Kembali ke Tumbuh Kembang

Ketahui Umur Berapa Gigi Bayi Tumbuh dan Ciri-Cirinya

Umur berapa bayi gigi tumbuh? Tak sedikit orang tua yang memikirkan hal ini karena penting juga untuk memantau seluruh proses pertumbuha...

4 min
11 May 2022

3 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Umur berapa bayi gigi tumbuh? Tak sedikit orang tua yang memikirkan hal ini karena penting juga untuk memantau seluruh proses pertumbuhan gigi berlangsung sesuai dengan usianya.

Selain itu, fase teething yang dialami bayi akan memerlukan perhatian ekstra. Sebab begitu memasuki umur pertumbuhan gigi susu, bayi kemungkinan akan menjadi lebih rewel dari biasanya. 

Untuk itu, yuk ketahui fase pertumbuhan gigi hingga ciri-ciri bayi tumbuh gigi dalam artikel ini.

Umur Berapa Bayi Gigi Tumbuh?

Tumbuh gigi merupakan proses fisiologis yang akan dialami semua bayi. Menurut American Dental Association, umumnya gigi susu pertama bayi akan muncul di umur 6-9 bulan. Meski demikian, ada bayi yang giginya mungkin tumbuh lebih cepat di usia 3-4 bulan dan ada pula yang gigi pertamanya tumbuh setelah 9 bulan.

Jika pada usia 6 bulan bayi belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi, Ibu tak perlu khawatir. Gigi pertama yang tumbuh di rentang usia 3-12 bulan masih dianggap normal, kok.

Ingat, Bu, setiap bayi memiliki cara dan kecepatan tumbuh kembang yang berbeda-beda, termasuk juga pertumbuhan giginya. 

Kemudian sejak gigi pertamanya muncul, umumnya dibutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga gigi susu bayi lengkap.

Fase Pertumbuhan Gigi

Perlu Ibu ketahui, proses pertumbuhan gigi bayi terbagi menjadi 3 fase, yaitu:

  • Fase gigi sulung: Terjadi saat bayi berusia 8-14 bulan. Inilah saat pertama kalinya gigi pertama bayi tumbuh. Fase ini akan berakhir saat anak berusia 5-6 tahun ketika mulai tumbuh gigi tetap pada rongga mulutnya. Pada fase ini, rongga mulut anak yang normal terdiri dari 20 gigi sulung atau gigi susu (10 gigi pada rahang atas dan 10 gigi pada rahang bawah).²  Di usia 2 tahun, gigi balita mulai lengkap. Seluruh gigi susu akan selesai tumbuh pada usia 3 tahun. Umumnya, makanan anak umur 2 tahun mulai bertekstur.

  • Fase campuran gigi sulung dan gigi tetap: Pada masa ini, gigi tetap mulai muncul.²

  • Fase gigi tetap: Terjadi ketika semua gigi sulung sudah tanggal, biasanya pada usia 12 tahun.²

Adapun tahapan pertumbuhan bayi sesuai usianya adalah sebagai berikut:

  • Gigi seri bawah (gigi depan bawah): usia 5-7 bulan.

  • Gigi seri atas (gigi depan atas): usia 6-8 bulan.

  • Gigi seri bagian samping: usia 9-11 bulan.

  • Gigi geraham pertama: usia 12-16 bulan.

  • Gigi taring: usia 16-20 bulan.

  • Gigi geraham kedua: usia 20-30 bulan.

Pentingnya Memantau Pertumbuhan Gigi

Pertumbuhan gigi si Kecil perlu dipantau sejak dini. Jika terjadi gangguan yang tidak segera ditangani, kerusakan gigi pada anak akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tumbuh kembangnya. Misalnya: 

  • Jika gigi rusak (karies atau gigi berlubang), tampilan gigi menjadi kurang rapi. Hal ini akan memengaruhi kepercayaan diri si Kecil nantinya.²

  • Kerusakan gigi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak, seperti gangguan pertumbuhan rahang, sendi, dan susunan gigi.²

  • Gangguan pada gigi berpotensi membuat si Kecil sulit makan hingga akhirnya asupan gizinya kurang optimal.²

Seperti Apa Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi?

Saat tumbuh gigi, bayi biasanya akan menunjukkan tanda-tanda yang mungkin membuat Ibu dan Ayah khawatir. Namun, dengan mengenal tanda-tandanya, Ibu dan Ayah bisa lebih tenang mendampingi si Kecil selama masa teething ini. 

Lalu, apa saja ciri-ciri bayi tumbuh gigi? Simak penjelasannya berikut: 

1. Mengeces 

Salah satu ciri-ciri bayi tumbuh gigi adalah ia akan memproduksi air liur lebih banyak dari biasanya, atau yang dikenal dengan mengeces. 

Bahkan, beberapa bayi terkadang mengalami ruam di sekitar mulut dan dagunya. Kenapa? Sebab, produksi air liur berlebih ini menyebabkan area sekitar mulutnya jadi lembap. Tak jarang air liur berlebih ini bisa mengiritasi area kulit di sekitar mulut bayi, Bu. 

Bila Ibu melihat air liur sudah membasahi area sekitar mulut si Kecil, segera bersihkan dengan lap atau tisu bersih guna mencegah munculnya ruam, ya, Bu.

2. Sulit Tidur di Malam Hari

Bayi yang sedang tumbuh gigi biasanya menjadi lebih rewel, sehingga anak akan sulit tidur di malam hari

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan gigi akan mengalami peningkatan pada malam hari. Alhasil, ia mungkin sering terbangun karena rasa sakit dan gatal pada gusinya.

Jadi, coba perhatikan kalau bayi sering terbangun di malam hari atau sulit tidur tanpa alasan yang jelas, Bu. Sebab, bisa jadi ini tanda atau ciri bayi tumbuh gigi.

3. Hilang Nafsu Makan atau Menyusu 

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi berikutnya adalah hilangnya nafsu makan atau menyusu. Kondisi ini bisa terjadi karena mulut si Kecil merasa tidak nyaman akibat peradangan gusi sehingga anak jadi susah makan

Namun, Ibu tak perlu khawatir karena ciri bayi tumbuh gigi ini akan berlangsung selama beberapa hari saja. Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, Ibu bisa memberikan makanan dingin untuk meringankan gusi yang meradang.

4. Menangis

Jika si Kecil lebih sering menangis akhir-akhir ini, bisa jadi bayi sedang tumbuh gigi, Bu. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi si Kecil karena proses pertumbuhan gigi terasa sangat menyakitkan baginya. Terlebih, saat gigi bayi tumbuh pertama kalinya. Tak jarang wajahnya pun akan memerah karenanya.

Bila bayi menangis saat sedang tumbuh gigi, Ibu bisa mengalihkan perhatian si Kecil dengan berjalan-jalan atau memberikan mainan teether yang aman.

5. Suka Menggigit

Sebagian bayi suka menggigit benda apa saja yang ada di sekitarnya guna menenangkan gusi meradang dan terasa tidak nyaman, Bu. 

Pada fase ini, Ibu bisa menyiapkan benda-benda yang aman untuk digigitnya, seperti teether. Kalau ia menggigit keranjang atau boks keras, coba lapisi dengan kain lembut atau waslap basah, ya.

6. Menarik Telinga atau Menggaruk Pipi

Tahukah, Ibu? Jika si Kecil sering menarik daun telinga atau menggaruk pipinya akhir-akhir ini, bisa jadi gigi sedang bertumbuh. Bayi jadi sering menggaruk area wajahnya saat teething karena pertumbuhan gigi keluar dari gusinya memicu rasa sakit, gatal, dan tidak nyaman. 

7. Demam dan Diare

Sebagian anak mungkin mengalami demam ringan selama giginya sedang tumbuh. Demam memang menjadi salah satu ciri tumbuh gigi yang paling umum karena pada prosesnya, gigi yang mencuat ke atas akan memicu peradangan. Meski begitu, ada juga beberapa bayi yang tidak menunjukkan gejala satu ini ketika sedang teething.

Namun, Ibu juga harus bisa membedakan mana demam karena tumbuh gigi atau karena penyakit lain.

Biasanya, demam karena tumbuh gigi tidak akan lebih tinggi dari 39 derajat Celsius. Jadi, segera periksakan anak ke dokter apabila demam anak lebih tinggi dari suhu tersebut dan disertai gejala penyakit lain. 

Baca Juga: Cara Melatih Bayi Merangkak, Duduk, dan Berjalan

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Tumbuh Gigi?

Ketika Ibu melihat ciri atau gejala tumbuh gigi pada bayi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit yang dialami si Kecil, seperti: 

1. Gosok Gusi Bayi dengan Lembut

Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan saat tumbuh gigi bayi pada anak adalah dengan menggosok gusi bayi dengan lembut. Ibu bisa menggosok gusi bayi menggunakan jari atau kain bersih untuk meringankan rasa tidak nyaman.

Selain menggosok gusi bayi, Ibu juga bisa membiarkan si Kecil menggigit kain waslap bersih. 

2. Berikan Teether

Bayi sedang tumbuh gigi biasanya akan senang menggigit atau memasukkan benda apa pun di sekitarnya ke dalam mulut. 

Nah, Ibu bisa memberikan empeng atau mainan teether yang sebelumnya sudah disimpan di dalam kulkas. Mainan teether dingin bisa membantu meringankan rasa sakit dan tidak nyaman pada gusi.

Namun, sebaiknya jangan memberikan empeng atau teether yang terlalu dingin, bahkan sampai beku, ya, Bu. Sebab, hal ini dikhawatirkan justru bisa melukai gusi si Kecil.

3. Berikan Makanan Dingin

Jika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, Ibu bisa memberikan makanan dingin, seperti yogurt atau potongan buah yang sudah didinginkan. Hal ini bisa mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman yang dialami si Kecil akibat tumbuh gigi. 

Cara Menjaga Kesehatan Gigi Bayi

Jangan lupa Ibu perlu menjaga kesehatan gigi dan kebersihan mulut si Kecil dari sekarang, ya! Menyikat gigi merupakan kebiasaan baik yang perlu ditanamkan sejak dini. Ibu dan Ayah bisa melakukannya secara bertahap, diawali dari pembersihan gusi yang menonjol, sebagai tanda akan munculnya gigi baru.²

Ketika gigi bayi mulai tumbuh, bersihkan giginya menggunakan kasa steril lembap yang dililitkan pada jari telunjuk Ibu. Pastikan Ibu menggosok dengan amat pelan dan lembut, ya, dan jangkau setiap permukaan giginya. Lakukan 2-3 kali dalam satu hari. 

Saat anak semakin besar, Ibu bisa mengajarinya menggosok gigi sendiri menggunakan sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan bulu sikat yang lembut sesuai usia mereka.

Selain rutin menyikat gigi, memeriksakan gigi anak ke dokter juga berperan penting untuk menjaga kesehatan giginya, Bu. Nantinya, menjelang usia 1 tahun, Ibu bisa membawanya untuk kontrol pertama ke dokter gigi.²

Baca Juga: Tinggi Kalsium yang Bagus untuk Gigi Anak, Cek Cara Penyajian Keju Sebagai MPASI

Yuk, Bu, terus pantau tumbuh kembang bayi saat memasuki umur tumbuh gigi untuk tahu hal-hal apa lagi yang akan terjadi di usianya ini lewat BebeJourney. Jangan lupa terus jaga kesehatan giginya agar mendukung tumbuh kembangnya makin optimal. 

Jika khawatir dengan pertumbuhan gigi bayi, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya.


Referensi:

  1. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/at-what-age-will-my-baby-start-teething-5085119#toc-what-to-do-next. Diakses pada 7 September 2022.
     
  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/teething. Diakses pada 7 September 2022.
     
  3. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/when-do-babies-start-teething. Diakses pada 7 September 2022.
     
  4. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/teething. Diakses pada 7 September 2022.
     
  5. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/symptom-checker/Pages/symptomviewer.aspx?symptom=Teething. Diakses pada 7 September 2022.
     
  6. Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-health-and-safety/teething-symptoms. Diakses pada 7 September 2022.
     
  7. WebMD. Teething in Babies: Symptoms and Remedies. https://www.webmd.com/parenting/baby/teething-symptoms-remedies. Diakses pada 13 September 2022
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait