Penyebab Bentol Merah pada Bayi, Jenis, dan Cara Mengatasinya
Bentol merah pada bayi penyebabnya ada banyak, mulai dari gigitan serangga hingga alergi atau infeksi. Umumnya bentol tidak bahaya dan bisa sembuh dengan penanganan yang tepat.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
dr. Attila Dewanti, SpA (K)
Diterbitkan: 17 Juni 2022
Diperbarui: 15 April 2026
Bentol merah pada bayi bisa bikin si Kecil tak nyaman dan rewel. Agar Ibu bisa menanganinya dengan tepat dan cepat, pahami dulu apa saja penyebab dan jenisnya yang paling umum.
Bentol Merah pada Bayi Seperti Gigitan Nyamuk, Normal atau Tidak?
Bentol merah pada bayi itu sangat umum dan biasanya tak berbahaya. Tergantung dari penyebabnya, bentol bisa muncul pada area mana pun seperti wajah, tangan, atau kaki.
Namun, perlu dicatat, bentol itu beda dengan ruam. Bentol merah ditandai dengan tonjolan besar atau kecil pada kulit yang terasa gatal.
Sementara itu, ruam belum tentu menonjol atau gatal. Ruam itu ketika tekstur kulit bayi seperti mengeras dan kering, serta ada perubahan warna kulit jadi lebih merah, pucat, atau gelap.
Penyebab Bentol Merah pada Kulit Bayi
Bentol merah memang bisa disebabkan gigitan nyamuk. Namun, ada banyak kemungkinan penyebab lain seperti alergi. Pelajari selengkapnya di bawah ini.
1. Gigitan Serangga
Bentol merah bisa muncul karena kulit si Kecil sangat sensitif terhadap gigitan serangga seperti nyamuk, tungau, kutu, atau lalat.
Tandanya yaitu bentol merah di lokasi gigitan (bisa hanya satu maupun di beberapa titik) yang muncul selama seharian penuh atau lebih.
Kalau sudah mau sembuh, bentol merahnya bisa berubah jadi lebih gelap dan akan memudar dalam waktu beberapa bulan. Pastikan si Kecil tidak menggaruknya dengan berlebihan, ya.
Baca Juga: 10 Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya
2. Reaksi Alergi
Bayi bisa mengalami bentol merah karena reaksi alergi, Bu. Beberapa hal yang bisa memicu reaksi alergi pada bayi antara lain:
- Makanan dan minuman seperti susu dan telur
- Zat atau benda asing seperti bulu hewan dan serbuk sari tumbuhan
- Perubahan suhu seperti panas atau dingin
Ciri khas bentol karena alergi adalah kemunculannya hingga 2 jam setelah terpapar alergen dan area yang bentol atau gatal bisa membengkak.
Jika muncul gejala alergi lainnya seperti si Kecil muntah, diare, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
3. Infeksi Virus atau Bakteri
Dalam banyak kasus, infeksi virus atau bakteri bisa memicu bentol merah yang gatal pada bayi. Maka, perhatikan apakah si Kecil juga mengalami gangguan pernapasan atau pencernaan.
Bentol yang dipicu infeksi dapat terjadi karena tubuh si Kecil sedang melindungi diri dari virus atau bakteri yang menyerangnya.
Namun, dalam berbagai penelitian, bentol bisa juga muncul sebagai efek samping atau reaksi dari obat-obatan yang dikonsumsi untuk melawan infeksinya.
Baca Juga: Infeksi Saluran Pencernaan pada Bayi: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya
4. Faktor Penyebab Lainnya
Selain penyebab-penyebab umum di atas, bentol merah pada bayi mungkin dipicu oleh hal lain yang kasusnya lebih jarang ditemui, Bu.
Misalnya sentuhan atau kontak dengan zat pemicu iritasi seperti deterjen yang terlalu keras, pelembut atau pewarna tekstil, parfum bayi, serta berbagai produk perawatan bayi lainnya.
Kondisi medis khusus seperti autoimun pada bayi juga menunjukkan gejala berupa bentol-bentol merah. Namun, biasanya ada keluhan dan tanda lainnya yang menyertai.
Perbedaan Jenis Bentol Merah pada Bayi
Sebelum mengobati dan menangani bentol pada bayi, Ibu harus perhatikan dulu jenis bentol-bentol kulit dalam tabel di bawah ini.
<>
|
Penyebab |
Tanda Bentol |
Gatal |
Lokasi |
|
Gigitan serangga |
Bulat kecil yang perlahan bisa membesar, bentol tidak menyatu |
Ya |
Hanya yang digigit |
|
Alergi dan kontak dengan iritan |
Bergerombol, biduran, bentol bisa menyatu jadi tonjolan besar (seperti pulau) atau disertai bengkak |
Sangat gatal |
Bisa di mana saja hingga seluruh badan |
|
Infeksi atau kondisi medis |
Muncul tiba-tiba, disertai gejala lain seperti demam atau muntah |
Ya |
Bisa di mana saja hingga seluruh badan |
Apakah Bentol Merah pada Bayi Bisa Hilang Sendiri?
Umumnya bentol merah pada bayi seperti gigitan nyamuk bisa hilang sendiri dalam waktu beberapa hari dengan penanganan yang tepat.
Namun, pada beberapa kasus yang kronis, si Kecil akan sembuh dalam waktu lebih dari 6 minggu. Ini tergantung pada penyebab dan tingkat keseriusan gejala yang dialaminya.
Cara Menghilangkan Bentol Merah pada Bayi
Bentol bisa membuat bayi tak nyaman, Bu. Untungnya, Ibu bisa menghilangkan bentol pada bayi seperti digigit nyamuk dengan penanganan rumahan berikut:
1. Hindari Pemicu
Usahakan agar bayi tidak terpapar pemicu bentol merah di kulit seperti gigitan serangga, alergen, maupun zat iritan lainnya.
Pastikan lingkungan sekitarnya bersih dan produk-produk perawatan yang si Kecil pakai seperti sabun atau pelembap cukup lembut serta aman untuk kulitnya.
Selain itu, kalau nanti sudah waktunya, perkenalkan makanan baru pada si Kecil secara bertahap untuk mengenali alergen dari makanan dan reaksi si Kecil terhadap berbagai zat.
2. Kompres Dingin
Celupkan kain yang bersih dan lembut pada air sejuk dan letakkan di area kulit si Kecil yang muncul bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk. Suhunya jangan terlalu dingin, ya.
Lakukan kompres ini selama beberapa kali sehari untuk menenangkan kulit yang bentol serta mengurangi rasa gatal.
Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi yang Aman
3. Oleskan Lotion Calamine atau Lidah Buaya
Dokter anak mungkin menganjurkan lotion calamine khusus bayi yang lembut untuk meredakan gatal, kemerahan, dan bentol. Pastikan Ibu hanya memakainya dalam pantauan dokter, ya.
Selain itu, menurut riset pada Iranian Journal of Neonatology, mengoleskan lidah buaya bisa mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada kulit bayi.
Namun, Ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter dulu sebelumnya.
4. Pakai Baju yang Longgar dan Nyaman
Siapkan baju yang longgar, sejuk, dan lembut untuk si Kecil. Misalnya yang berbahan katun. Baju yang sesak atau kain yang kasar bisa menimbulkan iritasi lebih parah.
5. Cegah Bayi Menggaruk Bentol
Menggaruk bentol malah berisiko menyebabkan luka, iritasi, hingga infeksi. Jadi, pastikan kuku bayi dipotong pendek dan rapi serta pakaikan sarung tangan yang lembut.
Ibu juga bisa mengalihkan perhatian si Kecil dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang menstimulasi.
6. Jaga Suhu Ruangan agar Tetap Sejuk
Supaya si Kecil tetap nyaman, jaga suhu ruangan supaya tidak terlalu panas atau dingin. Suhu yang terlalu ekstrem dapat memicu gatal.
Usahakan juga agar ruangan tidak terlalu lembap maupun kering. Ibu bisa memasang alat dehumidifier atau humidifier seperlunya.
Jika Ibu mau lebih banyak saran atau punya pertanyaan seputar perawatan dan tumbuh kembang si Kecil, yuk, hubungi BebeCare, gratis dan tanpa perlu buat janji!
Tim BebeCare terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap jadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu selama 24 jam. Gratis dan tidak perlu buat janji!
Kapan Bentol Merah pada Bayi Harus ke Dokter?
Ibu perlu segera ke dokter bila badan anak bentol seperti digigit nyamuk disertai dengan gejala:
- Muntah
- Diare
- Susah menelan
- Sesak napas
- Anak sangat rewel
- Muncul bengkak di area mulut atau wajah
- Bayi hilang kesadaran (tidak merespons)
Ibu juga sebaiknya mencari bantuan medis bila bentol muncul dengan gejala flu atau tidak sembuh-sembuh dalam beberapa minggu meskipun sudah ditangani.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac.
Daftar gratis, sekarang!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
