Jadwal Imunisasi Bayi 0-12 Bulan 2026 Menurut IDAI
Jadwal imunisasi bayi 0-12 bulan yang wajib adalah hepatitis B, polio, TBC, campak, rubella, difteri, pertusis, tetanus, dan meningitis. Tambahannya ensefalitis, pneumonia, dan cacar.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 24 Agustus 2022
Diperbarui: 25 Mei 2026
Jadwal imunisasi dasar bayi usia 0–12 bulan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia mencakup: vaksin Hepatitis B dalam 24 jam pertama setelah lahir; BCG dan Polio-0 saat usia 1 bulan; DPT-HB-Hib serta Polio 1–3 pada usia 2, 3, dan 4 bulan; serta vaksin MR atau campak di usia 9 bulan. Untuk perlindungan yang lebih maksimal, imunisasi lanjutan (booster) diberikan saat anak berusia 18 bulan.
Cek Jadwal Imunisasi Bayi Sesuai Usia
Secara umum, jadwal imunisasi bayi dibagi berdasarkan usia untuk memastikan perlindungan optimal sejak dini. Berikut gambaran singkat jadwal imunisasi IDAI yang perlu Ibu perhatikan:
- 0–1 bulan: Hepatitis B (HB-0), BCG, polio 0
- 2–4 bulan: DPT, Hib, polio, PCV, Rotavirus
- 6–9 bulan: Influenza, MR
- 12–24 bulan: Booster dan vaksin tambahan sesuai kebutuhan
Jadwal Imunisasi Dasar Bayi (Usia 0-12 Bulan) Berdasarkan Rekomendasi IDAI & Kemenkes
Mengacu pada Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, imunisasi dasar diberikan saat bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan, meliputi DPT-HB-Hib, Polio, PCV, dan Rotavirus. Setelah itu, ada imunisasi lanjutan yang diberikan pada usia 9 bulan dan 18 bulan.
Berikut adalah jadwal imunisasi dasar bayi usia 0-12 berdasarkan rekomendasi IDAI terbaru:
|
Usia Bayi |
Jenis Imunisasi |
|
Bayi baru lahir |
HB-0 (hepatitis B) |
|
0–1 bulan |
BCG (tuberkulosis) Polio 0 |
|
2 bulan |
DPT 1 (difteri, pertusis atau batuk rejan, dan tetanus) Hib 1 (influenza tipe B) Polio 1 HB-1 PCV 1 (pneumokokus) Rotavirus 1 |
|
3 bulan |
DPT 2 Hib 2 Polio 2 HB-2 |
|
4 bulan |
DPT 3 Hib 3 Polio 3 HB-3 PCV 2 Rotavirus 2 |
|
6 bulan |
PCV 3 Rotavirus 3 (tergantung jenis) Influenza 1 |
|
9 bulan |
MR (campak-rubella) JE (ensefalitis, pada daerah endemik) |
|
12 bulan |
Varisela (cacar) 1 Hepatitis A PCV booster |
Jadwal imunisasi bayi sebaiknya diikuti sejak lahir hingga usia 1 tahun agar daya tahan tubuh berkembang maksimal. Vaksin dimulai dari usia 0 bulan, seperti HB-0, BCG, dan Polio.
Jadi, pastikan Ibu dan si Kecil mengikuti jadwal vaksin inii tepat waktu, ya.
Baca Juga: 5 Manfaat Imunisasi bagi Bayi yang Wajib Diketahui
Kenapa Imunisasi Harus Tepat Jadwal?
Imunisasi perlu diberikan sesuai jadwal agar vaksin bekerja maksimal dalam memperkuat sistem imun.
Dengan mengikuti jadwal yang dianjurkan, anak bisa memperoleh perlindungan lebih dini sebelum terpapar penyakit menular. Jika tertunda, bayi justru akan lebih rentan terkena penyakit menular berbahaya.
Jadwal imunisasi juga dibuat oleh para ahli berdasarkan penelitian tentang pola penyebaran penyakit, kelompok yang paling berisiko, serta aspek keamanan vaksin.
Waktu pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia untuk memastikan respons imun yang maksimal, sekaligus mengurangi risiko penularan, komplikasi berat, hingga kecacatan.
Jenis Imunisasi Bayi dan Fungsinya
Imunisasi bayi terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tingkat kebutuhannya, yaitu imunisasi wajib dan tambahan. Berikut penjelasannya.
Imunisasi Wajib untuk Bayi
Imunisasi wajib merupakan vaksin dasar yang harus diberikan pada bayi usia 0-12 bulan sesuai yang telah dijadwalkan pemerintah. Yang termasuk imunisasi wajib adalah:
- Hepatitis B (HB): Melindungi hati dari infeksi virus hepatitis B yang bisa menyebabkan kerusakan kronis.
- BCG: Mencegah tuberkulosis (TBC) berat, termasuk TBC pada otak (meningitis TB).
- Polio (OPV/IPV): Melindungi anak dari penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
- DPT-HB-Hib: Memberikan perlindungan terhadap lima penyakit sekaligus, yaitu difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, dan infeksi Hib (penyebab meningitis).
- PCV: Mencegah infeksi pneumokokus seperti radang paru (pneumonia) dan meningitis.
- Rotavirus: Melindungi dari diare berat akibat infeksi rotavirus.
- MR/MMR: Mencegah campak dan rubela.
- Influenza: Mengurangi risiko infeksi flu, biasanya mulai diberikan sejak usia 6 bulan.
Ibu bisa mendapatkan imunisasi wajib untuk si Kecil di puskesmas, posyandu, klinik ibu dan anak, rumah sakit, hingga bidan.
Imunisasi Tambahan
Imunisasi tambahan adalah vaksin di luar program wajib pemerintah. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikannya untuk memperkuat perlindungan anak dari berbagai penyakit infeksi serius.
Berikut jenis imunisasi tambahan beserta manfaatnya:
- Pneumokokus (PCV): Melindungi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang bisa menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga tengah.
- Rotavirus: Mencegah diare berat dan dehidrasi akibat infeksi rotavirus, terutama pada bayi dan balita.
- MMR (Measles, Mumps, Rubella): Memberikan perlindungan terhadap campak, gondong, dan rubella sekaligus.
- Influenza: Mengurangi risiko flu; perlu diulang setiap tahun karena virus mudah berubah.
- Varisela: Mencegah cacar air yang ditandai ruam gatal dan lepuhan.
- Hepatitis A: Melindungi hati dari infeksi virus Hepatitis A.
- Tifoid (tipes): Mencegah demam tifoid akibat bakteri Salmonella typhi.
- HPV (Human Papillomavirus): Menurunkan risiko kanker serviks dan kutil kelamin akibat infeksi HPV.
- Japanese Encephalitis (JE): Mencegah radang otak akibat virus JE, umumnya diberikan di daerah endemis.
Imunisasi ini sebaiknya diberikan untuk perlindungan yang lebih optimal, terutama sebelum anak mulai sekolah atau masuk daycare. Untuk jadwal yang tepat, diskusikan dengan dokter anak.
Baca Juga: Panduan Cara Membaca KMS Bayi dan Fungsinya untuk Ibu
Terlambat Imunisasi? Ini Cara Mengejarnya
Kalau si Kecil terlambat mendapatkan dosis vaksin atau melewatkan jadwal imunisasi bayi, tidak perlu mengulang dari awal. Tetap dapatkan pemberian vaksin dosis berikutnya, dan lebih cepat lebih baik.
Namun, Ibu mungkin perlu berkonsultasi ke dokter dulu jika:
- Ada lebih dari satu jenis vaksin yang terlewat.
- Jadwal vaksin dosis berikutnya sudah sangat dekat (kurang dari 4 minggu).
- Anak sedang sakit dengan demam, sangat rewel, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Pasalnya, dokter mungkin saja menganjurkan Ibu untuk tunda imunisasi selama beberapa minggu atau menyesuaikan jadwal selanjutnya.
Baca Juga: 13 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak agar Optimal
Tips Agar Tidak Terlewat Jadwal Imunisasi
Agar imunisasi anak selalu tepat dosis dan tepat jadwal, perhatikan tips berikut ini:
- Pasang reminder di kalender, kalau bisa dari beberapa hari sebelum jadwalnya supaya Ibu punya waktu yang cukup untuk merencanakan imunisasi.
- Catat di buku KIA: setiap anak selesai mendapatkan vaksin, langsung catat di buku KIA supaya Ibu selalu tahu dan ingat vaksin apa saja yang sudah dan belum.
- Rutin pantau jadwal imunisasi di posyandu, puskesmas, klinik, rumah sakit, atau lingkungan sekitar Ibu.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan lain seputar imunisasi bayi, kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, langsung hubungi BebeCare, yuk.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
Lalu agar tidak salah langkah dalam menjaga kesehatan si Kecil, bergabunglah sebagai member Bebeclub untuk dapatkan akses eksklusif ke berbagai artikel kesehatan anak yang terpercaya dan terverifikasi ahli.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
