Cara Mengajarkan Anak agar Terbiasa Menolong Teman dan Manfaatnya

Menolong teman adalah sikap mulia yang dapat dilatih sejak dini oleh orang tua. Perilaku ini membuat anak lebih berempati, cerdas sosial, percaya diri, dan rukun dengan temannya.

Menolong teman-bebeclub


Menolong teman jadi bagian penting dari pendidikan karakter pada anak yang perlu dibiasakan di rumah maupun di sekolah. Tindakan terpuji ini dapat melatih rasa empati, menumbuhkan jiwa sosial, dan mempererat persahabatan anak dengan teman seusianya.

Mengapa Anak Perlu Belajar Menolong Teman?

Anak perlu belajar menolong teman sebab seiring tumbuh kembangnya, ia perlu mengembangkan kemampuan memahami diri sendiri, interaksi dengan orang lain, membangun pertemanan, dan mengikuti aturan sosial.

Bukan hanya sekadar sopan santun, kebiasaan menolong teman juga life skill yang membantu anak memahami rasa empati, percaya diri, dan kerja sama saat berada di lingkungan sosial.

Orang tua dapat mengajarkan kebiasaan baik ini lewat tindakan yang sederhana. Misalnya, meminta anak membantu temannya yang terjatuh saat sedang bermain bersama. 

Manfaat Menolong Teman bagi Tumbuh Kembang Anak

Manfaat tolong menolong dalam kebaikan dapat menumbuhkan rasa empati dan meningkatkan jiwa sosial si Kecil jika diterapkan dalam diri anak semenjak dini. 

1. Menumbuhkan Rasa Empati

Membantu teman yang kesulitan melatih rasa empati anak. Empati itu Bu, lebih dari sekadar perasaan peduli.

Pasalnya, empati mampu membuat si Kecil untuk memahami sudut pandang orang lain, mengenali kebutuhannya, lalu memberikan respons yang sesuai. 

Jadi, anak tidak hanya merasa kasihan melihat temannya kesulitan. Ia akan terdorong melakukan tindakan nyata untuk meringankan kesulitan temannya.

Baca Juga: Cara Menerapkan Gentle Parenting Tanpa Bikin Anak Manja

2. Melatih Anak Bersyukur

Kebiasaan menolong teman secara tidak langsung juga melatih anak untuk bersyukur. Menolong teman akan menimbulkan kesadaran pada si Kecil bahwa dirinya memiliki ‘kekuatan’ untuk membuat seseorang merasa lebih baik.

Hal ini akan membuat si Kecil menghargai kehidupan mereka, Bu. Dari kegiatan ini, si Kecil jadi mengetahui betapa beruntungnya mereka.

Pengalaman seperti ini dapat membantu anak lebih menghargai apa yang ia miliki sekaligus mendorong perilaku prososial seperti berbagi dan membantu.

3. Mengembangkan Jiwa Sosial

Awalnya, si Kecil melakukan interaksi sosial hanya dengan keluarga terdekatnya. Seiring bertambahnya usia, fokus interaksinya akan jadi lebih luas, yakni dengan teman sebayanya. 

Lewat tindakan membantu teman sepermainannya, si Kecil akan memahami bahwa dirinya bagian dari lingkungan sosial

Hubungan sosial yang sehat ini nantinya dapat mendukung perkembangan mental dan emosional anak sehingga si Kecil tumbuh jadi anak yang cerdas sosial.

4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri

Di usia 3 tahun, si Kecil masih belajar memahami situasi dan menentukan respons yang tepat, Bu. 

Jadi, ketika melihat temannya kesulitan, si Kecil mungkin akan bertanya terlebih dahulu untuk memastikan bantuan apa yang dibutuhkan. Setelah memahami kondisinya, barulah ia memberikan bantuan yang sesuai. 

Proses ini dapat membantu si Kecil melatih kesabaran, mengendalikan respons, dan tidak terburu-buru saat menghadapi suatu situasi. 

5. Membangun Pertemanan yang Positif

Si Kecil yang terbiasa menolong teman biasanya lebih mudah menjalin pertemanan. Sebab ia lebih cepat menyesuaikan diri saat berhadapan dengan orang lain.

Di samping itu, anak juga lebih mudah dipercaya dan tidak kesulitan ketika harus melakukan kerja sama dalam bermain maupun belajar. 

Kehadiran teman-temannya ini dapat memperkuat rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan anak untuk berkomunikasi. 

Masa 1–5 tahun adalah periode penting saat si Kecil aktif belajar dan mengeksplorasi banyak hal baru. Bergabunglah sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan panduan tumbuh kembang sesuai usia dan tips dari para ahli. Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.

Contoh Sikap Menolong Teman yang Bisa Dilakukan Anak

Menurut studi dalam Journal of Experimental Child Psychology (2021), seiring bertambahnya usia, si Kecil semakin mampu menentukan bagaimana Ia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan orang lain.

Banyak kegiatan sederhana dan dekat dengan keseharian anak yang ternyata merupakan contoh sikap menolong, yaitu:

  • Membantu teman yang terjatuh dengan menolongnya untuk bangun atau memanggil orang dewasa jika merasa tidak bisa membantu sendiri. 
  • Berbagi makanan setelah melihat teman tidak punya cukup makanan atau ingin berbagi kebahagian dengan menikmati makanan enak bersama.
  • Ikut merapikan mainan atau alat tulis belajar atau bekerja bersama dengan temannya dalam suatu kelompok bermain.
  • Meminjamkan alat tulis saat teman lupa membawa pensil, penghapus, spidol, maupun krayon. 
  • Menghibur teman yang sedang sedih dengan memberikan pelukan, mengajaknya bermain, atau memberikan kata-kata lucu yang bisa membuatnya tertawa. 
  • Menemani teman yang sedang menangis, takut, atau terlihat kesedihan. Kehadiran anak bisa membuat perasaan temannya jadi lebih baik.
  • Mengajak teman yang terlihat sendirian atau menutup diri untuk bermain bersama. Ini membantu anak membangun pertemanan yang positif.
  • Membantu teman yang kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya di kelas. 

Baca Juga: 8 Contoh Sikap Kasih Sayang yang Bisa Dilatih

Jangan lupa lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan Bebelac 3 NutriGreat+, Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Menolong Teman?

Dalam menumbuhkan sikap terpuji ini, peran Ibu dan Bapak sangatlah dibutuhkan. Di antaranya dengan melakukan hal berikut:

1. Beri Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak akan mengamati dan belajar dengan meniru apa yang dilakukan orang tua. Ketika orang tua membiasakan sikap saling menolong, si Kecil pun akan lebih mudah mengikuti teladan tersebut. 

Karena itu, Bapak dan Ibu dapat menunjukkan cara membantu anggota keluarga melalui kegiatan sederhana di rumah.

Agar si Kecil semakin memahami maknanya, jelaskan setiap tindakan dengan bahasa yang mudah dipahami sambil memberikan contoh secara langsung.

2. Libatkan Anak Saat Membantu Orang Lain

Selain menjadi role model, Ibu juga perlu melibatkan anak dalam membiasakan tindakan terpuji ini. Misalnya, meminjamkan mainan milikinya ketika ia bermain bersama temannya.

Ibu bisa mengatakan, “Wah, Adek punya mobil banyak, ya. Boleh pinjamkan satu mobilnya buat teman?”

Lewat tindakan ini, si Kecil dapat melatih rasa empati dan mendorongnya untuk menolong teman lewat tindakan sederhana. 

Baca Juga: Tips Mendidik Anak agar Cerdas dan Pintar di Sekolah

3. Berikan Apresiasi atas Sikap Baiknya

Mengajarkan sikap menolong teman mungkin tidak selalu mudah pada awalnya, Bu. Si Kecil mungkin butuh bimbingan untuk memahami kondisi temannya dan menentukan bantuan yang sesuai. 

Misalnya, Ibu dapat menjelaskan, “Dek, lihat deh temanmu sedih gak punya mainan. Kalau Adek gak punya mainan pasti sedih juga, kan? Nah, biar dia happy, kamu bisa pinjemin mainanmu, lho.”

Jika si Kecil menuruti arahan Ibu, jangan lupa untuk berikan apresiasi, “Wah, makasih ya. Dia jadi punya mainan juga dan kalian bisa main bareng.”

Selain lewat ucapan, Ibu juga bisa memberikan usapan lembut di kepalanya. Hal ini membuat si Kecil merasa dihargai dan mendorongnya untuk mengulang tindakan positif ini. 

4. Ajarkan Menolong tanpa Mengharap Imbalan

Selain apresiasi atas usahanya membantu teman, Ibu mungkin sesekali memberinya hadiah, seperti permen atau mainan baru. Sebenarnya tidak apa-apa jika memberikan si Kecil reward. 

Namun, Ibu perlu menjelaskan bahwa menolong itu harus dilakukan dengan tulus dan si Kecil tidak boleh mengharapkan pertolongan darinya tersebut akan mendatangkan imbalan nantinya. 

Dengan begitu, si Kecil dapat memahami bahwa tujuan membantu teman bukan untuk mendapatkan hadiah, melainkan untuk meringankan kesulitan. 

5. Diskusikan Perasaan Orang Lain

Cobalah untuk sering mengajak si Kecil mengobrol perihal kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi teman atau orang di sekitarnya. 

“Kalau Adek di posisi dia, perasaan Adek gimana?” atau “Kalau Adek lihat teman yang sedih, kira-kira Adek bisa bantu apa biar dia jadi happy?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini membantu si Kecil lebih mengenali emosi dan memahami sudut pandang orang lain.

Apakah Anak Perlu Selalu Menolong Teman?

Melihat si Kecil membantu teman yang kesulitan tentu menjadi suatu kebanggaan ya, Bu. 

Meski tindakan tersebut adalah hal yang baik, Ibu dan Bapak perlu memberi tahu si Kecil untuk memahami batasan dan menjaga keamanannya sendiri.

Ajarkan si Kecil untuk menolak untuk menolong teman jika ia diminta untuk melakukan sesuatu yang membahayakan, menimbulkan rasa tidak nyaman, atau melanggar aturan.

Jika ia menghadapi hal demikian, minta si Kecil untuk segera meminta bantuan orang dewasa atau guru. 

Tumbuh kembang anak yang optimal juga didukung oleh kesehatan pencernaan yang baik. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil.

Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mengakses fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile agar pemantauan kesehatan pencernaan si Kecil lebih mudah dilakukan setiap hari.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Child Mind Institute. (2024, November 1). 10 tips for raising grateful kids. https://childmind.org/article/10-tips-raising-grateful-kids/
  2. School of Kindness. (n.d.). Random acts of kindness for kids. https://schoolofkindness.org/random-acts-of-kindness-for-kids
  3. Sierksma, J., & Shutts, K. (2021). Competence-based helping: Children’s consideration of need when providing others with help. Journal of Experimental Child Psychology, 210, Article 105206. https://doi.org/10.1016/j.jecp.2021.105206
  4. Tomoguchi-Perez, C. J. (2023, December 11). Healthy giving encourages more giving while generating benefits to self, peers and community. UCI School of Education. https://education.uci.edu/carlo_giving.html
  5. Warren, H. (2024, August 20). The importance of socializing children. Baylor College of Medicine. https://www.bcm.edu/news/the-importance-of-socializing-children
  6. Weissbourd, R., & Jones, S. (n.d.). How parents can cultivate empathy in children. Making Caring Common Project, Harvard Graduate School of Education. https://www.brownhealth.org/sites/default/files/lifespan-files/documents/centers/4-safety-program/How-Parents-Can-Cultivate-Empathy-in-Children.pdf
  7. Sharma, A. (2017). How to Teach Children to Help Others, Children Activities and Habits for Helping Each Other | ParentCircle. In www.parentcircle.com. https://www.parentcircle.com/how-to-teach-children-to-help-others/article


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun