Kembali ke Ibu Perlu Tahu

4 Tanda Bayi Cukup ASI yang Mudah Ibu Kenali

Melihat si Kecil tumbuh dengan baik dan ceria adalah impian bagi setiap orang tua. Ibu bahkan berusaha memenuhi kebutuhan tumbuh kembang...

4 min
11 May 2022

Artikel ini belum diulas

Melihat si Kecil tumbuh dengan baik dan ceria adalah impian bagi setiap orang tua. Ibu bahkan berusaha memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya sejak dari dalam kandungan. Setelah lahir, biasanya Ibu akan langsung memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertama kehidupannya. Namun, dari manakah Ibu tahu tanda bayi cukup ASI?

ASI sebagai makanan pertama si Kecil memiliki berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil agar dapat tumbuh secara optimal. Kandungan ASI di antaranya adalah karbohidrat, protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral, enzim pencernaan, serta hormon. Selain itu, ASI juga kaya akan sel kekebalan tubuh yang berperan sebagai anti-infeksi alami dalam melawan patogen seperti bakteri Salmonella, Listeria, dan Campylobacter di saluran pencernaan bayi.1

Namun, Ibu yang sedang menyusui mungkin bingung apakah ASI yang diberikan kepada bayi sudah cukup atau belum. Nah, supaya tidak bingung, berikut beberapa tanda bayi cukup ASI yang mudah Ibu kenali. Yuk, coba cek!

1. Si Kecil Mengisap dengan Gerakan Teratur

Bayi akan mendapat cukup ASI jika pelekatannya benar pada payudara. Tanda pelekatan yang benar di antaranya adalah Ibu merasa nyaman dan tidak sakit saat menyusui, dan si Kecil melakukan gerakan mengisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.

Selain menunjukkan gerakan menghisap yang teratur, Ibu juga akan melihat gerakan menelan yang ditunjukkan dari rahangnya yang bergerak turun. 

2. Si Kecil Terlihat Puas

Salah satu tanda bayi cukup ASI yang juga mudah dikenali adalah terlihat puas setelah selesai menyusu. Tandanya adalah si Kecil tertidur saat menyusu, terutama saat menyusu pada payudara kedua.2

Sebaliknya, jika si Kecil terlihat lesu, tidak senang, atau menangis, bisa jadi ini merupakan salah satu tanda asupan ASI yang belum mencukupi. 

Umumnya, si Kecil akan minta susu setiap 2 hingga 3 jam, atau sekitar 8 hingga 12 kali dalam sehari. Jika Ibu sering menyusui dan berlangsung lebih dari satu jam diikuti si Kecil yang sering meminta makan dengan jarak kurang dari sejam, kemungkinan ASI yang diberikan masih kurang mencukupi kebutuhannya.2

Meski begitu, bayi yang sering kelaparan juga belum tentu kekurangan ASI. Ketika bayi cukup ASI lalu tiba-tiba lebih sering kelaparan dan tidak cepat puas, mungkin saja si Kecil sedang dalam fase percepatan pertumbuhan atau yang sering disebut sebagai growth spurt (percepatan pertumbuhan).3 Fase ini dapat datang di saat yang berbeda-beda dan unik pada setiap bayi.

Umumnya, fase ini akan datang saat bayi berumur 10-14 hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan. Ketika sedang dalam fase growth spurt, bayi akan lebih sering meminta susu. Peningkatan nafsu makan ini akan berlangsung selama beberapa hari.3

3. Si Kecil Sering Buang Air

Jika Ibu sering mendapati popok si Kecil cepat penuh, ini juga dapat menjadi tanda bayi cukup ASI yang cukup mudah Ibu kenali. Ibu akan lebih sering mengganti popok si Kecil yang basah karena buang air kecil.

Di beberapa hari awal setelah kelahiran, si Kecil akan mengeluarkan kotoran pertamanya yang berwarna hijau gelap hampir kehitaman. Ibu tenang saja, karena hal ini normal. Kotoran ini disebut mekonium. Di umur 3 hari, warna kotorannya akan semakin terang karena minum ASI. Umumnya setelah berumur 5 hari, kotorannya akan mulai terlihat normal, yaitu berbentuk kental seperti bubur, berwarna kekuningan, dan tidak terlalu bau.4

Di fase ini, bayi akan menggunakan sekitar 6 hingga 8 popok per hari. Tetapi frekuensi dan kebiasaan buang air si Kecil akan berbeda-beda seiring bertambahnya umur (setelah umur 3-4 minggu) dan dapat berbeda pada masing-masing bayi.4

4. Berat Badan Bayi Meningkat

Kenaikan berat badan dari waktu ke waktu menunjukkan tanda bayi cukup ASI serta proses tumbuh kembangnya baik.

Di beberapa hari setelah lahir, berat badan si Kecil bisa akan fluktuatif (naik atau turun). Pada beberapa hari awal kehidupannya, si Kecil mungkin dapat kehilangan hingga 10 persen berat badannya dibandingkan dengan berat badan saat lahir. Namun hal ini normal ya, Bu. Umumnya di hari ke 10, berat badan si Kecil sudah secara konsisten akan naik hingga mencapai berat badannya seperti saat lahir, menandakan bahwa bayi mendapat cukup ASI.2 Tetapi jika berat badannya tidak kunjung naik, Ibu bisa segera berkonsultasi dengan dokter.

Itulah tadi beberapa tanda bayi cukup ASI yang mudah Ibu kenali sehari-hari. Agar kualitas ASI Ibu juga prima, jangan lupa untuk mengonsumsi asupan gizi seimbang dan minum suplemen bila perlu ya, Bu. Semoga Ibu dan si Kecil sehat selalu.


Referensi

  1. Martin, Camilia R et al. 2016. Review of Infant Feeding: Key Features of Breast Milk and Infant Formula. Diambil dari: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4882692. [Diakses 1 Oktober 2021]
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2013. ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi. [Diakses 1 Oktober 2021]
  3. Faristasari, Evvin et al. 2019. HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GROWTH SPURT DENGAN SIKAP IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 7-10 HARI. Diambil dari: https://pdfs.semanticscholar.org/b84e/c87d4ff58322d8d1e20e2fd62001c025330a.pdf. [Diakses 1 Oktober 2021]
  4. Vaz, Karla. 2021. Newborn Poop: Meconium and Beyond. Diambil dari: https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2021/07/newborn-poop-meconium.  [Diakses 1 Oktober 2021]
  5. Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2013. Bagaimana menyusui dengan benar? Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bagaimana-menyusui-dengan-benar  [Diakses 29 Oktober 2021]

 



Artikel Terkait