Cara Mengontrol Emosi pada Anak dengan Melatih Regulasi Emosi Sejak Dini

Regulasi emosi membantu anak mengenali dan mengelola perasaan. Kemampuan ini dapat dilatih melalui berbagai cara yang sesuai dengan usianya.

cara mengontrol emosi pada anak-bebeclub


Cara mengontrol emosi pada anak dimulai dengan mengenali perasaannya dan mengajarkan cara menenangkan diri. Regulasi emosi dapat berkembang optimal jika dilatih secara konsisten sejak dini.

Kenapa Anak Sulit Mengontrol Emosi?

Kemampuan regulasi emosi anak masih terus berkembang. Hal ini karena area otak yang mengatur emosi, terutama prefrontal cortex dan amigdala, masih mengalami proses pematangan pada awal kehidupan hingga usia dewasa muda.

Akibatnya, anak lebih sulit mengendalikan reaksi impulsif saat marah, kecewa, atau frustrasi. Respons emosinya pun cenderung lebih kuat dibandingkan orang dewasa.

Anak masih dalam proses belajar mengenali perasaannya sendiri. Oleh karena itu, kesulitan mengontrol emosi pada anak sebenarnya normal dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Tanda Anak Masih Kesulitan Mengendalikan Emosi

Beberapa tanda umum yang menunjukkan anak masih kesulitan mengelola emosinya antara lain:

  • mudah menangis bahkan untuk hal-hal kecil 
  • mudah marah dan meledak-ledak
  • berteriak atau menjerit saat keinginannya tidak terpenuhi
  • memukul, menggigit, atau mendorong orang lain
  • melempar barang saat frustrasi
  • sulit tenang kembali setelah merasa kecewa
  • sulit mengungkapkan perasaan dengan kata-kata 

Tanda-tanda ini wajar muncul pada anak 1–3 tahun yang masih dalam tahap awal belajar regulasi emosi. Namun jika berlangsung intens atau tidak membaik seiring waktu, perlu perhatian lebih dari orang tua.

Melatih Cara Mengontrol Emosi pada Anak

Regulasi emosi adalah keterampilan yang bisa dilatih, bukan bakat bawaan. Berikut beberapa cara yang bisa Ibu terapkan secara konsisten. 

1. Bantu Anak Mengenali Perasaannya

Langkah pertama yaitu bantu anak memahami bahwa apa yang ia rasakan punya nama. Gunakan bahasa sederhana: "Sepertinya kamu sedang marah karena mainannya diambil."

Semakin sering anak mendengar kata-kata yang menggambarkan perasaan, semakin cepat ia belajar mengidentifikasi dan mengekspresikan emosinya sendiri.

Buku cerita bergambar tentang perkembangan emosi anak bisa menjadi salah satu alat bantu yang efektif.

Baca Juga: Perkembangan Anak 16 Bulan: Milestone & Stimulasi

2. Cari Tahu Penyebab Emosinya

Sebelum bereaksi terhadap perilaku anak, coba pahami dulu apa yang memicu emosinya. Apakah ia lapar, lelah, tidak nyaman, atau merasa tidak didengar?

Dengan memahami akar penyebabnya, Ibu bisa merespons dengan lebih tepat sasaran. Bukan sekadar menghentikan ledakan emosi, tetapi Ibu mengatasi kebutuhan yang belum terpenuhi di baliknya.

3. Validasi Perasaan Anak Tanpa Membenarkan Perilaku

Penelitian National Library of Medicine menunjukkan bahwa respons emosional yang suportif membantu anak belajar mengatur emosinya. Salah satunya dengan memvalidasi perasaan anak secara konsisten.

Contohnya: "Ibu tahu kamu kecewa karena waktunya bermain sudah habis" bukan "Jangan nangis, sudah besar kan?" Dengan validasi, anak merasa didengar dan lebih mudah diajak tenang.

4. Ajarkan Cara Menenangkan Diri

Tarik napas dalam dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berperan dalam menenangkan tubuh. Alhasil, detak jantung melambat dan otot tubuh menjadi rileks.

Berikut beberapa teknik menenangkan diri yang bisa diajarkan sesuai usia dan tumbuh kembangnya:

  1. Duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.
  2. Letakkan tangan atau boneka di atas perut, lalu rasakan dada naik turun saat bernapas.
  3. Tarik napas lewat hidung, lalu embuskan perlahan lewat mulut sambil merilekskan bahu.
  4. Ulangi 15–20 kali atau sambil menghitung sampai empat di setiap tarikan dan embusan napas.

Tumbuh kembang optimal juga didukung oleh kesehatan pencernaan yang baik. Ibu dapat menggunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu memantau kondisi pup si Kecil. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

5. Berikan Pilihan Mengekspresikan Emosi

Tidak semua anak nyaman mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Sebagian lebih mudah mengekspresikan emosi melalui gambar, permainan, atau aktivitas kreatif.

Ajak anak memilih cara yang aman untuk mengontrol emosinya sesuai usia dan preferensinya, misalnya:

  • menggambar atau mewarnai 
  • bercerita kepada orang tua atau boneka
  • menulis jurnal (untuk anak yang lebih besar)
  • mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata

Berikan kebebasan pada anak untuk mencoba berbagai cara hingga menemukan yang paling nyaman baginya. Tidak semua anak cocok dengan pendekatan yang sama.

6. Jadilah Contoh dalam Mengelola Emosi

Anak belajar mengelola emosi dengan mengamati cara orang tua menghadapi masalah. Saat orang tua tetap tenang dan merespons dengan baik, anak akan lebih mudah meniru cara itu.

Kehangatan dan respons orang tua juga mendukung perkembangan kemampuan regulasi emosi si Kecil.

Oleh sebab itu, contoh perilaku yang diberikan setiap hari oleh orang tua berpengaruh besar terhadap cara anak mengendalikan emosinya.

7. Bahas Solusinya Setelah Anak Tenang

Saat anak sedang berada di puncak emosi, ia belum siap menerima nasihat atau diajak berdiskusi. Tunggu hingga emosinya benar-benar mereda.

Barulah setelah tenang, ajak anak berbicara dari hati ke hati. Tanyakan apa yang membuatnya marah dan dengarkan tanpa menghakimi.

Kemudian, cari solusi bersama. Cara mengelola emosi anak ini membantu mereka belajar menyelesaikan masalah melalui komunikasi.

8. Beri Apresiasi Saat Anak Berhasil Mengendalikan Emosi

Memberikan apresiasi dengan detail saat anak berhasil mengendalikan emosinya membantu memperkuat perilaku positif.

Alih-alih hanya berkata "pintar", puji tindakan yang dilakukan agar anak tahu perilaku tersebut perlu diulangi.

Contohnya: "Tadi kamu marah tapi kamu tidak membuang botol susu. Ibu bangga kamu bisa menahan diri." Apresiasi yang tepat sasaran jauh lebih efektif dari pujian umum.

Ibu juga bisa lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikan Bebelac 1 NutriGreat+. Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Anak Marah

Respons orang tua saat anak marah memengaruhi cara anak belajar mengelola emosi dan perilakunya.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua tidak melakukan beberapa hal di bawah ini, antara lain:

  • membentak atau berteriak balik
  • mengancam
  • mempermalukan anak
  • membandingkan anak dengan saudara atau anak lain
  • memaksa anak segera berhenti menangis 

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Psikolog atau Dokter?

Anak tantrum atau punya emosi yang meledak-ledak merupakan hal yang normal terjadi pada usia 1–3 tahun. Namun ada kondisi yang memerlukan evaluasi dari profesional, misalnya: 

  • sering melukai diri sendiri atau orang lain secara sengaja 
  • agresif yang berlebihan dan jauh melampaui tahap perkembangan usianya 
  • tantrum yang berlangsung sangat lama atau sangat intens 
  • ledakan emosi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari 
  • perilaku tidak membaik meski sudah ditangani dalam beberapa bulan 

Jangan tunda konsultasi jika Ibu merasa ada yang tidak biasa dari perkembangan emosi si Kecil. Psikolog anak atau dokter tumbuh kembang adalah sumber yang tepat untuk evaluasi lebih lanjut.

Jangan lewatkan momen penting tumbuh kembang si Kecil. Yuk, bergabung sebagai member Bebeclub dan akses panduan lengkap serta tips stimulasi sesuai tahap usia.

 

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. England-Mason, G., Andrews, K., Atkinson, L., & Gonzalez, A. (2023). Emotion socialization parenting interventions targeting emotional competence in young children: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Clinical psychology review, 100, 102252. DOI: 10.1016/j.cpr.2023.102252 
  2. Mayo Clinic. (2015). Blow the pain away: Breathing tips to help children relax. Mayo Clinic Health System. mayoclinichealthsystem.org – Tips To Help Children Relax 
  3. Editorial Team. (2023). 4 Play Activities to Help Children Manage Emotions. Healthy Children. HealthyChildren.org – Play Ideas To Help Your Child Manage Emotions
  4. ‌Conceptual Foundations. (2023). Emotion Regulation and Parenting, 1–54. DOI: 10.1017/9781009304368.002
  5. ‌Editorial Team. (2021). Top Tips for Surviving Tantrums. Healthy Children. HealthyChildren.org – Temper Tantrums
  6. ‌CDC. (2026). Tips for Connecting and Communicating. Essentials for Parenting Toddlers and Preschoolers. CDC – Communication
  7. ‌Sege, R. D, Siegel, B. S., Flaherty, E. G., Gavril, A. R., Idzerda, S. M., Laskey, A. T., Legano, L. A., Leventhal, J. M., Lukefahr, J. L., Yogman, M. W., Baum, R., Gambon, T. B., Lavin, A., Mattson, G., Montiel-Esparza, R., & Wissow, L. S. (2018). Effective Discipline to Raise Healthy Children. Pediatrics, 142(6). DOI: 10.1542/peds.2018-3112
  8. The Stages of Prefrontal Cortex Development. (2025, November 16). ScienceInsights. scienceinsights.org – The Stages Of Prefrontal Cortex Development


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun