Ciri-Ciri DBD pada Bayi, Tanda Bahaya, dan Kapan Harus ke RS

Gejala DBD pada bayi ditandai dengan demam tinggi yang mendadak dan tiba-tiba. Terlebih jika demam tanpa disertai batuk dan pilek, Ibu bisa mencurigai kemungkinan DBD pada bayi.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
ciri ciri dbd pada bayi-bebeclub


Demam berdarah (DBD) pada bayi dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat. Jadi, yuk, waspadai ciri-ciri DBD pada bayi, cara pengobatan, dan cara mencegahnya agar si Kecil selalu aktif dan ceria!

Bayi Demam & Rewel, Apakah Ini DBD?

Bayi demam dan rewel memang bisa membuat Ibu pusing. Gejalanya yang sangat mirip dengan infeksi virus biasa bisa saja membuat Ibu bingung untuk memberikan penanganan yang tepat.

Namun, jika demam pada bayi terjadi saat sedang musim hujan, Ibu perlu curiga akan kemungkinan ciri-ciri DBD pada bayi. Apalagi kalau di sekitar tempat tinggal sudah ada yang mengalami DBD.

Demam dan rewel adalah tanda si Kecil tidak nyaman. Meski belum tentu si Kecil kena DBD, Ibu perlu waspada tanda khas yang bisa dikenali sejak dini, seperti demam tinggi tiba-tiba.

Baca Juga: Berapa Suhu Normal Bayi dan Bagaimana Cara Mengukur yang Benar? 

Tanda Awal DBD pada Bayi yang Paling Sering Terjadi

Biasanya ciri-ciri DBD pada bayi tidak disertai oleh masalah batuk pilek, Bu. Beberapa tanda awal DBD pada bayi yang paling umum terjadi, yaitu:

1. Demam Tinggi Mendadak

Demam tinggi mendadak hingga mencapai 40oC atau lebih adalah ciri-ciri DBD pada bayi yang cukup umum. Biasanya, demam karena DBD ini sulit turun dengan obat demam biasa.

Demam dapat berlangsung sekitar 2-7 hari.

2. Bayi Tampak Sangat Rewel dan Lemas

Sakit kepala dan nyeri badan adalah gejala DBD yang cukup umum terjadi pula. Inilah yang membuat si Kecil jadi lebih rewel dan gampang menangis karena rasa tidak nyaman.

Rasa sakitnya tersebut, mungkin ditambah lemas akibat kekurangan cairan, sehingga bisa menyebabkan bayi menjadi tidak begitu aktif.

3. Nafsu Makan atau Menyusu Menurun

The American journal of tropical medicine and hygiene (2021) menyebutkan masalah pencernaan bisa jadi ciri-ciri DBD pada bayi, terutama mual dan muntah.

Hal ini membuat pencernaan tidak terasa nyaman sehingga bayi jadi tidak mau menyusu ataupun makan.

4. Muntah Berulang

Bayi muntah terus-menerus juga bisa jadi salah satu gejala DBD pada bayi yang umum muncul. Ibu perlu memperhatikan asupan cairannya untuk mencegah dehidrasi pada bayi.

5. Muncul Bintik Merah di Kulit

Ruam kemerahan di kulit dapat muncul pada bayi yang mengalami DBD, terutama pada hari ketiga.

Bintik merah karena DBD biasanya tidak hilang atau memudar saat hilang atau ditekan.

Ciri-Ciri DBD pada Bayi yang Berbahaya dan Tidak Boleh Diabaikan

Kalau terlambat didiagnosis, DBD bisa berbahaya untuk kesehatan si Kecil karena dapat menyebabkan dehidrasi, perdarahan, hingga syok. 

Ibu perlu segera membawa si Kecil ke dokter jika muncul tanda DBD pada bayi yang berbahaya, seperti:

  • Perdarahan, baik itu mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau BAB berdarah
  • Muntah terus-menerus sehingga tidak ada makanan atau cairan masuk
  • Bernapas cepat atau tampak sesak
  • Tangan dan kaki dingin yang merupakan tanda syok
  • Bayi tampak lemas

Menurut IDAI, lemas pada DBD bahkan dapat menyebabkan si Kecil mengalami penurunan kesadaran. 

Baca Juga: 8 Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus

Apakah Semua Bayi DBD Mengalami Perdarahan?

DBD bisa menyebabkan perdarahan, seperti mimisan, BAB berdarah, atau muntah berdarah. Namun, tidak mengalami itu semua bukan berarti bayi tidak mengalami perdarahan.

Demam berdarah, baik pada bayi ataupun dewasa, bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan perdarahan internal. Ini membahayakan karena tidak terlihat, apalagi kondisi ini terjadi pada saat demam sudah turun.

Itu sebabnya, kondisi yang tampaknya membaik ini, justru merupakan fase kritis dan membutuhkan pemantauan ketat dari dokter.

Fase DBD pada Bayi

Selain perlu mengetahui gejala apa saja yang muncul akibat DBD, Ibu juga harus tahu fase demam ketika si Kecil terinfeksi DBD. Terdapat beberapa fase demam dalam DBD pada bayi.

1. Fase Demam

Fase demam ditandai dengan demam tinggi yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari. Demam biasanya tidak disertai batuk atau pilek.

Pada fase ini, anak jadi rewel karena rasa tidak nyaman akibat sakit kepala, nyeri otot dan sendi. Di fase demam ini juga, akan muncul gejala DBD pada bayi berupa bintik-bintik merah pada kulit. 

