8 Contoh Sikap Kasih Sayang dalam Kehidupan Sehari-hari

Sangat banyak perwujudan rasa kasih sayang yang dapat Ibu curahkan kepada si Kecil. Ibu mungkin sudah melakukannya tanpa menyadarinya, lho!

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 Aug 2022
Contoh sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat si Kecil tumbuh menjadi anak penyayang.


Ada begitu banyak contoh sikap kasih sayang yang dapat Ibu curahkan kepada si Kecil. 

Tumbuh di dalam rumah yang penuh dengan cinta dan kasih sayang orang tua tidak akan menjadikan si Kecil berkepribadian lembek seperti yang dipercaya oleh generasi terdahulu, kok, Bu.

Justru dengan mendapatkan kasih sayang yang cukup, si Kecil dapat tumbuh dengan mental yang kuat dan perkembangan otak yang sehat.

Pentingnya Kasih Sayang dalam Perkembangan Mental Anak

Bagaimana orang tua mencintai anaknya akan sangat mempengaruhi persepsi anak tentang dirinya sendiri.

Ketika si Kecil memiliki hubungan yang hangat, penuh cinta, dan kasih sayang dengan orang tuanya, ia akan merasa aman dalam menjalani kehidupan dan menjalin relasi dengan orang lain.

Nah, perasaan aman tersebut disebut sebagai secure attachment, yang dapat menjadi “pupuk” untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan empati pada si Kecil.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi, anak juga akan memiliki keberanian untuk bisa lebih mandiri dan mau mengeksplor dunia sekitar dengan caranya sendiri.  

Contoh Sikap Kasih Sayang dalam Kehidupan Sehari-hari

Seperti apa sikap kasih sayang dan cinta yang dapat Ibu tunjukkan kepada si Kecil dalam kehidupan sehari-hari? 

Sebenarnya sangat banyak perwujudan rasa kasih sayang yang dapat Ibu curahkan kepada si Kecil.

Mungkin tanpa menyadarinya Ibu juga sudah memberikan contoh sikap kasih sayang pada beberapa situasi berikut ini: 

1. Menjenguk teman yang sedang sakit 

Menjenguk saudara atau teman ketika sakit adalah salah satu contoh sikap kasih sayang yang sangat berarti, Bu.

Kegiatan ini akan mengasah kepedulian si Kecil sekaligus membuatnya belajar bahwa berbagi tak hanya dalam bentuk barang, tetapi juga bisa dalam bentuk perhatian, emosi, saran, bahkan penghiburan.

Jika memungkinkan, ajak si Kecil untuk mengirimkan makanan atau buah-buahan ke rumah teman yang sedang sakit. 

2. Menghibur teman yang menangis 

Kemampuan untuk ikut merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami orang lain merupakan salah satu kemampuan berempati, yang juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang. 

Si Kecil mungkin tak bisa menghilangkan kesedihan yang dirasakan temannya. Tapi, perhatian dan hiburan yang ia beri bisa sangat membantu.

Misalnya, sekadar mengatakan “Kamu nggak papa?”, atau menelepon lewat panggilan video sekadar mengajaknya mengobrol atau bercanda.

Baca Juga: Anak 3 Tahun Harus Sudah Bisa Apa Secara Sosio-Emosional?

3. Membantu Ibu beres-beres rumah 

Membantu membereskan rumah juga termasuk contoh sikap kasih sayang si Kecil kepada anggota keluarga, lho.

Karena kasih sayangnya kepada Ibu dan sang asisten rumah tangga, ia dengan sukarela ikut bertanggung jawab untuk bersama-sama melakukan tugas tersebut.

Dari kegiatan ini, si Kecil akan belajar bahwa membuat rumah rapi dan bersih bukanlah tugas Ibu atau asisten rumah tangga semata tapi tanggung jawab semua orang rumah.

4. Berdonasi pada lingkungan sekitar

Ini adalah contoh sikap kasih sayang terhadap sesama agar si Kecil memiliki hati yang baik.

Berdonasi tak perlu menunggu momen tertentu. Kapan pun, si Kecil bisa didorong untuk berdonasi pada orang-orang yang membutuhkannya, terutama yang berada di sekitarnya, seperti tetangga, satpam, asisten rumah tangga, dan lainnya.

Dengan berdonasi, anak akan belajar cara berbagi dan bersyukur terhadap apa yang ia miliki.

Lalu, apa saja yang bisa didonasikannya? Macam-macam, mulai dari pakaian, mainan, bahkan tenaga. Misal, jika ada kegiatan kerja bakti, ajaklah si Kecil untuk ikut terlibat ditemani Ayah atau Ibu. 

5. Membiasakan memberi pelukan hangat

Ibu, membiasakan memberi pelukan hangat pada orang-orang terdekat dapat memberi contoh pada si Kecil bagaimana caranya menunjukkan kasih sayang. 

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Korean Journal Pediatrics pada tahun 2020, baik anak laki-laki maupun anak perempuan harus mendapat pelukan dari orang-orang terdekatnya sebagai salah satu ungkapan cinta dan kasih agar tercipta secure attachment pada anak. 

Selain itu, pelukan dan usapan lembut pada punggung, juga membuat tubuh memproduksi hormon oksitosin yang membuat si Kecil merasa lebih aman dan bahagia. Nah, Bu, pasti sudah tahu, kah, kalau kebahagiaan itu bisa “menular”?

Harapannya jika anak bahagia dan mampu mengekspresikan rasa kasih sayangnya dengan bebas karena sudah terbiasa, kebahagiaan itu akan menyebar di lingkungan teman-teman sekitarnya.

Baca Juga: 10 Manfaat Tolong Menolong untuk Kebaikan Hati si Kecil

6. Say I Love You

Action speaks louder than words. Tetapi, si Kecil juga perlu sering-sering mendengar ungkapan cinta kasih tersebut keluar dari mulut Ayah dan Ibu, lho!

Mengucapkan “Ibu sayang sekali sama Adik” atau “Ayah bangga banget Adik tumbuh hebat seperti sekarang!” adalah contoh sikap kasih sayang yang pengaruhnya sangat besar bagi psikologi anak.

Ketika anak-anak tahu bahwa mereka tulus dicintai, dari verbal dan tindakan, ia mulai menyadari makna sebenarnya dari hidup mereka.

Begitu si Kecil memahami apa makna hidup mereka, ia akan bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang ia punya sebaik mungkin untuk terus berkembang dan belajar. 

Karena, ungkapan cinta dari Ayah dan Ibu bantu membangun kepercayaan diri dan self-esteem anak sehingga mereka bisa live life to the fullest, with no regrets!

Jadi selain dengan pelukan, jangan lupa bilang I love you, ya, hari ini! Ibu dan Ayah juga bisa menyatakan rasa cinta setiap hari seperti saat menyambut anak bagun pagi, sebelum si Kecil tidur, atau sekedar setelah ia berhasil menyelesaikan suatu permainan. 

Hai, sudah bangun Nak? Bagaimana tidurnya tadi malam, nyenyak? Peluk dulu sini! I love you, my baby!” Jangan lupa, ucapkan sambil memberi pelukan hangat sebelum memulai aktivitas, ya.

Selamat tidur, Ibu matikan lampunya ya. Love you, have a good night!” Ucapkan sambil memberi kecupan sebelum berpisah agar anak merasa lebih tenang.

7. Mendengarkan dengan penuh perhatian

Belum banyak yang tahu bahwa mendengarkan dengan penuh perhatian bukan cuma life skill yang bermanfaat untuk belajar, tapi juga menunjukkan si Kecil punya karakter hebat.

Sebab, kemampuan mendengarkan juga berkaitan dengan kepekaan anak dan keterampilannya untuk berempati. Kemampuan berempati ini juga skill penting yang harus dimiliki oleh calon leader di masa depan, lho!

Mendengarkan dengan tulus, tanpa syarat, dan tidak menghakimi dapat menyiratkan bahwa si Kecil benar-benar peduli dan menyayangi si teman yang sedang bercerita. 

Sebagai pendengar yang sangat empatik, anak mampu mengeksplorasi makna dengan teman ngobrol mereka, mengakui dan memahami kekhawatiran si teman, dan menyarankan solusi terbaik untuk mereka bagikan dengan si teman.

Untuk membesarkan si Kecil jadi pendengar yang baik, yuk, Bu, mulai biasakan mendengarkan dan menanggapi apa yang si Kecil katakan dengan penuh perhatian.

Agar anak merasa diperhatikan secara penuh, Ibu perlu menghentikan sejenak apa yang sedang dikerjakan, membuat kontak mata, memberikan tanggapan melalui berbagai ekspresi wajah, dan menanggapi dengan antusias apa yang mereka katakan. 

Jika anak berceloteh, Ibu bisa menirukan celotehannya. Nah, apabila anak bercerita Ibu dapat menggunakan reflective words. Selain merasa dicintai, kemampuan bahasa dan komunikasi anak juga akan menjadi lebih baik saat Ibu menunjukkan perhatian yang baik setiap kali anak bercerita. 

Reflective word adalah memberikan pengulangan pada bagian-bagian yang menarik untuk menunjukkan Ibu benar-benar memperhatikan cerita si Kecil sambil membenarkan tata bahasa maupun pengucapan si Kecil.

Contohnya:

Anak: “Ibu, tadi aku menggambar laut yang isinya banyak ikan warna-warni!

Ibu: “Oh, Adik tadi menggambar laut yang isinya banyak ikan warna-warni, ya? Coba mana Ibu ingin lihat, dong, gambarnya.

Baca juga: 4 Contoh Empati Anak yang Perlu Ibu Ajarkan Setiap Hari

8. Memberikan kejutan kecil

Siapa sih yang tidak menyukai kejutan manis? Bahkan orang dewasa menyukainya! Nah, untuk menunjukkan kasih sayang Ibu pada anak, Ibu dapat memberikan kejutan-kejutan kecil dalam kegiatan sehari-hari. 

Ibu bisa mengajak si Kecil jalan-jalan di taman bermain kompleks di luar jadwal yang telah dibuat, mengajak anak ke pantai pada hari kerja (saat Ibu dan Ayah memiliki jatah cuti), memasak makanan favorit si Kecil, membuat tampilan hidangan spesial (dibentuk Hello Kitty atau Spongebob), dan hal kecil lainnya. 

Jangan lupa berikan juga Bebelac 3 untuk Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil, ya! Bebelac dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) agar si Kecil tumbuh hebat dengan pencernaan yang sehat, akal kreatif, dan hati yang besar! 

Yuk, dapatkan lebih banyak informasi dan tips seputar parenting Anak Hebat dengan mendaftar jadi member Bebeclub.

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi:

  1. Benoit, Diane. “Infant-Parent Attachment: Definition, Types, Antecedents, Measurement and Outcome.” Paediatrics & Child Health, vol. 9, no. 8, Oct. 2004, pp. 541–545, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2724160/, 10.1093/pch/9.8.541. Accessed 17 Jan. 2023.

  2. ROHNER, RONALD P., et al. “Parental Acceptance-Rejection: Theory, Methods, Cross-Cultural Evidence, and Implications.” Ethos, vol. 33, no. 3, Sept. 2005, pp. 299–334, anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1525/eth.2005.33.3.299, 10.1525/eth.2005.33.3.299. Accessed 17 Jan. 2023.

  3. Hong, Yoo Rha, and Jae Sun Park. “Impact of Attachment, Temperament and Parenting on Human Development.” Korean Journal of Pediatrics, vol. 55, no. 12, 2012, p. 449, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3534157/, 10.3345/kjp.2012.55.12.449. Accessed 17 Jan. 2023.

  4. Bremner, J.Douglas. “Does Stress Damage the Brain?” Biological Psychiatry, vol. 45, no. 7, Apr. 1999, pp. 797–805, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10202566/, 10.1016/s0006-3223(99)00009-8. Accessed 17 Jan. 2023.

  5. Active Listening. 2023, www.cdc.gov/parents/essentials/communication/activelistening.html#:~:text=Active%20listening%20is%20a%20good,what%20she%20has%20to%20say.. Accessed 17 Jan. 2023.

  6. “IDAI | SULIT MAKAN PADA BAYI DAN ANAK.” Idai.or.id, 2016, www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak. Accessed 17 Jan. 2023.

  7. “3 Ways Parents Can Improve Their Babies’ Brain Development.” Unicef.cn, 2019, www.unicef.cn/en/parenting-site/3-ways-parents-can-improve-baby-brain-development. Accessed 17 Jan. 2023.

  8. “10 Ways to Show Your Child Love Today.” Onetoughjob.org, 2020, onetoughjob.org/blog/2015/06/ten-ways-to-show-your-child-love-today. Accessed 17 Jan. 2023.

  9. Cirino, Erica. “What Are the Benefits of Hugging?” Healthline, Healthline Media, 10 Apr. 2018, www.healthline.com/health/hugging-benefits#4.-Hugs-can-make-you-happier. Accessed 17 Jan. 2023. 

  10. Dryden, Jim. “Mom’s Love Good for Child’s Brain - the Source - Washington University in St. Louis.” The Source, 30 Jan. 2012, source.wustl.edu/2012/01/moms-love-good-for-childs-brain/. Accessed 17 Jan. 2023.



Artikel Terkait