7 Cara Mengatasi Bayi Kuning dengan Cepat

Penyakit kuning yang ringan bisa diatasi dengan rutin menjemur bayi. Namun pada beberapa kasus, penyakit kuning harus diatasi dengan fototerapi.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
10 Jun 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
Mengatasi bayi kuning - Bebeclub


Penting untuk Ibu mengetahui bagaimana cara mengatasi bayi kuning setelah kelahirannya. Sebab, penyakit kuning atau jaundice adalah salah satu masalah kesehatan umum yang pada bayi baru lahir. 

Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi dapat hilang dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Akan tetapi, beberapa bayi mungkin butuh perawatan tertentu untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darahnya.

Yuk, cari tahu cara menurunkan kuning bayi dengan cepat di rumah!

Cara Mengatasi Bayi Kuning

Penyebab bayi kuning adalah kadar bilirubin yang terlalu banyak dalam darah. Bilirubin adalah zat kuning yang berasal dari proses pemecahan sel darah merah. Hati mengeluarkan bilirubin dari darah dan membuangnya ke usus sehingga bisa keluar dari tubuh.

Hati bayi yang baru lahir tidak mengeluarkan bilirubin seperti halnya hati orang dewasa. Ketika bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan hati memecah dan mengeluarkannya, bayi bisa mengalami penyakit kuning atau jaundice. 

Berikut adalah beberapa cara mengatasi bayi kuning yang bisa Mama pertimbangkah:

1. Berikan ASI Lebih Sering

Bayi baru lahir yang tidak mendapatkan cukup ASI karena ASI belum keluar atau kesulitan menyusu berisiko tinggi mengalami penyakit kuning.

Untuk mencegah kondisi jaundice makin parah dan berat badannya turun, dokter mungkin merekomendasikan Ibu untuk menyusui lebih sering untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi. Susuilah bayi sekitar 10-12 kali tiap 24 jam untuk memastikan si Kecil tetap menerima nutrisi yang cukup.

Menyusui juga dapat bantu mencegah dehidrasi pada bayi baru lahir yang dapat memperparah kondisinya. Selain itu, menyusui lebih sering dapat memicu bayi BAB lebih sering, yang dapat membantu membuang kelebihan bilirubin dari tubuhnya.

Jika Ibu masih kesulitan menyusui, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi, ya!

2. Suplementasi ASIP

Jika Ibu tidak bisa menyusui atau si Kecil tidak bisa menyusu secara langsung dari payudara, dokter akan memberikan suplementasi sebagai alternatif cara mengatasi bayi kuning dengan cepat.

Yang dimaksud suplementasi di sini adalah ASI perah Ibu dengan sendok, pipet, atau lewat selang makanan (feeding tube). Jika kondisi Ibu tidak bisa memproduksi ASI, alternatif suplementasi yang akan direkomendasikan dokter adalah ASIP dari donor yang sudah diskrining dan sudah dipasteurisasi. 

Selama pemberian suplementasi, bayi akan tetap ditempatkan pada badan Ibu untuk melanjutkan proses skin-to-skin contact untuk memicu pelepasan hormon prolaktin serta oksitosin yang memproduksi ASI.

Skin-to-skin contact juga penting untuk membangun bonding dan menjaga bayi baru lahir tetap merasa hangat.

Baca Juga: Cara Memerah ASI yang Benar

3. Menjemur Bayi Tiap Pagi

Menjemur bayi setiap pagi selama 10 menit untuk 2 kali sehari cukup efektif sebagai cara mengatasi bayi kuning yang bergejala ringan.

Namun, IDAI menyarankan jemur bayi yang aman di dekat jendela sehingga si Kecil tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Namun, tetap pastikan sekitar 40% area kulitnya bisa terpapar matahari, terutama pada kedua tangan dan kakinya.

Sinar matahari dapat bantu memproduksi vitamin D pada kulit yang berfungsi membantu memecah kelebihan bilirubin dalam darah sehingga bisa dikeluarkan dari dalam tubuh

Sebelum jemur bayi, pakaikan si Kecil baju dan celana panjang berbahan ringan yang menyerap keringat. Lindungi juga area wajah dan kepala si Kecil dari paparan matahari berlebihan dengan memakaikan topi berpinggir lebar.

Jangan lupa oleskan tabir surya minimal SPF 15 (atau lebih) pada kulitnya sekitar 30 menit sebelum menjemur bayi.

Namun jika kadar bilirubin bayi tetap tinggi atau terus naik bahkan setelah rutin dijemur, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan fototerapi.

4. Fototerapi di NICU

Fototerapi adalah cara mengatasi bayi kuning dengan cepat. Ini adalah pilihan pengobatan yang utama untuk kasus penyakit kuning bergejala sedang. Sebelum disinar, bayi dengan penyakit kuning akan menjalani tes darah untuk memeriksa kadar bilirubin.

Fototerapi untuk mengatasi bayi kuning dilakukan dengan menempatkan bayi dalam keadaan telanjang di inkubator NICU atau di bangsal rumah sakit bersama Ibu. Si Kecil hanya akan memakai popok dan masker mata khusus untuk melindungi matanya.  

Inkubator ini memiliki sebuah lampu khusus yang memancarkan sinar UV untuk mengubah bilirubin menjadi versi yang lebih mudah dihancurkan. Jadi, kelebihan bilirubin dalam darah bayi dapat dikeluarkan lewat urine dan feses.

Kadang, inkubator bisa dipasangkan beberapa lampu UV sekaligus sebagai cara menurunkan kuning bayi dengan cepat di ruang NICU.

Perawatan dengan fototerapi biasanya memakan waktu 1-2 hari. Untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan ekskresi bilirubin, bayi perlu disusui secara teratur setiap tiga hingga empat jam.

Fototerapi bisa juga dilakukan di rumah, jika kadar bilirubin si Kecil tidak terlalu tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

5. Suntikan Immunoglobulin

Jika Ibu dan bayi memiliki golongan darah yang berbeda, tubuh ibu akan membuat antibodi yang menyerang sel darah merah bayi.

Hal ini dapat terjadi jika golongan darah Ibu adalah O dan golongan darah bayi adalah A atau B (disebut ketidakcocokan ABO). Ketidakcocokan goldar antara Ibu dan si Kecil juga bisa terjadi jika faktor Rh Ibu (protein yang ditemukan pada sel darah merah) negatif dan Rh bayi positif. 

Kondisi ini mengakibatkan bayi membawa antibodi dari Ibu yang berkontribusi terhadap cepatnya pemecahan sel darah merah bayi.

Cara mengatasi bayi kuning yang disebabkan ketidakcocokan golongan darah adalah suntikan immunoglobulin (IVG) lewat infus. IVIg bekerja memblokir antibodi yang menyerang sel darah merah dan mengurangi kebutuhan akan transfusi tukar.

6. Infus Cairan

Dokter mungkin akan melakukan pemasangan infus (IV) untuk memasok cairan tambahan sebagai cara menurunkan kuning bayi dengan cepat.

Pemasangan infus umumnya dilakukan jika gejala penyakit kuning pada bayi juga menyebabkan dehidrasi atau sepsis. Kehilangan cairan (dehidrasi) akan menyebabkan kadar bilirubin meningkat. 

Baca Juga: Napas Bayi Newborn Seperti Sesak, Apakah Normal?

7. Transfusi Tukar Darah

Pada beberapa kasus langka, transfusi darah mungkin dinilai sebagai cara mengatasi bayi kuning yang terbaik. Ini adalah prosedur medis darurat yang harus dilakukan jika kadar bilirubin bayi sangat tinggi dan tidak dapat diturunkan dengan fototerapi.

Dalam proses ini, darah bayi diganti dengan darah donor untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat.

Baca Juga: Napas Bayi Newborn Seperti Sesak, Apakah Normal?

Berapa Lama Kuning pada Bayi akan Hilang?

Bagi sebagian besar bayi, penyakit kuning akan membaik tanpa pengobatan dalam waktu satu hingga dua minggu.

Namun, segera pergi ke dokter jika penyakit kuning bayi memburuk atau berlangsung lebih dari dua minggu bahkan setelah Ibu menerapkan cara mengatasi bayi kuning di rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebelum pulang dari rumah sakit, dokter akan memeriksa kadar bilirubin bayi dan memeriksanya lagi dalam waktu lima hari setelah kelahiran. Kadar bilirubin bayi dapat mencapai titik tertingginya di usia antara tiga dan lima hari.

Kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius, seperti cerebral palsy, tuli, dan kernikterus (kerusakan otak akibat jaundice) jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Segera ke rumah sakit jika bayi menunjukkan gejala penyakit kuning yang parah, seperti:

  • Kulit bayi menjadi kuning atau oranye cerah.

  • Bayi tampak sangat mengantuk, dan sulit dibangunkan untuk menyusu.

  • Bayi sangat rewel dan susah ditenangkan.

  • Bayi tidak bisa menyusu dengan baik.

  • Popok bayi seringnya kering, jarang terlihat basah karena urin atau penuh akibat pup.

Baca Juga: Kenali Growth Spurt, Penyebab Bayi Rewel dan Susah Ditenangkan

Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika bayi mengalami:

  • Tangisan bernada tinggi.

  • Demam.

  • Menangis dengan melengkungkan badan (kepala/leher atau tumitnya ditekuk ke belakang dan badannya meringkuk ke depan).

  • Tubuhnya kaku atau lemas.

Semoga artikel ini membantu, ya, Bu! Dan untuk lebih banyak informasi terbaru soal kesehatan serta tumbuh kembang bayi baru lahir, Ibu bisa akses berbagai fitur edukatif dan menarik lewat Bebe Journey secara gratis.


Referensi

  1. Jaundice in Newborns (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/jaundice.html
  2. Infant jaundice-Infant jaundice - Diagnosis & treatment - Mayo Clinic. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/diagnosis-treatment/drc-20373870
  3. Health. (2019). Jaundice in babies. Vic.gov.au. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/jaundice-in-babies#treatment-for-jaundice-in-babies
  4. Clinic, C. (2022). Jaundice in Newborns: Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22263-jaundice-in-newborns#management-and-treatment
  5. IDAI | BAYI SAYA KUNING, BERAT BADANNYA TURUN. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN? (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bayi-saya-kuning-berat-badannya-turun-apa-yang-harus-saya-lakukan

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait