8 Manfaat Sarapan Pagi bagi Anak dan Dampaknya Jika Terlewat

Manfaat sarapan pagi bagi anak sangat beragam, termasuk memberikan energi hingga meningkatkan konsentrasi anak. Melewatkannya akan berdampak ke perkembangan otak hingga mood anak.

Manfaat sarapan pagi bagi anak-bebeclub


Manfaat sarapan pagi bagi anak penting untuk membantu anak memulai hari dengan energi yang cukup. Selain mendukung fokus, konsentrasi, dan suasana hati yang lebih stabil, sarapan juga membantu membentuk kebiasaan makan yang sehat. Sebaliknya, melewatkan sarapan dapat membuat anak lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah lapar, lebih rewel, dan berisiko mengalami asupan gizi yang kurang optimal.

Kenapa Sarapan Penting Untuk Anak?

Mengutip dari website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), sebanyak 10-30% anak dan remaja di dunia tidak pernah sarapan secara rutin. Padahal, sarapan punya banyak manfaat penting untuk si Kecil.

Setelah tidur semalaman, anak tentunya kehilangan energi. Sarapan di pagi hari penting untuk mengisi kembali energi sebelum bermain dan belajar.

Sarapan bernutrisi dan seimbang akan membantu tumbuh kembang anak dan memberikan glukosa untuk otak bekerja lebih baik.

Baca Juga: Belajar Sambil Bermain: Manfaat + Aktivitas Seru

Manfaat Sarapan Pagi bagi Anak

Manfaat sarapan pagi bagi anak sangat beragam. Mulai dari memberikan energi tambahan, meningkatkan kemampuan belajar, memenuhi kebutuhan nutrisi, melindungi sistem pencernaan, hingga menjaga mood anak.

1. Membantu Anak Lebih Fokus dan Meningkatkan Konsentrasi

Mengutip dari Harvard Medical School, kadar glukosa erat kaitannya dengan berbagai fungsi otak seperti berpikir, mengingat, dan belajar. 

Menurut riset dari Frontiers, penelitian menunjukkan bawa anak-anak sekolah yang sarapan secara teratur memiliki prestasi akademik yang lebih baik di kelas, lho! 

2. Membuat Mood Anak Lebih Stabil

Sarapan dapat membantu si Kecil mengurangi rasa lapar yang akan memengaruhi kemampuan anak untuk belajar. Anak jadi lebih fokus, tidak mudah cranky, dan lebih berenergi.

Selain itu melewatkan sarapan bisa meningkatkan kadar gula darah yang lebih tinggi karena tubuh menjadi lebih sensitif terhadap karbohidrat saat anak makan nanti. Ini tentunya akan mengganggu metabolisme anak.

3. Menambah Energi untuk Bermain dan Belajar

Anak usia 3-5 tahun umumnya tidur malam selama sekitar 10 jam. Selama tidur, anak tentu kehilangan banyak energi.

Sarapan dengan kandungan karbohidrat dan protein akan membantu si Kecil mengembalikan energi yang hilang saat tidur dan lebih bersemangat untuk aktivitas fisik di pagi hari.

4. Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian

Menu sarapan yang seimbang dan bernutrisi akan membantu si Kecil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Meski porsinya ringan, sarapan untuk anak tetap disarankan mengandung nutrisi seimbang seperti protein, zat besi, kalsium, serat, serta Omega-3 dan DHA.

Riset dari Foods Journal menunjukkan bahwa konsumsi DHA dan Omega-3 meningkatkan fokus serta kemampuan kognitif anak.

5. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Beberapa menu sarapan pagi anak seperti sereal atau roti yang mengandung gandum utuh, kacang-kacangan, serta buah seperti pir, apel, dan pisang kaya akan serat dan prebiotik alami yang membantu sistem pencernaan.

Saat anak makan di pagi hari, usus mulai bergerak lebih aktif sehingga proses BAB bisa lebih lancar dan teratur. Inilah salah satu manfaat sarapan pagi bagi anak.

Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

Baca Juga: Ciri Sembelit Pada Anak + Dampak Jika Dibiarkan

6. Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak

Daya tahan tubuh anak masih rentan pada virus dan bakteri sehingga perlu konsumsi makanan bernutrisi untuk melindunginya.

Anak-anak yang terbiasa sarapan memiliki asupan nutrisi yang lebih tinggi seperti vitamin A dan C, vitamin B, zat besi, kalsium, yodium, magnesium, kalium, dan seng. Semua nutrisi ini berperan penting pada imunitas anak.

7. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Berbagai riset menunjukkan bahwa anak-anak yang melewatkan sarapan lebih berisiko kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Melewatkan sarapan di pagi hari justru bisa membuat anak lebih mudah lapar, lelah, dan banyak ngemil di luar jam makan. Hal ini bisa berdampak pada berat badan anak.

8. Membantu Membentuk Kebiasaan Makan Sehat

Rutinitas yang konsisten, termasuk waktu makan dapat membantu si Kecil tumbuh dengan baik.

Coba selalu lakukan sarapan di jam yang sama setiap harinya agar anak terbiasa dengan pola makan yang teratur. Selain itu, pola makan teratur dapat membantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang.

Apa Dampaknya Jika Anak Sering Tidak Sarapan?

Menurut riset dari Nutrition Research, sering melewatkan sarapan terbukti dapat mengganggu metabolisme hingga penurunan fungsi kognitif. Beberapa dampak lainnya meliputi:

  • Sulit fokus karena kekurangan glukosa.
  • Cepat lelah karena tubuh kehabisan energi saat tidur.
  • Mudah lapar dan ngemil sepanjang hari.
  • Mood lebih mudah berubah. Rasa lapar bisa bikin si Kecil mudah cranky.
  • Risiko makan berlebihan di jam makan berikutnya.
  • Asupan gizi kurang optimal.

Baca Juga: Anak Susah Makan? Kenali Penyebab dan Cara Efektif Atasinya

Apakah Susu Saja Sudah Cukup untuk Sarapan?

Anak sering diberikan susu untuk sarapan karena praktis dan umumnya susu pertumbuhan sudah diperkaya dengan nutrisi tambahan seperti DHA dan prebiotik.

Meski begitu, sarapan ideal tetap berisi karbohidrat dan protein yang seimbang. Susu tetap boleh diberikan sebagai menu pelengkap.

Memberikan sarapan dengan nutrisi yang seimbang juga bisa membuat si Kecil lebih berenergi sepanjang hari.

Namun, jika ingin melengkapi sarapan anak dengan susu, Ibu bisa berikan Bebelac 3 NutriGreat+ sebagai Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Tips Membiasakan Anak Sarapan Setiap Hari

Membiasakan anak sarapan bisa dimulai dengan menyiapkan jadwal yang teratur dan makan bersama anggota keluarga lainnya. Tak hanya itu, berikut upaya lain yang bisa Ibu coba agar anak terbiasa sarapan pagi:

  • Sarapan sebelum jam 9 pagi agar jarak antara jam makan atau camilan berikutnya tidak berdekatan.
  • Mulai dari porsi kecil serta pilih menu praktis seperti roti telur atau oatmeal buah.
  • Hindari langsung memberi camilan manis agar si Kecil tidak mudah kenyang dan fokus dengan menu utama terlebih dahulu. 
  • Pilih sumber gula alami seperti dari buah yang kaya serat.
  • Siapkan menu sejak malam hari agar lebih leluasa menyiapkan sarapan di pagi hari. 

Itulah manfaat sarapan pagi bagi anak, dampak, serta tips membiasakan makan pagi sebagai bekal si Kecil untuk memulai hari. Semangat untuk menerapkannya mulai hari ini ya, Bu!

Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Adolphus, K., Lawton, C. L., & Dye, L. (2013). The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents. Frontiers in Human Neuroscience, 7, 425. https://doi.org/10.3389/fnhum.2013.00425
  2. British Nutrition Foundation. (2026). The importance of breakfast for school-aged children. https://www.nutrition.org.uk/news/the-importance-of-breakfast-for-school-children/
  3. Children’s Hospital of Philadelphia. (2026). Food as medicine: Prebiotic foods. https://www.chop.edu/health-resources/food-medicine-prebiotic-foods
  4. Harvard Medical School. (2025). Sugar and the brain. https://hms.harvard.edu/news-events/publications-archive/brain/sugar-brain
  5. Harvard T.H. Chan School of Public Health. (2012, September 18). Fiber. The Nutrition Source. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/fiber/
  6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2019). Sarapan? Gak ah... https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/sarapan-gak-ah%E2%80%A6
  7. KidsHealth. (2021). How much sleep do kids need? https://kidshealth.org/en/parents/sleep.html
  8. Kral, T. V., Whiteford, L. M., Heo, M., & Faith, M. S. (2011). Effects of eating breakfast compared with skipping breakfast on ratings of appetite and intake at subsequent meals in 8- to 10-y-old children. The American Journal of Clinical Nutrition, 93(2), 284–291. https://doi.org/10.3945/ajcn.110.000505
  9. Magic Breakfast. (2026, April 24). Rise and shine: How breakfast impacts children and young people. https://www.magicbreakfast.com/research/rise-and-shine-how-breakfast-impacts-the-health-and-educational-outcomes-of-children-and-young-people/
  10. Monzani, A., Ricotti, R., Caputo, M., Solito, A., Archero, F., Bellone, S., & Prodam, F. (2019). A systematic review of the association of skipping breakfast with weight and cardiometabolic risk factors in children and adolescents: What should we better investigate in the future? Nutrients, 11(2), 387. https://doi.org/10.3390/nu11020387
  11. Sherman Medical Center. (2026, January 21). Pediatric nutrition: Healthy eating habits for growing kids. https://ahssmc.org/pediatric-nutrition-healthy-eating-habits-for-growing-kids/
  12. Sittiprapaporn, P., Bumrungpert, A., Suyajai, P., & Stough, C. (2022). Effectiveness of fish oil-DHA supplementation for cognitive function in Thai children: A randomized, double-blind, two-dose, placebo-controlled clinical trial. Foods, 11(17), 2595. https://doi.org/10.3390/foods11172595
  13. Witmer, S. A. (2026). Effects of skipping breakfast, lunch or dinner on subsequent postprandial blood glucose levels among healthy young adults. Nutrition Journal, 22(1). https://doi.org/10.1186/s12986-025-00975-4
  14. Office. (2024). Healthy Breakfasts for Kids: It’s All About Balance. U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/healthy-breakfasts-kids-its-all-about-balance


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun