Penyebab Bayi 2 Bulan Susah BAB dan Cara Mengatasinya
Bayi 2 bulan jarang BAB belum tentu sembelit. Pencernaan bayi tetap normal walau jarang BAB karena mengeluarkan feses lunak dan tidak rewel, sedangkan sembelit ditandai feses keras, sulit BAB, dan bayi tampak kesakitan.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
dr. Attila Dewanti, SpA (K)
Diterbitkan: 17 Juni 2022
Diperbarui: 29 September 2026
Bayi 2 bulan susah BAB selama beberapa hari belum tentu mengalami sembelit, terutama jika masih mendapatkan ASI eksklusif. Pada sebagian bayi, frekuensi BAB yang jarang dapat terjadi karena sebagian besar nutrisi dari ASI diserap dengan baik oleh tubuh. Namun, bayi yang sulit BAB disertai feses keras, kesakitan saat BAB, perut membuncit, atau muncul gejala lain sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ke dokter.
Bayi 2 Bulan Susah BAB, Apakah Normal?
Bayi usia 2 bulan susah BAB merupakan hal yang normal, Bu. Di usia ini, frekuensi BAB bayi bisa bervariasi, bahkan tidak harus selalu setiap hari. Ada bayi yang bisa BAB setiap hari, ada pula yang hanya BAB 2-3 hari sekali.
Namun, jarang BAB tidak selalu berarti sembelit. Hal yang lebih penting adalah melihat konsistensi feses dan kondisi bayi secara umum.
Jika feses tetap lunak, bayi masih mau menyusu, aktif, dan tidak tampak kesakitan saat BAB, frekuensi yang jarang umumnya masih termasuk normal.
Bayi 2 Bulan Tidak BAB Selama 7 Hari, Apakah Normal?
Tidak BAB selama 7 hari belum tentu berarti bayi mengalami sembelit, terutama bila selama ini bayi minum ASI. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sistem pencernaan bayi di usia ini sedang berkembang.
Hal ini berpengaruh pada frekuensi BAB yang menjadi lebih jarang karena sebagian besar asupan dari ASI lebih banyak diserap tubuh dan lebih sedikit yang dikeluarkan sebagai feses.
Namun, Ibu tetap perlu mengamati tekstur feses dan kondisi bayi secara keseluruhan. Selama feses tetap lunak, bayi tetap menyusu dengan baik, dan tidak tampak kesakitan saat BAB, tidak BAB selama 7 hari umumnya masih normal.
Baca Juga: Bayi Sering BAB Sedikit: 6 Penyebab & Perawatan
Bayi 2 Bulan Tidak BAB Seminggu tapi Kentut Terus, Apakah Normal?
Bayi usia 2 bulan memang bisa lebih sering kentut karena sistem pencernaannya masih berkembang atau ada banyak udara yang tertelan saat menyusu. Kentut tanpa BAB tidak otomatis berarti bayi mengalami konstipasi.
Meski begitu, perhatikan jika kentut disertai perut yang membuncit atau terasa keras, muntah, sulit menyusu, demam atau bayi tampak kesakitan dan sangat rewel. Jika muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera periksakan bayi ke dokter.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Bagaimana Membedakan Bayi Jarang BAB dan Sembelit?
Supaya Ibu tidak bingung, perhatikan gejala ini untuk membedakan mana bayi yang hanya sekadar jarang BAB dan mana yang termasuk sembelit:
|
Jarang BAB |
Sembelit/Konstipasi |
|
BAB tidak setiap hari |
Feses keras/kering |
|
Feses tetap lunak |
Feses berbentuk butiran yang keras |
|
Bayi tetap mau menyusu |
Bayi tampak kesakitan |
|
Tidak disertai gejala lain |
Perut tampak buncit dan disertai rewel dan mengejan berlebihan |
|
Berat badan bertambah sesuai usia |
Bisa disertai masalah asupan/pertumbuhan |
Apa Penyebab Bayi 2 Bulan Susah BAB?
Bayi usia 2 bulan susah BAB bukan berarti ia mengalami sembelit. Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah BAB di usia 2 bulan:
1. Pola BAB Bayi Memang Berubah Seiring Usia
Frekuensi BAB bayi dapat berubah seiring bertambahnya usia. Pada awal kehidupan, bayi bisa BAB beberapa kali sehari, tetapi memasuki usia sekitar 2 bulan, frekuensinya mungkin menjadi lebih jarang dan tidak selalu setiap hari.
Ibu tidak perlu khawatir karena selama feses bayi tetap lunak, bayi tetap mau menyusu, dan tidak ada tanda-tanda kesakitan saat BAB, maka kondisi ini masih normal.
Baca Juga: Warna BAB Bayi: 15 Jenis & Artinya untuk Kesehatan
2. Asupan ASI Tidak Mencukupi
Penyebab bayi 2 bulan susah BAB berikutnya adalah kurangnya asupan cairan tubuh, termasuk melalui ASI.
Jika asupan ASI kurang, frekuensi BAB dapat berubah dan bayi dapat mengalami dehidrasi. Pada kondisi ini, asupan ASI harus segera dipenuhi agar tidak memperburuk kondisi bayi.
Sebab jika tidak, dehidrasi pada bayi bisa menyebabkan feses menjadi kering dan keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.
3. Bayi Mengalami Dehidrasi
Asupan ASI yang kurang berisiko membuat bayi mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan feses menjadi lebih kering dan keras, sehingga sulit dikeluarkan.
Jika bayi 2 bulan susah BAB, waspadai tanda seperti popok tidak basah dalam waktu yang lama, mulut atau bibir bayi tampak kering, serta bayi tampak lemas tidak seperti biasanya.
Segera periksakan ke dokter bila bayi menunjukkan tanda dehidrasi, terutama jika bayi juga sulit menyusu atau jarang buang air kecil.
4. Menelan Banyak Udara saat Menyusu
Bayi berisiko menelan udara saat menyusu ketika perlekatan atau posisi menyusu kurang tepat. Alhasil, udara berlebih yang masuk ke saluran pencernaan bisa membuat bayi lebih banyak kentut dan kembung.
Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan sembelit. Jika bayi tetap menyusu dengan baik, nyaman, dan tidak menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, kentut lebih sering umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
5. Susu Formula
Bayi yang minum susu formula dapat memiliki pola dan konsistensi BAB yang berbeda dengan bayi ASI.
Fesesnya bisa lebih padat dan frekuensi BAB dapat berbeda, sehingga perubahan pola BAB setelah minum susu formula tidak selalu menandakan bayi sembelit.
6. Kondisi Medis Tertentu
Pada beberapa kasus, sulit BAB dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti Hirschsprung, hipotiroid, alergi protein tertentu, atau masalah pada saluran cerna.
Kondisi ini biasanya memerlukan pemeriksaan dokter, terutama jika bayi sulit BAB sejak lahir, perut sering membuncit, muntah, atau mengalami gangguan pertumbuhan.
Apa Ciri-Ciri Bayi 2 Bulan Mengalami Sembelit?
Bayi 2 bulan susah BAB dan mengalami sembelit umumnya menunjukkan gejala berikut:
- Feses kering/keras.
- Feses berbentuk butiran.
- Bayi tampak kesakitan saat BAB.
- Bayi rewel dan mengejan berlebihan.
- Perut bayi terasa keras atau terlihat lebih buncit.
- BAB disertai darah karena fisura anal.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi MPASI
Cara Mengatasi Bayi 2 Bulan Susah BAB
Jika kondisi susah BAB bayi 2 bulan membuat si Kecil tidak nyaman, coba cara berikut untuk mengatasinya:
1. Pastikan Bayi Mendapat ASI yang Cukup
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kurangnya asupan cairan ASI dalam tubuh bisa membuat BAB bayi keras dan sulit untuk dikeluarkan.
Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memastikan kebutuhan cairan tubuhnya tetap tercukupi dan mendukung fungsi pencernaannya, yakni dengan memenuhi kebutuhan ASI bayi.
2. Pastikan Teknik dan Posisi Menyusu Tepat
Posisi dan pelekatan menyusu yang tepat dapat membantu bayi menyusu lebih efektif sekaligus mengurangi kemungkinan udara tertelan.
Setelah menyusu, bayi juga dapat disendawakan untuk membantu mengeluarkan udara yang masuk selama menyusu.
3. Lakukan Pijatan Perut dengan Lembut
Dinding perut bayi berusia beberapa bulan masih tipis dan lembut. Jadi, Ibu bisa meraba area bagian kiri bawah untuk mencari posisi feses menumpuk, yang menyebabkannya sulit BAB.
Pijatan memutar lembut di area ini bisa membantu merangsang usus besar bergerak untuk mengeluarkan feses.
Pijat bayi juga efektif bantu meningkatkan frekuensi BAB sekaligus mengurangi keluhan tidak nyaman dan meredakan rewel pada bayi yang sulit BAB.
4. Gerakkan Kaki Bayi seperti Mengayuh Sepeda
Jika bayi 2 bulan susah BAB, cobalah gerakkan kaki bayi seolah sedang bersepeda. Gerakan ini dapat menstimulasi gerakan usus bayi lebih aktif sehingga memicu feses keluar lebih lancar.
Ibu bisa membaringkannya di atas kasur. Lalu, pegang kaki bayi dan gerakkan kakinya mengikuti gerakan mengayuh sepeda.
Langkah ini bisa bantu menstimulasi gerakan usus besar sehingga dapat mengeluarkan feses dengan lebih mudah.
5. Mandi Air Hangat
Memandikan bayi dengan air hangat juga menjadi cara mengatasi bayi 2 bulan susah BAB yang bisa dicoba.
Kegiatan ini juga bisa bantu , sakit perut, dan kolik yang disebabkan gangguan pencernaan.
Pastikan Ibu memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku supaya tidak melukai kulit tubuh si Kecil.
6. Tummy Time
Salah satu cara mengatasi bayi 2 bulan susah BAB bisa dengan mengajaknya tummy time.
Setiap kali melakukan tummy time pastikan Ibu selalu menjaga dan mengawasinya. Namun, tummy time bukan pengobatan khusus untuk sembelit.
Ibu bisa coba tengkurapkan bayi di atas matras busa tipis atau selimut. Tekanan ringan pada perutnya memicu otot-otot usus besar bergerak mengeluarkan feses.
Baca Juga: 10 Penyebab BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Menanganinya
Apa yang Tidak Boleh Diberikan pada Bayi 2 Bulan saat Susah BAB?
Bayi usia 2 bulan belum membutuhkan makanan atau minuman tambahan selain ASI. Maka itu, hindari memberikan makanan dan minuman berikut bila bayi 2 bulan susah BAB:
1. Jangan Memberikan Air Putih Tanpa Anjuran Dokter
Bayi usia 2 bulan umumnya sudah mendapatkan kebutuhan cairan dari ASI, sehingga tidak perlu diberi air putih tambahan.
Alasan utamanya adalah karena air tidak memberikan kalori dan nutrisi apa pun untuk bayi. Padahal, di usianya ini bayi membutuhkan nutrisi dan kalori untuk tumbuh kembangnya.
Jika bayi minum air putih, maka ruang di dalam pencernaan yang seharusnya bisa diisi oleh ASI, justru akan terpakai sia-sia.
2. Jangan Memberikan Jus atau Makanan Padat
Jus dan makanan padat belum sesuai untuk bayi usia 2 bulan karena pada usia ini sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dan kebutuhan nutrisinya cukup dipenuhi dari ASI.
Hindari memberikan makanan atau minuman tambahan sebagai cara untuk merangsang BAB tanpa anjuran dokter.
3. Jangan Memberikan Obat Pencahar atau Enema Tanpa Anjuran Dokter
Ibu juga tidak dianjurkan memberikan obat pencahar, enema, atau obat lain untuk melancarkan BAB tanpa anjuran dokter.
Jika bayi benar-benar mengalami konstipasi, dokter akan menentukan penanganan yang aman sesuai usia dan kondisi bayi.
Kapan Bayi 2 Bulan Susah BAB Harus Dibawa ke Dokter?
Pada bayi usia 2 bulan, segera konsultasikan ke dokter jika susah BAB disertai tanda yang mengkhawatirkan atau bayi tampak tidak nyaman, seperti:
- Bayi tidak mau menyusu.
- Muntah-muntah.
- Perut membuncit/keras.
- Bayi sangat rewel atau tampak kesakitan.
- Feses berdarah.
- Feses sangat keras.
- Berat badan tidak bertambah.
- Muncul tanda dehidrasi, seperti jarang pipis, mulut dan bibir kering, mata cekung, tampak lemas dan tidak aktif.
- Bayi tampak lemas.
- Pola BAB sangat berbeda dari biasanya dan tidak membaik.
Jadi, sebenarnya bayi 2 bulan susah BAB masih normal selama bayi tetap mau menyusu dengan baik dan tidak disertai gejala lainya. Namun, jangan sepelekan bila muncul gejala lain yang tidak biasa dan mengganggu keseharian si Kecil.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
