perilaku-sopan-santun

10 Tips Menanamkan Perilaku Sopan Santun sejak Usia Dini

detail-fb detail-wa detail-twitter

Perilaku sopan santun perlu ditanamkan sejak dini agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang memiliki etika yang baik. Ini bukanlah sesuatu yang instan. Butuh kesabaran dari orang tua untuk konsisten menerapkannya dalam keseharian anak sehingga perilaku sopan santun ini bisa menjadi karakter baik si Kecil.

Penulis buku 365 Manners Kids Should Know, Sheryl Eberly, mengumpamakan bahwa tidak mengajarkan etika sosial pada anak sama porsinya dengan tidak membawakan bekal makanan sehat saat mengantarkan anak ke preschool.1 Bukan tanpa alasan, perilaku sopan santun ini kelak akan memudahkan kehidupan sosial si Kecil baik di rumah maupun di sekolah. Oleh sebab itu, berikut adalah tips sederhana melatih si Kecil bersikap sopan yang bisa Ibu ajarkan di rumah.

1. Menggunakan Kata Ajaib

Mari sebut ini sebagai 3 kata ajaib: tolong, terima kasih dan maaf. Biasakan si Kecil menggunakan 3 kata ajaib tadi pada situasi yang sesuai. Tak perlu menunggunya hingga bisa berbicara. Ibu bisa mulai mengajarkan walau anak masih tahap babbling. “Terima kasih papa sudah membelikan adik mainan.” Atau saat bajunya basah karena tidak sengaja menumpahkan minuman, Ibu bisa mengatakan: “Maaf mama.”

Sedangkan pada usia anak yang lebih besar, Ibu bisa mengingatkan setiap kali si Kecil lupa 3 kata ajaibnya. “Sudah dibantu belajar sama Oma, Kakak harus bilang apa?” Ajarkan juga mengapresiasi orang lain dengan kata terima kasih, seperti mengucapkan terima kasih kepada pengasuhnya karena telah ditemani bermain hari ini.

Dan yang tak kalah penting, bila anak melihat Ibu dan Ayah juga menggunakan 3 kata ajaib ini dalam keseharian, akan lebih mudah untuk anak mencontoh dan membiasakan diri menggunakannya. Jangan lupa puji sewajarnya saat ia berhasil mengatasi masalahnya dengan menggunakan kata ajaib agar ia merasa dihargai.2

2. Duduk Saat Makan

Apakah Ibu masih suka menyuapi anak sembari dia bermain? Tidak apa-apa, namun jadikan itu cerita masa lalu ya, Bu. Mulai sekarang, biasakan si Kecil menerapkan beberapa kebiasaan baru. Dimulai dengan mencuci tangan sebelum makan, menawarkan makan kepada anggota keluarga lain sebelum makan dan selalu duduk di bangku meja makannya. Hal ini sudah bisa diajarkan saat si Kecil mulai MPASI, Bu.

Saat si Kecil berusia 3 tahun ke atas, ia sudah mampu makan sendiri menggunakan garpu dan sendok dan menghabiskan makanannya sekitar 15 menit. Setelah makan, biasakan si Kecil membersihkan mulutnya dan membawa piring makannya sendiri ke tempat cuci piring. Tentu Ibu boleh membantunya bila situasinya kurang memungkinkan untuk si Kecil.

Ajarkan pula untuk tidak menonton sambil makan. Walau pun si Kecil jadi makan lebih banyak saat disambi menonton, tapi ini bukan kebiasaan yang baik karena si Kecil akan mengalami distraksi yang membuat otot-otot makannya tidak terstimulasi dengan baik sehingga menjadi “asal telan saja”. Hal ini bisa berpengaruh pada risiko obesitas.3

3. Menyapa dengan Benar

Sapaan selamat pagi setiap kali bangun tidur, selamat malam dan i love you sebelum tidur, sapaan halo pada anggota keluarga yang baru pulang dan lain sebagainya sebaiknya juga dicontohkan kepada si Kecil. Menurut Dr. Montessori, meski hal ini terlihat sederhana, tetapi akan sulit bila tidak dibiasakan. Penting juga untuk melakukan kontak mata dan tepukan hangat atau pelukan saat menyapa om dan tantenya saat berkunjung.4

4. Meminta Izin

Saat akan menonton televisi, meminjam gadget Ibu, meminjam pensil warna Kakak, mau main bersama Ayah di taman, mau bersepeda bersama teman dan lain sebagainya, latih si Kecil untuk selalu meminta izin bila hendak memakai barang yang bukan miliknya atau sebelum melakukan sesuatu. Dengan begitu, si Kecil akan lebih menghargai orang lain serta barang-barang yang dipinjamnya.

5. Ucapkan Permisi

Selalu ingatkan si Kecil untuk tidak memotong pembicaraan atau menginterupsi saat orang lain sedang sibuk atau sedang berbicara dengan orang lain. Tapi, bila memang ada hal penting yang mau disampaikan, ajarkan si Kecil untuk mengucapkan “Pemisi” saat harus memotong pembicaraan orang lain. Ucapkan permisi pula saat hendak lewat di depan orang tua. Sulitkah? Tidak kok, Bu. Karena dengan belajar sopan satun sejak kecil, si Kecil juga yang memetik sisi positifnya dalam pergaulannya kelak.

6. Berbicara dengan Sopan

Perilaku sopan santun juga tercermin dari tutur kata yang baik. Oleh sebab itu, contohkan kepada si Kecil untuk berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua, tidak bicara dengan nada memerintah atau berteriak-teriak dan jangan melabeli fisik orang lain misalnya memanggil temannya dengan sebutan si gendut, si ompong, dan sebagainya. Beri pemahaman pada si Kecil bahwa tidak boleh menilai orang dari penampilan fisiknya.

7. Ajarkan Anak Table Manner

Permasalahan table manner kerap menjadi perilaku sopan santun yang wajib diperhatikan ketika dewasa. Belajar sopan santun semacam ini berguna jika suatu saat atau momen, Ibu akan membawa si Kecil untuk makan di luar.

8. Latih Anak Memuji Orang Lain

Contoh perilaku santu di dalam keluarga adalah dengan memuji. Orang tua bisa mempraktikkan proses belajar sopan santun ini kepada anak agar kelak anak bisa menghargai orang lain.

9. Perlakukan Orang Lain Seperti Perlakukan Diri Sendiri

Cara mengajarkan sopan santun yang satu ini bermanfaat agar anak memahami sebab dan akibat yang akan diperoleh anak. Selain itu, contoh perilaku santun di keluarga ini juga bisa menjadi pembelajaran agar perkembangan sosial anak menjadi lebih baik.

10. Bantu yang Lemah

Di sekitar lingkungan keluarga atau lingkungan anak tentu masih banyak orang-orang lemah yang perlu dibantu. Karena itu, mengedukasi anak untuk membantu yang lemah akan bermanfaat di kemudian hari.

Selain memberi contoh dan mengajarkan dengan konsisten, ada baiknya Ibu menjaga mood atau suasana hati si Kecil agar tetap dalam keadaan baik. Sehingga setiap pemahaman tentang perilaku sopan santun yang Ibu ajarkan bisa diingat dengan baik pula. Untuk itu, berikan nutrisi tepat untuknya dengan memberikan Bebelac 4 tiga gelas sehari yang mengandung minyak ikan yang kaya omega-3, omega-6, 11 vitamin, dan 4 mineral serta FOS GOS untuk pencernaannya.

Tahukah Ibu jika pencernaan memiliki kaitan erat dengan otak dan suasana hati?Saat pencernaan anak dalam kondisi baik (Happy Tummy), perkembangan otaknya cemerlang (Happy Brain) serta suasana hati dan perilakunya pun baik (Happy Heart). Bahagia ya, melihat si Kecil tumbuh dengan optimal dan sopan.


Referensi

  1. Isadora Fox. Teaching Kids to Mind Their Manners. Retrieved from https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/manners/teaching-kids-to-mind-their-manners/ [Accessed on June 3, 2021]
  2. Amy Morin, LCSW. 5 Discipline Strategies to Teach Kids Classic Manners. Retrieved from https://www.verywellfamily.com/ways-to-teach-kids-old-fashioned-manners-in-todays-world-1094897 [Accessed on June 3, 2021]
  3. Alika Rukhan. Kata Dokter, Akibat Anak Makan Sambil Nonton Youtube. Retrieved from https://www.ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/kata-dokter-akibat-anak-makan-sambil-nonton-youtube [Accessed on June 4, 2021]
  4. Jane M. Jacobs, M.A. Good Manners at Home. Retrieved from https://www.montessoriservices.com/ideas-insights/good-manners-at-home [Accessed on June 4, 2021]