Periksa Tumbuh Kembang Anak Dari Lingkar Kepala Si Kecil 593x396jpg

Mengukur Lingkar Kepala Bayi untuk Memerika Tumbuh Kembangnya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Sejak dilahirkan, lingkar kepala bayi akan selalu diukur, meski ia dalam keadaan sehat. Itu mengapa setiap kunjungan ke Rumah Sakit (RS) atau Posyandu, dokter ataupun bidan akan melakukan pengukuran. Mulai dari berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala dan ubun-ubun. Tapi, pernahkah ibu bertanya apa alasannya?

Mengapa Pengukuran Lingkar Kepala Penting?

Pengukuran diameter kepala bayi penting dilakukan untuk memantau tumbuh kembangnya. Bahkan, American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar lingkar kepala bayi diukur secara berkala, dari ketika baru lahir setidaknya sampai ia berusia dua tahun. Alasannya karena otak dan kepala bayi melakukan sebagian besar pertumbuhannya di dua tahun pertama kehidupan. Lingkar kepala bayi  akan diukur menggunakan meteran khusus yang dilingkarkan ke bagian kepalanya yang paling besar, yaitu area dahi hingga ke belakang kepala.

Setiap diukur, dokter atau bidan akan mencatat dan mengamati hasil pengukuran tiap bulan pada grafik lingkar kepala yang ada di kartu atau buku kesehatan anak (misalnya KMS, yaitu Kartu Menuju Sehat). Ini dilakukan untuk memantau tumbuh kembang Si Kecil, melalui ukuran lingkar kepalanya. Tujuan lainnya adalah untuk mendeteksi adanya gangguan perkembangan otak. Misalnya, untuk mendeteksi kemungkinan Si Kecil mengalami mikrosefalus (ukuran kepala terlalu kecil), hidrosefalus (kepala terlalu besar), dan kraniosinostosis (kelainan bentuk tengkorak).

Ukuran Kepala Bayi Normal Menurut Usianya

Menurut Kementerian Kesehatan RI, ukuran lingkar kepala bayi baru lahir yang normal yaitu sebesar 33-37 sentimeter. Lingkar kepala ini akan terus berkembang seiring pertambahan usianya. Namun idealnya, berikut adalah pertumbuhan lingkar kepala bayi berdasarkan usia:

  • Usia 0-3 bulan: Lingkar kepala bertambah 2 sentimeter per bulan.
  • Usia 4-6 bulan: Lingkar kepala bertambah 1 sentimeter per bulan.
  • Usia 6-12 bulan: Lingkar kepala bertambah 0,5 sentimeter per bulan.
  • Menjelang usia 5 tahun, lingkar kepala umumnya sebesar 50 sentimeter.
  • Usia 5-12 tahun: Lingkar kepala akan bertambah, tetapi hanya sampai sebesar 52-53 sentimeter dan tidak akan membesar lagi.

Bagaimana Jika Lingkar Kepala Tidak Normal?

Lingkar kepala dianggap tidak normal jika seiring pertambahan usia, ukuran lingkar kepalanya tidak bertambah. Misalnya ketika diukur, lingkar kepala Si Kecil ternyata lebih kecil dibanding standar yang sudah ditetapkan. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa Si Kecil mengidap mikrosefalus, yaitu gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepalanya menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Kondisi ini juga bisa membuat otak Si Kecil berhenti tumbuh sebagaimana mestinya.

Selain mikrosefalus, lingkar kepala yang tidak normal juga bisa ditandai dengan ukurannya yang melebihi normal. Pada kondisi ini, Si Kecil mungkin berisiko mengidap hidrosefalus, yaitu kondisi di mana kepala Si Kecil berukuran besar. Hidrosefalus terjadi akibat penumpukan cairan pada rongga otak, atau yang disebut dengan ventrikel. Cairan ini akan terus bertambah, sehingga ventrikel dalam otak membesar serta menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya.