15 Manfaat Baby Spa dan Panduan Cara Melakukannya

Baby spa bisa bantu bayi rileks, memperkuat otot tubuh, hingga mencegahnya rewel bila dilakukan dengan rutin dan tahu cara tepat melakukannya.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
21 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Baby spa (spa bayi) adalah salah satu perawatan bayi yang menggabungkan kegiatan spa, berenang, dan pijat. Kapan bayi boleh melakukan spa dan apa saja manfaat yang didapat?

Baby Spa Mulai Usia Berapa?

Bayi sudah mulai bisa melakukan spa mulai dari usia 3-6 bulan. 

Di usia ini, otot-otot leher dan punggung bayi dinilai sudah cukup baik untuk menopang tubuhnya selama berenang atau berendam di dalam kolam. 

Ibu tak perlu khawatir karena seluruh perawatan untuk bayi newborn ini dilakukan oleh seorang terapis terlatih selama beberapa menit di tempat spa.

Akan tetapi, tak ada salahnya Ibu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak guna mengetahui kapan waktu yang paling tepat untuk mengajak si Kecil melakukan spa bayi. 

Baca Juga: Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir yang Ibu Perlu Tahu

Manfaat Baby Spa untuk Kesehatan Bayi

Spa bayi adalah salah satu rutinitas bayi baru lahir yang memiliki manfaat bagi kesehatan si Kecil. Bahkan, perawatan ini disebut-sebut mampu merangsang stimulasi bayi sejak usia dini. 

Berikut adalah berbagai manfaat spa bayi untuk kesehatan yang patut Ibu simak:

1. Stimulasi Sensorik yang Optimal

Bermain di spa memberikan rangsangan sensorik yang lembut pada kulit bayi, membantu meningkatkan persepsi sensorik si Kecil.

2. Peningkatan Keterampilan Motorik

Dengan aktivitas fisik di dalam  air, bayi dapat belajar mengembangkan keterampilan motorik kasar maupun halusnya.

Para dokter ahli juga menganggap kalau kegiatan menendang-nendang dalam air dapat merangsang bayi untuk dapat melatih keseimbangan dan kemampuan koordinasinya. 

Hal tersebut dikaitkan dengan perkembangan keterampilan motorik kasar, seperti merangkak, berjalan, dan berenang seiring si Kecil bertambah besar.

3. Bantu Tidur Nyenyang

Pengalaman di baby spa dapat membantu bayi lebih rileks dan membuat si Kecil tidur nyenyak.

4. Mengurangi Kolik dan Kembung

Air hangat dalam baby spa dapat merangsang sistem pencernaan bayi, membantu meredakan masalah pencernaan seperti perut kembung dan kolik.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Dengan bermain di air, bayi dapat membangun ketahanan tubuh dan memperkuat otot, sehingga membantu optimalkan daya tahan tubuhnya melawan infeksi dan penyakit.

6. Optimalkan Perkembangan Kognitif

Melalui interaksi dengan air dan mainan di dalamnya, bayi dapat mengalami perkembangan kognitif yang positif.

7. Bonding dengan Orang Tua

Aktivitas di spa juga menciptakan momen berharga antara bayi dan orang tua untuk memperkuat ikatan emosional (bonding).

6. Mengurangi Kebiasaan Menggigit Jari

Kegiatan di spa bayi dapat membantu mengurangi kebiasaan bayi menggigit jari dengan memberikan stimulus alternatif.

7. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Berbagai mainan di dalam air membantu meningkatkan koordinasi mata dan tangan bayi secara alami lewat berbagai gerakan dan aktivitas yang rutin.

8. Mengatasi Ketegangan Otot

Terapi air di spa dapat membantu mengurangi ketegangan otot pada bayi, mengurangi rasa tidak nyaman.

9. Meningkatkan Nafsu Makan

Bermain di air menguras energi si Kecil sehingga ia akan menyusui lebih banyak dan sering untuk mengisi ulang energinya.

Bermain di air juga merangsang produksi hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan.

10. Pengalaman Sosialisasi yang Baik

Melalui interaksi dengan bayi lainnya di spa, si Kecil dapat mengembangkan keterampilan sosialisasi mereka sejak dini.

11. Membentuk Kepercayaan Diri

Pengalaman positif di baby spa dapat membantu si Kecil membangun kepercayaan diri, dan memberikan rasa aman dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

12. Menciptakan Pengalaman Positif dengan Air

Melalui eksplorasi dalam air, bayi dapat mengembangkan rasa keberanian dan percaya diri dalam menghadapi lingkungan baru.

Bermain di spa membantu si Kecil merasa familiar di dalam air untuk membantu si Kecil mengasah keterampilan berenang untuk bertahan hidup di kemudian hari.

13. Perkembangan Sistem Pernapasan yang Sehat

Bermain di air dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat sistem pernapasan bayi.

14. Meningkatkan Keseimbangan Hormon

Terapi air dapat membantu meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia dan nyaman.

Jadi, si Kecil bisa lebih merasa tenang dan tidak mudah rewel.

15. Menjaga Kelembapan Kulit

Bermain di air hangat dan mendapatkan pijatan lembut dengan baby oil atau lotion dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi, yang mencegah iritasi dan masalah kulit lainnya.

Bagaimana Cara Melakukan Baby Spa?

Umumnya, spa bayi dilakukan oleh seorang terapis yang berpengalaman di tempat spa khusus untuk bayi. 

Meski demikian, melakukan spa bayi di rumah bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan baik baik Ibu dan si Kecil. 

Namun perlu diingat, alangkah baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum memulai sesi. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah hal tersebut aman dan sesuai dengan kebutuhan bayi Ibu. Berikut adalah panduan umum cara melakukan baby spa:

1. Berenang dalam Kolam Air

Langkah pertama dalam melakukan spa bayi adalah membiarkan bayi berenang dalam kolam air khusus. 

Ibu bisa menyiapkan pelampung atau ban renang seukuran tubuh bayi yang bertujuan untuk menjaganya supaya tidak tenggelam selama berendam. 

Pastikan airnya hangat dan aman untuk bayi. Ibu dapat tetap mengambil posisi dekat si Kecil guna menciptakan rasa tenang dan nyaman. 

Selanjutnya, biarkan bayi bermain bebas menggerakkan kedua lengan dan tungkai kaki di dalam air. 

Bayi di usia 3-6 bulan akan merespons lebih baik saat di spa, karena berada di kolam air hangat menyerupai kondisi saat berada di dalam rahim Ibu. 

Namun, perhatikan respon bayi selama sesi spa, Bu. Jika bayi menunjukkan rasa tidak nyaman atau tidak menyukai sesuatu, hentikan aktivitas tersebut, ya.

2. Lakukan Pijatan

Setelah membiarkan bayi berendam dalam kolam air khusus, Ibu bisa melanjutkan rangkaian spa bayi dengan melakukan pijatan lembut. 

Pertama-tama pilihlah ruangan yang tenang dan nyaman dengan suhu yang tidak terlalu dingin ataupun panas. 

Pastikan pencahayaan tidak terlalu terang, Bu. Kemudian, mulai pijatan bayi dari area kaki. 

Gunakan gerakan yang lembut dan sedikit lebih lama untuk memijat setiap kaki, pergelangan kaki, betis, dan paha atas. Setelah selesai dengan satu kaki, pijat sisi kaki lainnya. 

Jika area kaki sudah selesai, pijat area dada bayi searah jarum dan gerakkan kedua kakinya seolah seperti sedang mengayuh sepeda.

Terakhir, posisikan bayi dalam posisi tummy time atau tengkurap. Kemudian, pijat area punggung dari leher hingga bokong dengan ujung jari. 

Baca Juga: 5 Cara Memijat Bayi Sesuai Area Tubuhnya

Pijat Bayi dan Baby Spa Apa Bedanya?

Spa dan pijat bayi merupakan rutinitas bayi baru lahir yang berfokus untuk memberikan kenyamanan pada si Kecil. 

Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan utama dalam hal pendekatan pengalaman yang ditawarkan. 

Lebih dari sekadar pijat, spa bayi mencakup serangkaian perawatan yang melibatkan berendam air hangat, pijatan lembut, dan stimulasi sensorik. 

Tujuannya adalah menciptakan pengalaman menyenangkan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional bayi.

Biasanya, sesi spa bayi dapat memakan waktu lebih lama karena melibatkan beberapa aktivitas, yakni berendam atau berenang serta pijatan bayi.

Sementara pijat bayi, berfokus pada pijatan lembut untuk meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. 

Pijatan bayi umumnya memiliki durasi yang lebih singkat dan bisa lebih fokus pada keperluan khusus, seperti meredakan rasa tidak nyaman atau membuat bayi tidur lebih nyenyak.

Bolehkah Bayi Spa Saat Batuk Pilek?

Jika si Kecil sedang mengalami batuk atau pilek, penting bagi Ibu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sebelum membawanya pergi ke tempat spa untuk bayi. 

Ini karena bayi yang sedang sakit mungkin membutuhkan perhatian khusus dan rencana perawatan sesuai dengan kondisinya. 

Pada beberapa kasus, spa bayi mungkin tidak dianjurkan saat bayi sedang mengalami batuk atau pilek. 

Ini karena melakukan spa bayi bisa berpotensi menularkan virus kepada bayi-bayi lain di tempat spa. 

Oleh karena itu, perhatikan apakah bayi Ibu sedang dalam kondisi yang memungkinkan untuk melakukan spa atau tidak. 

Jika batuk dan pilek menyebabkan rasa tidak nyaman atau kelelahan berlebihan, sebaiknya Ibu menunda sesi spa bayi ini. 

Alih-alih melakukan spa, Ibu tetap bisa melakukan pijatan bayi di rumah guna mengurangi gejala batuk dan pilek. 

Jika Ibu mempunyai pertanyaan dan kekhawatiran mengenai kesehatan si Kecil, jangan ragu untuk bertanya langsung dengan tim ahli dari Bebecare ya, Bu. 

Tim ahli dari Bebecare siap siaga selama 24/7 jam membantu dan menjawab pertanyaan Ibu mengenai cara-cara menjaga kesehatan si Kecil dengan baik.

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Nopita Yanti, Nurhaida Br Kaban, & Martilova, D. (2022). The Effectiveness of Baby Massage to Reduce Cold Cough Symptoms. Science Midwifery, 10(5), 3824–3827. https://doi.org/10.35335/midwifery.v10i5.940
  2. Lastriati Dewi Ayudarista, & Ita Herawati. (2022). The Effect of Baby Massage in Healing Cough of The Common Cold in Infants at Zhafira Zarifa Clinic. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 8(Special Edition). https://journal.stikep-ppnijabar.ac.id/index.php/jkk/article/view/397
  3. Adnan Faris Naufal, & Prilliya Artika. (2019). Pengaruh Baby Massage dan Baby Spa (Solus per Aqua) terhadap Motorik Kasar Bayi Usia 4-6 Bulan. Prosiding University Research Colloquium, 153–156. http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/596
  4. Yusari Asih, & I Gusti Ayu Mirah Ws. (2019). Optimalisasi Pertumbuhan Bayi dengan Baby Massage and Spa. Jurnal Kesehatan, 10(2), 276–276. https://doi.org/10.26630/jk.v10i2.1416


Artikel Terkait