7 Cara Menghilangkan Bentol Merah pada Kulit Bayi

Bentol merah pada bayi dapat disebabkan banyak hal, mulai dari gigitan serangga hingga alergi atau biduran. Pengobatannya tidak boleh sembarangan, Bu.

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : dr. Attila Dewanti, SpA (K)

4 min
17 Jun 2022
Profile dr. Attila Dewanti, SpA (K)
cara menghilangkan bentol alergi pada bayi


Bentol merah pada bayi yang terasa gatal seperti gigitan nyamuk dapat disebabkan banyak hal berbeda. Bentol merah gatal ini pun bisa muncul di area wajah, lengan, kaki, hingga di badan si Kecil.

Apakah ini benar karena digigit nyamuk atau pertanda masalah kulit lain, seperti alergi? Yuk, cari tahu apa penyebab dan cara menghilangkan bentol merah pada bayi di artikel ini!

Penyebab Kulit Bentol Merah pada Bayi Seperti Gigitan Nyamuk

Perlu Ibu pahami dulu bahwa bentol-bentol berbeda dengan ruam yang menyebar dan menyebabkan kulit tampak kemerahan.

Bentol akan terlihat seperti benjolan kulit yang sedikit terangkat di satu area tertentu, sementara ruam terlihat seperti bercak kulit rata yang berwarna kemerahan dan permukaannya luas tidak beraturan. 

Ada beragam penyebab munculnya bentol merah pada bayi yang terasa gatal seperti gigitan nyamuk. Berikut penjelasannya:

1. Gigitan Serangga

Selain karena gigitan nyamuk, bentol merah pada bayi yang disertai gatal bisa jadi karena gigitan serangga saat si Kecil tidur atau bermain di luar. Gigitan serangga bisa berasal dari semut, kutu, tungau kasur, atau bahkan lebah. 

Gigitan serangga bisa menyebabkan reaksi yang ringan seperti hanya bentol gatal hingga berat yang menyebabkan si Kecil merasa perih dan tidak nyaman.

Adapun gejala bentol akibat gigitan serangga, di antaranya:

  • Reaksi ringan berupa gatal.
  • Muncul bentol, bengkak, dan kemerahan.
  • Bentol hanya muncul di area kulit yang digigit serangga.

2. Reaksi Alergi Kulit

Munculnya bentol merah yang terasa gatal bisa jadi ciri alergi pada bayi.

Alergi kulit umumnya dipicu oleh kontak dengan bahan atau zat yang dapat menyebabkan iritasi, misalnya paparan deterjen, wewangian, alkohol, kandungan lain dalam produk perawatan tubuh anak, atau bulu hewan peliharaan. 

Selain kontak langsung antara kulit dengan bahan iritan, bentol kemerahan yang terasa gatal juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi makanan atau minuman tertentu, seperti telur, kacang-kacangan, bahkan alergi terhadap susu sapi. 

Kulit memiliki sel kekebalan yang disebut sel mast. Ketika sel-sel ini beraksi, mereka akan melepaskan bahan kimia yang disebut histamin. Histamin inilah yang menjadi alasan munculnya gatal-gatal.

3. Alergi Makanan

Bentol kemerahan juga bisa muncul sebagai ciri alergi makanan pada bayi.

Reaksi alergi makanan biasanya juga disertai dengan pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan atau bagian tubuh lainnya, juga sensasi kesemutan atau gatal di mulut dan tenggorokan.

Gejala alergi makanan dan alergi karena paparan iritan bisa hilang cepat dengan menjauhkan anak dari pemicunya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pada kasus yang sangat parah, alergi pada anak bisa disertai dengan pembengkakan di wajah dan kesulitan bernapas. Jika kondisinya sudah begini, Ibu perlu membawa si Kecil ke unit gawat darurat di rumah sakit. 

4. Biduran (Urtikaria)

Apabila tiba-tiba ada bentol merah pada kulit bayi yang gatal dan terasa timbul bergerombol banyak, kemungkinan besar ini adalah biduran.

Urtikaria atau biduran adalah penyakit kulit pada bayi berupa ruam bercak-bercak bentol kemerahan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Biduran bisa terjadi di satu area tubuh saja atau tersebar di beberapa area yang luas. Lokasi bentolnya pun bisa berpindah-pindah.

Biduran seringkali sangat gatal, tetapi si Kecil mungkin juga merasa kulitnya panas seperti terbakar atau tersengat. 

Biduran itu sendiri adalah hasil dari reaksi alergi ketika anak bersentuhan dengan pemicu alergi atau alergen. Alergen adalah zat yang sebetulnya tidak berbahaya bagi banyak orang, tapi bagi anak yang rentan alergi dapat memicu reaksi seperti bentol-bentol dan gatal.

Beberapa pemicu alergi yang bisa menyebabkan biduran adalah bahan kimia dalam makanan tertentu, sengatan serangga, sinar matahari, obat-obatan, atau sesuatu yang anak sentuh.

5. Infeksi

Biduran juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti infeksi virus dan bakteri, faktor fisik (suhu panas, dingin, tekanan), ruam popok, atau bahkan penyakit autoimun.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Apakah Bentol Merah pada Bayi Bisa Hilang Sendiri?

Bentol merah akibat biduran pada anak bisa muncul secara tiba-tiba dan mereda dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam tanpa pengobatan khusus. Terutama bila penyebabnya adalah hal yang ringan seperti gigitan nyamuk atau serangga.

Namun pada beberapa kasus, bentol merah gatal yang disebabkan biduran dapat berlangsung lebih dari 24 jam dan akan hilang dalam waktu kurang dari 6 minggu. 

Bentol yang disebabkan oleh alergi juga bisa saja hilang dalam beberapa jam, beberapa hari, atau bisa juga bertahan hingga lebih dari 6 minggu lamanya.

Meski begitu, apa pun penyebabnya, Ibu tentu tidak mau, kan, melihat si Kecil terus-terusan rewel dan menangis karena gatal-gatal?

Cara Menghilangkan Bentol Merah Gatal pada Kulit Anak

Bentol merah yang gatal pasti membuat si Kecil tidak nyaman. Maka, Ibu perlu tahu cara menghilangkan bentol alergi pada bayi berikut ini:

1. Hindari Pemicu Alergi

Bila Ibu mencurigai alergi sebagai dalang dari kemunculan bentol merah gatal pada kulit bayi, coba perhatikan sekitar lingkungan si Kecil.

Apakah ada benda-benda atau zat tertentu yang berisiko memicu alerginya? Atau, apakah si Kecil habis memakan sesuatu yang bisa memicu alergi?

Jika ya, sebaiknya segera jauhkan si Kecil dari pemicu alerginya, Bu, untuk mengantisipasi agar gejalanya tidak semakin parah. 

Sebagai contoh, bila Ibu menyadari si Kecil jadi bentol-bentol setelah dipakaikan produk skincare tertentu, segera bilas bersih kulitnya dan keringkan dengan baik. Jangan pakaikan lagi losion tersebut untuk seterusnya. 

Sama halnya jika bayi mengalami reaksi setelah menggunakan pakaian tertentu, misalnya pakaian yang berbahan wol. Langsung lepas pakaiannya dan mandikan anak. Jika ia habis memakan sesuatu, jangan berikan makanan itu lagi untuk sementara waktu.

Jika Ibu tidak tahu apa faktor pemicu yang membuat bayi mengalami alergi, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tes alergi. Dokter juga bisa meresepkan obat antihistamin untuk meredakan rasa gatal akibat alergi.

2. Kompres Air Dingin

Bu, jika si Kecil mulai tampak ingin menggaruk bentolnya, coba tempelkan kompres dingin pada area kulitnya yang kemerahan.

Sensasi dinginnya dapat meredakan rasa gatal pada kulit akibat bentol merah pada bayi. Suhu dingin juga memunculkan efek kebas pada area yang gatal sehingga mencegah si Kecil menggaruk kulitnya.

Caranya, Ibu cukup rendam kain waslap bersih di dalam baskom berisi air dingin atau aliri dengan air dingin. Peras handuk, lalu tempelkan pada area kulit bayi yang muncul bentol-bentol.

3. Gunakan Produk yang Lembut

Jaga kebersihan kulit si Kecil dengan memandikannya 2 kali sehari. Gunakan sabun mandi khusus untuk kulit bayi yang lembut dan tidak mengiritasi kulitnya yang sensitif. 

Saat mandi, hindari menggosok keras-keras atau memencet area kulitnya yang sedang mengalami bentol-bentol ya, Bu. Keringkan si Kecil dengan menepuk-nepuk kulitnya dengan handuk lembut. 

Cek juga skincare si Kecil, dan pastikan produk-produk kulit dan rambut yang ia gunakan lembut untuk kulitnya dan hypoallergenic atau diformulasikan untuk sebisa mungkin tidak menimbulkan reaksi alergi. Hindari juga produk yang lengket dan mengandung banyak minyak. Dan gunakan handuk lembut yang terbuat dari bahan katun. 

4. Oleskan Lotion Calamine

Cara menghilangkan bentol merah pada bayi juga bisa dengan mengoleskan lotion calamine yang dijual bebas dan aman untuk si Kecil.

Lotion calamine mempunyai efek dingin. Biasanya, bentol akan lebih cepat kempes dan efek gatal kemerahannya pun juga akan ikut mereka setelah dioleskan lotion calamine.

Tapi, tak ada salahnya jika Ibu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat.

Baca Juga:  Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Perlu Ibu Ketahui

5. Kenakan Pakaian Tipis dan Longgar

Jangan tutup area bentol merah pada bayi yang terasa gatal dengan baju ketat atau tebal, Bu.

Justru, Ibu harus pastikan kulit si Kecil bisa “bernapas” dengan memakaikannya baju yang mudah menyerap keringat, agak tipis, berbahan lembut, dan longgar, misalnya kaos katun.

Memakaikannya baju yang ketat atau tebal akan membuatnya kepanasan dan berkeringat. Kondisi kulit yang lembap karena keringat bisa memicu rasa gatal semakin menjadi-jadi.

6. Buat Ruangan Menjadi Sejuk

Jaga agar kulit si Kecil tetap kering dan tidak berkeringat dengan membuat suhu ruangan yang sejuk. Ibu bisa nyalakan AC, kipas angin, atau kipasi badannya agar ia tidak merasa kepanasan.

Jika si Kecil berada di ruangan yang panas atau di luar ruangan, segera bawa ia masuk ke dalam ruangan yang lebih sejuk. Ingat, keringat dan kondisi kulit yang lembap bisa membuat rasa gatal bertambah parah.

7. Oleskan Lidah Buaya

Lidah buaya juga dapat digunakan untuk menghilangkan bentol merah pada bayi.

Menurut studi yang dimuat pada Journal of the American Podiatric Medical Association, lidah buaya bersifat antiradang yang bisa membantu menenangkan gatal dan peradangan pada kulit bayi.

Untuk menghindari reaksi alergi yang mungkin terjadi dari gel lidah buaya asli, Ibu bisa gunakan gel aloe vera dari produk komersil yang dijual bebas. Oleskan pada kulit bayi yang tampak kemerahan, lalu diamkan sendiri sampai gelnya mengering. Rutin oleskan gel sampai gatalnya mereda.

8. Cegah Anak Menggaruk Kulitnya

Karena tidak tahan dengan rasa gatalnya, si Kecil mungkin akan mencoba menggaruk kulitnya. Akan tetapi, semakin digaruk, bentol akan terasa semakin gatal dan mungkin malah menyebabkan luka apabila ia menggaruknya terlalu keras.

Nah, Ibu perlu mencegah bayi agar tidak menggaruk, misalnya dengan memakaikan sarung tangan dan memotong kukunya.

Nah, Bu, itu dia berbagai penyebab dan cara menghilangkan bentol merah gatal pada bayi yang bisa Ibu coba lakukan di rumah. Jika Ibu masih memiliki pertanyaan atau kecemasan, Ibu bisa tanyakan langsung dengan tim Bebecare yang siap sedia 24/7 melayani Ibu. 

Namun, jika tak ada perubahan atau kondisi bentol justru semakin parah, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya, Bu. Dokter akan mendiagnosis penyebabnya dan memberikan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya!

Dapatkan juga lebih banyak informasi terbaru soal tumbuh kembang anak dengan bergabung di Bebeclub! Ibu bisa akses berbagai fitur edukatif seperti Milestone Tumbuh Kembang, Panduan MPASI, hingga Poop Checker yang telah divalidasi oleh expert. Ditunggu ya, Bu!

Baca Juga:

 


 

Referensi: 

  1. Karen Gill. 2019. Hives on Baby: What You Need to Know. Diambil dari: https://www.healthline.com/health/baby /hives-on-baby  [Diakses 24 April 2022]
  2. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Mosquitoes Bite Symptoms and Treatment. Diambil dari: https://www.cdc.gov/mosquitoes/mosquito-bites/symptoms.html  [Diakses 24 April 2022]
  3. Sun Hee Choi dan Hey Sung Baek. 2015. Approaches to the diagnosis and management of chronic urticaria in children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc /articles/PMC4481035/  [Diakses 24 April 2022]
  4. Anthony Christian Darmawan. 2016. Seputar Kaligata pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/seputar-kaligata-pada-anak  [Diakses 24 April 2022]
  5. Melek Aslan Kayiran dan Necmettin Akdeniz. 2019. Diagnosis and treatment of urticaria in primary care. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc /articles/PMC6526977/#:~:text=H1 %20antihistamines%20and%2C %20sometimes%2C%20short,be %20considered%20during%20missed %20events.  [Diakses 24 April 2022]
  6. Journal of the American Podiatric Medical Association. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8169808/. Diakses pada 24 Oktober 2022.
  7. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mosquito-bites/symptoms-causes/syc-2037531. Diakses pada 24 Oktober 2022
  8. Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-treat-mosquito-bites-to-prevent-scarring#preventing-scars. Diakses pada 24 Oktober 2022.
  9. Healthline. https://www.healthline.com/health/pictures-skin-allergies-children#hives. Diakses pada 24 Oktober 2022
  10. Healthline. Baby Acne or Rash? 6 Types and How to Treat Them. https://www.healthline.com/health/childrens-health/baby-acne-or-rash. Diakses pada 1 Desember 2023

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait