Kenali Ciri ASI yang Basi dan Tak Layak Diminum Bayi

Asupan terbaik bagi bayi tidak ada yang sebanding dengan ASI. Dalam 6 bulan pertama kelahirannya, ASI sangat cukup untuk memenuhi kebutu...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
26 Jul 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
Ciri-ciri ASI basi


Asupan terbaik bagi bayi tidak ada yang sebanding dengan ASI. Dalam 6 bulan pertama kelahirannya, ASI sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi agar si Kecil dapat bertumbuh kembang secara optimal. Namun jika Ibu rutin memompa ASI, kualitas ASI bisa berkurang dan bahkan bisa rusak bila penyimpanannya tidak tepat atau disimpan terlalu lama.  

Tidak hanya mengurangi kualitas gizinya, meminum ASI yang tidak lagi segar atau sudah basi dapat membuat si Kecil berisiko mengalami gangguan pencernaan, lho, Bu. Oleh karena itu, penting untuk Ibu ketahui apa saja penyebab serta ciri ASI yang sudah basi dan apa akibatnya bayi jika minum ASI kedaluwarsa.

Kenapa ASI Bisa Basi?

Penyebab ASI menjadi basi adalah karena stok ASIP disimpan terlalu lama atau cara penyimpanannya yang salah.

Pada suhu ruangan sekitar 25° Celcius, ASIP hanya bertahan selama 4 jam setelah diperah sehingga harus langsung dikonsumsi bayi sampai habis. Jika tersisa, ASIP yang disimpan dalam suhu ruang (25 Celsius) pun masih bisa dikonsumsi kembali hingga 2 jam. Namun setelah 2 jam, ASIP dalam suhu ruang sudah mulai basi sehingga harus Ibu buang.

Sementara jika disimpan di dalam freezer kulkas dengan suhu -15° Celcius, ASIP yang dibekukan bisa tahan hingga 6 bulan.

Pemberian dan penyimpanan ASIP (ASI perah) haruslah dilakukan dengan benar agar seluruh nutrisi dalam ASI didapatkan secara maksimal oleh si Kecil. 

ASI mengandung nutrisi, komponen imunologi untuk kekebalan tubuh, dan enzim. Selama penyimpanan, perubahan pada satu atau lebih komponen dapat terjadi sehingga menyebabkan perbedaan pada penampilan, bau, dan rasa ASI.

Maka setelah Ibu memerah ASI, segera simpan di dalam kantong ASI steril yang tersegel rapat atau botol kaca yang tertutup kemudian dinginkan dalam lemari es. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas ASI agar tidak cepat basi atau rusak.

Baca Juga: Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ciri-Ciri ASI Basi

Untuk mengetahui kapan ASI dikatakan basi sebenarnya tidaklah sulit. Sama seperti susu pada umumnya, ASI basi dapat dicek dari warna dan aromanya. Berikut ini ciri-ciri ASI basi yang perlu Ibu ketahui.

1. Bau Tengik Seperti Susu Basi

Ciri ASI basi yang paling mudah dikenali adalah dari aromanya. ASI yang normal biasanya memiliki bau yang lembut dan segar. Namun, ketika ASI jadi basi atau teroksidasi, bau dan rasanya akan berubah.

Jika sudah disimpan dan dibekukan, aromanya memang bisa sedikit asam. Bau ini biasanya disebabkan oleh kadar enzim lipase yang memecah lemak untuk bayi. Pada beberapa ibu, kadar enzim lipase yang diproduksi tubuh bisa lebih tinggi dari yang lain.

Jika kadar lipase ASI tinggi, enzim tersebut dapat menyebabkan ASI yang dicairkan berbau asam atau seperti sabun. Meski begitu, aroma ASIP ini masih tergolong normal dan masih aman dikonsumsi. Aroma ini merupakan tanda pemecahan lemak akibat tingginya kadar enzim lipase. Ketika tingkat lipase tinggi, ASI dapat teroksidasi dengan cepat setelah disimpan.

Akan tetapi, aroma ASI perah yang sudah basi atau rusak sangat berbeda dari aroma biasanya. Terutama jika telah berubah menjadi sangat asam, menyengat, dan tengik. Hal tersebut menandakan bahwa ASI telah basi.

2. Rasanya Seperti Susu Basi

Rasa ASI umumnya mirip dengan susu almond, yaitu manis yang ringan. Akan tetapi, rasa ASI pada masing-masing Ibu bisa tidak sama persis, karena tergantung pada apa yang dikonsumsi.

Setelah disimpan dalam lemari es dan dicairkan, rasa ASI perah dapat sedikit berubah menjadi terasa seperti sabun, logam, atau amis. Kemungkinan ini karena aktivitas lipase yang tinggi.

Yang perlu Ibu waspadai adalah ketika rasa ASI sudah tengik dan asam seperti aroma susu sapi yang sudah kedaluwarsa.

3. Susu Menggumpal

ASIP yang disimpan di suhu ruang atau di dalam kulkas umumnya akan membentuk dua lapisan. Pada lapisan atas, ASI biasanya berwarna putih kekuningan dengan tekstur kental creamy sedangkan lapisan bawahnya berwarna lebih bening dengan tekstur lebih encer.

Lapisan kental di atas ini adalah kandungan lemak ASI yang naik ke permukaan dan membentuk lapisan krim, sementara lapisan di bawahnya disebut lapisan susu.

Pemisahan ini normal karena kandungan lemak ASI lebih ringan dan akan naik ke bagian atas layaknya minyak bercampur dengan air. Nah, pada ASI segar, kedua lapisan ini seharusnya bisa kembali menyatu saat wadah digoyang-goyangkan perlahan (tidak perlu Ibu kocok dengan keras).

Bila lapisan tidak menyatu saat botol digoyangkan, apalagi jadi menggumpal, tandanya ASI perah sudah basi dan sebaiknya jangan Ibu berikan pada si Kecil.

Lalu, bagaimana jika Ibu secara tidak sengaja memberikan ASI basi pada si Kecil?

Apa yang Terjadi Jika Bayi Minum ASI Basi?

Memberikan ASI basi pada bayi dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatannya.

ASI basi mengandung bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi pada si Kecil. Berikut ini beberapa dampak negatif yang dapat ditimbulkan saat bayi minum ASI basi.

1. Gangguan Pencernaan

Sistem pencernaan bayi belum berkembang sekuat orang dewasa, sehingga masih sangat sensitif terhadap apa yang masuk ke dalam perutnya.

Oleh karena itu, meminum ASI yang tidak lagi segar atau sudah basi akan membuat Si Kecil berisiko mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare,

Oleh karena itu, ketika bayi mengonsumsi ASI yang telah basi, besar kemungkinannya akan mengalami gangguan sistem pencernaan. Bakteri dalam ASI basi akan menyebabkan bayi jadi diare, muntah, hingga gangguan makan.

2. Demam

Seperti jika Ibu meminum susu sapi yang sudah kedaluwarsa, bayi yang minum ASI basi juga bisa mengalami muntah dan bahkan demam.

Muntah dan demam adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau zat asing yang menyerang tubuh, karena ASI telah terkontaminasi oleh bakteri atau disimpan secara tidak tepat.

3. Dehidrasi

Gejala lain yang akan muncul ialah dehidrasi. Saat mengalami dehidrasi, bayi akan tampak lebih lemas, kantuk berlebihan, tidak aktif bergerak, urine berwarna gelap, dan popok basah (kencing) yang lebih sedikit dari biasanya. Kondisi ini akan menimbulkan risiko yang lebih berbahaya jika tidak segera ditangani.

4. Risiko Infeksi

Meminum ASI yang sudah basi bisa memicu keracunan makanan. Keracunan makanan (dalam hal ini ASI) bisa terjadi karena infeksi dari bakteri yang berkembang dalam susu, seperti bakteri Cronobacter sakazakii.

Pada beberapa kasus tertentu, infeksi bakteri Cronobacter sakazakii dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius pada bayi, seperti meningitis dan sepsis.

Baca Juga: 7 Cara Menyusui yang Benar agar Bayi Nyaman

Apabila si Kecil tidak sengaja minum ASI basi dan mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera bawa ke dokter untuk penanganan yang tepat, ya!

Cara Menyimpan ASI yang Tepat

Menyusui memang menjadi salah satu momen paling menantang sekaligus momen paling berharga bagi Ibu dan bayi. Ibu pasti berjuang penuh dalam memberikan ASI untuk si Kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. 

Memerah ASI menjadi salah satu perjuangan Ibu yang akan selalu diingat. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui cara menyimpan ASI yang benar setelah diperah. Berikut daftarnya:

  • Sediakan wadah penyimpanan ASI yang mudah disterilkan, mulai dari botol tertutup, gelas tahan panas, dan storage bag khusus ASI yang sudah BPA Free (bebas dari zat kimia berbahaya bernama bisphenol-A).

  • Simpan ASI yang sudah ditampung dalam wadah penyimpanan pada suhu yang tepat. Ketika menyimpan pada suhu ruangan, ASI hanya mampu bertahan kurang lebih 8 jam.

  • Untuk penyimpanan yang tahan lama, segera simpan ASI di freezer dengan suhu -18 derajat Celcius. Penyimpanan dalam suhu yang dingin akan meningkatkan fungsi anti-mikroba sehingga tidak mudah rusak.

  • Untuk penyimpanan sementara, ASI bisa disimpan dalam kulkas dengan suhu minimal 4 derajat Celcius. Namun, kondisi ini membuat ASI hanya bisa bertahan selama 5 hari.

  • Hindari menyimpan ASI pada rak sisi pintu kulkas agar terhindar dari perubahan suhu saat buka-tutup pintu kulkas untuk keperluan lain.

  • Berikan label di setiap kantong ASI yang disimpan, termasuk hari, tanggal, dan jam saat ASI diperah.

  • Saat disimpan dalam kantong khusus ASI atau storage bag, pastikan ada sedikit ruang dalam kantong, jangan mengisi penuh ASI di dalamnya. Ini dikarenakan ASI bisa mengembang saat beku.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri ASI basi dan bahayanya jika tidak sengaja dikonsumsi oleh bayi. Penting untuk selalu memeriksa kondisi ASI perah sebelum diberikan untuk si Kecil.

Jangan lupa kunjungi BebeJourney sebagai panduan untuk Ibu Hebat mengawali semua kehebatan si Kecil. Di sini, Ibu bisa cek milestone bulanan si Kecil apakah sudah sesuai dengan usianya atau belum, koleksi resep MPASI, juga mengecek grafik pertumbuhan sampai reminder jadwal vaksin. Gratis!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. IDAI | Bagaimana menyusui dengan benar? (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bagaimana-menyusui-dengan-benar
  2. Verywell. (2021). Risks Associated With Starting on Baby Food Too Early. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/potential-risks-when-you-start-baby-food-early-284371
  3. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1046/asi-eksklusif
  4. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1365/pentingnya-asi
  5. ‌Swati Patwal. (2021, June). How To Tell If Breast Milk Is Bad? Signs And Tips To Prevent. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/how-to-tell-if-breast-milk-is-bad-spoil-signs-tips_00738355/
  6. ‌Youngs, O., & Jones, A. (2016, October 21). 5 Signs Your Breast Milk Has Gone Bad. Romper; Romper. https://www.romper.com/parenting/5-signs-your-breast-milk-has-gone-bad-20886
  7. ‌The Healthy Journal - Gluten, Dairy, Sugar Free Recipes, Interviews and Health Articles. (2023). Https://Www.thehealthyjournal.com. https://www.thehealthyjournal.com/faq/is-breast-milk-watery-or-thick
  8. ‌IDAI | Penyimpanan ASI Perah. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah
  9. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/426/ibu-bekerja-juga-bisa-asi-eksklusif


Artikel Terkait