Penyebab Bentol Merah Gatal Seperti Gigitan Nyamuk pada Bayi & Cara Mengatasinya

Bentol merah di kulit bayi bisa karena kondisi ringan seperti gigitan nyamuk atau iritasi sampai kondisi seperti alergi dan infeksi. Periksakan ke dokter bila disertai gejala lain.

Profile dr. Attila Dewanti, SpA (K)
bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk-bebeclub


Bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk di kulit bisa jadi memang bekas digigit nyamuk atau akibat dari kondisi lain seperti alergi maupun biduran. Selain bentol, biasanya bayi juga merasakan gatal pada kulit.

Muncul Bentol Merah Gatal di Kulit Bayi, Apakah Ini Gigitan Nyamuk?

Muncul bentol merah gatal di kulit bayi memang sering dikira sebagai gigitan nyamuk. Namun, tidak semua bentol berarti bayi digigit serangga.

Bentol juga bisa muncul karena alergi, eksim, biduran, atau biang keringat, ruam popok, maupun gesekan pakaian, Bu. Beberapa kondisi ini tergolong ringan dan bisa membaik sendiri.

Hanya saja, Ibu tetap perlu waspada jika bentol semakin banyak disertai gejala lain yang membuat bayi tampak tidak nyaman. 

Ciri Bentol Merah yang Paling Sering Dialami Bayi

Bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk di kulit bayi masih termasuk normal bila menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Bentol timbul atau muncul di kulit.
  • Terasa gatal.
  • Bisa muncul satu-satu atau bergerombol.
  • Bentol paling sering muncul di area tubuh seperti wajah, tangan, kaki.
  • Bentol tampak berwarna merah mudah atau kemerahan. 

Baca Juga: 10 Penyakit pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Bentol Merah Gatal pada Bayi Berdasarkan Penyebabnya

Sebelumnya sempat disebutkan kalau bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk juga bisa disebabkan oleh kondisi lain. Berikut perbedaan beberapa penyebab bentol merah gatal di kulit bayi:

Penyebab

Ciri Bentol

Area Muncul

Rasa Gatal

Berpindah/Tidak

Kapan Perlu Waspada?

Gigitan nyamuk/serangga

Bentol timbul satu per satu, kemerahan, kadang ada titik di tengah

Area terbuka seperti wajah, tangan, kaki

Gatal ringan-sedang

Tidak

Jika bengkak besar sampai membuat bayi demam

Alergi kulit

Bentol kecil atau kemerahan, kadang disertai ruam

Area kontak langsung, seperti di leher, pipi, lipatan

Gatal cukup kuat

Tidak

Jika bentol makin luas atau disertai pembengkakan

Alergi makanan

Bentol muncul tak lama setelah makan

Wajah, bibir, badan

Gatal

Tidak

Jika bibir/wajah bengkak atau bayi sulit bernapas

Biduran (urtikaria)

Bentol merah bergerombol, bentuk tidak beraturan

Bisa menyebar ke seluruh tubuh

Sangat gatal

Ya

Jika terjadi >24 jam, atau disertai demam atau sulit bernapas

Infeksi virus/bakteri

Bentol disertai ruam, kulit tampak meradang

Menyebar, tergantung jenis infeksinya

Bervariasi

Tidak

Jika bayi demam, lemas, atau nafsu makan menurun

Bentol Merah pada Bayi yang Perlu Segera Diperiksakan ke Dokter

Bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk sebenarnya bisa reda dan hilang sendiri. Namun, Ibu Bapak perlu lebih waspada dan segera periksakan kondisi si Kecil ke dokter bila muncul gejala berikut:

  • Bentol disertai bengkak di wajah, bibir, atau kelopak mata.
  • Bayi sulit bernapas atau napas berbunyi.
  • Bentol disertai demam tinggi dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Bayi tampak lemas, tidak mau menyusu.
  • Ada luka bernanah atau tanda infeksi.
  • Bentol menyebabkan nyeri, gatal parah, hingga melepuh.
  • Muncul infeksi, seperti membengkak atau berisi nanah. 
  • Tidak kunjung hilang atau justru semakin memburuk setelah diobati.
  • Bentol di kulit bayi berlangsung lebih dari seminggu dan tidak ada perubahan.

Apakah Bentol Merah pada Bayi Bisa Hilang Sendiri?

Ya, bentol merah pada bayi bisa hilang sendiri jika penyebabnya ringan, seperti gigitan nyamuk, serangga, atau iritasi ringan. Ciri bentol termasuk ringan bila terlokalisir di satu area dan tidak disertai gejala lain. 

Jika ringan, biasanya bentol mulai kempes dan memudar dalam waktu sekitar 3 hari. Namun, bentol bisa tidak membaik jika disebabkan oleh alergi berat atau infeksi. 

Segera periksa ke dokter jika muncul pembengkakan di wajah atau bibir disertai demam, bayi tampak lemas, atau bentol semakin menyebar.

Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi yang Aman

Cara Aman Menghilangkan Bentol Merah Gatal pada Bayi di Rumah

Bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk tentu membuat bayi sangat tidak nyaman, apalagi bila muncul cukup banyak. Supaya kondisinya tidak bertambah parah, berikut cara mengatasi bentol merah pada bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah:

  • Jauhkan dari pemicu, seperti serangga, debu, makanan tertentu, atau produk yang baru digunakan.
  • Kompres dingin selama beberapa menit untuk membantu meredakan gatal dan kemerahan.
  • Gunakan produk perawatan yang lembut di kulit dan hypoallergenic agar tidak memperparah iritasi.
  • Pakaikan bayi baju longgar dan berbahan lembut supaya kulit tidak bergesekan.
  • Cegah bayi menggaruk, misalnya dengan memotong kuku secara rutin atau memakaikan sarung tangan khusus bayi. 
  • Biarkan bayi berendam dengan air dingin atau tidak terlalu panas.

Cara Mencegah Bentol Merah pada Kulit Bayi

Sebelum muncul bentol merah yang gatal di kulit si Kecil, pastikan Ibu menerapkan tips berikut untuk mencegahnya:

  • Jaga kebersihan kulit bayi, termasuk rutin mandi, mengganti popok, dan mengganti pakaian saat berkeringat.
  • Pilih produk perawatan bayi yang lembut dan hypoallergenic untuk mengurangi risiko iritasi atau alergi.
  • Gunakan kelambu, pakaian tertutup, atau losion anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk ataupun serangga.
  • Perhatikan setiap makanan baru dan amati reaksi kulit setelah bayi mencoba jenis makanan tertentu.
  • Pakaikan bayi pakaian berbahan yang menyerap keringat, seperti katun, serta pakaian yang sesuai dengan cuaca agar tidak merasa gerah saat cuaca sedang panas.
  • Lakukan imunisasi tepat waktu.
  • Hindari membiarkan siapa pun yang sedang sakit mencium bayi. 

Jadi, Bu, tidak semua bentol merah gatal seperti gigitan nyamuk itu berbahaya. Namun, Ibu Bapak tetap perlu lebih waspada terutama bila bayi tampak sangat tidak nyaman dan disertai gejala lainnya.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Seattle Children’s Hospital Editorial Team. (2026). Mosquito Bite. Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/mosquito-bite/
  2. Pregnancy Birth Baby Editorial Team. ‌(2025, July 30). Common childhood rashes. Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/common-childhood-rashes
  3. ‌Larson, J. (2021, April 27). How to Treat a Mosquito Bite on Your Baby. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/mosquito-bites-on-babies#identification
  4. Cleveland Clinic Editorial Team. ‌(2023, August 31). Baby and Childhood Rashes. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6951-skin-conditions-in-children
  5. Baby Center Editorial Team. (2023). ‌Pictures of childhood rashes: Red dots, bumps, and more. BabyCenter. https://www.babycenter.com/health/conditions/visual-guide-to-childrens-rashes-and-skin-conditions_10332129
  6. Patient Info Editorial Team. (2024). ‌Hives. Patient.info. https://patient.info/skin-conditions/hives-inducible-urticaria
  7. ‌NHS website. (2018, January). Itchy skin. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/symptoms/itchy-skin/
  8. ‌Dix, M. (2019, January 16). How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash#bottom-line
  9. Karen Gill. 2019. Hives on Baby: What You Need to Know. Diambil dari: https://www.healthline.com/health/baby /hives-on-baby [Diakses 24 April 2022]
  10. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Mosquitoes Bite Symptoms and Treatment. Diambil dari: https://www.cdc.gov/mosquitoes/mosquito-bites/symptoms.html [Diakses 24 April 2022]
  11. Sun Hee Choi dan Hey Sung Baek. 2015. Approaches to the diagnosis and management of chronic urticaria in children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc /articles/PMC4481035/ [Diakses 24 April 2022]
  12. Anthony Christian Darmawan. 2016. Seputar Kaligata pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/seputar-kaligata-pada-anak [Diakses 24 April 2022]
  13. Melek Aslan Kayiran dan Necmettin Akdeniz. 2019. Diagnosis and treatment of urticaria in primary care. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc /articles/PMC6526977/#:~:text=H1 %20antihistamines%20and%2C %20sometimes%2C%20short,be %20considered%20during%20missed %20events. [Diakses 24 April 2022]
  14. Journal of the American Podiatric Medical Association. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8169808/. Diakses pada 24 Oktober 2022.
  15. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mosquito-bites/symptoms-causes/syc-2037531. Diakses pada 24 Oktober 2022
  16. Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-treat-mosquito-bites-to-prevent-scarring#preventing-scars. Diakses pada 24 Oktober 2022.
  17. Healthline. https://www.healthline.com/health/pictures-skin-allergies-children#hives. Diakses pada 24 Oktober 2022
  18. Healthline. Baby Acne or Rash? 6 Types and How to Treat Them. https://www.healthline.com/health/childrens-health/baby-acne-or-rash. Diakses pada 1 Desember 2023
  19. Does Your Child Have a Rash? Learn About 14 Common Causes. (n.d.). Parents. https://www.parents.com/health/rashes/rashes/


Artikel Terkait