Selain itu, si Kecil mungkin mengalami penurunan nafsu makan, merasa mudah mual, dan muntah. Ibu perlu melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui penyebab demam.

2. Fase Kritis

Fase kritis dimulai sekitar hari ke-4 hingga ke-6 sejak demam muncul. Pada fase ini, demam akan turun hingga tampak normal, tapi ujung tangan dan kaki akan terasa dingin. 

Fase ini sering kali mengecoh dan membuat Ibu lengah karena mengira sudah sembuh. 

Padahal, di fase inilah yang paling berbahaya dan perdarahan rentan terjadi, seperti mimisan, gusi berdarah, muntah atau BAB berdarah, dan muntah terus-terusan.

Ini adalah tanda syok dan penurunan jumlah trombosit yang berbahaya. Si Kecil mungkin akan terlihat lebih lemas dan bahkan mengalami penurunan kesadaran. Jika tidak ditangani segera maka dapat mengancam jiwa. 

3. Fase Pemulihan

Masuk fase pemulihan hari ke-7 hingga ke-10, keadaan umum si Kecil mulai baik dan ciri-ciri DBD pada bayi mulai hilang. 

Ia menjadi tak terlalu rewel dan nafsu makan kembali. Fase ini terjadi dalam 48-72 jam setelah demam mulai mereda.

Dilihat dari hasil pemeriksaan darah, jumlah trombosit juga mulai mengalami kenaikan. Ruam kulit mungkin tetap ada, tetapi tingkat energi perlahan mulai kembali normal.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Diduga Terkena DBD?

Pada saat demam baru muncul, Ibu mungkin sulit membedakannya dengan demam biasa. Jika Ibu curiga si Kecil terinfeksi DBD pada bayi, beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Berikan ASI lebih sering untuk mencegah dehidrasi
  • Biarkan si Kecil istirahat 
  • Pantau suhu tubuh dan jumlah urine 
  • Berikan obat sesuai resep dokter
  • Kompres hangat pada bayi agar ia lebih nyaman
  • Memperhatikan tanda-tanda dehidrasi pada bayi, seperti pipis sedikit, menangis tanpa air mata, mata cekung, bibir kering

Jika demam tidak juga membaik pada hari ketiga, Ibu sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui jumlah trombosit.

Pemeriksaan darah juga perlu dilakukan beberapa kali selama masa terinfeksi jika si Kecil terdiagnosis DBD untuk memantau jumlah trombosit dan perdarahan.

Baca Juga: Anak Sering Menangis Tanpa Sebab? Cari Tahu Penyebabnya 

Cara Mencegah DBD pada Bayi di Rumah

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati DBD pada bayi. Terlebih, risiko dan DBD pada bayi sangat mungkin untuk dicegah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah DBD pada bayi dan seluruh anggota keluarga di rumah, yaitu:

  • Lakukan 3M: menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi genangan air (sarang nyamuk demam berdarah).
  • Menggunakan losion antinyamuk yang aman bagi bayi
  • Menggunakan pakaian yang dapat menutup bagian tubuh bayi
  • Menggunakan kelambu saat bayi tidur
  • Memakai kawat nyamuk di jendela atau ventilasi untuk meminimalisir nyamuk masuk

Selain itu, untuk mencegah DBD pada anak, jangan lupa untuk memberikan vaksin sesuai jadwal imunisasi anak yang direkomendasikan oleh IDAI. Vaksin DBD sudah bisa diberikan mulai anak usia 6 tahun.

DBD bukanlah kondisi yang bisa disepelekan. Akan tetapi, dengan pengetahuan yang tepat, Ibu bisa lebih sigap dan tenang dalam menangani ciri-ciri DBD pada bayi yang muncul.

Masih membutuhkan jawaban atau informasi seputar DBD pada bayi? Ibu juga bisa, menanyakan apa saja terkait si Kecil dengan menghubungi layanan BebeCare

Seluruh pertanyaan dan kecemasan Ibu akan dijawab oleh tim BebeCare kapan saja! Yuk Bu, hubungi BebeCare dan dukung si Kecil jadi anak hebat yang sehat!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/609/mengenal-gejala-dbd-pada-bayi
  2. ‌Dengue Vaccine & Kids: FAQs for Families Who Live Where Dengue Disease Commonly Spreads. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/dengue-vaccine-and-kids-faqs-for-families-who-live-where-dengue-disease-commonly-spreads.aspx
  3. ‌NHS Choices. (2023). Dengue. https://www.nhs.uk/conditions/dengue/
  4. ‌Dengue fever in babies and children. (2022). BabyCenter India. https://www.babycenter.in/a1021718/dengue-fever-in-babies-and-children‌
  5. Chitnis, R. (2019, August 9). Dengue in Children - Signs, Diagnosis & Treatment. FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/dengue-fever-in-children-symptoms-treatment-prevention/
  6. ‌Dengue fever - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. (2022). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/diagnosis-treatment/drc-20353084
  7. ‌World. (2023, March 17). Dengue and severe dengue. Who.int; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
  8. ‌IDAI | Penanganan Demam pada Anak. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
  9. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/10/tanda-dan-gejala-demam-berdarah-dengue
  10. ‌IDAI | MEMAHAMI DEMAM BERDARAH DENGUE (BAGIAN 1). (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue


Artikel Terkait