cara toilet training

Cara Toilet Training Si Kecil

Toilet training adalah salah satu tahapan penting dalam fase tumbuh kembang si Kecil. Dengan toilet training, Si Kecil akan belajar untuk bisa buang air sendiri di toilet tanpa bantuan Ibu, dan tidak lagi pakai popok. Nah, artinya Bu, kalau si Kecil sudah bisa ke toilet sendiri, Ibu jadi bisa hemat banyak karena tidak perlu beli popok lagi kan?

Kira-kira, kapan usia yang tepat untuk mengajarkan toilet training pada anak ya? Biasanya Bu, kebanyakan anak memulai toilet training antara usia 18 hingga 24 bulan[1], namun hal ini bisa berbeda pada setiap anak. Namun, ada baiknya tidak menunda toilet training terlalu lama. Lakukan sebelum usia si kecil 2,5 tahun ya Bu[2], sebab hal ini berpotensi membuatnya kesulitan menahan buang air kecil di kemudian hari.

Tanda Anak Sudah Siap Menjalani Toilet Training

Berapapun usia si Kecil saat akan mulai toilet training, pastikan ia sudah benar-benar siap ya! Lalu, bagaimana Ibu bisa tahu kalau si Kecil sudah siap? Yuk lihat daftar di bawah!

Kalau Ibu menjawab ´Ya’pada sebagian besar atau semua pertanyaan di bawah[3], selamat! Tandanya si Kecil sudah siap untuk toilet training:

  • Bisakah si Kecil jongkok atau duduk di kursi toilet sendiri tanpa bantuan?
  • Bisakah si Kecil melepas celana sendiri dan memakainya kembali?
  • Bisakah si Kecil tidak buang air hingga 2 jam?
  • Bisakah si Kecil paham dan mengikuti arahan sederhana?
  • Apakah si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan menggunakan toilet atau mengenakan pakaian dalam untuk anak yang lebih tua?

Cara Melakukan Toilet Training Pada Anak

Nah, dalam memulai toilet training, pastikan si Kecil, Ibu, dan Ayah harus sama-sama siap, sebab toilet training akan jauh lebih sulit bila hanya salah satu pihak yang siap[4]. Untuk memulai, Ibu dan Ayah bisa mulai melakukan hal-hal ini[5]:

  • Tunjukkan si Kecil langkah-langkah untuk buang air besar atau buang air kecil di toilet yang benar. Jika si Kecil mencobanya, buat suasananya jadi menyenangkan, misalnya dengan menyemangatinya saat sedang ‘berjuang’
  • Terapkan dengan rutin. Bila si Kecil menunjukkan gestur akan buang air, segera mulai toilet training.
  • Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti, juga mudah diucapkan si Kecil, seperti 'pipi' atau 'pup'
  • Untuk anak perempuan, ajarkan bahwa ia harus menyiram ke belakang setelah buang air untuk mencegah infeksi kandung kemih.
  • Motivasi si Kecil dengan memberikannya pujian setiap ia berhasil menyelesaikan training dengan baik tanpa rewel

Kebanyakan orang tua akan membutuhkan waktu 3 bulan untuk menyelesaikan proses toilet training, namun lamanya proses bergantung pada berbeda untuk tiap anak ya! Berapapun waktu yang dibutuhkan, telaten dan sabar tetap menjadi kunci keberhasilan toilet training. Bila anak tidak mood, lakukan trainingnya lain kali saat moodnya sedang bagus.

Anak yang pencernaannya sehat akan buang air dengan teratur dan tanpa rasa sakit. Untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak, juga untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan serat harian si Kecil, Ibu dapat juga memberikan susu pertumbuhan seperti susu Bebelac Gold 3: 1-5 tahun dengan Advansfibre yang tinggi serat dan diperkaya FOS:GOS 1:9.

Bebelac Gold juga mengandung fish oil dengan Omega-3 dan 6, serta 13 vitamin dan 7 mineral yang dapat membantu tumbuh kembang anak sehingga si Kecil bisa menjadi anak hebat. Bebelac Gold dapat diminum 3 kali sehari untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian si Kecil.

Tag