5 Penyebab Napas Bayi Seperti Sesak dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Ibu melihat bayi bernapas seperti sesak dan kadang tampak tersengal-sengal? Sebagai orang tua baru, pasti hal ini dapat menimb...

4 min
17 Jun 2022

42 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Pernahkah Ibu melihat bayi bernapas seperti sesak dan kadang tampak tersengal-sengal? Sebagai orang tua baru, pasti hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, tak perlu buru-buru panik dan membawa si Kecil ke dokter, ya, Bu. Karena napas seperti sesak cukup wajar terjadi pada bayi baru lahir. 

Untuk lebih jelasnya, yuk, kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Penyebab Napas Bayi Seperti Sesak?

Bayi baru lahir sering kali memiliki pola pernapasan yang tidak teratur, dan hal ini kerap menjadi pertanyaan para orang tua baru. 

Selain bernapas dengan cepat, bayi baru lahir juga mengambil jeda yang lama di antara napas atau bisa membuat suara yang tidak biasa saat bernapas, seperti mendengkur atau mengi (napas berbunyi ngik-ngik).

Salah satu alasan utamanya adalah karena paru-paru bayi masih memerlukan waktu untuk beradaptasi agar dapat bernapas dengan baik dan teratur seperti orang dewasa. Jadi, wajar jika napasnya terdengar tidak teratur untuk saat ini, Bu. 

Ada pula beberapa penyebab lain dari bunyi napas bayi baru lahir yang terdengar seperti sesak:

  • Si Kecil bernapas lebih banyak melalui lubang hidung daripada mulut.
  • Jalur pernapasan bayi jauh lebih kecil dan lebih mudah terhalang.
  • Dinding dada bayi baru lahir lebih lentur daripada orang dewasa karena sebagian besar terbuat dari tulang rawan.
  • Pernapasan bayi baru lahir belum sepenuhnya berkembang, karena mereka masih harus belajar menggunakan paru-paru dan otot-otot pernapasan yang terkait.
  • Si Kecil mungkin masih memiliki cairan ketuban dan mekonium di saluran udara tepat setelah lahir.

Meski sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi Ibu pasti sangat mencemaskan mendengar si Kecil bernapas seperti tersengal-sengal, kan?

Terlebih faktanya, gangguan pernapasan dapat memengaruhi hingga 7% dari semua bayi baru lahir cukup bulan, dan angkanya semakin meningkat pada bayi prematur. 

Bila tidak segera diketahui atau ditangani, gangguan pernapasan pada bayi baru lahir dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang, menyebabkan penyakit paru-paru, gagal napas, dan bahkan kematian. 

 Yuk, berhenti merasa cemas, Bu. Karena, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah napas bayi yang seperti sesak itu adalah hal normal atau sebuah gangguan pernapasan.

Gabung sekarang dan dapatkan tips lainnya untuk pencernaan si Kecil

Cara Mengetahui Perbedaan Sesak Napas yang Normal dan Gangguan Pernapasan 

Untuk diketahui, Bu, frekuensi napas normal bayi baru lahir adalah sekitar 4030-60 kali per menit. Kemudian menginjak usia 6 bulan, frekuensi napas normal bayi berkurang menjadi 25-40 kali per menit. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan pola pernapasan bayi akan melambat hingga 3020 kali per menit saat ia tidur.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui apakah napas bayi seperti sesak itu merupakan hal yang normal atau bukan? Berikut penjelasannya, Bu. 

1. Pelajari Pola Pernapasan Bayi Baru Lahir yang Normal

Seperti telah disebutkan sebelumnya, frekuensi napas normal bayi baru lahir adalah sekitar 30-60 kali per menit saat ia bangun, dan kemungkinan akan melambat hingga 20 kali per menit saat ia tidur. 

Nah, Ibu perlu curiga si Kecil mengalami gangguan pernapasan jika napasnya begitu cepat, yaitu lebih dari 60 kali napas per menit. Atau sebaliknya, kurang dari 30 kali per menit. 

Selain itu, waspadai juga apabila si Kecil berhenti bernapas lebih dari 20 detik atau disebut sebagai apnea, karena ini bisa menjadi hal yang serius.

2. Dengarkan Suara Napasnya

Bayi baru lahir biasanya akan mengeluarkan bunyi pada saat bernapas. Hal ini normal terjadi yang disebabkan karena adanya lendir dalam hidung yang terjebak, sehingga menghambat aliran udara3. 

Beberapa jenis suara yang normal terjadi pada bayi saat bernapas, di antaranya adalah suara seperti cegukan, siulan, atau mendengusmengendus. Jika si Kecil mengeluarkan suara mengi atau mendengkur, sebaiknya Ibu patut curiga dan membawanya ke dokter.

3. Perhatikan Tanda-Tandanya

Lubang hidung bayi mengembang saat bernapas menunjukkan ia sedang berusaha untuk bernapas. Namun, bila si Kecil bernapas dengan cepat maka kondisi ini bisa jadi indikasi adanya gangguan saluran napas, seperti pneumonia. 

Psstt… Kalau Ibu ingin tahu kapan jadwal imunisasi bayi untuk pneumonia dan pertusis, yuk kunjungi BebeJourney! Selain ada Jadwal Imunisasi Terbaru, di sini Ibu juga pantau milestone bulanan bayi dan pertumbuhan berat serta panjang badan bayi dari bulan ke bulan.

Ibu juga bisa memperhatikan warna kulit bayi. Jika terjadi perubahan warna kulit menjadi kebiruan, itu bisa jadi pertanda ia tidak mendapatkan cukup oksigen.

Jika Ibu curiga bahwa napas sesak pada bayi mengindikasikan gangguan pernapasan, dan bukan lagi sesuatu yang normal, segeralah bawa si Kecil ke dokter untuk observasi lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca Juga: Cara Membedakan Batuk Alergi dan Batuk Akibat Pilek pada Anak

Kapan Perlu Periksakan si Kecil ke Dokter? 

Seperti disebutkan di atas, napas yang terdengar seperti sesak cukup umum terjadi pada bayi baru lahir. Namun, Ibu tetap perlu waspada dan sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter bila bayi terlihat kesulitan bernapas lega disertai dengan tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • Bayi tidak bernapas selama 20 detik atau lebih. 
  • Bayi mendengus atau mengerang di akhir setiap napas. 
  • Cuping hidung bayi terlihat mengembang kempis sebagai tanda bahwa Bayi memiliki lubang hidung lebih lebar, sehingga ia bekerja lebih keras untuk memasukkan oksigen ke paru-paru mereka.
  • Bayi memiliki otot yang menarik di leher, di sekitar tulang selangka, atau tulang rusuk. 
  • Bayi mengalami kesulitan makan dan menyusui. 
  • Bayi lemah dan lesu. 
  • Bayi demam.
  • Warna biru pada bibir, lidah, kuku, dan kuku jari si Kecil.  

Baca Juga: Cara Alami Mengatasi Pilek pada Bayi di Rumah

Jika disertai tanda-tanda tersebut, napas bayi seperti sesak yang dialami mungkin menandakan kondisi lain yang memerlukan perawatan dokter. Nah, semoga artikel ini membantu dan si Kecil sehat selalu ya, Bu! 


Referensi tambahan:

  • Karen Gill. 2020. Is My Newborn’s Heavy Breathing Normal? Diambil dari: https://www.healthline.com/health/newborn-breathing [Diakses 23 April 2022]
  • Suzanne Reuter, et al. 2014. Respiratory Distress in the Newborn. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4533247/#:~:text=(1)(15)%20Normally%2C,than%2060%20breaths%20per%20minute.  [Diakses 23 April 2022]
  • David J. Gallacher, et al. 2016. Common respiratory conditions of the newborn. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4818233/  [Diakses 23 April 2022]


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait