran napas tersumbat sehingga bayi sulit bernapas dan merupakan kondisi darurat yang berbahaya.
Makanan yang tidak boleh diberikan saat BLW karena dapat memicu tersedak adalah:
- Makanan dengan tekstur keras dan bulat, seperti buah anggur utuh.
- Makanan dengan tekstur keras dan renyah, seperti keripik jagung, berondong jagung, kacang tanah.
- Sayuran mentah bertekstur keras seperti wortel.
- Madu jika diberikan untuk bayi di bawah usia 1 tahun.
Baca Juga: 20 Cemilan Bayi 6 Bulan yang Sehat, Aman, dan Mudah Dibuat
Tips Sukses Bayi Belajar Makan Sendiri
Berikut tips sukses agar bayi belajar makan sendiri yang bisa Ibu lakukan:
- Tetap tenang dan sabar saat bayi belajar makan sendiri.
- Perkenalkan makanan baru secara bertahap.
- Awasi bayi untuk mencegah tersedak.
- Biarkan bayi memilih jumlah dan jenis makanan sendiri.
- Buat makan bersama sebagai momen menyenangkan.
BLW vs Disuapi: Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
Kelebihan BLW adalah bayi bisa mengeksplorasi berbagai tekstur dan rasa sejak awal, belajar mengunyah, dan membangun kebiasaan makan mandiri.
Sebaliknya, bayi yang disuapi cenderung lebih tergantung pada orang tua, tetapi lebih aman untuk bayi dengan kesiapan motorik yang belum optimal atau bayi prematur.
Pilihan antara BLW atau disuapi sebaiknya disesuaikan dengan kesiapan bayi, kenyamanan orang tua, dan kondisi kesehatan si Kecil.
Orang tua juga bisa mengombinasikan kedua metode untuk mendapatkan manfaat dari masing-masing, sambil tetap memastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Nah, sekarang Ibu sudah mengetahui cara menerapkan BLW yang baik agar si Kecil mau lahap makan tanpa harus banyak drama.
Ibu dapat memantau apakah si Kecil sudah tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya melalui tools Bebe Journey yang dapat Ibu gunakan secara gratis kapanpun dan di mana pun.
Saat mencoba menu MPASI baru, biasanya terjadi perubahan pola pup. Ibu bisa cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Semoga informasi ini bermanfaat, Bu!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
