Manfaat Metode BLW (Baby Led Weaning) untuk MPASI

BLW adalah cara memperkenalkan MPASI dengan membiarkan si Kecil makan sendiri tanpa disuapi. Jadi, Ibu tidak memberikan MPASI bubur untuk si Kecil.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
27 Apr 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
Bayi sedang makan


Jika Ibu sedang mempertimbangkan metode Baby-Led Weaning (BLW) untuk mengenalkan MPASI pada bayi, simak dulu manfaat, risiko, dan tips memulainya dalam artikel ini!

Apa Manfaat BLW untuk Bayi?

Baby-Led Weaning adalah metode mengenalkan MPASI dengan membiarkan bayi mengambil dan menyuap makanannya sendiri, sehingga tidak perlu disuapi Ibu.

Ada beberapa manfaat baby led-weaning untuk bayi yang patut Ibu dan Ayah simak bersama, yaitu:

1. Belajar Cara Makan yang Baik dan Benar

Salah satu manfaat BLW untuk bayi adalah membiarkan si Kecil membuat kemampuannya berinteraksi dengan lingkungan sosial lebih kuat dan positif.

Dalam hal ini, si Kecil akan memperhatikan sekaligus mempelajari cara mengunyah dan cara menelan makanan saat makan bersama Ayah dan Ibu.

2. Mengasah Keterampilan Motorik

BLW dapat membantu si Kecil mengasah berbagai keterampilannya. Ini karena Ibu akan membiarkan bayi mengukur makanannya sendiri, termasuk mengukur rasa lapar dan kenyang.

Dengan demikian, lambat laun bayi bisa mengatur makanannya sendiri. Kemudian, si Kecil tidak akan makan berlebihan karena ia mampu mengendalikan apa yang masuk ke mulut maupun apa yang ditelan.

Tidak hanya itu, metode Baby-Led Weaning juga memberikan kesempatan bagi bayi untuk mencoba berbagai tugas yang membutuhkan penggunaan keterampilan motorik halus. 

Berbagai perkembangan motorik halus dan motorik oral yang diasah si Kecil ketika menerapkan metode BLW adalah:

  • Berlatih mengambil sepotong makanan.

  • Belajar menggenggam dan membawa makanan ke mulut.

  • Belajar memasukkan makanan ke dalam mulut.

  • Berlatih mengunyah dan menelan makanan.

Baca Juga: MPASI 4 Bintang vs Menu Lengkap, Mana yang Lebih Bagus untuk Bayi?

3. Mengenalkan si Kecil pada Makanan yang Beragam

Makanan si Kecil yang dihaluskan biasanya menghasilkan tekstur makanan yang lembut. 

Dengan metode penyapihan yang dilakukan langsung oleh si Kecil ini, maka ia akan dihadapkan dengan variasi menu makanan yang lebih banyak.

Selain itu, si Kecil dapat merasakan berbagai rasa dan tekstur makanan yang dikonsumsi. 

4. Belajar Mengunyah Makanan

Saat bayi memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya, ia akan terstimulasi untuk mengunyah dan merasakan berbagai tekstur makanan. 

Proses mengunyah dan merasakan cita rasa makanan tersebut dapat membantu memperkuat otot-otot wajah dan rahang bayi. Dengan begitu, kemampuan oromotor (motorik oral) si Kecil dapat meningkat.

Kemampuan oromotor yang baik tersebut bisa memengaruhi kemampuan si Kecil dalam menerima berbagai jenis dan tekstur makanan, serta kemampuannya dalam berbicara.

5. Hemat Biaya 

Membiarkan bayi makan sendiri juga ternyata bisa menghemat pengeluaran biaya. Bagaimana, bisa?

Begini, Bu. Prinsip dari metode baby led-weaning itu sendiri adalah memberikan makanan padat bayi yang sama atau setidaknya mirip dengan apa yang Ibu dan Ayah makan. 

Maka itu, secara tidak langsung biaya yang Ibu keluarkan dalam mempersiapkan makanan untuk si Kecil dan anggota keluarga lainnya menjadi lebih efisien.

Kapan Metode BLW Bisa Dilakukan?

Untuk melakukan metode ini, pastikan ia menunjukkan beberapa tanda kesiapan MPASI, seperti mampu untuk duduk tegak tanpa bantuan dari pengasuh, objek, maupun orang tua.

Umumnya bayi yang siap melakukan metode ini, sudah memasuki usia 6 bulan. Kendati demikian, Ibu dan Ayah perlu ketahui bahwa setiap bayi memiliki fase perkembangan di usia yang berbeda-beda.

Apakah Baby-Led Weaning Aman?

Baby-led weaning aman dilakukan jika bayi sudah berusia 6 bulan dan Ibu selalu mengawasi si Kecil makan untuk mencegah risiko tersedak. 

Namun, ada kekhawatiran mengenai risiko asupan nutrisi yang tidak optimal karena bayi sendiri yang menentukan jenis dan seberapa banyak porsi makanannya. 

Kalau si Kecil makannya sedikit, cara ini mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dalam satu kali makan, terutama asupan zat besi dan proteinnya.

Di sisi lain, tidak semua bayi boleh menjalani metode baby led-weaning, yaitu:

  • Bayi memiliki riwayat alergi, masalah pencernaan, atau intoleransi laktosa.

  • Bayi memiliki kebutuhan khusus, sehingga tidak bisa mengunyah dengan baik atau mengalami kesulitan untuk mengambil makanan dan memindahkannya ke dalam mulut.

  • Bayi lahir prematur.

Cara Melakukan Baby Lead Weaning

Metode ini dilakukan dengan membiarkan bayi mengambil dan menyuap makanannya sendiri dengan tangan.

Ibu cukup menyajikan jenis makanan yang dalam satu piring. Sediakanlah makanan padat yang dipotong “seukuran jari” agar bisa dicapit dan digenggam oleh si Kecil.

Pastikan teksturnya masih cukup lunak dan lembut untuk dikunyah bayi. Setelah itu, biarkan si Kecil memilih dan meraih sendiri makanan mana yang mau ia makan.

Bayi jugalah yang menentukan seberapa banyak porsi yang ia ingin makan dan seberapa cepat untuk menghabiskannya.

Peran Ibu di sini untuk mengawasi agar si Kecil tidak tersedak, atau memberikan tambahan makanan jika si Kecil masih ingin makan. Ini adalah salah satu cara responsive feeding.

Itu sebabnya, metode ini dinamakan dengan baby led weaning, di mana bayi “mengendalikan” cara makannya sendiri.

Jangan ragu untuk meminta bantuan pada ahlinya, agar Ibu lebih mudah dalam menerapkan metode ini, ya. Dengan begitu, si Kecil bisa makan dengan senang, Ibu pun tenang!

Baca Juga: 10 Cara Tepat Terapkan Feeding Rules agar Bayi Mau Makan

Makanan yang Harus Dihindari dalam Metode Baby Led-Weaning

Metode ini bagus untuk memperkenalkan makanan pertama pada bayi. Namun, tidak semua jenis makanan boleh diberikan secara utuh pada bayi karena ada risiko tersedak.

Makanan yang tidak boleh diberikan saat BLW adalah:

  • Makanan dengan tekstur keras dan bulat, seperti buah anggur utuh.

  • Makanan dengan tekstur keras dan renyah, seperti keripik jagung, berondong jagung, kacang tanah.

  • Sayuran mentah bertekstur keras seperti wortel.

  • Madu dan yoghurt jika diberikan untuk bayi di bawah satu tahun.

Ide Menu Makanan Baby Led-Weaning untuk Bayi

Agar si Kecil bisa latihan makan sendiri dan kebutuhan gizinya juga tetap terpenuhi maksimal, Ibu perlu menyediakan menu makan yang bervariatif.

Hal ini akan membantu si Kecil semangat untuk mencicipi berbagai jenis makanan berbeda dan mendapatkan asupan gizi seimbang.

Berikut menu makanan berdasarkan usia si Kecil, dilansir dari laman What to Expect.

1. Menu BLW Usia 6 dan 7 Bulan

  • Potongan ubi jalar yang dipanggang atau dikukus.

  • Potongan wortel kukus.

  • Irisan alpukat tebal.

  • Irisan pisang tebal.

  • Irisan mangga atau melon tebal (dikupas).

  • Kembang kol atau brokoli kukus.

  • Roti panggang.

  • Telur rebus atau potongan telur dadar yang dipotong-potong.

  • Keju mozzarella.

  • Potongan tahu kukus.

  • Daging sapi, kalkun, atau ayam yang dibentuk menjadi batang kayu.

2. Menu BLW Usia 8 dan 9 Bulan

  • Stroberi diiris tipis.

  • Irisan pir matang (dikukus atau dipanggang jika keras).

  • Irisan apel kukus atau panggang (kulit dihilangkan).

  • Kacang hijau kukus.

  • Kacang polong kukus.

  • Bayam cincang kukus atau tumis.

  • Keju Swiss atau keju cheddar parut atau potong dadu.

  • Pasta gandum utuh.

  • Ayam cincang, kalkun, atau daging sapi.

  • Bakso mini yang dibelah dua.

  • Kacang yang dimasak.

  • Telur orak-arik.

Baca Juga: 7 Pilihan Buah yang Aman untuk MPASI Bayi 6 Bulan

Nah, sekarang Ibu sudah mengetahui cara menerapkan BLW yang baik agar si Kecil mau lahap makan tanpa harus banyak drama. 

Ibu juga dapat memantau apakah si Kecil sudah tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya melalui tools Bebe Journey yang dapat Ibu gunakan secara gratis kapanpun dan di mana pun.

Semoga informasi ini bermanfaat!

 


Referensi:

  1. Zaleska. (2023, February 3). Baby-led weaning: What you need to know. Cleveland Clinic. Retrieved February 28, 2023, from https://health.clevelandclinic.org/baby-led-weaning/
  2. Betulkah baby led weaning Lebih Baik? IDAI. (n.d.). Retrieved February 28, 2023, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/betulkah-baby-led-weaning-lebih-baik
  3. Marygrace Taylor, C. W. (2022, November 9). Baby-led weaning. What to Expect. Retrieved February 28, 2023, from https://www.whattoexpect.com/first-year/feeding-baby/baby-led-weaning/
  4. Baby-led weaning: your complete guide. (2022). BabyCenter. https://www.babycentre.co.uk/a1007100/baby-led-weaning-your-complete-guide
  5. Clinic, C. (2021, October 27). Baby-Led Weaning: What You Need to Know. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/baby-led-weaning/
  6. Melisa Sofia Gomez, Ana Paula Novaes, Silva, Luciane Miranda Guerra, & Rosana. (2020). BABY-LED WEANING, AN OVERVIEW OF THE NEW APPROACH TO FOOD INTRODUCTION: INTEGRATIVE LITERATURE REVIEW. Revista Paulista de Pediatria, 38. https://doi.org/10.1590/1984-0462/2020/38/2018084


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait