11 12

Tips Mengatasi Tantrum Si Satu Tahun

detail-fb detail-wa detail-twitter

Selamat Ibu, bulan ini Si Kecil akan berusia satu tahun, ya. Bagaimana tumbuh kembangnya? Tentu dia telah melewati berbagai tahapan perkembangan yang membuat Ibu takjub, sekaligus bangga. Nah, menginjak usia satu tahun, dia biasanya mulai belajar berjalan sendiri dan semakin mandiri. Namun secara emosional, Si Kecil juga belum nyaman untuk merasa sebagai individu yang terpisah dengan Ibu. Karena itu, saat merasa lelah, sakit maupun ketakutan, dia tetap memerlukan kehadiran Ibu di sampingnya untuk membuatnya merasa nyaman dan aman. Selain semakin mandiri, Si Kecil juga mulai belajar untuk mengekspresikan emosinya. Salah satu jenis ekspresi yang bisa jadi Ibu temui pada anak berusia 1 tahun ke atas, adalah tantrum. Yuk, kita kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Mengenal Tantrum

Tantrum, adalah sebuah sebuah kondisi di mana Si Kecil memperlihatkan perilaku yang ekstrem atau bahkan agresif karena merasa frustasi atau marah. Perilaku ini bisa ditemui pada anak berusia 1 hingga 3 tahun. Tantrum, biasanya diekspresikan dalam bentuk menangis, berteriak, hingga memukul, melempar barang, mendorong maupun menggigit. Apa penyebabnya? Selain pemicu fisiologis seperti rasa lelah, lapar atau sakit, tantrum juga bisa disebabkan oleh rasa frustasi. Rasa frustasi ini disebabkan karena Si Kecil memiliki keinginan yang kuat untuk mandiri, namun sekaligus ingin mendapatkan perhatian penuh dari orang tua. Ditambah lagi, dia belum memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan keinginannya dengan baik dan mengelola emosinya tersebut. Menurut penelitian, lima hingga tujuh persen anak berusia satu hingga tiga tahun bisa memperlihatkan tantrum selama 15 menit sebanyak hingga 3 kali seminggu atau lebih. Namun jangan terlalu khawatir ya, Bu. Saat dia semakin besar dan mulai bisa belajar untuk memahami, mengkomunikasikan dan mengelola perasaannya, maka frekuensi tantrumnya akan berkurang, kok.

Tips Mengatasi Tantrum

Menghadapi Si Kecil yang sedang tantrum memang memerlukan kesabaran ya, Bu. Apalagi, anak berusia satu tahun umumnya belum bisa berbicara untuk mengungkapkan keinginan dan perasaanya. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Tetap tenang. Jika Si Kecil mulai agresif, misalnya melempar barang, katakan “jangan memukul barang ya,” dengan nada tegas dan netral. Jangan panik dan gunakan pendekatan yang tenang.
  • Kabulkan permintaan Si Kecil, hanya jika permintaan tersebut wajar dan berkaitan dengan kebutuhannya. Namun, jangan selalu mengikuti dan menyerah pada keinginannya ya, Bu. Menyerah pada tuntutannya dapat memperkuat perilaku tantrumnya. 
  • Alihkan perhatiannya. Ada banyak cara untuk membuat Si Kecil melupakan tantrumnya. Ajak dia ke ruangan yang lain, atau tawarkan mainan kesayangannya. Ajak dia menyanyi, atau melakukan aktivitas favoritnya yang lain. Ibu juga bisa mengajaknya memilih sesuatu saat sedang tantrum agar Si Kecil lupa dan merasa memiliki kontrol.   
  • Pelajari pola tantrum. Dengan begitu, Ibu bisa menyiapkan taktik untuk menghindarinya. Misalnya, jika dia cenderung tantrum saat lapar, persiapkan camilan sehat agar dia tetap kenyang. Jika dia cenderung tantrum saat kurang istirahat, selalu prioritaskan agar jam tidur idealnya terpenuhi.  
  • Tetap konsisten. Konsistensi Ibu dari hari ke hari dalam menghadapi tantrumnya adalah kunci untuk mengurangi frekuensi tantrum. Jadi, usahakan untuk selalu konsisten. Misalnya, jika Ibu di awal berkata ‘tidak’, maka tetaplah konsisten untuk berkata ‘tidak’. 

Jangan lupa untuk selalu mengajaknya mengobrol agar dia semakin pintar dalam mengkomunikasikan perasaannya ya, Bu. Namun, jika diperlukan, Ibu dapat berkonsultasi tentang tantrumnya dengan dokter maupun psikolog anak untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Tag