Manfaat dan Ide Sensory Play untuk Bayi di Tiap Usia (0–12 Bulan)
Sensory play untuk bayi merangsang kepekaan indra sehingga meningkatkan koneksi saraf di otak. Hal ini bisa membuat bayi lebih cerdas dan mudah belajar hal baru.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 15 Februari 2023
Diperbarui: 08 Januari 2026
Sensory play untuk bayi merupakan stimulasi untuk mengembangkan kepekaan sensorik atau indra si Kecil. Aktivitas sensorik membantu bayi lebih leluasa mengeksplorasi dan mengenali lingkungan sekitarnya. Apa saja contoh-contohnya?
Apa Itu Sensory Play?
Sensory play adalah aktivitas yang dapat mengasah kepekaan panca indra bayi sejak dini, yaitu:
- Peraba (tactile)
- Pengecap (lidah)
- Penglihatan (visual)
- Pendengaran (auditory)
- Penciuman (hidung)
- Keseimbangan (vestibular)
- Kesadaran gerakan tubuh (proprioceptive)
Studi The Cochrane Database of Systematic Reviews (2024) menyatakan, stimulasi sensorik membentuk koneksi saraf. Struktur otak pun lebih fleksibel, sehingga bayi lebih mudah belajar hal-hal baru.
Saat bermain permainan sensorik, otak bayi merekam pengalaman baru. Nantinya, pengalaman tersebut akan digunakan saat dibutuhkan. Jadi, ia dapat mengerjakan berbagai aktivitas yang lebih kompleks.
Manfaat Sensory Play untuk Bayi
Walau tampaknya bayi hanya sibuk memegang-megang, ternyata kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk tumbuh kembangnya. Apa sajakah manfaatnya?
1. Meningkatkan Fungsi Motorik
Dalam mainan sensory play untuk bayi, ada dua sistem yang akan terstimulasi, yaitu sistem proprioceptive dan sistem vestibular.
Sistem proprioseptif adalah indra yang terletak pada otot-otot dan persendian manusia yang berperan untuk kesadaran tubuh.
Contohnya,bayi akan memahami bagian tubuh mana yang saling berkaitan, posisi tubuh dalam suatu ruangan, dan seberapa besar tenaga yang harus dikeluarkan untuk suatu aktivitas.
Sementara, fungsi sistem vestibular adalah menjaga keseimbangan saat tubuh bergerak, seperti saat tummy time, duduk, dan berjalan.
2. Mempertajam Fungsi Kognitif
Sensory play untuk bayi membuat si Kecil merasakan hal baru, seperti tekstur kain halus dan kasar, suhu es yang dingin, hingga mendengar suara binatang yang lucu dari sound book.
Seluruh pengalaman baru akan membangun koneksi antarsaraf hingga terbentuknya sel-sel otak baru. Semakin berkembang koneksi antarsaraf, semakin optimal kecerdasan si Kecil.
3. Melatih Kemampuan Problem Solving
Secara tidak langsung, sensory play untuk bayi membuat Bapak Ibu memberikan pertanyaan sederhana, diskusi tentang cara kerja suatu benda, eksperimen sederhana, dan menganalisis keadaan.
Contohnya, saat si Kecil memainkan cat warna-warni, Bapak Ibu bisa ajak bayi berdiskusi untuk memberikan pola pikir baru. Tetap berikan penjelasan saat Bapak Ibu bertanya kepadanya.
Contohnya, “Coba lihat, ini apa? Warna-warni, ya? Coba pegang catnya, lembek kan? Coba campur warnanya, kok berubah? Kira-kira, kenapa?”
4. Membantu Anak Lebih Fokus
Sensory play untuk bayi ternyata membuat si Kecil lebih mudah berkonsentrasi, bahkan membantu mengatur emosinya.
Saat bermain, si Kecil akan terlibat dengan berbagai stimulasi sensorik baru yang membuatnya lebih fokus pada satu aktivitas. Ia juga cenderung tidak rewel ketika mencoba hal-hal baru.
Bila bayi tidak bersemangat, permainan sensori bayi bisa meningkatkan motivasinya dalam menyelesaikan aktivitas atau pekerjaan.
5. Mengembangkan Kemampuan Bahasa
Sensory play mendorong si Kecil untuk mengomunikasikan perasaan dan kebutuhannya menggunakan berbagai kata-kata deskriptif.
Nah, untuk bayi yang belum bisa berbicara, komunikasi akan terjalin dalam bentuk pekikan, ocehan, atau gelak tawa.
Pada usia di atas 6–11 bulan, bayi mulai mengikuti beberapa kata yang diucapkan orang tuanya.
Baca juga: Perkembangan Bayi 7 Bulan dan Tips Stimulasinya
Kapan & Bagaimana Memulai Sensory Play untuk Bayi?
Aktivitas sensorik bayi bisa dimulai sejak bayi baru lahir. Aktivitas stimulasi ini akan menyesuaikan usia dan kemahiran si Kecil. Jadi, koneksi saraf di otak akan terhubung sesegera mungkin.
Berikut tabel rentang usia, target stimulasi, dan durasi yang diperlukan untuk stimulasi sensorik:
|
Umur Bayi |
Tujuan Stimulasi |
Durasi & Frekuensi |
|
0–3 bulan |
|
2–3 kali sehari, masing-masing selama 3–5 menit |
|
4–6 bulan |
|
30 menit setiap hari |
|
7–9 bulan |
|
60–90 menit per hari |
|
10–12 bulan |
|
60–90 menit per hari |
Ingin tahu apakah pertumbuhan si Kecil sudah sesuai dengan standar WHO? Pantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney! Plus, ada AI Poop Tracker untuk bantu Ibu monitor kesehatan pencernaannya serta panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.
Ide Aktivitas Sensory Play sesuai Usia
Sensory play untuk bayi banyak macamnya. Bila Bapak Ibu bingung mulai dari mana, cobalah beberapa ide stimulasi bayi 1 bulan hingga 12 bulan berikut:
1. Permainan Sensori Bayi 0-3 bulan
Berikut beberapa inspirasi permainan sensori bayi usia 0–3 bulan:
- Colorful Skies: mainan gantung warna-warni di atas ranjang, menstimulasi visual bayi.
- Touchy-touch: menyentuh atau menggelitik kulit bayi sambil bersuara lucu atau bernyanyi, menstimulasi indra peraba dan pendengaran.
- Mirror, Mirror on the Wall: membiarkan bayi bercermin, sebut namanya sambil menunjuk cermin untuk menstimulasi visual dan kesadaran gerak tubuh.
2. Permainan Sensori Bayi 4-6 bulan
Untuk bayi yang usianya sudah agak lebih besar dan mulai belajar untuk tengkurap dan duduk, berikut adalah rekomendasi aktivitas sensorik bayi:
- Touch the Fabric: menyentuh berbagai tekstur kain, sepetri wol, corduroy, beludru, dan satin. Berguna untuk melatih kepekaan indra peraba.
- Let’s Fly!: gendong tinggi lalu turunkan posisi gendongan perlahan. Penting untuk stimulasi keseimbangan (vestibular) dan kesadaran gerakan tubuh (proprioceptive).
- Rolling Ball: gelinding dan pantulkan bola bertekstur untuk stimulasi indra peraba.
3. Permainan Sensori Bayi 7-9 bulan
Ketika si Kecil sudah lebih aktif berceloteh dan kemampuan motoriknya juga sudah lebih berkembang, berikut beberapa ide mainan sensory play untuk bayi:
- Lift the Block: mengangkat dan membalik balok beraneka ukuran untuk mengenali berat benda agar ia tahu sebesar apa energi yang dibutuhkan agar balok terangkat.
- Be an Observer: ajak mengamati mainan yang memiliki berbagai bentuk, warna, tekstur, ukuran, dan bunyi baik dari jarak dekat maupun jarak jauh.
- Let’s Go on an Adventure!: eksplor lingkungan sekitarnya dan ajak melakukan berbagai gerakan, mulai dari tengkurap, duduk, merangkak, hingga berdiri dengan bantuan. Penting untuk menstimulasi keseimbangan dan kesadaran gerak tubuh.
4. Permainan Sensori Bayi 10-12 bulan
Di usia ini, si Kecil mulai berdiri dan berjalan pertama kali. Jadi, berikut adalah beberapa ide sensory play bayi:
- Peek-a-Boo Sensory Board: stimulasi indra peraba dengan cari beberapa tutup tisu basah bekas, rekatkan masing-masing permukaan tutup dengan benda-benda bertekstur, seperti slime, manik-manik, atau pasir.
- This is Your Body!: bercermin, lalu tunjuklah bayangan tubuh si Kecil pada cermin, sebutkan nama-nama anggota tubuhnya untuk merangsang kemampuan visual.
- Treasure Hunt: buat halang rintang untuk si Kecil melompat, merangkak, dan berjalan lurus. Di tengah permainan, ajak ia mencari sensory box berisi pasir dan playdough.
Baca juga: Perkembangan Bayi 10 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?
Tips Menjaga Keamanan Bayi saat Bermain
Agar aktivitas sensory play tidak menimbulkan tersedak, keracunan, atau cedera, ada beberapa hal yang perlu dilakukan Bapak Ibu, apa saja?
- Gunakan bahan mainan yang aman bila tertelan, seperti edible paint, yoghurt, atau tepung yang sudah dipanaskan di teflon.
- Pilih mainan dengan ukuran yang bisa digenggam dan tidak terlalu kecil agar tidaktertelan.
- Bersihkan mainan sebelum dan setelah digunakan.
- Pastikan sudut-sudut di ruangan tidak tajam, lantai bersih, dan stop kontak ditutup.
- Atur suhu dan cahaya agar tetap nyaman.
- Awasi si Kecil saat bermain.
- Cuci tangan sebelum dan setelah bermain.
- Hentikan aktivitas sensorik bayi bila sudah mulai rewel.
Baca juga: Manfaat Mengobrol untuk Kecerdasan Intelegensi Bayi
Nah, sensory play untuk bayi penting untuk menstimulasi indra si Kecil. Tak hanya itu, rutin melakukan aktivitas ini bisa mempererat kedekatan emosional Bapak Ibu dengan si Kecil.
Ingat, pastikan Bapak Ibu selalu hadir dalam proses tumbuh kembang si Kecil, ya!
Jika Ibu masih membutuhkan saran atau punya pertanyaan seputar aktivitas sensory bayi, kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi si Kecil, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline BebeCare yang terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu membuat janji!

