11 Ide Sensory Play untuk Anak Usia 3 Tahun dan Manfaatnya

Menginjak usia 3 tahun, ada banyak perkembangan yang mulai anak tunjukkan dan pastinya membuat Ibu dan Ayah terkejut. Perkembangan motor...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 Aug 2022
Bermain dengan pasir merupakan salah satu kegiatan sensory play yang bermanfaat untuk si Kecil.


Menginjak usia 3 tahun, ada banyak perkembangan yang mulai anak tunjukkan dan pastinya membuat Ibu dan Ayah terkejut. Perkembangan motoriknya semakin berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia semakin aktif, lincah, lebih bersemangat mencoba hal-hal baru, dan punya rasa ingin tahu yang besar untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang dunia yang mereka lihat. 

Selain perkembangan motorik, perkembangan sensorik juga penting diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil lho, Bu. Ini karena perkembangan sensorik dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam menerima, menafsirkan, dan menggunakan informasi secara efektif yang disalurkan melalui semua indra yang dimiliki si Kecil. Untuk melatihnya, Ibu bisa mencoba mengenalkan mainan sensory play. 

Apa itu sensory play dan apa saja ide kegiatan yang cocok untuk anak yang berusia 3 tahun? Yuk, simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Sensory Play? 

Seperti namanya, sensory play adalah permainan yang dapat memberikan stimulasi pada seluruh indra anak, seperti indra peraba (kulit), pengecap (lidah), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung).

Sebagai contoh, ketika Ibu meminta anak memegang rumput atau bebatuan ketika berjalan-jalan di sekitar rumah. Mungkin awalnya anak akan merasa was-was, khawatir, dan bahkan jijik ketika menyentuh tekstur yang basah, lembek, dan keras. Reaksi ini wajar-wajar saja, kok, Bu!

Namun, tahukah Ibu? Membiasakan anak mengenal dan merasakan berbagai macam tekstur dapat membuat mereka lebih memahami dunia di sekitarnya. Ia juga akan bisa beradaptasi dengan lingkungan karena memahami setiap benda di sekitarnya memiliki tekstur yang berbeda-beda. Ada yang halus, licin, kesat, kasar, berkerut, lunak, keras, tajam, tumpul, dan sebagainya.

Nah, manfaat sensory play sebetulnya tidak hanya melibatkan kelima panca indra anak saja, lho. Karena mainan sensory play mencakup permainan yang melibatkan gerakan, keseimbangan, dan kesadaran spasial.

Kesadaran spasial itu sendiri adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk membayangkan atau memvisualisasikan posisi, bentuk, hubungan spasial, dan gerakan yang dibuat suatu objek dalam pikirannya. Dengan memiliki kesadaran visual spasial, anak seakan-akan bisa melihat gambar yang nyata di pikirannya sendiri.

Apa Manfaat Sensory Play?

Ketika si Kecil lahir ke dunia, mereka belajar mengenali dunia di sekitarnya dengan memanfaatkan sensori atau berbagai indranya. Itu sebabnya, si Kecil senang menyentuh atau bahkan memasukkan benda ke dalam mulutnya, Bu, karena mulut merupakan sumber utama untuk menerima segala macam informasi selama periode perkembangan awal si Kecil.1

Seiring berjalannya waktu, anak akan menjelajahi dunia sensorik di sekitarnya untuk mengasah dan mempertajamnya. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan anak terlibat secara langsung sehingga berdampak pada tumbuh kembang si Kecil. Saat bermain, anak juga mendapat kebebasan untuk bereksplorasi sehingga dapat mendorongnya menjadi anak yang lebih percaya diri dan berani melakukan apapun saat sudah besar nanti.

Jadi, manfaat sensory play tidak hanya sebatas permainan yang melibatkan sentuhan saja, ya, Bu. Semua aktivitas yang yang membuat anak menggunakan salah satu atau delapan indranya sekaligus juga termasuk sensory play!

Berikut adalah beberapa manfaat sensory play untuk anak usia dini:

  • Mendorong rasa ingin tahu. Permainan sensorik bisa membantu otak anak menciptakan koneksi antar saraf yang lebih kuat untuk memproses dan menanggapi informasi di sekitarnya. Pemahaman inilah yang bisa membantu anak mengamati, membuat pilihan, memecahkan masalah, dan mendapat kesimpulan. Dengan memuaskan rasa ingin tahunya, anak bisa mengenali apa saja benda-benda yang ia sukai maupun tidak, serta belajar mana saja benda yang aman untuk disentuh dan dieksplorasi. 

  • Mengasah keterampilan motorik. Gerakan seperti mencubit, memutar, menuang merupakan cara anak melatih dan menyempurnakan otot-otot kecilnya, terutama di jari dan tangan. 

  • Mengoptimalkan kemampuan kognitif. Mainan sensory play yang meliputi aktivitas mengamati, mendengar, dan merasakan akan memperluas proses berpikir anak. Si Kecil akan didorong untuk mampu menelaah situasi yang ia jalani sehingga anak akan terlatih berpikir kritis dan analitis, bahkan dapat membantu memecahkan masalah yang kompleks sekalipun.

  • Menstimulasi kemampuan berbahasa. Pengalaman dengan berbagai tekstur, bentuk, suara, suhu, atau warna dapat menjadi kesempatan anak untuk belajar mendeskripsikan hal-hal tersebut. Pada akhirnya anak belajar menggunakan kata-kata yang lebih deskriptif untuk berkomunikasi, misalnya seperti “dingin”, “panas”, “manis”, “pahit”, dan lainnya. 

  • Memberikan rasa tenang. Bermain sensorik juga bisa bantu anak yang hiperaktif atau kesulitan untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting saja. Karena, stimulasi yang diterima oleh indera si Kecil akan membuat perhatiannya tertuju pada sensasi yang ia rasakan tersebut. Dengan begitu, perhatian mereka akan lebih terfokus sehingga pikiran mereka jadi lebih tenang.

  • Menumbuhkan interaksi sosial. Anak akan belajar cara berkomunikasi, memecahkan masalah, dan belajar beradaptasi dengan cara orang lain bermain. 

Ide Mainan Sensory Play untuk Anak Usia 3 Tahun

Setelah mengetahui apa itu sensory play berbagai manfaatnya, sekarang Ibu bisa memberikan ragam aktivitas mainan sensory play untuk anak 3 tahun yang pastinya seru dan menyenangkan bagi si Kecil. 

Kabar baiknya, untuk mengajak si Kecil melakukan aktivitas permainan ini, Ibu tak perlu menyediakan peralatan yang mahal atau mewah, karena sensory play bisa dimainkan dari benda-benda sederhana yang ada di rumah.

Berikut adalah beberapa contoh sensory play menyenangkan yang dapat merangsang indra si Kecil.

1. Bermain Kejar Cahaya

Salah satu ide mainan sensory play untuk anak usia 3 tahun adalah bermain kejar cahaya. Permainan ini cukup mudah dilakukan karena hanya bermodalkan sebuah senter. 

Sediakan senter dan arahkan cahayanya ke lantai. Minta si Kecil untuk menginjak cahaya senter di lantai. Kemudian, pindahkan cahayanya ke tempat lain, dan minta si Kecil untuk mengejarnya.

Kegiatan ini tak hanya seru dan menyenangkan, tapi juga bermanfaat melatih si Kecil untuk fokus dan konsentrasi, mengasah persepsi visual, serta melatih gerakan mata. 

2. Tabung Suara

Sensory play juga dapat menstimulasi indra pendengaran melalui permainan tabung suara.

Caranya, cukup siapkan beberapa botol kecil bekas yang sudah dibersihkan, kemudian masing-masing botol diisi dengan beberapa objek yang berbeda, seperti beras, biji-bijian, kancing, dan semacamnya.

Setelah itu, tutup botol tersebut, dan minta si Kecil untuk menggoyangkannya sehingga muncul bunyi yang berbeda-beda. 

Dari permainan ini, si Kecil akan berlatih mengidentifikasi bunyi dan suara yang didengarnya, melatih respon positif anak terhadap bunyi di sekitar baik keras atau pelan, serta memperkaya pengalaman akan sensasi bunyi di sekitar.

3. Bermain Lilin

Membentuk lilin mainan dapat menstimulasi indra peraba sekaligus kreativitas si Kecil untuk melatih motorik halus dan kreativitasnya. Memotong, menekan, dan membentuk lilin mainan menjadi bentuk apa pun yang disukainya, akan sangat bermanfaat untuk melatih motorik halus si Kecil, terutama pada jari-jarinya yang nantinya akan digunakan untuk belajar menggunting dan menulis.

4. Bermain Buah dan Sayur

Pada anak usia 1-3 tahun, makanan bisa menjadi cara yang bagus dan aman untuk mengeksplorasi tekstur, rasa, dan bau melalui eksperimen dan permainan. Salah satunya menggunakan buah dan sayur. 

Caranya, potong aneka buah dan sayur dan tempatkan di dalam satu wadah. Minta si Kecil untuk mencicipi potongan buah dan sayur mana pun yang menarik perhatiannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak prasekolah yang melakukan permainan sensorik dengan buah-buahan dan sayuran cenderung lebih berani mencoba makanan baru lainnya, lho!

5. Tebak Aroma

Selain bermain mencoba rasa, Ibu dan Ayah juga dapat melakukan sensory play melalui permainan tebak aroma. 

Tak perlu ribet, karena Ibu dan Ayah bisa menyiapkan kopi, pepaya, jeruk, atau jenis makanan lain yang memiliki aroma. Kemudian, biarkan si Kecil menebak makanan tersebut seraya menutup matanya. 

6. Lukisan Sidik Jari

Sensory play yang satu ini mungkin membuat area rumah Ibu “berantakan”, tetapi melukis dengan jari atau finger painting merupakan pilihan mainan sensory play yang baik untuk anak. Si Kecil akan merasakan sensasi dingin pada cat air saat melukis. 

Untuk membuat karya seni yang lebih indah, Ibu bisa ajak anak menempelkan jarinya yang sudah dicelupkan cat air ke kertas karton sampai membentuk kelopak bunga. Anak pastinya akan senang melihat hasil karyanya, Bu.

7. Bercocok Tanam

Ingin coba aktivitas sensory play sekaligus meningkatkan bonding dengan si Kecil? Orang tua bisa mengajak buah hati bercocok tanam di sore hari atau saat akhir pekan. 

Cobalah mencari bibit tanaman yang sederhana dan mudah ditanam, seperti tauge atau cabai. Lalu, gunakan media tanam berupa gelas plastik atau wadah bekas telur. 

Kegiatan bercocok tanam, seperti menggali tanah, menempatkan bibit atau biji tanaman, mencium aroma bunga, hingga menyiram tanaman dapat membantu menstimulasi panca indra anak.

8. Berjalan di Atas Garis

Cara melakukan aktivitas ini adalah cukup gambarlah garis lurus di atas lantai, atau gunakan selotip berwarna yang ditempel di lantai.

Minta si Kecil berjalan sambil menginjak garis tersebut, Bu. Permainan seru ini punya banyak manfaat untuk si Kecil, lho, seperti mengontrol keseimbangannya saat bergerak, melatih respons positif anak terhadap perubahan posisi, serta melatih gerakan tubuh anak secara terkoordinasi.

9. Membuat Roti

Ini memang bukan permainan, tapi bisa jadi cara untuk melatih sensori si Kecil, Bu.

Ajak si Kecil mengaduk adonan roti di dapur, dan biarkan ia memperhatikan perubahan adonan dari yang kecil hingga mengembang menjadi besar. Setelah itu, Ibu bisa mengajak si Kecil untuk membagi-bagi adonan dan membentuknya sesuai keinginannya. Proses menarik adonan dan membentuknya dapat melatih keterampilan motorik si Kecil, lho.

Kemudian dalam proses pemanggangan, ini akan melatih anak terbiasa dengan aroma yang kuat, mengembangkan respon positif anak terhadap bau di sekitar, dan memperkaya pengalaman indra penciuman anak. 

10. Buat Permainan Keseimbangan

Untuk melatih indra keseimbangan, Ibu bisa membuat permainan yang sedikit menantang. Misalnya, Ibu bisa membuat dua garis lurus sejajar menggunakan kapur atau penanda lainnya dengan jarak berdekatan di halaman depan rumah. Kemudian, minta ia berjalan mengikuti garis tanpa keluar dari garis yang telah dibuat. 

Ibu dan Ayah bisa juga mengajak anak bermain di playground dan minta ia menaiki permainan yang ada. Contoh kegiatan sensorik ini dapat melatih kemampuan fokus dan atensi si Kecil. 

11. Permainan Melompat

Permainan melompat, seperti melompati tali, trampolin, atau benda lainnya, juga bisa menjadi mainan sensory play yang menarik. Permainan ini dapat bantu anak melepaskan energinya sekaligus merangsang kemampuan psikomotoriknya. 

Contohnya. Ibu bisa membuat sedikit rintangan menggunakan beberapa benda yang ada di rumah, seperti bantal, boneka, batu, dan lainnya. Kemudian, minta si Kecil untuk melompati beberapa benda yang sudah diatur jaraknya.  

Baca Juga: Manfaat Smell Sensory Play dan Ide Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Bu, selain melakukan berbagai stimulasi di atas, maksimalkan juga pengalaman sensori si Kecil dengan Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil melalui pemberian susu Bebelac 3 GroGreat+ yang dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) untuk mendukung saluran cerna si Kecil (happy tummy). Ketika pencernaannya baik, anak juga akan bisa lebih aktif dan berpikir kreatif (happy brain), serta ceria dan bersemangat untuk melakukan berbagai kegiatan yang menunjang perkembangannya sambil bermain bersama teman-teman (happy heart).

Dapatkan juga lebih banyak informasi dan tips seputar perkembangan tumbuh kembang si Kecil dengan mendaftar member Bebeclub.

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi tambahan:

  1. Eri Takahashi, et al. 2021. Relationships between Gross Motor Abilities and Sensory Processing in Children Aged 18 to 36 Months. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8419476/ 
  2. Rosiyanah, et al. 2020. Pengembangan Media Stimulasi Sensori Anak Usia 4-6 Tahun Berbasis Aktivitas Bermain Tujuh Indera. https://www.researchgate.net/publication/345294680_Pengembangan_Media_Stimulasi_Sensori_Anak_Usia_4-6_Tahun_Berbasis_Aktivitas_Bermain_Tujuh_Indera 
  3. Helen Coulthard and Annemarie Sealy. 2017. Play with your food! Sensory play is associated with tasting of fruits and vegetables in preschool children. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28202412/ 
  4. 25 Sensational Sensory Activities for Toddlers. (2022). Rasmussen University. https://www.rasmussen.edu/degrees/education/blog/sensory-activities-for-toddlers/
  5. Cognitive development and sensory play. (2016, December 15). MSU Extension. https://www.canr.msu.edu/news/cognitive_development_and_sensory_play
  6. Exploring the benefits of sensory play. (2018, March 12). Goodstart Corporate. https://www.goodstart.org.au/parenting/exploring-the-benefits-of-sensory-play
  7. Pelly, J. (2020, June 15). Sensory Play: 20 Great Activities for Your Toddler or Preschooler. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/childrens-health/sensory-play#benefits
  8. ‌schneik4. (2022, March 18). What Is Sensory Play? The Benefits for Your Child and Sensory Play Ideas. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/benefits-of-sensory-play-ideas/


Artikel Terkait